Perusahaan Kembalikan Uang Proyek Menara BTS
JAKARTA – Perusahaan yang terlibat dalam pembangunan base transceiver station (BTS) 4G dikabarkan mengembalikan uang proyek ke Kejaksaan Agung. Uang tersebut diduga bagian dari kerugian keuangan negara berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). "Totalnya sudah dapat Rp 1,7 triliun yang dikembalikan," ujar penegak hukum yang mengetahui kasus ini pada Jumat, 16 Juni 2023.
Kejaksaan Agung, berdasarkan hasil audit BPKP, memperkirakan nilai kerugian negara dalam kasus korupsi BTS Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencapai Rp 8,03 triliun. Kejaksaan meminta perusahaan konsorsium yang belum merampungkan pekerjaan segera mengembalikan uang tersebut. Uang itu nantinya dijadikan jaminan agar mereka menuntaskan pembangunan 4.200 tower. Pemerintah akan membayar pekerjaan perusahaan konsorsium bila menara-menara itu sudah berdiri atau ready for service (RFS).
Proyek menara BTS 4G semula direncanakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada 2021 untuk membangun 4.200 menara dengan nilai Rp 10,82 triliun. Tahap kedua pada 2022 dibangun 3.704 menara senilai Rp 6,47 triliun. Pada pembangunan tahap pertama, pembangunan molor hingga Maret. Bahkan ditemukan banyak menara yang belum terbangun meski sudah dibayar.
Baca: Suara Johnny Plate dari Balik Tahanan
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., yang merangkap sebagai pelaksana tugas Menteri Komunikasi, memerintahkan anak buahnya menelusuri aliran dana proyek menara yang diduga telah diselewengkan. "Saya perintahkan agar uang yang diduga disalahgunakan itu dikejar," ujar Mahfud pada 23 Mei lalu.
Berdasarkan hitungan Mahfud—dari sekitar Rp 10 triliun anggaran untuk 4.200 menara—konsorsium hanya membelanjakan uang Rp 2 triliun. Sisanya, sekitar Rp 8 triliun, diduga dikorupsi. Karena alasan inilah pemerintah meminta perusahaan konsorsium segera mengembalikan uang tersebut. (Yetede)
Global Lesu, Ekspor Kendaraan dan Mesin Justru Menanjak
JAKARTA,ID-Di tengah melemahnya ekonomi global, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor kendaraan dan bagiannya pada Mei 2023 meningkat signifikan hingga 60,20% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia hingga Mei 2023 surplus selama 37 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Meski demikian, surplus perdagangan Mei 2023 surplus ini lebih rendah dibanding dengan bulan sebelumnya dan Mei 2022. Nilai ekspor non migas kendaraan dan bagiannya tersebut mencapai US$ 323,2 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral US$ 175,8 juta (4,39%), BPS mencatat komoditas lain yang juga meningkat nilai ekspornya adalah mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya US$ 201,6 juta (53,77%); mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya US$ 197,5 juta (19,11%); lemak dan minyak hewan/nabati US$ 158,5 juta (25,66%). Sementara komoditas yang menurun selain bahan bakar yang menurun selain bahan bakar mineral adalah bijih logam, terak, dan abu US$ 156,1 juta (19,41%); besi dan baja US$ 137,0 juta (6,33%); bahan kimia anargonik US$ 60,7 juta (37,66%); serta tembaga dan barang dari padanya US$ 24,1 juta (13,65%). BPS mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Mei 2023 mencapai US$ 21,72 miliar atau naik 12,61% dibanding ekspor April 2023. (Yetede)
Implementasi Layanan 5G di RI Tertinggal
