;

Jumlah Penumpang di Terminal Bayuangga Turun 40 Persen

Mohamad Sajili 26 Jul 2021 Surya

Jumlah penumpang bus di Terminal Bayuangga Kota Probolinggo menurun drastis selama PPKIM Darurat. Kasatpel Terminal Tipe A (TTA) Bayuangga, Budi Hardjo mengatakan jumlah penumpang menurun hingga 40 persen.

Jumlah penumpang merosot. Penumpang kebanyakan berasal dari Jember dan Situbondo, Mereka dioper bus di Terminal Bayuanggga. Penumpang asal Probolinggo jumlahnya nol.

Berdasar data 3-22 Juli 2021, rata-rata bus kedatangan bus perhari berjumlah 165 armada. Sedangkan penumpang kedatangan sebanyak 226 orang perhari. Lalu, rata-rata keberangkatan bus perhari berjumlah 156 armada dan penumpang sebanyak 486 orang. Bahkan, kemarin pada Kamis 22 Juli 2021, kedatangan bus AKAP berjumlah 3 armada sampai tidak ada penumpang, Bus AKAP jurusan Cirebon dan Jogja tidak ada yang jalan, yang jalan bus PP Probolinggo-Surabaya, Probolinggo-Malang, dan Probolinggo-Situbondo.


Harga Rokok dan Cabai Naik, Indonesia Inflasi

Mohamad Sajili 26 Jul 2021 Tribun Timur

Bank Indonesia (BI) menyatakan, perkembangan harga komoditas di pasar relatif terjaga hingga pekan keempat Juli 2021. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, berdasarkan hasil survei pemantauan harga bank sentral, hingga pekan keempat Juli 2021 indeks harga konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 0,01 persen secara month to month (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juli 2021 secara tahun kalender sebesar 0,75 persen year to date (ytd). dan secara tahunan sebesar 1,45 persen (year on year/yoy).

Berdasarkan hasil pemantauan BI, inflasi pekan keempat Juli disebabkan naiknya harga sejumlah komoditas. Cabai rawit menjadi komoditas utama penyumbang inflasi, dengan kenaikan sebesar 0,04 persen mtm, kemudian tomat 0,02 persen, serta bawang merah, bayam, kangkung, rokok kretek filter, dan kacang panjang masing-masing naik sebesar 0,01 persen mtm. Inflasi tahun berjalan sampai dengan Juni 2021 tercatat sebesar 0,74 persen.


Jepang Minati Produk Sendok-Garpu Kayu dari Sumut

Mohamad Sajili 26 Jul 2021 Sinar Indonesia Baru

Konsumen di Jepang dari kalangan pengelola restoran dan kantin-kantin kuliner tradsional maupun konsumen dari kalangan rumah tangga menyatakan berminat membeli produk-produk sendok dan garpu dari Sumut yang terbuat dari bahan kayu.

Ketua Umum Kamar Dagang dan industri (Kadin) Provinsi Sumut Khairul Mahalli, menyatakan pihaknya telah menerima surat pesan (request) serta sampel produk yang dipesan Jepang jaringan asosiasi UKM di Shirakawa (kawasan resor wisata di Jepang) bekerja sama dengan atase perdagangan setempat dalam proses pengurusan dokumen Forest Sertificate Council (FSC).

Pada dasarnya Jepang berminat pada produk produk sendok-garpu dari kayu yang ada di Indonesia. Hanya saja, pesan dan permintaan yang terbilang resmi disampaikan kepada kita di Sumut Ini tentu harus kita sambut gembira. Selain peluang besar di bidang industri semi manufaktur lokal (di Sumut), juga akan menjadi salah salu solusi kelangkaan kerja dalam situasi pandemi.


Yuan Digital Berpotensi Menyaingi Dolar AS

R Hayuningtyas Putinda 26 Jul 2021 Investor Daily, 26 Juli 2021

Boston - Inovasi Tiongkok dalam uang digital dinilai sudah mengungguli Amerika Serikat (AS) dan dianggap berpotensi mengganggu status dolar AS sebagai mata uang utama dunia untuk cadangan devisa. Tiongkok sudah meluncurkan yuan digital kepada lebih dari satu juga warganya. Sedangkan AS masih fokus pada risetnya. Kedua lembaga yang melaksanakan riset itu sedang meneliti bagaimana mata uang digital itu di mata warga AS. 

Masalah privasi menjadi salah satu sumber perhatian, sehingga para peneliti dan analisis saat ini sedang mengamati bagaimana efek dari peluncuran yuan digital di Tiongkok. Masalah lainnya adalah akses. Menurut hasil survei Pew Research Center, sebanyak 7% responden mengaku tidak menggunakan internet. Di kalangan warga kulit hitam, proporsinya mencapai 9% dan di antara warga berusia 65 tahun ke atas mencapai 25%. Sementara warga dengan disabilitas mencapai tiga kali lipat dibandingkan warga yang normal yang mengatakan tidak pernah memakai internet. 

