Bantu Pemasaran UMKM, Mahasiswa Bikin ”Start Up”
Sejumlah mahasiswa Universitas Bandar Lampung dan Institut Teknologi Sumatera meluncurkan perusahaan rintisan atau start up berbasis situs web bernama oleholehlampung.com. Platform ini diluncurkan sebagai solusi bagi UMKM dalam menghadapi berbagai tantangan dalam pemasaran digital. ”Pelaku UMKM di Lampung sering mengalami kesulitan saat akan memasarkan produk secara online. Ada yang sudah mencoba mengunggah produk di salah satu marketplace sejak tahun lalu, tapi tidak juga ada penjualan,” kata Chief Executive Officer oleholehlampung.com Robby Herdian saat peluncuran di Bandar Lampung, Kamis (15/6). Mayoritas pelaku UMKM di Lampung berusia di atas 30 tahun. Sebagian besar masih fokus pada produksi dan minim kreativitas dalam pemasaran.
Robby yang juga pelaku UMKM kuliner di Lampung menyampaikan berbagai persoalan itu kepada para mahasiswa yang kuliah di jurusan digital. Dari situ, 19 mahasiswa dari dua perguruan tinggi di Lampung bergerak membantu pelaku UMKM untuk merancang hingga meluncurkan platform oleholehlampung.com. Salah satu keunggulan platform tersebut adalah berfokus pada upaya peningkatan promosi dan penjualan produk UMKM secara digital. Setiap produk UMKM yang diunggah diberikan ratusan kata kunci yang sesuai agar terbaca di mesin pencarian Google. Dengan demikian, produk yang diunggah bisa berpeluang muncul di urutan pertama mesin pencarian Google. Para mahasiswa juga membantu para pelaku UMKM membuat merek dagang, mendesain kemasan, memfoto produk untuk pemasaran digital, hingga memasarkan produk lewat berbagai media sosial, antara lain Instagram dan live Tiktok. (Yoga)
Mei 2023, Ekspor Jatim Naik Signifikan
Nilai ekspor Jawa Timur pada Mei 2023 mencapai 1,89 miliar dollar AS atau naik 40,90 persen daripada bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat, kontribusi komoditas nonmigas mencapai 94 persen. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis (15/6/2023), menyatakan, terus mendorong peningkatan kinerja ekspor. Salah satunya dengan memperbanyak jenis komoditas unggulan, terutama kategori nonmigas. (Yoga)
Permintaan Pulih, Surplus Makin Keci
Era booming atau lonjakan harga sejumlah komoditas unggulan Indonesia mulai berakhir. Kontribusi minyak kelapa sawit (CPO), batubara, dan besi baja terhadap total ekspor tidak dominan lagi. Surplus neraca perdagangan Indonesia semakin mengecil. BPS, Kamis (15/6) merilis, ekspor migas dan nonmigas pada Mei 2023 mencapai 21,72 miliar USD, naik 12,61 % secara bulanan. Impor migas dan nonmigas juga meningkat 38,65 % secara bulanan menjadi 21,28 miliar USD. Sehingga, neraca perdagangan Indonesia Mei 2023 surplus 436,5 juta USD, yang membuat Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan selama 37 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud mengatakan, surplus neraca perdagangan Mei 2023, terendah dalam 37 bulan terakhir, akibat penurunan harga sejumlah komoditas ekspor unggulan Indonesia, terutama batubara, CPO, dan besi baja. ”Kinerja ekspor menjadi ti dak optimal karena tertahan penurunan harga komoditas,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta. BPS mencatat, pada Mei 2023, harga batubara turun 17,4 % secara bulanan menjadi 160,5 USD per ton dan harga besi baja turun 10,43 % secara bulanan menjadi 105,2 USD per ton. Hal itu menyebabkan nilai ekspor batubara turun 6,25 % menjadi 3 miliar USD dan besi baja turun 9,09 % menjadi 2 miliar USD. Harga CPO turun 7,08 % secara bulanan menjadi 934,1 USD per ton. (Yoga)
Potensi Besar Ditengah Resiko Tinggi
JAKARTA,ID-Akuisisi 35% hak partisipasi Blok Masela dari tangan Shell membutuhkan dana yang besar. Harga yang diminta US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14,89 triliun. PT Pertamina (Persero) tengah melakukan finalisasi pengambilalihan ini. Namun, pemerintah dianggap perlu terlibat dalam pendanaan. Pemerintah berharap konsorsium BUMN PT Pertamina (Persero) bersama Petronas dari Malaysia bisa menyelesaikan pengambilalihan 35% participating interest (PI) milik Shell Upstream Overseas Servicesa Ltd di Blok Masela akhir Juni 2023. Sedangkan porsi 65% lainnya dikuasai Inpex Masela Ltd dari Jepang sebagai operator. "Total cadangan terbukti mencapai 18,54 tscf. Sedangkan investasi yang dibutuhkan mencapai US$ 19,8 miliar," papar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDA) Arifin Tasrif, baru-baru ini. Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati beberapa waktu lalu mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan finalisasi. Namun dirinya tidak bisa membeberkan detail karena memilik non-disclosure agreement (NDA). Nickle menjelaskan, akan ada kejutan dalam proses pengambilalihan ini. (Yetede)