JAKARTA,ID-Implementasi layanan teknologi seluler terbaru 5G di Indonesia (RI) masih tertinggal dibanding sejumlah negara Asia Tenggara dan Oseania (kawasan Samudera Pasifik). Riset dari Ericsson, perusahaan teknologi global yang berbasis di Swedia, menyebutkan, Indonesia baru pada tahap awal uji coba 5G dipuluhan kota. Thailand, Malaysia, Australia, dan Selandia Baru, layanan 5G sudah menjangkau 30-95% populasi. Menurut Ericsson, Indonesia masih pada tahap awal pembangunan 5G dan layanan terkemuka di Indonesia, yakni Telkomsel (anak usaha PT Telkom Indonesia (persero) Tbk), PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutshison), dan PT XL Axiata Tbk, meluncurkan layanan 5G menggunakan spektrum yang juga untuk layanan 4G, yakni 1.800 MHz, 2.100 MHz, dan 2.300 MHz. Ericsson pun menyimpulkan, peluncuran jaringan 5G di Tanah Air lambat karena kurangnya spektrum midband. Pita spektrum 5G baru (700 MHz, 2,6 GHz, 3,5 GHz, dan 26 GHz) kemungkinan akan tersedia untuk penyedia layanan mulai tahun 2023. Sebelumnya, Kemenkominfo telah menyatakan akan melelang frekuensi tersebut. Pengamat teknologi informasi dan komunikasi dari Institute Teknologi Bandung (ITB) pun mengiyakan riset Ericsson tersebut. "Kalau dibandingkan dengan negara lain memang Indonesia (dalam implementasi layanan 5G) sedikit tertinggal. Hambatannya memang frekuensi masih jadi kendala," ujar Ridwan kepada Investor Daily, Kamis (15/06/2023). (Yetede)
PUPR Bangun Rusun bagi ASN dan Dosen di Yogyakarta
JAKARTA,ID-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun rumah susun (rusun) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan dosen di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kini, PUPR menyelesaikan pembangunan rusun untuk para tenaga pendidik dilingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Bangunan vertikal tersebut dibangun setinggi enam lantai dengan 88 unit hunian dan direncanakan selesai pembangunannya Oktober 2023. "Pembangunan rusun untuk tenaga pendidik di perguruan tinggi sangat penting untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia," ujar Direktur Jendral Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, baru-baru ini. Kementerian PUPR melalui Direktorat jendral Perumahan Kementerian PUPR juga meminta kontraktor pelaksana dan manajemen konstruksi untuk memberi contoh baik dalam pembangunan hunian vertikal. "Kita (Kementerian PUPR-red) sebagai ahli konstruksi dalam proses pembangunan harus memberikan contoh baik kepada mahasiswa baik Teknik Sipil, Arsitek maupun Teknik Lingkungan. Mereka kan melihat dan belajar bagaimana membangun konstruksi rumah besar dan pembangunan konstruksi hunian vertikal sehingga pastikan di lapangan harus miliki konsep Clean, Clear, dan Shining atau bersih, rapih, dan berkilau serta niat yang baik dalam menyelesaikan pekerjaan di lapangan," kata Iwan. (Yetede)
Penjualan Mobil Bakal Tembus 500 Unit di Semester 1
JAKARTA,ID-Gabungan Industri kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) optimistis, penjualan mobil didalam negeri akan menembus angka setengah juta unit diakhir semester I-2023. Keyakinan tersebut muncul seiring kembali meningkatnya penjualan kendaraan di bulan Mei 2023, setelah bulan sebelumya mengalami penurunan hingga 49%. "Penurunan penjualan di April kemarin memang karena lebaran saja. Jika melihat pada Mei yang bisa mencapai 80 ribu unit, Juni seharusnya juga bisa tembus di angka yang sama. Kami optimistis bisa tembus 500 unit pada akhir semester ini," kata Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara kepada Investor Daily, baru-baru ini. Di tempat terpisah Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy menerangkan, penjualan mobil mengalami kenaikan setelah sebelumnya terpangkas pada April. Dimana penurunan itu adalah siklus wajar. Anton mengatakan, pihaknya cukup yakin bahwa penjualan mobil tahun ini bisa menembus 1 juta unit lagi seperti tahun lalu. Pasar otomotif dinilai sudah pulih sejak tahun lalu, dan tinggal menjaga konsistensi penjualannya. "Saya lihat pada lima bulan pertama ini tetap stabil. Jadi mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa berlanjut," kata dia (Yetede)
