;

Waspada Lonjakan Harga Pangan Setelah Lebaran

Yuniati Turjandini 20 Apr 2023 Tempo

Tingginya harga sejumlah komoditas pangan menjelang Lebaran diperkirakan berlanjut setelah hari raya usai. Kenaikan harga pasca-Idul Fitri masuk ke fase ketiga dari tahapan kenaikan harga periode Ramadan dan Lebaran. "Sudah beberapa tahun terakhir ada kenaikan harga pangan setelah Idul Fitri," ujar Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, kemarin. Menurut dia, aneka pemicu tetap tingginya harga barang setelah hari raya adalah terbatasnya jumlah pedagang yang kembali berjualan, sedikitnya petani yang melakukan panen karena libur, serta terganggunya distribusi karena arus mudik dan arus balik Lebaran. Kenaikan harga akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan itu biasanya terjadi pada H+1 sampai H+7 Idul Fitri.

Ikappi mencatat, saat ini harga berbagai komoditas di pasar stabil tinggi karena kenaikan permintaan. Sekretaris Jenderal DPP Ikappi, Reynaldi Sarijowan, menyebutkan ada tiga komoditas yang harganya cukup tinggi menjelang Lebaran ini, yakni beras, daging sapi, dan gula pasir. "Tiga komoditas ini sangat mencolok tinggi karena memang penanganannya kurang begitu maksimal dilakukan oleh pemerintah." Menurut dia, Ikappi sejak jauh-jauh hari mengingatkan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah khusus atas tiga komoditas ini. Namun penanganan yang dilakukan pemerintah masih kurang sehingga harga tidak terbendung.

Panel harga Badan Pangan Nasional mencatat harga beras medium berada di angka Rp 11.900 per kilogram, beras premium Rp 13.630 per kilogram, daging sapi murni Rp 139.740 per kilogram, dan harga gula konsumsi Rp 14.390 per kilogram. Selain komoditas tersebut, Ikappi mencatat beberapa harga komoditas yang mengalami kenaikan, antara lain minyak goreng, bawang merah, cabai, daging ayam, telur, dan buah-buahan. (Yetede)


Polemik Infrastruktur Jalan di Lampung, Kemendagri Gelar Rakor

Yuniati Turjandini 20 Apr 2023 Tempo

Kemendagri menggelar Rakor bersama Pemprov dan Pemkab/Kota se-Provinsi Lampung. Rapat yang digelar secara virtual melalui zoom meeting ini menindaklanjuti arahan Mendagri Tito Karnavian untuk membahas alokasi dan pemanfaatan anggaran di Lampung. “Rapat kali ini membahas anggaran infrastruktur Pemprov dan Pemkab/Kota se-Provinsi Lampung dan penanganan polemik pemberitaan di media terkait infrastruktur jalan di Provinsi Lampung,” kata Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri Agus Fatoni yang memimpin langsung rapat tersebut Selasa, 18 April 2023. Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto pada pertemuan tersebut memaparkan kondisi APBD Provinsi Lampung, termasuk anggaran untuk infrastruktur. Selain Sekda, penjelasan lebih lanjut juga disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Lampung Utara Andi Wijaya terkait anggaran infrastruktur jalan di Lampung Utara, sampai dengan Tahun 2024 baru mengcover 65 % jalan mantap.

Rapat berlangsung cukup lama, sejumlah kesepakatan pun dihasilkan. Di antaranya, “Pemprov maupun Pemkab/Kota se-Lampung agar mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar 40 % dari total belanja APBD di luar belanja bagi hasil dan/atau transfer kepada daerah dan/atau desa secara bertahap. Hal tersebut bersifat wajib dan telah sesuai dengan amanat Pasal 147 UU No 1 Tahun 2022,” tutur Fatoni.  Pemprov, Pemkab/kota se-Lampung, juga dapat melakukan pergeseran alokasi anggaran bagi kebutuhan daerah dalam rangka Pelayanan Dasar masyarakat yang anggarannya belum tersedia dalam tahun anggaran berjalan, sesuai amanat Pasal 69 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019. “Pergeseran alokasi anggaran tersebut dapat bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendanai kebutuhan darurat dan mendesak, sebagaimana diatur dalam Pasal 68 ayat (1) PP No 12 Tahun 2019,” ujar Fatoni. (Yetede)


