Pandemi Dorong Budaya Cashless Alami Peningkatan
Pandemi covid 19 yang terjadi sejak tahun lalu mampu meningkatkan penggunaan uang secara non tunai atau cashless. Hal itu menunjukkan masyarakat sudah mulai bisa mengikuti kebiasaan baru tersebut. Budaya cashless harus semakin ditingkatkan untuk kemudahan, kecepatan, kemurahan biaya, keamanan dan kehandalan.
Bank Indonesia (BI) memiliki Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat pembayaran secara non tunai. Penggunaan QRIS sebagai transaksi cashless sangat bermanfaat sebagai proses transaksi keuangan dan pengembangan usaha UMKM dan di masa pandemi ini sangat cocok sehingga menghindari pegang uang tunai yang kernungkinan virus bisa berpindah.
Aset LPS Tembus Rp 140 Triliun , Naik 16,24%
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per 31 Desember 2020 mencatat total aset sebesar Rp 140,16 triliun. Angka ini tumbuh 16,24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 120,58 triliun.
Dalam laporan keuangan LPS disebutkan sebagian besar aset ini berupa investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 133,39 triliun atau 95,17% dari total aset. Kemudian LPS juga membukukan surplus bersih sebesar Rp 19,36 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 17,73 triliun.
Sedangkan untuk pendapatan investasi juga mengalami peningkatan yaitu 15,8% menjadi Rp 8,84 triliun meningkat Rp 7,64 triliun dari tahun sebelumnya. Hal ini tentunya disertai efisiensi di sisi pengeluaran yang signifikan.
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pada tahun 2020, LPS mencatat kenaikan jumlah simpanan masyarakat pada 109 bank umum sebesar 10,86% year on year jumlah rekening ini naik sebesar 16,12% yoy dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Capaian dan kondisi ini harus terus dijaga, terlebih pada saat situasi pandemi justru masyarakat semakin percaya pada sistem perbankan. Hal ini juga membuktikan bahwa langkah-langkah yang diambil Pemerintah dan otoritas sektor keuangan untuk menjaga kepercayaan kepada sistem perbankan sudah memberikan hasil yang positif.
Jaga Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri, Dua BUMN Datangkan Daging Sapi Beku
Dua BUMN klaster pangan yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dan PT Berdikari (Persero) mendatangkan daging sapi beku boneless asal Brasil sebanyak 420 ton secara bertahap untuk menjaga stabilitas harga daging serta memenuhi ketersediaan pasokan menjelang Idul Fitri 1442 H.
Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi mengatakan upaya menjaga ketersediaan daging sapi ini sejalan dengan peningkatan ketahanan pangan nasional.
Sampai dengan akhir tahun 2021 RNI melalui Berdikari akan mendistribusikan sebanyak 20 ribu ton daging sapi. Kedatangan pertama daging sapi beku boneless asal Brasil sebanyak 140 ton telah tiba di pelabuhan, Selanjutnya dijadwalkan akan tiba sekitar empat kontainer lagi sebelum lebaran.
Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara mengatakan kedatangan pasokan daging sapi ini merupakan bagian dari realisasi penugasan pemerintah guna mencukupi kebutuhan daging sapi di tengah hari besar keagamaan nasional (HBKN) khususnya di bulan puasa dan menjelang Idul Fitri.
BPS Sebut Jumlah Wisman Naik 14,54 Persen pada Maret
"Untuk bulanan ini memang mulai ada peningkatan. Tapi kalau dilihat secara tahunan masih jauh," ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto dalam konferensi pers, Senin (3/5).
Sementara, Setianto menyatakan jumlah kunjungan wisman anjlok 72,73 persen jika dihitung secara tahunan pada Maret 2021. Pasalnya, jumlah kunjungan wisman pada Maret 2020 mencapai 486,2 ribu kunjungan.
Mayoritas wisman masuk ke Indonesia lewat jalur darat yang mencapai 78,9 ribu kunjungan atau 59 persen dari total kunjungan. Mereka masuk lewat Entikong, Aruk, dan Atambua.