Tantangan Lolos dari Middle Income Trap
JAKARTA,ID-Keberlanjutan kepemimpinan pemerintahan menjadi syarat utama mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Termasuk perlunya kepemimpinan yang cerdas (smart leadership) dan kepemimpinan yang kuat (strong leadership). Salah satu target penting Visi Indonesia Emas 2045 adalah pendapatan per kapita dikisaran US$ 23.000-US$ 30.300 sehingga lolos dari middle income trap. "Pendapatan per kapita tersebut setara dengan negara maju, sehingga kita dapat keluar dari jebakan perangkap kelas menengah (middle income trap) Kita harus berani mengeksekusi visi dan strategi besar ini dan membawa kapal besar Indonesia menggapai cita-cita emas menjadi lima besar ekonomi dunia," kata Presiden Joko Widodo dalam Peluncuan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 di Djakarta Theater, Kamis (15/6/2023). Presiden menegaskan, Indonesia perlu mengubah pendekatan dalam membangun masa depan, dari reformatif manjadi transformatif, melalui tiga area perubahan yakni transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola. "Itu yang dulu-dulu gak kita miliki, tapi sekarang sudah lebih praktis dan lebih detail," kata dia. (Yetede)
12 Emiten Multifinance Bukukan Laba Bersih Rp 1,4 Triliun
JAKARTA,ID- Sebanyak 12 emiten dari total 14 emiten multifinance membukukan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun atau tumbuh 35,14% year on year (yoy) pada kuartal 1-2023. Sementara dua emiten lainnya tercatat merugi. Dua emiten yang mengalami penurunan laba hingga tercatat merugi dalam tiga bulan pertama tahun ini adalah PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) dan PT Pool Advista Finance Tbk (POOL). Sisanya masih mampu membukukan laba, meski dua entitas diantaranya tercatat mengalami penurunan laba yakni PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) dan PT Mizuho Leasing Indonesia Tbk (VRNA). Sementara itu, emiten yang mencatatkan pertumbuhan laba diantaranya PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), PT Buana Finance Tbk (BBLD), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Woori Finance Indonesia Tbk (CFIN), Lalu ada PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA), PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA), PT Trust Finance Tbk (TRUS), dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF). Rata-rata pertumbuhan bersih sejumlah emiten yakni sebesar 31,14% pada kuatal 1-2023, ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata peningkatan laba keseluruhan industri. Industri multifinance mencatat laba bersih Rp5,23 triliun atau tumbuh 32,20%. (Yetede)
KECERDASAN BUATAN, Revolusi Teknologi Paling Berdampak
Saat ribuan peneliti dan pentolan industri teknologi membuat surat terbuka pada akhir Maret lalu, yang meminta moratorium pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang lebih canggih dari GPT-4, CEO OpenAI, yang mengembangkan Chat GPT, Sam Altman merasa ”tersanjung”. Potensi GPT-4, model kecerdasan buatan yang dikembangkan OpenAI dinilai memiliki kemampuan untuk mengubah dunia secara drastic hingga memicu kesadaran untuk meregulasi AI. Tidak lama setelah dilayangkannya surat terbuka itu, Altman pun merancang tur dunia untuk meyakinkan dunia akan potensi revolusi AI. Kongres AS, Komisi Uni Eropa, Presiden Perancis, PM India, Presiden Israel, hingga Presiden Korsel telah ditemuinya. Indonesia, pada Rabu (14/6) telah menjadi negara ke-21 yang ia datangi dalam sebulan terakhir. Acara tanya jawab dengan Altman berlangsung selama satu jam, dipandu Ketua Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika) Prof Hammam Riza. Acara ini merupakan kerja sama Korika dan GDP Venture.
