TRANSISI ENERGI Tak Cukup Rp 300 Triliun
Di sela-sela penyelenggaraan KTT G20 di Bali, pada November 2022 lalu, muncul sejumlah inisiatif kerja sama untuk mendukung proyek transisi energi di Indonesia. Dengan dukungan negara maju, seperti AS dan Jepang, Indonesia mendapat sokongan dana untuk memulai proyek menghentikan operasionalisasi PLTU dan membuktikan keseriusannya dalam menekan emisi karbon. Pendanaan itu didapat dari skema Kerja Sama Transisi Energi yang Adil (JETP) melalui kerja sama pembiayaan publik dan swasta senilai 20 miliar USD atau Rp 300 triliun, serta mekanisme transisi energi (ETM) senilai 500 juta USD atau Rp 7 triliun. Hingga kini, belum ada kejelasan kapan “kedatangan” dana 20 miliar USD tersebut.
Bahkan, dalam penyelenggaraan KTT G7 di Jepang pada Mei lalu, Presiden Jokowi yang diundang sebagai tamu konferensi menagih komitmen dukungan pendanaan transisi energi 20 miliar USD tersebut. ”Saya harap dukungan dana 20 miliar USD dapat segera direalisasikan, tetapi tidak dalam bentuk utang,” demikian kata Presiden di hadapan para delegasi G7 (Kompas.id, 20 Mei 2023). Adapun kerja sama lewat ETM dilakukan dengan dukungan bank Pembangunan multilateral, seperti Bank Pembangunan Asia (ADB), Bank Pembangunan Islam (IsDB), dan Bank Dunia (World Bank).
Dalam negosiasi skema JETP, ada empat syarat yang diajukan Indonesia. Pertama, kebijakan transisi energi jangan sampai mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kedua, harus ada dukungan berupa teknologi berbiaya rendah. Ketiga, transisi energi harus di saat yang tepat. Keempat, pinjaman yang diberikan harus berasal dari negara dengan rating kredit yang baik (Kompas, 16/11). Meski ada dukungan dana 20 miliar USD untuk transisi energi Indonesia, tak berarti rencana transisi energi bakal mulus. Pasalnya, untuk menuju target nol emisi (net zero emission) di 2060, Indonesia butuh 1 triliun USD atau Rp 15.000 triliun. Artinya, per tahun membutuhkan Rp 400 triliun. Dengan demikian, dana JETP masih jauh dari cukup. (Yoga)
Tags :
#Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023