;

Besar Lubang Korupsi Tambang

Yuniati Turjandini 19 Apr 2023 Tempo

KPK dan sejumlah organisasi masyarakat sipil sejak lama menyoroti besarnya potensi korupsi dalam tata kelola bisnis pertambangan. Perizinan ekspor hasil tambang dinilai menjadi salah satu celah praktik lancung tersebut. Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, mengatakan celah korupsi di pertambangan berkutat pada tiga masalah krusial di sektor usaha ini, yaitu kepatuhan perpajakan, pemenuhan kewajiban pasokan pasar dalam negeri atau domestic market obligation (DMO), dan legalitas area tambang. Besarnya potensi korupsi di tiga urusan tersebut, kata dia, selama ini disebabkan oleh tak adanya pengintegrasian database ke dalam satu sistem tata kelola pertambangan.

Pahala mencontohkan, Kementerian ESDM semestinya sejak lama mengintegrasikan data izin usaha pertambangan (IUP) yang berstatus clean and clear dengan data lain, seperti nama pemegang izin, peta izin, cadangan tambang, realisasi produksi, hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Namun, karena antara data satu dan lainnya tidak sinkron, kata Pahala, celah korupsi pun menganga. “Selama ini tata kelolanya tidak jelas. Anggarannya, pengawasannya, dan integrasi datanya juga tidak jelas karena Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara nyaman (merasa) enggak perlu integrasi,” kata Pahala kepada Tempo, Senin, 17 April lalu. (Yetede)


Ekspor Maret Anjlok 11,3%

Yuniati Turjandini 19 Apr 2023 Investor Daily (H)

Nilai ekspor Indonesia bulan Maret 2023, year on year (yoy), anjlok 11,33% menjadi US$ 23,5 miliar. Ini merupakan kontraksi pertama ekspor Indonesia dalam 2,5 tahun terakhir. Kontraksi ekspor terutama dipicu anjloknya ekspor industri pegolahan sebesar 13,67%, yoy. Ekspor industri pengolahan selama Maret 2023 sebesar US$ 16,62 miliar atau 70,7% terhadap total ekspor periode tersebut.  “Meskipun secara bulanan nilai ekspor mengalami kenaikan, namun secara tahunan nilai ekspor mengalami penurunan signifikan pada Maret 2023 yaitu 11,33%, setelah terus mengalami perlambatan sejak pertengahan tahun 2022,” ujar Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Imam Machdi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/20).

Kontraksi ekspor secara year on year terakhir terjadi pada Oktober 2020 sebesar 3,29%. Secara year on year, data BPS menyebutkan, nilai ekspor Maret 2022 tercatat masih tumbuh 44,02% sedangkan, Maret 2021 meningkat 31,12%. “Semantar dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekspor periode Maret memang selalu mengalami peningkatan secara month to month (mtm). Namun, pertumbuhan Maret 2023 tidak setinggi pada tahun 2022 dan 2021,” kata Imam. Pada Maret 2023, partumbuhan nilai ekspor tercatat 9,89% (mtm), jauh di bawah periode Maret 2022 yang 29,43% (mtm) dan Maret 2021 yang 20,60% (mtm). Tak hanya industri pengolahan, kontraksi nilai ekspor juga menimpa minyak dan gas/migas (4,76%); pertanian, kehutanan, dan perikanan (12,03%); serta tambang dan lainnya (4,63%). (Yetede)


Libur Lebaran Tiba, Saatnya Daerah Berpesta Pora

Hairul Rizal 18 Apr 2023 Kontan (H)