Kemudian, 40,9 ribu kunjungan atau 31 persen dari total kunjungan wisman lewat jalur laut. Mayoritas masuk lewat Batam, Tanjung Uban, dan Tanjung Balai Karimun.
Lalu, 12,9 ribu kunjungan atau 10 persen dari total kunjungan masuk lewat jalur udara. Beberapa bandara yang menjadi jalur utama adalah Bandara Soekarno Hatta, Bandara Sam Ratulangi, dan Bandara Juanda.
Selain itu, 41,1 ribu kunjungan dilakukan oleh wisman asal Malaysia, 8,5 ribu kunjungan dari China, dan 17,8 ribu kunjungan dari berbagai macam negara lainnya. Kenaikan kunjungan wisman ini berpengaruh terhadap tingkat penghunian kamar (TPK). Tercatat, TPK Maret 2021 naik, baik dari segi tahunan dan bulanan.
"Secara bulanan TPK naik 3,67 poin dan tahunan naik 3,83 poin," imbuh Setianto.
TPK tercatat di level 36,07 persen pada Maret 2021. Angkanya naik dari posisi Februari 2021 yang sebesar 32,4 persen dan Maret 2020 yang sebesar 32,24 persen.
Angka Pengangguran Muda RI Tertinggi se-Asia Tenggara
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal mengatakan tingkat pengangguran muda Indonesia menjadi yang tertinggi se-Asia Tenggara.
Dari data yang ia paparkan, proporsi pengangguran berusia muda di Indonesia hampir menyentuh angka 20 % pada 2020. Sementara negara lain seperti Filipina, Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia masih berada di bawah 15 %.
"Di antara mereka yang berusia muda ternyata Indonesia tidak ada saingannya di Asean atau paling tinggi sendiri dibandingkan yang lain," ungkapnya dalam diskusi bertajuk 'Teknologi Digital dan Solusi Ketenagakerjaan', Senin (3/5).
Menurut Faisal, tingginya pengangguran berusia muda itu menunjukkan masih banyak masalah dalam penciptaan tenaga kerja di Indonesia.
Salah satunya, terkait ketidaksesuaian atau mismatch antara penciptaan lapangan kerja dengan kualifikasi lulusan baru yang terjadi sebelum pandemi covid-19.
"Memang ternyata pengangguran yang umurnya antara 20-29 atau di 20an tahun sudah mengalami peningkatan (pengangguran) sebelum pandemi. Sementara, yang usianya lebih tua dari itu relatif lebih flat (datar). Jadi kita dihadapkan pada masalah educated youth employment," jelasnya.
Hal tersebut juga tergambar dari data tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang menunjukkan bahwa persentase penganggur muda didominasi oleh mereka yang berpendidikan menengah ke atas.
Ini berkebalikan dengan asumsi kebanyakan orang bahwa makin tinggi pendidikannya, maka akan semakin mudah orang mencari pekerjaan.
"Dari sisi persentasenya yang menganggur jauh lebih banyak, dari sekolah menengah dan sekolah tinggi, kalau kita lihat pergeserannya dari tahun ke tahun yang paling tinggi peningkatannya juga adalah yang berpendidikan sekolah menengah atau tinggi," terang Faisal.
Belum selesai masalah pengangguran usia muda, Indonesia kini dihadapkan pada peningkatan proporsi pengangguran usia di atas 30-an tahun akibat pandemi covid-19.
Hal ini, sambung Faisal, membuat pemerintah harus berpikir ekstra keras untuk menciptakan lapangan kerja baru yang sesuai bagi para pekerja di usia tersebut.
"Yang sudah mapan, relatif lama di dunia kerja ini justru berkurang. Agak cukup signifikan juga jadi awalnya hanya sekitar 20 % saja setelah 2020 hampir 40 %. Jadi proporsinya membesar," pungkasnya.