LAJU KENCANG EKONOMI LEBARAN

Hairul Rizal 20 Apr 2023 Bisnis Indonesia (H)

Jika roda kendaraan pemudik sedang berputar lambat akibat kepadatan lalu lintas, tidak demikian halnya dengan roda ekonomi nasional. Ia kini sedang berputar kencang seiring masifnya mobilitas dan transaksi masyarakat. Bagaimana tidak, Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan telah melansir data sebanyak 123,8 juta orang atau hampir separuh populasi Indonesia akan meramaikan mudik tahun ini. Potensi pemudik itu merupakan yang terbesar setelah pemerintah mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sejak akhir tahun lalu. Adapun, dari 123,8 juta orang pemudik, sekitar 70% bakal memanfaatkan moda transportasi darat, terutama berbasis jalan raya. Tak ayal, sejumlah sektor bisnis pun bakal meraup berkah. Operator jalan tol salah satunya. Astra Tol Cipali yang mengoperasikan jalan tol Cikopo-Palimanan mencatat, sejak H-10 Lebaran hingga H-4 Lebaran, sebanyak 535.000 unit kendaraan melintas jalan tol terpanjang di Pulau Jawa itu. Kepala Divisi Operasi Astra Tol Cipali Sri Mulyo memprediksi peningkatan volume lalu lintas pada Rabu (19/4) mencapai sebesar 19% dibandingkan dengan volume lalu lintas sehari sebelumnya. Jika dihitung kasar, khusus Jalan Tol Cipali saja, Astra Tol Cipali berpotensi meraup pendapatan hingga Rp144 miliar selama 16 hari mudik dan balik Lebaran dengan asumsi rata-rata lalu lintas 76.000 kendaraan per hari dan tarif golongan I Rp119.000 per kendaraan. 

Besarnya populasi pemudik dengan moda berbasis jalan juga menjadi perhatian khusus PT Pertamina (Persero). Kendati kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tak serta merta berdampak pada pendapatan perseroan lantaran kuota Pertalite dan Solar yang sudah ditetapkan di awal tahun. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyatakan PT Pertamina berupaya menyediakan stok BBM yang cukup selama puncak arus mudik Lebaran. Selain operator jalan tol, pelaku industri telekomunikasi juga bakal menangguk berkah akibat kenaikan traffic telekomunikasi. Sebab, jika mengacu pada perkiraan Kementerian Komunikasi dan Informatika, mudik tahun ini akan membuat traffic layanan telekomunikasi melonjak 11%—36% ketimbang tahun lalu di kisaran 10%—20%. Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ismail dalam keterangan resminya menyatakan telah berkoordinasi dengan penyelenggara layanan telekomunkasi seluler untuk mengantisipasi hal tersebut. Optimisme juga diusung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Malah dia memproyeksikan perputaran ekonomi saat momen mudik dan libur Lebaran tahun ini menembus Rp240,1 triliun.