Musim mudik Lebaran tiba. Ada 123,8 juta orang yang siap melakukan perjalanan mudik Lebaran ke kampung halaman masing-masing. Jumlah ini naik 47% dibanding Lebaran 2022 yang mencapai 85,5 juta orang. Angka pemudik ini terbilang tinggi, sepanjang sejarah. Tak pelak, Presiden Joko Widodo berkali-kali mengingatkan agar semua pihak yang terlibat baik di pemerintah pusat hingga daerah mengantisipasi dan menyiapkan matang atas lompatan jumlah pemudik. Ini pula yang diyakini akan memantik efek ekonomi dan efek gulir yang lebih besar. Sektor riil jauh-jauh sudah memacu bisnisnya, pun dengan infrastruktur berupa perbaikan jalan-jalan, bandara, pelabuhan, hingga terminal. Tak cuma itu saja. Tradisi mudik juga bisa mempercepat redistribusi ekonomi dari pusat-pusat kota ke daerah serta memberikan manfaat bagi ekonomi desa. Wajar jika efek ekonomi dari transaksi langsung maupun tidak langsung diprediksi bisa sampai ratusan triliun. "Kami melihat, mudik ini sebagai potensi momentum pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemkeu) Febrio Kacaribu, Senin (17/4). Hitungan Kemkeu, perputaran uang kartal selama periode Lebaran 2023 akan tumbuh 15%. Untuk mengantisipasi kebutuhan uang, Bank Indonesia (BI) menyiapkan Rp 195 triliun uang layak edar, naik 8,27% dari jumlah yang disiapkan BI pada Lebaran 2022. Pulau Jawa masih mendominasi kebutuhan uang selama Ramadan dan Idul Fitri. Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang menyebut, perputaran uang didominasi di Pulau Jawa, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, dan Jabodetabek sebesar 62,5%, dengan jumlah pemudik 77,3 juta orang.

Penerimaan Pajak Bisa Terimbas Tekanan Global

Hairul Rizal 18 Apr 2023 Kontan

Kendati otoritas pajak sempat menjadi sorotan terkait kasus oknum mantan pejabat pajak yang menyalahgunakan wewenangnya, realisasi penerimaan pajak masih menunjukkan hasil positif hingga kuartal I-2023. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, realisasi penerimaan pajak hingga Maret 2023 sudah tembus Rp 432,25 triliun. Hasil tersebut tumbuh 33,78% dibandingkan periode serupa tahun lalu. Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, hasil penerimaan pajak tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Antara lain harga komoditas yang mulai normal setelah sebelumnya mengalami booming komoditas. Dari total penerimaan pajak tersebut, bendahara negara ini merinci, untuk Pajak Penghasilan (PPh) non migas tercatat Rp 225,95 triliun atau sudah 25,86% dari target tahun ini. Pencapaian ini berhasil tumbuh 31,03% ketimbang periode sama tahun lalu. Sementara penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan PPnBM kuartal I-2023 tercatat Rp 185,70 triliun, atau 24,99% dari target. Realisasi ini juga tumbuh 42,37% yang didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi. Kemudian, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak lainnya juga mengalami pertumbuhan sebesar 25,24% yang sebesar Rp 2,87 triliun. Realisasi PBB dan pajak lainnya ini juga telah mencapai 7,16% dari target. Pengamat pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Bawono Kristiaji mengatakan, perluasan basis pajak ini perlu segera dikerjakan pemerintah, sehingga bisa menambah potensi penerimaan negara.

Dapat Untung Dari Hari Raya

Hairul Rizal 18 Apr 2023 Kontan

Berkah bulan suci Ramadan akan terlihat di kinerja sejumlah emiten. Ada beberapa sektor yang mendapat kenaikan permintaan di momentum lebaran ini, yaitu sektor barang konsumsi, poultry, ritel, transportasi dan jalan tol. Senior Information Investment Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, kenaikan permintaan yang terjadi selama lebaran ini akan tercermin pada laporan keuangan kuartal kedua mendatang. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, di antara sektor-sektor tersebut, emiten barang konsumsi yang akan memperoleh keuntungan paling tebal. Alasannya, permintaan kebutuhan primer yang meningkat di masa Ramadan dan lebaran. Senior Research Analyst Reliance Sekuritas Lukman Hakim menuturkan, pelaku pasar juga tampak melakukan rotasi sektor dan menyasar sejumlah emiten yang dapat berkah Ramadan. Ambil contoh PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI), PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Ini tercermin dari kenaikan harga sahamnya sebulan terakhir.

