;

Akurasi Hasil Survei Calon Presiden

Yuniati Turjandini 19 Jun 2023 Tempo

Guru Besar Hidrometeorologi Departemen Geofisika FMIPA Universitas Hasanuddin Prediksi cuaca dan jajak pendapat calon presiden tampak berbeda, tapi sebenarnya mirip. Keduanya menghasilkan informasi dini tentang suatu kejadian. Informasi semacam ini amat vital bagi berbagai aktivitas manusia. Seorang pilot membutuhkan informasi perkiraan cuaca di bandar udara yang akan didarati pesawatnya beberapa jam ke depan untuk mengatur strategi pendaratan yang aman. Seorang petani menggunakan informasi iklim musiman untuk mengatur strategi penanaman, menentukan varietas tanaman, serta mengelola air dan pupuk yang tepat agar hasil panennya sesuai dengan harapan. Saat ini, kita dihadapkan pada suatu taruhan berisiko tinggi dengan semakin mendekatnya pemilihan presiden 2024. Sang pemimpin mendatang akan menerima amanah yang bakal menentukan apakah bangsa ini akan semakin dekat kepada cita-citanya atau terpuruk semakin dalam. Itulah sebabnya, sebelum menjatuhkan pilihan, kita ingin mendapat informasi dini yang akurat dan komprehensif tentang sang calon pemimpin, baik tentang rapor kepemimpinannya di masa lalu maupun tingkat keterpilihannya (elektabilitas) sebagai pemimpin menurut pandangan sejumlah kecil (sampel) anggota masyarakat. Kerja terakhir inilah yang dilakukan lembaga survei politik. (Yetede)

Dua Rencana IPO BUMN

Yuniati Turjandini 19 Jun 2023 Tempo

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bakal melepas saham dua perusahaan pelat merah tahun ini: PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PalmCo, anak usaha PT Perkebunan Nusantara III di bidang sawit. Persiapan menuju lantai bursa sudah berjalan sejak tahun lalu. Menurut Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury, persiapan untuk menawarkan saham kedua perusahaan ini ke publik hampir rampung. PHE, misalnya, sudah menyerahkan dokumen rencana penawaran perdana sahamnya (initial public offering/IPO) untuk ditinjau Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun Pahala belum memberi kepastian ihwal eksekusinya. "Kami menunggu timing yang tepat," ujar Pahala, akhir pekan lalu. Dia menilai pemerintah dan perusahaan perlu berhati-hati memilih momentum masuk ke pasar demi mendapatkan hasil yang optimal. Salah satu alasannya, saham PHE bakal langsung dilepas ke pasar tanpa menggandeng investor jangkar. Langkah ini berbeda dengan saudara PHE yang lebih dulu melantai di bursa, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy. Pahala belum mengungkap dana segar yang diincar perusahaan lewat aksi korporasi yang melibatkan advisor dari Citibank, JP Morgan, Chase & Co, Credit Suisse, Mandiri Sekuritas, hingga BRI Danareksa ini. Namun dia memastikan porsi saham yang dilepas ke publik sebesar 5-10 persen. (Yetede)

Uang Besar di Balik Pekat Kabut Polusi Udara

Yoga 18 Jun 2023 Kompas

Tahun lalu, World Air Quality 2022: Region & City PM 2.5 Ranking menempatkan Jakarta pada urutan ke-20 kota dengan tingkat polusi udara terburuk di dunia. Kadar PM 2,5 tercatat 36,2 mikrogram per meter kubik atau tujuh kali standar WHO. Data Dinas LH DKI Jakarta menegaskan, pencemar udara berasal dari kendaraan bermotor, konstruksi, industri, dan lainnya. Kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi bernasib sama karena memiliki sumber pencemar nyaris sama. Sayangnya, sumber pencemar itu tak mudah dikendalikan karena masih menjadi sandaran perekonomian kawasan dan negara.

Mei lalu, data Kemenperin menunjukkan, sektor industri, khususnya manufaktur, berkontribusi terbesar dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Industri manufaktur mencakup industri makanan dan minuman, tekstil, bahan kimia, farmasi, komputer, kendaraan bermotor, dan pengolahan lain. Selain berdampak positif, aktivitas industri punya sisi gelap. Limbah industri turut mencemari tanah, air, dan udara. Sebagai anggota PBB yang sepakat mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di 2030, Indonesia pun berkomitmen beralih pada ekonomi hijau, yang ditujukan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi tinggi dan inklusif dengan tetap mewujudkan kesejahteraan social dan melestarikan lingkungan.

