EKONOMI LEBARAN : PERFORMA PDRB SIAP MEMANTUL
Kinerja produk domestik regional bruto atau PDRB pada kuartal II/2023 siap terakselerasi menyusul adanya momentum Ramadan dan Lebaran pada April. Bahkan, sejumlah daerah telah menyiapkan kalkulasi ruang pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah. Kalkulasi itu di-sampaikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) di sejumlah provinsi.KPw BI Sumatra Utara (Sumut), misalnya, memperkirakan momentum Ramadan dan Lebaran kali ini bakal mengerek performa ekonomi provinsi ini dengan tumbuh 2,7% secara kuartalan pada kuartal II/2023, dibandingkan kuartal I/2023.”Tahun ini, kami prediksi bisa lebih baik, cuma memang tidak akan setinggi seperti sebelum pandemi. Karena ini masih proses pemulihan. Prediksi kami pada triwulan Lebaran kali ini bisa naik secara QtQ [quater-to-quarter] sekitar 2,7%,” kata Kepala KPw BI Sumut Doddy Zulverdi, Rabu (19/4). Namun kali ini, Doddy memperkirakan ada pertumbuhan bagi akomodasi, hotel, dan restoran menyusul meningkatnya konsumsi dan jumlah pemudik.“Itulah sektor-sektor yang akan berdampak positif,” katanya.Tak hanya Sumut, KPw BI Sulawesi Selatan (Sulsel) juga memproyeksi kinerja ekonomi wilayah ini pada kuartal II/2023 bakal lebih baik ketimbang kuartal I/2023.
Kepala KPw BI Sulsel Causa Iman Karana mengungkapkan momen libur panjang yang ber tepatan dengan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti lebaran diproyeksi akan berdampak baik terhadap sektor seperti transportasi dan pergudangan; akomodasi, makan dan minum; serta perdagangan besar dan eceran.
Senada, KPw BI Jawa Timur (Jatim) juga memiliki pandangan yang sama, dengan momen Lebaran tahun ini akan mendongkrak PDRB Jatim terutama didorong oleh sektor konsumsi dan transportasi.Kepala KPw BI Jatim Budi Hanoto mengatakan momen libur Lebaran berpotensi besar mendongkrak PDRB Jatim sejalan dengan peningkatan permintaan musiman seperti sandang/pakaian, makanan dan minuman khususnya momen buka bersama dan parsel Lebaran.
Sementara itu, Kepala KPw BI Sumatra Barat (Sumbar) Endang Kurnia Saputra memperkirakan tradisi Pulang Basamo yang dilakukan oleh para perantau Minang pada momen libur Lebaran akan memberikan dampak terhadap perekonomian wilayah ini.“Pertumbuhan yang berpotensi terjadi itu di angka 0,2% sampai 0,5%. Jadi kalau Sumbar tumbuhnya pada 2022 hanya 4,15%, tetapi kalau ada Pulang Basamo tambah 0,2% jadi 4,35%. Cukup besar bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi 20%-50% dalam satu bulan,” jelasnya, Selasa (18/4).
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023