Lebaran & Keamanan Pangan

Hairul Rizal 20 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Menjelang Idulfitri 1444 H ini, penjual parsel lebaran kembali merebak. Berbagai sentra penjualan parsel hari raya kembali ramai dengan pedagang parsel di dalam kios-kios maupun di pinggir jalan. Tidak hanya pedagang yang memang setiap hari berdagang parsel tetapi juga pedagang parsel dadakan. Demikian juga supermarket, minimarket, dan toko makanan besar yang juga menjual parsel. Isian parsel pun makin beragam, baik yang berisi makanan dan minuman, kosmetik, peralatan rumah tangga, sampai dengan peralatan elektronik. Hari raya di Indonesia memang identik dengan parsel sebagai hadiah bagi relasi dan sebagainya. Salah satu isu yang sering muncul saat ramainya penjualan dan pemberian parsel sebagai hadiah di masa hari raya adalah barang-barang isian parsel. Dari tahun ke tahun masih sering ditemukan isi parsel yang tidak layak atau tidak memenuhi standar untuk digunakan atau dikonsumsi. Apalagi parsel isi makanan sekarang ini sangat bervariasi, mulai dari parsel model klasik dalam berbagai ukuran sampai dengan hampers dalam ukuran yang lebih kecil berisi beberapa jenis makanan bahkan produk khusus seperti kopi, cokelat, dan sebagainya. Ada juga parsel yang berisi kosmetik yang sedang digandrungi di pasar seperti produk skincare maupun jenis vitamin. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, terdapat beberapa titik kerawanan dalam isian parsel dari sisi keamanan pangan dan obat-obatan. Kerawanan paling banyak terjadi adalah adanya bahan makanan yang menjadi isian parsel yang sudah melewati batas kadaluarsa. 

Kerawanan kedua adalah adanya makanan kemasan atau kosmetik yang menjadi isian parsel yang tidak memiliki izin edar, meskipun dalam kemasan yang baik dan memiliki merek. Demikian pula dengan bahan makanan yang kondisi kemasannya rusak seperti cembung. Produk dengan kondisi kemasan yang sudah tidak normal misalnya terjadi pada makanan dalam kaleng atau kotak dus yang sudah berbentuk cembung. Kondisi ini terjadi pada ikan olahan, susu steril, kental manis, dan sejenisnya yang banyak digunakan menjadi isian parsel Lebaran. Sementara untuk produk tanpa izin edar bisa ditemukan pada produk kosmetika, produk olahan dan obat tradisional Pengawasan terhadap pangan, obat dan kosmetik terhadap parsel menjelang Lebaran ini tetap harus terus ditingkatkan melalui berbagai lini pengawasan yang dilakukan oleh BPOM. BPOM perlu mendorong semua balai yang dimiliki di setiap daerah terutama yang memiliki pasar dan penjualan parsel lebaran yang besar. Demikian pula dengan sumber daya yang dimiliki oleh balai-balai tersebut seperti tenaga penguji/auditor, mobil laboratorium keliling dan sebagainya. Karena pengawasan tidak hanya terkait dengan persoalan kedaluwarsa dan izin edar, tetapi kandungan bahan yang bisa membahayakan seperti formalin, rhodamin, dan sebagainya, termasuk akibat kemasan yang sudah rusak atau tidak dalam kondisi baik yang menyebabkan isinya tercemar. Langkah BPOM yang terus melanjutkan pengawasan dan pemeriksaan patut didukung bahkan perlu didorong untuk ditingkatkan lagi seiring dengan potensi permasalahan yang kian banyak dari perkembangan tren konsumsi produk maupun tren penjualan barang saat ini.

PELABUHAN LAUT : Bersiap Hadapi Lonjakan Penumpang

Hairul Rizal 20 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Aktivitas kedatangan pemudik melalui Pelabuhan Pelindo Regional III dalam kurun waktu dua hari pada 17—18 April 2023 menembus 11.300 penumpang. Perseroan menyatakan siap untuk menghadapi lonjakan penumpang baik saat arus mudik ataupun arus balik. Koordinator Kapal Sub Regional Pelindo III Indra Kurniawan mengatakan bahwa pemudik yang menggunakan moda transportasi kapal laut berasal dari Balikpapan, Makassar, dan Lombok. Mereka melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni. “Senin kurang lebih sekitar 6.000-an dari Balikpapan, Makassar, sama dari Lombok. Kalau kemarin dari Pelni juga 5.300-an orang , sementara dari kapal swasta ratusan penumpang,” ujar Indra saat ditemui tim Jelajah Lebaran 2023 di Pelabuhan Pelindo III, Surabaya, Rabu (19/4). Tren aktivitas pemudik atau penumpang kapal yang melalui pelabuhan Pelindo Regional III biasanya saat arus mudik Lebaran justru lebih sedikit ketimbang saat arus balik. Indra menjelaskan lonjakan penumpang arus balik biasanya sudah mulai terasa pada H+10 Lebaran hingga beberapa bulan ke depan. “Biasanya H+10 mulai ramai sampai 2 bulan—3 bulan ke depan, itu misalnya datang 3.000 orang nanti balik itu bisa lebih karena di daerahnya biasanya mengajak saudaranya, bisa sampai 4.000 orang,” jelasnya.