Institute for Essential Services Reform (IESR) lewat ”Indonesia Sustainable Finance Outlook 2023”, antara lain, menyatakan, investasi energi terbarukan di Indonesia mengalami stagnasi, menyebabkan tujuan energi terbarukan negara belum terpenuhi. Untuk mencapai 23 persen pangsa energi terbarukan dalam bauran energi nasional pada 2025, Kementerian ESDM memperkirakan Indonesia membutuhkan investasi 8 miliar USD per tahun, total 36,95 miliar USD. Untuk mencapai emisi nol pada 2060, Indonesia butuh investasi 1 triliun USD atau 29 miliar USD per tahun. Realisasinya, rata-rata investasi tahunan energi terbarukan lima tahun terakhir 1,62 miliar USD atau 20,2 % kebutuhan mencapai sasaran 2025. (Yoga)


Pacu Kreativitas Milenial dan Gen Z

Yoga 18 Jun 2023 Kompas

Dalam rangka menyokong ekonomi kreatif Tanah Air, Menparekraf Sandiaga Uno menilai, kreativitas generasi milenial dan generasi Z perlu dipacu. Dengan kreativitas kedua generasi tersebut, khususnya dalam pemasaran, penjualan produk-produk Indonesia dapat melesat. Pendapat itu dinyatakan dalam pidato kunci Kompasfest 2023: Creation yang diselenggarakan harian Kompas di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (17/6). Perhelatan yang menghadirkan beragam konferensi, kelas, dan hiburan itu berlangsung hingga hari ini. Mengutip data Famous All-stars (FAS), Sandiaga menyebutkan, nilai Industri kreator konten di Indonesia Rp 4 triliun-Rp 7 triliun dan akan naik 5 kali lipat pada 2027. Meski demikian, Indonesia masih di tahap ekonomi kreator 2.0. Mayoritas kreator konten Tanah Air dengan begitu masih  mengandalkan pengikut akun media sosialnya untuk mengampanyekan merek orang lain.

”Kita perlu meningkatkannya menjadi ekonomi creator 3.0 yang berarti (kreator konten) mempromosikan karya sendiri dan memiliki hardcore follower,” ujar Sandiaga yang hadir secara dalam jaringan. Menurut dia, peningkatan status menjadi ekonomi 3.0 penting untuk mendorong publik membeli produk Indonesia. Dia mencontohkan sebuah jenama kerupuk udang Tanah Air diminati di China lantaran penjualan di Tiktok  setempat. Karena peran strategis ekonomi kreator tersebut, dia berharap Kompasfest dapat menjadi wadah yang memacu generasi milenial dan generasi Z dari segi ketangkasan (agility), kreativitas, dan keingintahuan (curiousity). Dia optimistis, ekonomi kreatif dapat menjadi sektor ideal di masa depan karena kreativitas menjadi sumber daya yang dimiliki setiap individu serta bersifat orisinal, otentik, unik, dan terbarukan. (Yoga)


Fanatisme Penggemar Kecap

Yoga 18 Jun 2023 Kompas

Teguh Husodo (53), dosen Departemen Biologi Fakultas Matematika dan IPA Universitas Padjadjaran, adalah penikmat setia kecap Cap Borobudur asal Bandung selama puluhan tahun. Sudah telanjur cinta, lidah Teguh sulit berpindah ke lain kecap. ”Ibu saya yang mengenalkan kecap Cap Borobudur sejak saya kecil. Sampai sekarang selalu ada di rumah. Pernah coba merek lain, tapi tidak cocok. Saya suka kecap yang manisnya sedang seperti Kecap Borobudur,” kata Teguh yang dijumpai di area Pameran Koleksi Kecap Nusantara ”Rasa Lestari” di Teater Pengetahuan Rektorat Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jabar Selasa (13/6). Teguh  Siang itu, karena tergoda ”promosi” Kecap Cap Lombok Gandaria asal Solo yang juga memiliki varian dengan manis sedang, Teguh tertarik. ”Tapi belum tahu cocok atau tidak. Coba dulu,” ujarnya dengan nada tidak yakin.