Kontrak Baru Emiten BUMN Karya Naik

Hairul Rizal 18 Apr 2023 Kontan

Kinerja BUMN Karya dinilai sudah memasuki masa pemulihan. Hal ini tercermin dari perolehan kontrak baru sejumlah BUMN Karya di kuartal I 2023 yang bertumbuh. Meski begitu, emiten konstruksi pelat merah masih menghadapi tantangan di sisi permodalan. Hingga Maret 2023, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencetak pertumbuhan kontrak baru hingga 109% menjadi Rp 8,9 triliun. Lalu, kontrak baru PT PP Tbk (PTPP) tumbuh 32,13% menjadi Rp 4,08 triliun. Sedangkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengantongi kontrak baru Rp 4,16 triliun. Salah satu proyek kontrak baru WSKT berasal dari proyek di luar negeri, yakni Bandara Internasional President Nicolau Lobato yang berada di Timor Leste. "Nilainya Rp 1,1 triliun," ujar Senior Vice President Corporate Secretary WSKT, Senin (17/4). CEO Edvisor.id Praska Putrantyo menilai, sejalan dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi, sektor konstruksi bangunan mulai tumbuh. Meski begitu, Praska menilai bahwa peningkatan kontrak baru sejalan dengan tantangan di sisi permodalan. Sebagai informasi, akhir Desember 2022, WSKT mencatatkan arus kas operasi negatif sebesar Rp 106,58 miliar dari sebelumnya positif Rp 192,78 miliar. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga memiliki arus kas operasi negatif sebesar Rp 2,88 triliun. Sedangkan ADHI dan PTPP memiliki arus kas operasi positif, tetapi nilainya turun.

Anak Usaha TOWR Akuisisi 60% Saham Varnion Technology

Hairul Rizal 18 Apr 2023 Kontan

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), melalui anak perusahaannya, yakni PT iForte Solusi Infotek, mengakuisisi 60% saham perusahaan penyedia solusi internet PT Varnion Technology Semesta. Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat bisnis fiber optik perusahaan ini. Wakil Direktur Utama TOWR Adam Ghifari menjelaskan, iForte dan Varnion telah melakukan penandatangan perjanjian penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) atas 60% saham Varnion pada 17 April 2023. Namun, Adam belum menyebutkan besaran nilai transaksi ini. "Berdasarkan CSPA, iForte sebagai pembeli akan mengambil alih 60% saham di Varnion dengan tunduk pada syarat dan ketentuan sebagaimana diatur," jelas Adam, Senin (17/4). Adapun Varnion Technology Semesta merupakan perusahaan berbasis teknologi yang memiliki spesialisasi dalam penyediaan solusi internet, integrasi sistem, dan layanan outsourcing teknologi informasi atau IT. Wakil Direktur Utama iForte Silvi Liswanda mengatakan, aksi korporasi ini akan memperkuat posisi iForte sebagai salah satu perusahaan infrastruktur telekomunikasi berbasis fiber optik. Hartono, Direktur Iforte sekaligus Chief of Business Development Protelindo Group, menambahkan, dengan kerjasama ini, maka akan terjalin sinergi antara iForte dan Varnion, khususnya di segmen industri perhotelan.

Ekonomi Menggeliat, Kredit Jadi Kuat

Hairul Rizal 18 Apr 2023 Kontan

Kredit PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diproyeksikan masih bertumbuh tahun ini. Pembukaan kembali ekonomi dapat mendukung peningkatan pinjaman emiten perbankan ini. Kepala Riset Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, kredit BBNI masih berpotensi tumbuh, meskipun tidak sebesar kenaikan di tahun lalu yang mencapai dua digit karena high base effect. Kredit BBNI diperkirakan tumbuh di 7%-8% tahun ini sesuai perkiraan manajemen perusahaan. Penurunan kredit berisiko BBNI juga terus berlanjut dan net interest margin (NIM) cenderung stabil di tengah tren suku bunga masih tinggi. Kedua hal tersebut, menurut Cheril, bakal memicu katalis yang positif bagi saham BBNI yang sempat turun pasca pembagian dividen. Analis CGS CIMB Sekuritas Handy Noverdanius mengatakan, penyaluran kredit BBNI hingga Februari 2023 masih naik 10% secara tahunan. Ini artinya realisasi penyaluran kredit BBNI sedikit di atas panduan manajemen. Analis UOB Kayhian Posmarito Pakpahan pun percaya jika BBNI akan melanjutkan pertumbuhan kinerja yang positif seperti di tahun 2022. Pada kuartal terakhir tahun lalu, BBNI mencetak laba bersih Rp 4,6 triliun.

