Kawal Proses Perekrutan ASN PPPK
Masih banyak tenaga honorer, baik fungsional maupun teknis, yang masih berjuang untuk menjadi aparatur sipil negara berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (ASN PPPK) karena tidak lulus nilai ambang batas saat mengikuti seleksi. Ketua Persatuan Tenaga Teknis Indonesia (PTTI) Mochamad Ginanjar Riana, Jumat (16/6/2023), mengatakan, pihaknya akan mengawal proses ini agar berkeadilan untuk semua. (Yoga)
Waspadai Melambatnya Ekspansi Manufaktur
Melambatnya Indeks Kepercayaan Industri atau IKI dalam tiga bulan terakhir perlu direspons dari sisi suplai dan permintaan. Di sisi suplai, perlu insentif untuk mendongkrak kinerja industri yang masih kesulitan dalam pemulihan. Daya beli masyarakat juga mesti tetap dijaga. Berdasarkan data Kemenperin, IKI Mei 2023 ialah 50,9 atau masih di zona ekspansi atau optimistis (lebih dari 50). Akan tetapi, angka itu melanjutkan tren penurunan IKI. Pada Februari 2023, IKI tercatat 52,32. Pada Maret 51,87 dan April 51,38. Situasi itu sejalan dengan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Manager’s Index/PMI) manufaktur Indonesia yang dipublikasikan S&P Global. Pada Mei 2023, PMI Indonesia pada posisi 50,3 atau lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang 52,7. Kendati menurun, PMI Indonesia masih dalam kondisi ekspansif.
Ekonom Center of Reformon Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, di Jakarta, Jumat (16/6) menilai, dari faktor internal, pelambatan IKI dan PMI lebih pada penyesuaian terhadap permintaan di dalam negeri. Adapun, pada factor eksternal dipengaruhi situasi global. ”Khususnya pada PMI manufaktur, penurunan karena adanya ketergantungan pada pangsa pasar mereka yang ekspor. Lalu, proses pemulihan ekonomi beberapa negara, termasuk China, ternyata tidak sebaik yang diharapkan sebelumnya sehingga permintaan barang dari China pun melambat,” ujar Yusuf. Dalam merespons tren penurunan itu, upaya menjaga iklim bisnis di dalam negeri penting dilakukan. Pada sisi suplai, hal itu dilakukan dengan meningkatkan kinerja industri manufaktur. Sementara dari sisi permintaan, daya beli masyarakat perlu dijaga. (Yoga)
Kredit Usaha Ultramikro untuk Menurunkan Kemiskinan
Pembiayaan kredit untuk usaha ultramikro ditargetkan mencapai 2,2 juta debitor pada 2023. Dengan demikian, pemberian kredit dapat berkontribusi positif terhadap penurunan angka kemiskinan. Pendampingan dan jaminan dalam merintis bisnis dibutuhkan para debitor. Pengusaha ultramikro (UMi) berbeda dengan UMKM. UMi merupakan bisnis yang dikelola perseorangan, belum memiliki legalitas usaha, laporan keuangan, dan akses perbankan. Bisnis yang tergolong UMi contohnya warung kecil, penjual gorengan, dan pedagang asongan.
Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kemenkeu Ismed Saputra mengatakan, pembiayaan UMi diarahkan untuk menjangkau pelaku usaha yang berada di bawah garis kemiskinan. Persyaratan hanya memiliki KTP elektronik dan tidak sedang menerima program pemerintah lainnya seperti KUR. ”Perbaikan ekonomi pengusaha UMi terlihat melalui nilai keekonomian debitor (NKD) yang rata-rata naik 3,5 poin setiap tahun,” ujarnya dalam jumpa pers di Kemenkeu, Jakarta, Jumat (16/6). (Yoga)
TRANSISI ENERGI Tak Cukup Rp 300 Triliun
Di sela-sela penyelenggaraan KTT G20 di Bali, pada November 2022 lalu, muncul sejumlah inisiatif kerja sama untuk mendukung proyek transisi energi di Indonesia. Dengan dukungan negara maju, seperti AS dan Jepang, Indonesia mendapat sokongan dana untuk memulai proyek menghentikan operasionalisasi PLTU dan membuktikan keseriusannya dalam menekan emisi karbon. Pendanaan itu didapat dari skema Kerja Sama Transisi Energi yang Adil (JETP) melalui kerja sama pembiayaan publik dan swasta senilai 20 miliar USD atau Rp 300 triliun, serta mekanisme transisi energi (ETM) senilai 500 juta USD atau Rp 7 triliun. Hingga kini, belum ada kejelasan kapan “kedatangan” dana 20 miliar USD tersebut.
Bahkan, dalam penyelenggaraan KTT G7 di Jepang pada Mei lalu, Presiden Jokowi yang diundang sebagai tamu konferensi menagih komitmen dukungan pendanaan transisi energi 20 miliar USD tersebut. ”Saya harap dukungan dana 20 miliar USD dapat segera direalisasikan, tetapi tidak dalam bentuk utang,” demikian kata Presiden di hadapan para delegasi G7 (Kompas.id, 20 Mei 2023). Adapun kerja sama lewat ETM dilakukan dengan dukungan bank Pembangunan multilateral, seperti Bank Pembangunan Asia (ADB), Bank Pembangunan Islam (IsDB), dan Bank Dunia (World Bank).
Dalam negosiasi skema JETP, ada empat syarat yang diajukan Indonesia. Pertama, kebijakan transisi energi jangan sampai mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kedua, harus ada dukungan berupa teknologi berbiaya rendah. Ketiga, transisi energi harus di saat yang tepat. Keempat, pinjaman yang diberikan harus berasal dari negara dengan rating kredit yang baik (Kompas, 16/11). Meski ada dukungan dana 20 miliar USD untuk transisi energi Indonesia, tak berarti rencana transisi energi bakal mulus. Pasalnya, untuk menuju target nol emisi (net zero emission) di 2060, Indonesia butuh 1 triliun USD atau Rp 15.000 triliun. Artinya, per tahun membutuhkan Rp 400 triliun. Dengan demikian, dana JETP masih jauh dari cukup. (Yoga)
Pertamina Perpanjang Kontrak di Aljazair
Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Algeria EP, berhasil memperpanjang kontrak pengelolaan lapangan minyak di Menzel Ledjmat Nord (MLN), Blok 405, Aljazair, yang dikelola sejak 2012. Menurut Dirut Pertamina Nicke Widyawati, Jumat (16/6/) investasi untuk pengeboran sumur pengembangan di Blok 405 sekitar 800 juta dollar AS atau Rp 12 triliun. Perkiraan migas yang bisa diproduksi sebanyak 150 juta barel setara minyak. ”Komitmen kami untuk jangka panjang akan menegaskan kembali jejak Pertamina di kancah global,” ucapnya. (Yoga)
Pelarangan Ekspor Bauksit Perlu Hati-hati
Pemberlakuan larangan ekspor bijih bauksit berpotensi mendorong langkah proteksionisme dari negara mitra dagang utama Indonesia. ”Pemerintah perlu berhati-hati karena setiap komoditas punya karakteristik tersendiri. Jika Indonesia bukan pemain utama untuk komoditas yang akan dihilirisasi, sulit untuk bisa bersaing dengan produk negara lain,” kata Wakil Direktur Utama Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Jahen Fachrul Rezki, Jumat (16/6/2023). (Yoga)
Cerdas Menjadi Investor Muda di Pasar Modal
Investasi kini tidak hanya diminati generasi baby boomers, tetapi juga mulai diminati generasi Y dan generasi Z. Dengan memulai investasi sedini mungkin, diharapkan tujuan keuangan yang ditetapkan dapat segera dicapai. Pesatnya investasi pada generasi muda juga didukung perkembangan teknologi informasi. Generasi muda sebagai investor dapat dengan mudah mengakses produk dan layanan jasa keuangan melalui gawai yang dimiliki tanpa harus pergi ke kantor fisik lembaga jasa keuangan (LJK). Perkembangan teknologi juga memudahkan investor mendapatkan informasi seputar investasi. investor wajib memastikan kebenaran informasi yang diperoleh.