Warung Batagor H Isan di Bandung juga fanatik pada kecap Cap Raos. Pelanggan setia warung itu ikut fanatik pada kecap Cap Raos. ”Kalau mau bawa pulang (makanan), mereka sekalian beli kecapnya pakai jeriken,” ujar salah satu karyawan. Fanatisme pada merek kecap tertentu seperti pada Teguh dan Warung Batagor H Isan adalah penjelasan mengapa setiap kecap selalu menjadi nomor satu di hati penikmat setianya. Produsen kecap akan berupaya sekuat tenaga agar penggemar setia mereka tidak berpaling ke kecap lain. Ini membuat munculnya kompetisi antar produsen kecap. Apalagi, setiap daerah memiliki kecap lokalnya sendiri dengan penggemar fanatiknya sendiri. ”Kalau sudah minded, sudah biasa pakai kecap merek tertentu, diubah agak susah,” ujar Kepala Bagian Customer Relationship Officer & Export PT Lombok Gandaria Tabita Setyawati. Cara paling manjur untuk merawat pelanggan kecap Cap Lombok Gandaria, lanjut Tabita, adalah dengan menjaga mutu kecap dengan menggunakan bahan baku lokal, tidak memakai bahan kimia, dan mempertahankan proses fermentasi basah. (Yoga)


Jawaban Tahir Soal Bank Mayapada

Yuniati Turjandini 18 Jun 2023 Tempo (H)

Nama Dato Sri tahir termasyur di dunia filantropi. Pria 71 tahun itu pernah menyumbang US$ 75 juta untk The Global Fund dalam upaya melawan penyakit tuberkulosis, human immunodeficiency virus, dan malaria di Indonesia pada 2013. Ia juga bermitra dengan Bill and Melinda gates Foundation, yayasan sosial milik milarder dunia Bill Gates, untuk berdonasi. Presiden Joko Widodo mengangkat Tahir sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada Desember 2019. Ia mendapat gelar Dato Sri dari Kesultanan Pahang Malaysia. Salah satu rekan bisnis Tahir adalah Ted Sioeng, Ted sepanjang 2014-2021 menerima kucuran kredit dari Bank Mayapada lewat empat perusahaan dan kredit pribadinya senilai Rp 1,3 triliun. Belakangan, Ted menuduh tahir menerima sebagian uang kredit itu lewat orang kepercayaannya. Sebelumnya, Bank Mayapada melaporkan Ted dan putrinya, Jessica Gatot Elnitiarta, ke Kepolisian Daerah Metropolitan  Jakarta Raya atas tuduhan penipuan, pemalsuan dokumen, dan pencucian uang. Lewat keterangan tertulis, pengacar Tahir, Yusril Ihza Mehendra, menganggap tuduhan Ted tidak relevan dijawab karena kliennya tidak lagi mencampuri kegiatan operasional bank. (Yetede)

Penghidupan di Sungai Batang Muar

Yuniati Turjandini 18 Jun 2023 Tempo

WAKTU menunjukkan pukul 14.05 ketika puluhan pekerja PT Alno Agro Utama-Air Ikan Estate, dengan menumpang truk, tiba ditepi Sungai Batang Muar, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu. Para pekerja perkebunan sawit itu hendak pulang ke rumah mereka di Desa Talang Arah, Desa Air Merah. Pria 46 tahun itu mengatakan ketika kembali ke pemukimannya, ia harus membayar sendiri  biaya transportasinya sebesar Rp 5.000 per trip. Sebagai pekerja harian lepas, Ahmad mengatakan ia dibayar Rp 110 ribu perhari. "Tugasnya memanen sawit dan membersihkan pelepah," tuturnya. Ahmad bercerita, kesulitan dalam bekerja muncul ketika musin hujan tiba. Menurut dia,  Sungai Batang Muar yang berhulu di Taman nasional Kerinci Seblat (TNKS) setiap tahun meluao. Kondisi terparah, kata dia, ketika aliran sungai bergeser sekitar 50 meter. "Pemukiman lama kami juga ada disebrang sungai yang dekat lahan perkebunan PT Air Ikan Estate," ucapnya. Pemindahan pemukiman ke lokasi yang lebih tinggi, menurut Ahmad, terjadi pada 1918. Kala itu sempat terjadi banjir bandang hingga pemerintah menginisiasi relokasi rumah warga. "Waktu itu pesirah, atau camat yang bernama Abu Hurairah yang membantu kami pindah ke pemukiman baru," kata Ahmad, yang merupakan warga desa Air Merah