Link net dan Hypernet Perkuat Ekosistem Digital
JAKARTA,ID- PT Link Net Tbk berkolaborasi dengan Hypernet Technologies untuk menghadirkan solusi inovatif guna memperkuat ekosistem digital pelanggan korporasi (enterprise) diberbagai sektor Tanah Air. Kerja Link Net dilakukan melalui brand Link Net Enterprise. Sedangkan Hypernet merupakan anak usaha PT XL Axiata Tbk. Kali ini, sinergi Link Net dan Hypernet menghadirkan produk kolaborasi Link Net Hypernet Future technologies (LYFT) dengan tagline Faster, Safer, Reliable. Kerja sama dituangkan dalam bentuk sosial ini untuk kemudahan serta keamanan pengelolaan jaringan secara fleksibel, dengan memanfaatkan software dan fungsi kontrol terpusat. Dengan begitu, para pelanggan entreprise pun akan mampu mengelola jaringan antarcabang yang dimiliki secara terpusat dan memonitor semua trafik secara mudah dan tetap aman. "Karena itu penting bagi kami menjalin kemitraan strategis dengan partner yang memiliki semangat dan komitmen yang selaras dalam mendukung akselerasi eskosistem digital nasional, khususnya para pelanggan enterprise di Indonesia," ujar Chief Enterprise Business Officer net Link Agung Satya Wiguna. (Yetede)
Maaf, Saham Suspensi Dilarang Didagangkan
Investor yang dananya nyangkut di sejumlah saham yang disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) harus bersabar. Pasalnya, meski saham yang disuspensi masuk ke papan pemantauan khusus, tidak berarti saham itu bisa diperdagangkan. Dari catatan KONTAN, ada sekitar 43 saham yang dibekukan perdagangannya oleh BEI. Di antaranya, saham emiten Benny Tjokro, yakni MYRX, HOME, NUSA dan SIMA. Otoritas menggembok perdagangan saham-saham itu sejak awal tahun 2020.
BEI pada Senin lalu (12/6), telah memberlakukan papan pemantauan khusus. Sebanyak 171 saham yang masuk ke papan ini.
Ada 11 kriteria yang ditetapkan BI untuk memasukkan saham ke papan pemantauan khusus. Di antaranya, likuiditas dan kinerja fundamental saham emiten masih jeblok. Nah, sejumlah saham yang disuspensi BEI, juga masuk papan pemantauan khusus.
Sebagai perbandingan, saham pada umumnya ditransaksikan dengan skema
continuous call.
Dengan skema ini, saham bisa dibeli kapan pun sepanjang perdagangan bursa berjalan.
Pada papan pemantauan khusus juga diberlakukan ketentuan
auto rejection
atau
auto reject
saham. Adapun, batas
auto rejection
saham di papan ini ditetapkan sebesar 10% untuk saham yang harganya di atas Rp 10.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, suspensi dan papan pencatatan memiliki mekanisme berbeda, karena semua saham bisa dikenakan suspensi. "Tidak ada kaitan langsung antara papan pencatatan dengan suspensi," katanya, Kamis (15/6).
Saham Basis Syariah Belum Raih Berkah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat di akhir perdagangan Kamis (15/6). Kenaikan IHSG ditopang positifnya mayoritas indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tak terkecuali indeks saham berbasis syariah.
Dari lima indeks saham berbasis syariah yang ada di BEI, seluruhnya mencatatkan kenaikan tipis dibandingkan hari sebelumnya. Meski begitu, jika diakumulasi sejak awal tahun berjalan ini, indeks saham syariah masih terbenam di zona merah (lihat tabel).
Kepala Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia, Irwan Abdalloh, mengatakan, pergerakan indeks syariah memang bagian dari IHSG yang saat ini masih mengalami tekanan. Menurut dia, kondisi pasar saham ini tengah mengalami gejolak, baik di pasar domestik maupun global.
Sementara itu, per 31 Maret 2023, nilai transaksi investor syariah mencapai Rp 1,3 triliun, dengan volume transaksi 4,9 miliar. Hingga akhir tahun ini, BEI menargetkan, investor pasar modal syariah bisa tumbuh 10% dibanding 2022.
Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Raditya Pradana mencermati, tekanan pada indeks syariah di sepanjang tahun ini sejalan dengan penelaahan yang terjadi di pasar saham.
Daya Beli Rendah, LPFF Tertekan
Musim Lebaran yang biasanya menjadi masa panen bagi PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) ternyata tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Efeknya kinerja LPPF kemungkinan cenderung stagnan, bahkan berpotensi turun.
Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya bilang, perlambatan penjualan ritel terjadi karena tren pelemahan komoditas unggulan Indonesia seperti batubara dan crude palm oil (CPO). Efeknya, daya beli konsumen LPPF turun.
Analis UOB Kay Hian Sekuritas, Stevanus Juanda dalam riset 22 Mei 2023 juga mengatakan hal yang sama. Dia menyebut, pertumbuhan penjualan LPPF flat, atau naik single digit pada musim Lebaran 2023. Penyebabnya adalah daya beli yang melemah di tahun ini.
Manajemen LPPF mengindikasikan pemulihan terjadi di Jakarta dan Bali. Namun terjadi pelemahan daya beli di daerah berbasis komoditas seperti Kalimantan. Padahal musim Lebaran menjadi momen penting bagi LPPF. Sebab dua pertiga laba tahunannya dihasilkan di musim Lebaran.
Stevanus yakin penjualan dan laba bersih LPPF setahun penuh hanya naik single digit. "Karena biaya terkendali, pertumbuhan penjualan LPPF naik single digit maka kemungkinan laba operasi dan laba bersih akan naik single digit di 2023," kata dia.
KELIP WASPADA KINERJA NIAGA
Perihal kinerja dagang, Indonesia boleh sedikit lega. Walaupun terus diterjang berbagai tantangan ekonomi global dan domestik, neraca perdagangan nasional pada Mei 2023 masih sanggup mencetak surplus. Kendati demikian, amat keliru jika lekas jemawa dengan pencapaian tersebut. Terlebih, surplus neraca perdagangan kali ini jauh lebih rendah ketimbang April 2023, maupun pada Mei 2022. Badan Pusat Statistik (BPS) melansir neraca perdagangan pada Mei 2023 surplus US$440 juta, melanjutkan pencapaian positif pada 36 bulan sebelumnya. Namun, angka itu masih lebih rendah ketimbang pencapaian pada April 2023 yang surplus US$3,94 miliar, naik dari bulan sebelumnya yang tercatat US$2,91 miliar. Demikian pula jika dibandingkan dengan Mei 2022, yang tercatat surplus sebesar US$2,9 miliar. Tak pelak, ramalan sejumlah kalangan bahwa surplus neraca perdagangan pada tahun ini bakal menyusut pun kian menuju nyata. Perlambatan ekonomi di negara-negara tujuan utama ekspor Indonesia dituding menjadi salah satu biang keladi. Tengok saja data dagang dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa, dua destinasi ekspor terbesar bagi Indonesia setelah China. BPS mencatat ekspor ke Paman Sam sepanjang Januari—Mei 2023 anjlok 23,16% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$9,4 miliar, sedangkan ekspor ke Uni Eropa pada periode yang sama juga turun 13,64% YoY menjadi US$7,4 miliar. Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri menyatakan pasar tradisional terutama AS dan Uni Eropa memang tengah mengalami pelemahan. Faktor lain yang juga perlu dicermati adalah tren penurunan harga komoditas di perdagangan global. Beruntungnya, gejolak harga komoditas utama seperti batu bara dan CPO yang belakangan terjadi, tak menyeret kinerja dagang Indonesia pada Mei 2023 lantaran ada sektor lain yang moncer yaitu kendaraan dan bagiannya (kode HS 87) yang naik 60,20% menjadi US$373 juta. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani memprediksi impor barang modal, bahan baku/penolong, dan bahan konsumsi terus meningkat seperti ke kondisi prapandemi Covid-19.