(Oleh - IDS)

Eropa akan Tingkatkan Produksi Baterai

R Hayuningtyas Putinda 26 Jul 2021 Investor Daily, 26 Juli 2021

Paris - Eropa akan meningkatkan produksi baterai untuk mobil listrik dengan mengembangkan basis produksinya sendiri. Karena penjualan mobil listrik melonjak dan mobil-mobil baru berbahan bakar fosil bisa jadi tidak akan dipasarkan lagi mulai 2035. Peningkatan produksi baterai ini sudah menjadi isu kemanan nasional di Eropa. Tapi juga membuka peluang bisnis serta lapangan kerja. Baterai untuk mobil listrik dapat mencapai bobot 600 kilogram (kg) sehingga akan memakan porsi terbesar dari nilai jual kendaraan listrik. Untuk saat ini, produksi terbesar baterai listrik ada di Asia. Para produsen terbesarnya berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.

Daimler dalam pengumumannya pekan lalu merencanakan pembangunan delapan pabrik baterai di seluruh dunia untuk merek mobil Mercedez-Benz dan Smart. Sementara itu Stellantis Group, yang menaungi 12 merek mobil termasuk Fiat, Chrysler, Jeep, dan Peugeot, akan membangun lima pabrik di Eropa dan Amerika Utara. Tesla selaku produsen terdepan mobil listrik dunia tahun ini akan membuka gigafactory pertama di Eropa di Berlin, Jerman. Pabrik itu diklaim akan menjadi pabrik sel baterai terbesar dunia dengan kapasitas produksi 250 gigawatt jam pada 2030.

(Oleh - IDS)

Digitalisasi Sektor Jasa

R Hayuningtyas Putinda 26 Jul 2021 Investor Daily, 26 Juli 2021

Jakarta - Sebagai sektor yang sangat bergantung pada mobilitas dan interaksi konsumen produsen, sektor jasa sangat terdampak oleh pandemic Covid-19. Tahun 2020, dari 13 sektor jasa, hanya dua sektor yang mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi daripada tahun 2019. Tujuh sektor jasa mencatatkan pertumbuhan negatif pada 2020, di mana puncaknya terjadi pada kuartal II-2020. Dalam rangka pemulihan sektor jasa, digitalisasi menjadi harapan. Saat ini semakin banyak sektor jasa yang sudah mampu didigitalisasi. Sejumlah produsen jasa mencoba beradaptasi, baik dengan mengubah layanan dalam bentuk digital, maupun menjadikan platform digital sebagai sarana penjualan produk. 

Sektor jasa seperti pendidikan dan kesehatan saat ini mengubah bentuk layanan dalam bentuk digital. Selain kursus online, layanan health-tech juga semakin berkembang. Hal ini didukung dengan semakin tingginya permintaan jasa digital. Kehadiran teknologi digital berpotensi mengubah pola perdagangan jasa lintas batas negara. Berbeda dengan barang, jasa diperdagangkan melalui empat moda utama. Pertama, cross border, di mana supply jasa melintas negara. Kedua, consumption abroad, yang artinya konsumen jasa yang mendatangi penyedia jasa. Ketiga, commercial presence, di mana produsen jasa membuka cabang di negara tempat konsumen berada. Keempat, labor movement, produsen jasa pindah secara fisik ke negara tempat konsumen.

(Oleh - IDS)

Menkeu: Utang untuk Selamatkan Masyarakat dan Ekonomi

R Hayuningtyas Putinda 26 Jul 2021 Investor Daily, 26 Juli 2021

Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan, utang merupakan salah satu instrumen untuk menyelamatkan masyarakat dan perekonomian di masa pandemi Covid-19. Apalagi, saat ini APBN masih mengalami pelebaran defisit sehingga membutuhkan pembiayaan yang salah satunya bersumber dari utang. Semua negara di dunia dipastikan menggunakan instrumen kebijakannya untuk bisa menangani pandemi Covid-19 guna mengatasi dampak sosial, ekonomi, serta keuangan negara. Pandemi Covid-19 merupakan tantangan luar biasa yang membutuhkan respons kebijakan yang extraordinary.

APBN menanggung beban yang luar biasa selama pandemi Covid-19. Di satu sisi, belanja negara melonjak untuk penanganan kesehatan, pemberian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak, bantuan kepada dunia usaha, dan lainnya. Di lain pihak, penerimaan negara justru merosot karena aktivitas ekonomi lesu.