Ada dua keuntungan generasi muda yang berinvestasi sejak dini. Pertama, memiliki waktu berinvestasi yang panjang sebelum pensiun sehingga hasil investasi dapat di- maksimalkan. Kedua, toleransi risiko yang dimiliki umumnya lebih besar daripada investor yang sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan. Berinvestasi dapat dilakukan melalui saham, reksa dana, securities crowdfunding (SCF), dan lain-lain. Untuk menjadi investor muda yang cerdas di pasar modal, langkah yang harus diperhatikan :
1. Tentukan tujuan investasi, baik jangka pendek maupun panjang. 2. Kenali profil risiko, yaitu tingkat toleransi investor terhadap risiko dari investasi yang dimiliki. High return high risk. 3. Gunakan ”uang dingin” untuk berinvestasi, bukan untuk kebutuhan sehari-hari apalagi pinjaman. 4. Mengetahui instrumen investasi di pasar modal, termasuk manfaat, risiko, biaya, dan ketentuan lainnya. 5. Jadilah investor, bukan ”trader”. 6. Diversifikasi portofolio untuk meminimalkan kerugian investasi. 7. Evaluasi investasi, untuk melihat pergerakan untung rugi dari produk yang dimiliki serta penyesuaian strategi investasi jika diperlukan. 8. Membuka akun investasi di sekuritas. (Yoga)
El Nino Ancam Produksi Kelapa Sawit
Fenomena El Nino berisiko menurunkan produktivitas kelapa sawit. Ini menambah pukulan terhadap petani sawit yang sebelumnya sudah kesulitan akibat kenaikan harga pupuk. Kondisi El Nino yang lemah telah muncul ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut di atas rata-rata di sepanjang zona khatulistiwa Samudra Pasifik. Berdasarkan data Laporan Administrasi Badan Kelautan dan Administrasi Nasional AS (NOAA), semua indeks El Nino mingguan terbaru tercatat lebih dari +0,5 derajat celsius. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP Apkasindo) Gulat Medali Emas Manurung mengatakan, di tengah kondisi kering akibat El Nino, pemupukan kelapa sawit dengan pupuk NPK (natrium, fosfor, dan kalium) akan membuat tanah semakin panas dan berbahaya bagi akar tanaman. Kondisi ini akan membuat petani mengurangi pupuk NPK sehingga produktivitas tanaman akan menurun.
”Fotosintesis yang meningkat akibat El Nino tanpa diimbangi dengan pupuk membuat pertumbuhan tanaman sawit tidak optimal sehingga berdampak terhadap produktivitas panen kelapa sawit. Dampak tersebut biasanya akan terasa setelah sembilan bulan,” ujarnya ketika dihubungi pada Jumat (16/6). Sebelum El Nino terjadi, petani kelapa sawit juga sempat mengalami kendala dalam hal pemupukan akibat lonjakan harga pupuk pada Juni 2022. Gulat menyebut, 85 % petani tidak memupuk tanaman mereka lantaran tingginya harga pupuk NPK, yang mengakibatkan produktivitas kebun kelapa sawit milik petani menurun 25 % hingga 35 %. ”Hampir setahun tidak memupuk karena harga pupuk naik 400 %. Biasanya Rp 280.000 hingga Rp 300.000 per 50 kg jadi Rp 1,2 juta per zak (50 kg). Meski Februari 2023 turun jadi sekitar Rp 800.000 per 50 kg, tetap masih jauh dari harga semula. Sehingga sawit tidak maksimum dalam berproduksi,” lanjutnya. El Nino juga membuat petani mengurangi pupuk, produktivitas kelapa sawit petani tahun depan bakal makin anjlok. (Yoga)
Efek Pemilu Mulai Goyang Pergerakan Bursa
Menjelang akhir semester pertama 2023, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak bak roll coaster. Sempat melemah 0,29% pada penutupan perdagangan Rabu (14/6), kemarin (15/6) IHSG kembali menguat 0,21% ke level 6.713,79.