Menjelang Lebaran, Kredit Multiguna Mengalir Deras

Hairul Rizal 18 Apr 2023 Kontan

Perbankan optimistis, kredit konsumer tetap mengalir deras pada momentum  Ramadan dan menjelang Lebaran tahun ini, termasuk di segmen multiguna. Laju pertumbuhannya diprediksi masih lebih tinggi dibanding pada periode jelang Lebaran tahun 2022. Padahal saat itu  pemerintah banyak menabur insentif untuk mendongkrak konsumsi masyarakat. Sebelum memasuki bulan Ramadan, laju kredit multiguna meningkat. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kredit multiguna pada Februari tumbuh 10,3% secara tahunan atau year on year (yoy). Angka tersebut naik dari bulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 9,9% yoy. Bank Rakyat Indonesia (BRI) salah satu yang optimistis permintaan kredit multiguna, lewat layanan Briguna,   bakal meningkat selama momentum Ramadan dan Lebaran tahun ini. Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto mengatakan, proyeksi tersebut sejalan dengan tingkat konsumsi masyarakat yang semakin baik. Guna memacu pertumbuhan kredit multiguna, BRI melakukan  digitalisasi proses pengajuan kredit melalui BRImo. Lewat superapps tersebut, nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang untuk mengajukan pinjaman.

SINYAL WASPADA KINERJA DAGANG

Hairul Rizal 18 Apr 2023 Bisnis Indonesia (H)

Kendati masih moncer hingga pengujung kuartal I/2023, kinerja perdagangan Indonesia dinilai mulai memasuki periode krusial. Alasannya, surplus beruntun neraca dagang selama 35 bulan ternyata dibarengi pula dengan tren penurunan angka realisasinya. Sejumlah kalangan khawatir jika terjadi terus menerus hal itu dapat menggoyang fundamental ekonomi nasional, khususnya menyangkut cadangan devisa dan nilai tukar rupiah. Terlebih proyeksi ekspor ke depan masih menantang lantaran dibayangi tren pelemahan harga komoditas serta potensi resesi di negara-negara tujuan utama ekspor, seperti Amerika Serikat. Kemarin, Senin (17/4), Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data surplus perdagangan pada Maret 2023 sebesar US$2,91 miliar, atau menciut ketimbang bulan sebelumnya yang tembus US$5,48 miliar. Bila ditilik dari kinerja bulanan, BPS mencatat total nilai ekspor Indonesia pada Maret 2023 mencapai US$23,5 miliar atau turun 11,33% secara tahunan (year-on-year/YoY). Ekspor kuartal I/2023 juga hanya naik 1,6% menjadi US$67,2 miliar daripada realisasi periode sama tahun lalu. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Imam Machdi mengatakan bahwa perlambatan pertumbuhan ekspor dipicu oleh penurunan ekspor migas sebesar 4,7% YoY serta ekspor nonmigas yang terkontraksi 11,70% YoY. Koreksi ekspor menurut sektor juga terekam dari industri pengolahan yang turun 5,40% secara tahunan menjadi US$47,78 miliar. Menurut Imam, ada ekspor dari tiga industri pengolahan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu minyak kelapa sawit, pakaian jadi dari tekstil dan sepatu olahraga. Penurunan ekspor rupanya berbarengan dengan penurunan impor sepanjang Januari-Maret 2023 sebesar 3,28% menjadi US$54,95 miliar. Dus, Indonesia pun masih bisa menikmati surplus neraca dagang US$16,5 miliar pada kuartal I/2023, naik 13% YoY. Wakil Ketua Kadin Indonesia Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Shinta W. Kamdani menyayangkan kinerja ekspor kuartal I/2023 melambat. Pasalnya, kontribusi ekspor sangat penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang kini mengalami banyak tekanan.

Pilihan Editor