DINAMIKA HARGA BATU BARA : WASPADAI PENURUNAN PENERIMAAN NEGARA

Hairul Rizal 20 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Pemerintah perlu mulai mewaspadai impak penurunan harga batu bara acuan terhadap penerimaan negara di tengah berbagai sentimen eksternal yang membuat harga emas hitam terus merosot di pasar global. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja menetapkan harga batu bara acuan atau HBA April 2023 yang kompak mengalami penurunan signifikan dari posisi bulan sebelumnya, mengikuti tren di pasar global. HBA untuk batu bara 6.322 GAR dipatok sebesar US$265,26 per ton. Harga acuan batu bara kalori tinggi itu susut 6,29% dari posisi perdagangan bulan sebelumnya di level US$283,08 per ton. Kemudian, HBA dalam kesetaraan nilai kalori 5.200 kcal per kilogram GAR ditetapkan US$102,53 per ton, turun 24,99% dari bulan lalu yang diputuskan US$136,7 per ton. Selanjutnya, HBA dalam kesetaraan nilai kalori 4.200 kcal per kilogram GAR diputuskan US$87,81 per kilogram, anjlok 14,13% dari bulan sebelumnya US$102,26 per ton. Sejumlah ekonom pun meminta pemerintah untuk mengantisipasi risiko susutnya penerimaan negara dari sektor batu bara selepas harga terkontrak komoditas itu yang mengalami tren pelemahan sejak akhir tahun lalu. Pasalnya, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga saat ini sebagian besar ditopang oleh setoran sektor industri hulu tambang batu bara sejak siklus komoditas 2 tahun belakangan. 

“Tren penurunan harga batu bara sebetulnya sudah kelihatan jelas sekali dalam beberapa bulan terakhir, terutama kuartal IV/2022 lalu yang memang tajam, tidak lepas dari kekhawatiran pelemahan perekonomian Eropa dan Amerika Serikat,” kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal saat dihubungi, Rabu (19/4). Selain itu, Faisal menambahkan bahwa pencabutan kebijakan Zero Covid Policy dari China belakangan dianggap tidak sesuai dengan prediksi sejumlah analis ihwal pemulihan ekonomi pesat dari negara tersebut. Kekhawatiran yang sama disampaikan oleh Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyusul penurunan HBA bulan ini. Josua berpendapat, turunnya HBA April 2023 disebabkan oleh impor batu bara dari China yang lebih rendah dari pembelian sepanjang bulan sebelumnya. Sementara itu, Kementerian ESDM memastikan proyeksi PNBP dari sektor batu bara bakal tetap stabil selepas formulasi perhitungan harga acuan sebagai tolok ukur pungutan royalti diubah bulan lalu.