Penjualan Tanah & Bangunan Naik, Laba Emiten Properti BSD Meroket 126%
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan laba bersih Rp 588,29 miliar pada kuartal I 2021. Nilainya meningkat 126,6% dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy) Rp 259,64 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang diunggah di keterbukaan informasi, salah satu penyokong kinerja yakni pendapatan usaha Rp 1,66 triliun, yang meningkat 11,64% yoy.
Lebih rinci lagi, pendapatan usaha BSDE mayoritas berasal dari penjualan tanah dan bangunan. "Nilainya meningkat 24,44% menjadi Rp 1,28 triliun," demikian dikutip, Jumat (29/4).
Hal itu membantu perusahaan di tengah penurunan penjualan tanah dan bangunan strata title 40,24% menjadi Rp 66,74 miliar. Bisnis sewa juga melorot 24,33% menjadi Rp 173,14 miliar.
Pendapatan usaha BSDE juga ditopang oleh bisnis konstruksi, yang mengantongi Rp 67,11 miliar. Padahal, BSDE belum membukukan pendapatan dari lini ini pada periode yang sama tahun lalu.
Sedangkan penghasilan dari bisnis hotel anjlok 83,7% menjadi Rp 1,88 miliar. Ini karena pandemi Covid-19 membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah.
Bisnis arena rekreasi pun tertekan selama tiga bulan pertama tahun ini. Pendapatan dari lini ini turun 72,08% menjadi Rp 1,59 miliar.
Begitu juga dengan bisnis pengelolaan gedung, yang mencakup jasa pelayanan, prasarana, parkir, dan lainnya. Perolehan dari bagian ini melorot 30,83% menjadi Rp 68,74 miliar.
Meski begitu, kinerja BSDE terbantu pendapatan usaha dan upaya efisiensi. Beban pokok penjualan menurun 1,3% menjadi Rp 446,75 miliar. Beban usaha juga turun 11,22% menjadi Rp 476,25 miliar.
Beban lainnya juga tercatat turun 47,97% menjadi Rp 103,37 miliar.
Selain itu, perusahaan mendapatkan keuntungan dari akuisisi saham entitas anak Rp 149,78 miliar. Pada periode sama tahun lalu, BSDE tidak membukukan keuntungan seperti ini.
Fintech Lending Berjaya di Masa Pandemi
Penyaluran pinjaman online atau peer-to-peer (P2P) lending tetap bertumbuh meski di tengah pandemi Covid-19. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga Maret 2021, fintech lending mencatatkan pembiayaan Rp 19,04 triliun atau tumbuh 28,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pembiayaan sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
UMKM memilih fintech lending karena syarat pengajuan pinjaman tanpa agunan, pencairan dana cepat, pinjaman sesuai dengan kebutuhan, serta kemudahan dan kenyamanan dalam mengajukan aplikasi.
Berdasarkan studi kuantitatif yang dilakukan Modalku terhadap nasabahnya, fintech lending unggul jika dibandingkan dengan sumber pendanaan konvensional seperti kartu kredit, kredit tanpa agunan, dan kredit perbankan lainnya.
Hal senada dialami fintech lending berbasis syariah, Alami, yang sepanjang kuartal I 2021 mampu menyalurkan pembiayaan senilai Rp 187 miliar.
Kinerja fintech lending bakal terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi. Pembiayaan sektor produktif akan menjadi tumpuan pemulihan ekonomi, meski pembiayaan sektor konsumtif juga akan tetap diminati masyarakat. Fintech bisa mengakomodasi dua kebutuhan itu dengan akses yang cepat dan mudah.
Kasus Covid-19 Meledak, Indonesia Tetap Ekspor ke India
Indonesia tetap
melakukan kegiatan ekspor ke
India, meski negara tersebut
tengah melakukan karantina
wilayah (lockdown) akibat lonjakan kasus Covid-19. Dalam
gelombang kedua serangan
virus Covid-19, India mencatatkan 18,3 juta kasus infeksi
dan 204 ribu orang yang meninggal, dengan rekor 3.645
kematian dalam satu hari.