Rekayasa Laba Waskita Karya

Yuniati Turjandini 18 Jun 2023 Tempo

WAKIL Menteri Badan Usaha Milik Negara Kartika Wirjoatmodjo bersiap mengambil tindakan. Setelah mengungkapkan kecurigaan terhadap laporan keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Kartika meminta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan mangaudit perusahaan itu. "Apabila ada fraud akan ditindak tegas, kami ingin ada efek jera," katanya pada Senin, 5 Jni lalu, seusai rapat kerja bersama Komisi Badan Usaha Milik Negara Dewan Perwakilan Rakyat. Kartika mengendus ada yang aneh dalam laporan keuangan Waskita Karya. Sebabnya, perusahaan konstruksi ini seperti memperbaiki kinerja dalam beberapa tahun terakhir, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan yang dilaporkan. "Dilaporkan seolah-olah untung bertahun-tahun," ujarnya. Menurut Kartika, pendapatan jangka pendek Waskita Karya tak cukup untuk memenuhi kewajiban alias utangnya yang terus menggunung. "Jangan sampai laporan keuangan itu overstate, setelah itu bangkrut,". Sejak 2017 hingga 2019, laporan keuangan  Waskita Karya terus mencatat perolehan laba. Pada 2017, laba bersih Waskita Karya mencapai Rp 3,88 triliun, lalu naik 2,08% menjadi Rp 3,96 triliun setahun kemudian. Pada 2019, laba bersihnya turun menjadi Rp 1,03 triliun dengan arus kas Rp 9 triliun. Namun setelah itu Waskita Karya merugi dan nyaris kukut. Disini, pemerintah mengendus ada yang tak beres dengan laporan keuangan perusahaan itu. (Yetede)

Tantangan Ekonomi Indonesia di Paruh Kedua

Yuniati Turjandini 18 Jun 2023 Tempo

Tanda-tanda itu makin jelas. Tantangan yang menghadang ekonomi Indonesia pada paruh kedua tahun ini bakal lebih berat. Ada dua hal yang mengancam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Yang pertama adalah cekikan inflasi, yang memaksa para pemimpin bank sentral menaikkan suku bunga secara agresif. Yang kedua adalah pemulihan ekonomi Cina yang tak sekuat dugaan analis. Semua pasar optimis bahwa titik puncak inflasi sudah tercapai pada pertengahan tahun ini. Karena itu, muncul harapan suku bunga tak akan naik lagi, bahkan bisa turun pada kuartal terakhir 2023. Ekspektasi itu sepertinya terwujud pada pekan lalu ketika The Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat, tidak menaikkan suku bunga acuannya. Ternyata kebijakan The Fed itu bukanlah titik perhentian kenaikan suku bunga, yang sudah berlangsung tanpa henti sejak Maret 2022. Ini ternyata hanya jeda sejenak, Ketua The Fed Jerome Powell malah melempar syarat pahit: bunga The Fed masih akan naik lagi tahun ini karena inflasi di Amerika Serikat belum teratasi. Inflasi masih dua kali lipat diatas target The Fed sebesar 2%. Bahkan kemungkinan besar The Fed harus menaikkan lagi bunga acuan Fed Fund Rate pada sidang berikutnya, Juli mendatang. (Yetede)

Dari Mana Laba Garuda Indonesia

Yuniati Turjandini 18 Jun 2023 Tempo

DAFTAR Forbes 2000 tahun 2023 yang dirilis majalah ekonomi Forbes pada Sabtu, 10 Juni lalu, membikin bungah Ifran Setiaputra, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Sebabnya, Garuda menempati peringkat 1.572 dalam daftar 2.000 perusahaan publik dunia dengan kinerja menjanjikan. Garuda masuk daftar Forbes 2000 bersama 42 maskapai penerbangan lain serta perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan dunia. Dari Indonesia, ada tujuh perusahaan lain yang masuk Forbes 2000. "Alhamdulillah, Forbes hitungnya 2.000, bukan 1.500. Walaupun dari delapan perusahaan Indonesia kami paling buncit," Irfan berseloroh dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Industri DPR, Selasa, 13 Juni lalu. Pemeringkatan ini, menurut Irfan, dilakukan dengan empat ukuran, yaitu penjualan, laba, aset, dan nilai pasar. Data tersebut mengacu pada laporan keuangan perusahaan 12 bulan terakhir, yang dipublikasikan 5 Mei lalu. Menurut Forbes Garuda mencatat laba US$ 3,67 miliar atau sekitar Rp54,8 triliun. Irfan mengklaim capaian itu sebagai pengakuan terhadap Garuda yang sedang berbenah setelah penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) tahun lalu. Ketika gugatan PKPU diajukan pada akhir 2021, utang Garuda mencapai US$ 10,1 miliar atau Rp138 triliun. Nilai utang kepada lessor atau perusahaan yang membiayai pembelian atau penyewaan pesawat Garuda mencapai US$ 6,019 miliar. (Yetede)

Pilihan Editor