PEMBIAYAAN JETP : PLN Ajak IEA Susun Proyek Transisi Energi

Hairul Rizal 20 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, mengatakan bahwa pertumbuhan permintaan listrik di Indonesia yang bergerak dinamis memerlukan perencanaan matang dalam penyusunan peta jalan penyediaan tenaga listrik yang sesuai dengan transisi energi. “PLN dan IEA akan menjadi pionir, menunjukkan kepada dunia bahwa roadmap transisi energi dapat dibangun melalui kolaborasi. Dapat dibangun secara komprehensif dari hulu ke hilir,” katanya, Rabu (19/4). Dalam kerja sama tersebut, kedua pihak akan bekerja sama dalam pemantapan roadmap net zero emission yang sudah dibuat oleh Indonesia. Kedua pihak juga akan mempertajam skema JETP dalam menggaet kolaborasi investasi untuk membiayai proyek transisi energi di Indonesia. Dia menjelaskan, PLN bakal menghadapi tantangan pengelolaan emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan yang diperkirakan mencapai 433 juta ton pada 2030. Executive Director of IEA Fatih Birol menjelaskan, pihaknya mendukung penuh langkah Indonesia dalam transisi energi dan menekan emisi karbon yang pada ujungnya akan berdampak langsung terhadap pengurangan emisi karbon.

EKONOMI LEBARAN : PERFORMA PDRB SIAP MEMANTUL

Hairul Rizal 20 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Kinerja produk domestik regional bruto atau PDRB pada kuartal II/2023 siap terakselerasi menyusul adanya momentum Ramadan dan Lebaran pada April. Bahkan, sejumlah daerah telah menyiapkan kalkulasi ruang pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah. Kalkulasi itu di-sampaikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) di sejumlah provinsi.KPw BI Sumatra Utara (Sumut), misalnya, memperkirakan momentum Ramadan dan Lebaran kali ini bakal mengerek performa ekonomi provinsi ini dengan tumbuh 2,7% secara kuartalan pada kuartal II/2023, dibandingkan kuartal I/2023.”Tahun ini, kami prediksi bisa lebih baik, cuma memang tidak akan setinggi seperti sebelum pandemi. Karena ini masih proses pemulihan. Prediksi kami pada triwulan Lebaran kali ini bisa naik secara QtQ [quater-to-quarter] sekitar 2,7%,” kata Kepala KPw BI Sumut Doddy Zulverdi, Rabu (19/4). Namun kali ini, Doddy memperkirakan ada pertumbuhan bagi akomodasi, hotel, dan restoran menyusul meningkatnya konsumsi dan jumlah pemudik.“Itulah sektor-sektor yang akan berdampak positif,” katanya.Tak hanya Sumut, KPw BI Sulawesi Selatan (Sulsel) juga memproyeksi kinerja ekonomi wilayah ini pada kuartal II/2023 bakal lebih baik ketimbang kuartal I/2023.

Kepala KPw BI Sulsel Causa Iman Karana mengungkapkan momen libur panjang yang ber tepatan dengan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti lebaran diproyeksi akan berdampak baik terhadap sektor seperti transportasi dan pergudangan; akomodasi, makan dan minum; serta perdagangan besar dan eceran. Senada, KPw BI Jawa Timur (Jatim) juga memiliki pandangan yang sama, dengan momen Lebaran tahun ini akan mendongkrak PDRB Jatim terutama didorong oleh sektor konsumsi dan transportasi.Kepala KPw BI Jatim Budi Hanoto mengatakan momen libur Lebaran berpotensi besar mendongkrak PDRB Jatim sejalan dengan peningkatan permintaan musiman seperti sandang/pakaian, makanan dan minuman khususnya momen buka bersama dan parsel Lebaran. Sementara itu, Kepala KPw BI Sumatra Barat (Sumbar) Endang Kurnia Saputra memperkirakan tradisi Pulang Basamo yang dilakukan oleh para perantau Minang pada momen libur Lebaran akan memberikan dampak terhadap perekonomian wilayah ini.“Pertumbuhan yang berpotensi terjadi itu di angka 0,2% sampai 0,5%. Jadi kalau Sumbar tumbuhnya pada 2022 hanya 4,15%, tetapi kalau ada Pulang Basamo tambah 0,2% jadi 4,35%. Cukup besar bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi 20%-50% dalam satu bulan,” jelasnya, Selasa (18/4).