(Oleh - IDS)

Insentif Fiskal untuk Penyewa Mal dan Sektor Pariwisata Disiapkan

R Hayuningtyas Putinda 26 Jul 2021 Investor Daily, 26 Juli 2021

Jakarta - Pemerintah akan memberikan insentif fiskal dalam bentuk pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah (DTP) untuk penyewa (tenant) ruang di pusat perbelanjaan atau mal. Ini untuk mengantisipasi sektor-sektor yang terdampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang diperpanjang mulai 26 Juli sampai 2 Agustus 2021. Insentif tersebut akan diberikan ke dunia usaha untuk sewa toko di pusat perbelanjaan. Saat ini pemerintah sedang dalam tahap penyusunan regulasi untuk pemberian insentif ini.

Pemerintah akan memberikan bantuan insentif kepada sektor lainnya yang terdampak PPKM Level 4 misalnya transportasi, hotel, dan restoran. Pemerintah akan menjalankan PPKM Level 4 di 95 kabupaten/kota di wilayah Jawa-Bali dan 45 kabupaten/kota di 21 provinsi di luar Jawa-Bali. Sementara itu ada 33 kabupaten/kota di Jawa Bali yang akan menerapkan PPKM Level 3

(Oleh - IDS)

Bappenas: Industrialisasi bisa Percepat RI Jadi High Income Country

R Hayuningtyas Putinda 26 Jul 2021 Investor Daily, 26 Juli 2021

Jakarta - Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badang Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan, pelaksanaan industrialisasi merupakan penentu bagi Indonesia untuk menjadi negara berpendapatan tinggi (high income country). Kebijakan industrialisasi merupakan bagian dari upaya redesain transformasi ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan

Pengembangan kawasan industri sebagai salah satu strategi utama mendorong pertumbuhan ekonomi masa depan. Pengembanga kawasan industri dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menyelaraskan kebutuhan perluasan wilayah industri untuk menumbuhkan pusat pertumbuhan baru dengan daya saing kawasan industri yang dimiliki dan dikembangkan. Untuk kedepannya, pengembangan kawasan industri akan dilakukan sesuai arah business driven yang didorong oleh swasta. 

Konsep pengembangan kawasan industri menyelaraskan arah kebijakan pengembangan industri Indonesia (hilirisasi dan nilai tambah) dengan rencana pelaku usaha (tenant) serta prospek produk olahan yang akan dikembangkan (demand driven). Pengembangan kawasan industri cukup optimal bila didorong oleh tenant PMA yang memiliki tingkat permodalan yang kuat dan berminat untuk pindah ke kawasan industri tersebut. Dukungan pemerintah lebih efektif dilakukan dalam bentuk koordinasi kebijakan lintas K/L untuk debottlenecking. Selain itu, diperlukan satu koordinator lintas K/L yang memiliki kewenangan uang tinggi dan luas. 

(Oleh - IDS)

Akuntan Publik Angkat Bicara soal Kripto yang Makin Populer

R Hayuningtyas Putinda 26 Jul 2021 Investor Daily, 26 Juli 2021

Jakarta - Setahun terakhir, mata uang kripto kian populer di Indonesia dan global. Kantor akuntan publik dan konsultan RSM Indonesia menilai mata uang kripto adalah mata uang digital atau virtual yang dijamin dengan kriptografi, yang membuatnya hampir tidak mungkin untuk dipalsukan (counterfit) atau digandakan (double-spend). Beberapa contoh mata uang kripto antara lain Bitcoin, Litecoin, Peercoin, dan Namecoin, serta Ethereum, Cardano, XRP, dan EOS. Di berbagai negara termasuk Indonesia, mata uang kripto bukan merupakan alat pembayaran yang sah (legal tender). 

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) tengah merumuskan pembuatan mata uang digital Central Bank Digital Currency (CBDC). Nantinya, produk ini akan diberi nama Digital Rupiah. BI menjelaskan CBDC atau Digital Rupiah dalam implementasinya harus disesuaikan kondisi ekonomi dan konteks digitalisasi. Digital Rupiah yang tengah dirumuskan oleh BI tidak sama dengan mata uang kripto. CBDC adalah uang digital yang diterbitkan dan peredarannya dikontrol oleh bank sentral, dan digunakan sebagai alat pembayaran yang sah untuk menggantikan uang kartal. Digital Rupiah memenuhi definisi instrumen keuangan, sehingga dapat dicatat sebagai kas.

Mata uang kripto memiliki beberapa karakter di antaranya distribusinya dicatat menggunakan kriptografi sebagai jaminannya, tidak diterbitkan oleh otoritas berwenang, serta tidak ada perjanjian atau akad atau pemegang dengan pihak lainnya. Berdasarkan karakteristik tersebut, maka mata uang kripto bukanlah instrumen keuangan, karena tidak memenuhi kriteria sebagai aset keuangan. 

(Oleh - IDS)

Pilihan Editor