Dalam acara bertajuk ”Conversation with Sam Altman” yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Altman yang mengenakan kemeja batik memberikan berbagai pendapat tentang masa depan pendidikan, apa yang masih menjadi kelemahan GPT-4, dan upaya kolektif yang bisa dilakukan masyarakat dunia untuk menjaga pemanfaatan AI yang aman bagi peradaban manusia. Menurut Altman, pendidikan akan berubah secara dramatis dengan penggunaan AI, namun perubahan sebesar ini bukan cerita baru. Sepanjang sejarah, sudah beberapa kali masyarakat khawatir akan masa depan pendidikan setiap ada teknologi baru, seperti ketika kemunculan kalkulator atau mesin pencari. Saya yakin bahwa (AI) bisa akan menjadi revolusi teknologi paling berdampak yang pernah diciptakan oleh umat manusia. Saya percaya bahwa 25-50 tahun dari sekarang, dunia bisa menjadi tempat yang jauh lebih baik. Hampir tak terbayangkan, bagaimana bertambah baiknya kualitas hidup masyarakat dunia kelak. Saya berpendapat teknologi ini tidak bisa dihentikan, namun, kita perlu membimbing dan mengarahkannya dengan baik. (Yoga)
Presiden Soroti Pemborosan Anggaran
Rapat Koordinasi Pengawasan Internal 2023 di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP, Jakarta, Rabu (14/6) mendapat sorotan tajam dari Presiden Jokowi. Presiden tak hanya menyentil model penganggaran di pusat dan daerah yang tidak berorientasi pada hasil, tetapi juga mengkritik pengawasan internal pemerintah yang hanya prosedural sehingga tidak memberikan hasil nyata dari manfaat anggaran. ”Cara penganggarannya saja banyak yang enggak benar. Contohnya ada anggaran (penanganan) stunting (tengkes) Rp 10 miliar, saya cek betul untuk apa Rp 10 miliar itu. Saya minggu lalu cek APBD (yang dipegang) di Mendagri, coba saya mau lihat. Perjalanan dinas Rp 3 miliar, rapat-rapat Rp 3 miliar, penguatan pengembangan bla-bla-blaRp 2 miliar,” ungkap Presiden. Menurut Presiden, yang benar-benar untuk membeli telur tidak ada Rp 2 miliar.
”Kapan stunting-nya akan selesai (capai target) kalau caranya seperti ini. Kalau (anggaran) Rp 10 miliar, mestinya Rp 8 miliar untuk telur, ikan, daging, sayur, berikan ke yang stunting. Lain-lainnya baru Rp 2 miliar,” tutur Presiden. Selama hampir satu decade terakhir, prevalensi tengkes di Indonesia menurun cukup drastis dari 37,2 % pada 2013 menjadi 21,6 % pada 2022. Namun, upaya lanjutan masih perlu dilakukan oleh pemerintah. Hingga 2024, Presiden menargetkan prevalensi tengkes mencapai 14 % (Kompas.id, 3/3/2023). Tanpa menyebut nama daerah, Presiden memaparkan keganjilan program pengembangan UMKM dengan total anggaran Rp 2,5 miliar. Namun, Rp 1,9 miliar untuk honor dan perjalanan dinas. ”Sisanya yang Rp 0,6 miliar itu nanti juga masih muter-muter saja, juga pemberdayaan pengembangan yang istilah-istilahnya absurd, tidak konkret. Seharusnya (alokasikan) langsung saja, beli mesin produksi, untuk marketing, untuk pameran, jelas,” ujar Presiden. (Yoga)
Profil Konsumen E-dagang Lebih Tergambarkan
Masyarakat yang menikah dan belum mempunyai anak merupakan kalangan yang memiliki nilai transaksi e-dagang paling besar. Transaksi kalangan ini lebih besar ketimbang kelompok warga lajang atau mereka yang sudah memiliki anak. Ketika menikah, pendapatan diperhitungkan bisa lebih besar karena berasal dari dua pencarinafkah. Namun, ketika pasangan memiliki anak, ada beban finansial lebih besar yang harus ditanggung. Hasil riset ”Laporan Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia 2023: Pemulihan Ekonomi dan Tren Belanja Pasca Pandemi” yang dirilis oleh Kredivo bekerja sama dengan Katadata Insight Center menyebutkan, dari seluruh jumlah transaksi e-dagang pada 2022, konsumen dengan jumlah transaksi terbanyak berasal dari konsumen yang menikah dengan porsi 58,2 %. Adapun persentase jumlah transaksi e-dagang dari kalangan konsumen lajang 38,7 5. Persentase nilai transaksi e-dagang pada 2022 paling banyak berasal dari kalangan konsumen menikah dengan porsi 55,2 %.