EKSPOR IMPOR SELAMA LEBARAN : STRATEGI JITU CEGAH KONGESTI

Hairul Rizal 20 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Operator terminal peti kemas di Indonesia menerapkan sejumlah langkah jitu untuk mencegah penurunan kinerja operasional dan kongesti pelabuhan, di tengah momen libur Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah. Pembatasan operasional truk selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2023 ternyata tak hanya berdampak ke pemilik barang. Pembatasan operasional angkutan barang itu juga berpengaruh terhadap kinerja pelabuhan di Tanah Air. Alasannya, truk pengangkut peti kemas ekspor dan impor juga terkena aturan pembatasan operasional angkutan barang yang terangkum dalam Keputusan Bersama Nomor: KP-DRJD 2616 Tahun 2023, SKB/48/IV/2023, 05/PKS/Db/2023 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan Serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2023/1444 Hijriah. Beleid itu berisi pengaturan pembatasan operasional angkutan barang pada ruas jalan tol dan nontol di Pulau Jawa dan sebagian Pulau Sumatra. Untuk mencegah dampak buruk pembatasan operasional selama 12 hari, operator terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok menyiapkan strategi khusus. Salah satu operator itu adalah Terminal Peti Kemas (TPK) Koja. Indra Hidayat Sani, General Manager TPK Koja, menyatakan TPK Koja menerapkan strategi izin masuk lebih awal dari jadwal bagi peti kemas ekspor di terminal peti kemas itu. 

Menurutnya, langkah tersebut guna memberikan solusi kepada pemilik barang ekspor yang ingin memasukkan barangnya ke terminal di tengah peraturan pembatasan pergerakan truk selama libur Lebaran tahun ini. Solusi itu merupakan salah satu cara terminal peti kemas di Tanjung Priok tetap memberikan pelayanan kepada pelanggan untuk bisa masuk lebih awal atau yang disebut dengan layanan early stack. Langkah koordinasi lebih awal juga ditiru Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Pelabuhan Tanjung Perak. Direktur Utama TPS Wahyu Widodo menyampaikan bahwa koordinasi sangat penting guna mencari solusi dari lonjakan penumpukan peti kemas di pelabuhan selama pembatasan kegiatan operasional angkutan barang. Selain koordinasi, Wahyu menyatakan TPS juga menempuh jalan meningkatkan performa alat bongkar muat pelabuhan. Perawatan alat bongkar muat telah dilakukan lebih insentif terutama untuk Container Crane (CC), Rubber Tyred Gantry (RTG), head truck maupun alat bongkar muat lainnya.

INDEKS ACUAN : Angin Segar Bisnis-27

Hairul Rizal 20 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Perombakan konstituen indeks Bisnis-27 periode Mei—Oktober 2023 diproyeksi memberikan angin segar dan membuka peluang penguatan kinerja dalam jangka panjang. Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia, tujuh saham masuk dan keluar dari indeks Bisnis-27 untuk periode Mei—Oktober 2023. Tujuh saham yang baru masuk yakni PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP). Selanjutnya, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), PT Jasa Marga Tbk. (JSMR), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL). Sementara itu, tujuh saham yang keluar dari indeks Bisnis-27 yaitu emiten berkode saham CPIN, CTRA, ESSA, EXCL, INDF, PTBA, dan TOWR. Di lantai bursa, indeks Bisnis-27 menguat 2,15% sepanjang tahun berjalan 2023. Kinerja itu outperform dibandingkan dengan IHSG yang melemah 0,42% year-to-date.Senior Investment Information Mirae Asset Nafan Aji Gusta mengatakan perombakan tujuh konstituen tersebut akan menopang gerak indeks hasil kerja sama dengan Bisnis Indonesia Group menjadi semakin likuid dan memiliki performa yang positif secara jangka panjang. Sementara itu, Direktur Investasi Bahana TWC Investment Management Doni Firdaus mengatakan reksa dana berbasis indeks Bisnis-27, Bahana ETF Bisnis-27 cukup diminati oleh investor. Hal ini terlihat dari pertumbuhan AUM yang sangat baik.

Pilihan Editor