“Secara umum, tidak ada
kendala dalam kegiatan fasilitasi ekspor impor antara Indonesia dan India. Protokol
kesehatan diterapkan untuk
mencegah warga negara asing masuk, termasuk India.
Namun hal ini tidak mengganggu kelancaran bongkar
muat barang,” kata Menteri
Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dalam keterangan resmi, Kamis (29/4).
“Pelabuhan Dumai merupakan salah satu pelabuhan
dengan terminal curah cair
terbesar di Indonesia. Di tengah pandemi Covid-19, Dumai tetap menjadi pelabuhan
umum yang tertinggi dalam
pengapalan CPO dan turunannya di Indonesia. Kebanyakan
ekspor Indonesia ke India saat
ini adalah produk liquid atau
cair yang perpindahannya
lebih banyak melalui saluran
pipa, jadi sangat minimal keterlibatan orang,” terang Direktur Jenderal Perdagangan
Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didi
Sumedi.
(Oleh - HR1)
Mamikos Dongkrak Okupansi Pakai Aplikasi
Penyedia layanan pencarian dan sewa indekos (kos) atau
hunian sewa sementara, Mamikos
menyodorkan aplikasi guna meningkatkan tingkat hunian (okupansi).
Sepanjang 2020, Mamikos membantu
ratusan ribu Mitra Mamikos untuk
terus bertahan di tengah pandemi
dengan menyediakan platform pencarian kosan yang mempertemukan
pemilik dan pencari kos.
“Kami berharap hadirnya layanan
Apik by Singgahsini dapat memberikan akses kemudahan untuk
membantu Mitra Mamikos dalam
menjalankan bisnis kosnya dengan
efektif, efisien dan produktif, serta
membuka peluang dalam memanfaatkan saluran pemasaran yang
sesuai dengan target market,” Cofounder dan Chief Executive Officer
(CEO) Mamikos, Maria Regina Anggit, dalam siaran pers, baru-baru ini.
Di samping membantu pengelolaan perawatan bangunan dan pelatihan, layanan Apik by Singgahsini
juga membantu Mitra Mamikos
melakukan pengelolaan manajemen properti kos seperti laporan
performa bisnis bulanan, property
branding, pemasaran dengan konten
visual yang menarik, serta customer
service yang melayani keluhan pengguna
(Oleh - HR1)
Tokocrypto Gandeng Peruri
Pedagang aset kripto, Tokocrypto, berkolaborasi dengan Perusahaan
Umum Percetakan Uang Republik Indonesia
(Peruri), yaitu satu-satunya BUMN penyelenggara sertifikasi elektronik (PSrE) di
bawah koordinasi Kementerian Kominfo.
Peruri memiliki kemampuan menerbitkan
digital certificate yang akan digunakan untuk
Identity Management dan proses e-KYC di
Indonesia melalui BlocktoGo. Dengan kerjasama ini, kepercayaan masyarakat terhadap
industri aset kripto diharapkan meningkat,
apalagi Badan Pengawas Perdagangan
Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat
jumlah investor kripto di Indonesia terus
bertumbuh hingga mencapai 4,45 juta di
akhir Maret 2021.
CEO & Co-Founder Tokcorypto Pang Xue
Kai mengatakan, jumlah investor dan nilai
transaksi aset kripto di Tokocrypto terus
mengalami kenaikan. Hingga kini, tercatat
sebanyak 90.000 active trader per minggu
dengan volume transaksi harian capai US$ 60
juta. Sedangkan total mobile apps download
telah mencapai 400.000 sejak pertama kali
diluncurkan pada Oktober 2020.
Sementara itu, COO Tokocrypto Teguh
Kurniawan Harmanda menuturkan, berbagai
inisiatif pemerintah untuk menciptakan iklim
industri aset kripto yang kondusif sudah dilakukan, Kementerian Perdagangan melalui
Bappebti pun terus meningkatkan kepastian
dan perlindungan hukum, serta kepastian
berusaha di sektor komoditas digital atau
aset kripto.
(Oleh - HR1)