Persentase nilai transaksi e-dagang dari kalangan lajang 41,8 %. Dari seluruh nilai transaksi e-dagang, konsumen yang menikah dan tidak memiliki anak mencatat nilai transaksi terbesar dengan porsi 48,9 %. Terbesar kedua, yaitu 42,5 %, berasal dari kalangan menengah dan memiliki 1-2 anak. Adapun konsumen menikah dengan anak 3-5 orang berkontribusi nilai transaksi e-dagangnya sebesar 8,6 %. Dalam jumpa pers rilis riset ini di Jakarta pada Rabu (14/6) Direktur Katadata Insight Center Adek Roza menjelaskan, riset ini menggunakan analisis data primer yang berasal dari lebih dari 22 juta sampel transaksi e-dagang dari enam lokapasar terbesar di Indonesia, yakni Blibli.com, Bukalapak, JD.ID, Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Pihaknya juga menggunakan 2,2 juta sampel pengguna Kredivo yang tersebar di 34 provinsi. Transaksi yang dianalisis terjadi pada Januari-Desember 2022. Profil konsumen dari sampel tersebut, 59,7 % laki-laki dan 40,3 % perempuan. Konsumen berusia 18-45 tahun mendominasi dengan porsi 93,2 %, sisanya dari kelompok usia 45 tahun ke atas. (Yoga)
Kerja Layak Cegah Praktik Perburuhan Anak
Penguatan kerja layak di berbagai sector pekerjaan dipercaya mampu mencegah praktik perburuhan anak meluas. Upaya ini tetap perlu diikuti dengan inklusi pendidikan dasar yang merata, penarikan pekerja anak, dan peningkatan pengawasan ketenagakerjaan. Programme Officer International Labour Organization (ILO) Country Office for Indonesia and Timor Leste, Abdul Hakim, Rabu (14/6) di Jakarta, mengatakan, kerja layak meliputi tidak ada diskriminasi, tidak ada praktik kerja paksa, kebebasan berserikat, upah sepadan, serta pemenuhan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja (K3). Apabila pekerja usia dewasa memperoleh kerja layak, anak-anak tidak perlu turut bekerja.
”Perusahaan di sektor jasa juga bisa mencegah pekerja anak meluas. Misalnya, perusahaan jasa ojek daring yang memberikan insentif berupa biaya pulsa, kupon diskon perawatan kendaraan, akses jaminan sosial ketenagakerjaan, kredit kepemilikan rumah, dan beasiswa pendidikan anak mitra pengemudi. Cara-cara ini mendukung kerja layak,” ujar Hakim. Programme Manager ILO Project, Promise II Impact di Jakarta, Djauhari Sitorus, menambahkan, pekerja anak bukan permasalahan yang berdiri sendiri. Sebaliknya, kemunculan pekerja anak berkaitan erat dengan persoalan ketidakadilan yang dialami oleh keluarga. Anak ikut bekerja karena membantu perekonomian keluarga. (Yoga)