Meski begitu, jika diakumulasi sejak awal tahun berjalan ini, IHSG masih terkoreksi 2%. Sejumlah indikator ekonomi domestik yang mulai menunjukkan tren positif, belum mampu mendorong IHSG bisa bergerak lebih lincah.
Ambil contoh risiko investasi Indonesia yang mulai melandai. Hal ini bisa dilihat dari premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun turun ke sebesar 81,73 basis poin (bps) per 8 Juni 2023 dari 83,38 bps pada 2 Juni 2023.
Rizki Jauhari,
Chartered Financial Analyst Head of Research & Fund Manager
Syailendra Capital, menilai, risiko berinvestasi di Indonesia seharusnya menurun. "Ini terefleksi dari data-data makro yang relatif stabil dibandingkan negara-negara peers," ungkap Rizki, Kamis (15/6).
Presiden Komisaris HFX Internasional Berjangka, Sutopo Widodo menambahkan, tahun politik turut jadi pertimbangan bagi investor. Suhu politik yang mulai memanas menjelang Pemilu dan Pilpres 2024, membuat investor memilih wait and see. Apalagi, secara historis, jelang Pemilu bergulir, laju IHSG memang melandai. Menurut Sutopo, ada kekhawatiran investor di tahun politik ini akan menggeser landscape investasi di Indonesia. "Pergantian kepemimpinan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan investor," ujar Sutopo.
Catatan lain, neraca perdagangan menyusut tajam, Badan Pusat Statistik mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2023 surplus US$ 440 juta. Angka ini anjlok dari surplus April sebesar US$ 3,94 miliar atau US$ 2,9 miliar pada Mei 2022. Surplus neraca dagang Mei 2023 juga terendah sejak Mei 2020.
Saham Teknologi Bertaji Berkat AI
Harga saham-saham teknologi dunia meroket tinggi di pekan ini. Bahkan harga saham Microsoft Corp dan Apple Inc mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa.
Pada perdagangan Kamis (15/6), harga saham Microsoft di bursa
Wall Street
ditutup di US$ 348,10 per saham, rekor harga tertingginya. Kapitalisasi pasar saham ini pun meroket ke level baru, US$ 2,59 triliun atau setara sekitar Rp 38.591 triliun (kurs US$ 1=Rp 14.900). Harga saham Apple juga ditutup di rekor harga tertinggi sepanjang masa pada Kamis, yakni US$ 186,01 per saham. Kapitalisasi pasar saham produsen iPhone ini pun mencapai US$ 2,93 triliun atau nyaris tiga kali lipat produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Apple dan Microsoft pun sukses mempertahankan status sebagai perusahaan peringkat pertama dan kedua dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.
Penguatan harga saham Apple masih didorong sentimen pengumuman produk kacamata
augmented reality
(AR) Vision Pro beberapa waktu lalu. Investor juga menilai Apple punya fundamental kuat dan rencana ekspansi jelas.
"Apple memiliki peta jalan yang membuat nyaman investor dan arus kas luar biasa," tutur Wayne Kaufman, analis Phoenix Financial Services, seperti ditulis oleh
Fortune, kemarin.
Analis menilai positif ekspansi Microsoft ini. Dalam riset ke investor, JPMorgan menyebut perkembangan AI meningkatkan permintaan produk Microsoft dan membuat prospek emiten ini cerah.









