Citi Indonesia Bukukan Laba Rp 1,2 Triliun di Semester I-2023
Citibank NA Indonesia atau Citi Indonesia membukukan laba bersih Rp 1,2 triliun pada semester I-2023. Perolehan itu naik 54 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Menurut CEO Citi Indonesia Batara Sianturi, Kamis (10/8/2023), di Jakarta, pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang 5,17 persen pada triwulan II-2023. Hal ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah masih lemahnya kondisi ekonomi global. Pada semester I-2023, Citi Indonesia menerbitkan obligasi hijau (green bond) perdana. (Yoga)
SKK Migas Dorong Implementasi Pengurasan Minyak Tingkat Lanjut
SKK Migas mendorong kontraktor kontrak kerja sama menerapkan percontohan teknologi pengurasan minyak tingkat lanjut (EOR) dengan injeksi kimia. Hal itu penting dalam rangka memenuhi target produksi minyak 1 juta barel per hari pada 2030. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (9/8/2023), mengatakan, implementasi EOR terdiri atas sejumlah tahapan. Hal itu, antara lain, studi, proyek percontohan, dan full scale (tahap lanjutan). Pihaknya mendorong agar ada percepatan dalam setiap tahapan pelaksanaannya. (Yoga)
Aceh Temukan Cadangan Sumur Migas Baru
Badan Pengelola Migas Aceh dan PT Pema Global Energi menemukan sebuah sumur yang menyimpan cadangan minyak dan gas di Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Sumur migas itu menjadi harapan baru untuk keberlanjutan industri migas Aceh. Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Teuku Mohamad Faisal di Banda Aceh, Kamis (10/8) mengatakan, timnya telah mengebor lokasi yang diprediksi menyimpan minyak dan gas bumi tersebut. ”Sumur A-55A telah dilakukan perforasi dan sedang dilakukan well testing (uji sumur) untuk menguji kandungan lapisan,” kata Faisal.
Faisal mengatakan, pengeboran baru tahap eksplorasi dan masih butuh kajian mendalam untuk menuju tahap eksploitasi, terutama pada potensi besaran cadangan. Pengeboran dilakukan pada Februari 2023. Pengeboran eksplorasi dilakukan atas usulan PT Pema Global Energi (PGE), perusahaan milik Pemprov Aceh. PGE kini mengelola sumur bekas Exxon Mobil di Aceh Utara. ”Eksplorasi ini adalah upaya menemukan cadangan-cadangan migas baru di Wilayah Kerja Aceh sebagai bagian dari program nasional 1 juta barel per hari (BOPD) dan 12.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD),” ujar Faisal. (Yoga)
STRATEGI PETANI TAMBAK PANTURA SIDOARJO MENGATASI KEMEROSOTAN EKONOMI
Petani tambak di Sidoarjo terus memperluas pengembangan pola budidaya tumpang sari dengan komoditas unggulan rumput laut yang berorientasi pada pasar ekspor demi mengatasi kemerosotan ekonomi sekaligus mengembalikan produktivitas lahan di tengah sulitnya pupuk. Berdasarkan data KKP, total tambak tradisional di Indonesia 247.803 hektar, 70 diantaranya berada di pantai utara Jawa, termasuk di Kabupaten Sidoarjo, Jatim. Ironisnya, 99 % sudah tidak produktif untuk budidaya komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti udang vaname dan windu yang berorientasi pasar ekspor.
Supari (50), petambak di Jabon, mengatakan, tumpang sari atau polikultur diterapkan pada komoditas bandeng, udang vaname dan mujaer/nila. Pola budidaya tersebut menuai hasil menggembirakan dan memicu semangat petambak menggarap kembali lahannya. Namun, petambak di Sidoarjo tak pernah berhenti berinovasi demi mendapatkan nilai ekonomi tinggi. Salah satunya, memperluas pengembangan budidaya rumput laut yang sedang naik daun karena banyak diminati di pasar domestik dan pasar luar negeri. Di tingkat petani, harganya Rp 6.000 hingga Rp 8.000 per kg, yang dipanen setiap 45 hari dan baru menebar benih lagi setelah tiga kali masa panen sehingga biaya produksinya tergolong rendah. Perawatannya juga mudah serta tidak memerlukan banyak pupuk maupun obat-obatan pembasmi hama dan penyakit.
Menurut Supari, setelah menerapkan pola budidaya tumpangsari dengan komoditas utama bandeng, udang, dan rumputlaut, pendapatan petani mencapai Rp 110 juta setahun untuk setiap hektar tambak yang dikelola. Artinya, petani bisa menghasilkan Rp 9 juta-Rp 10 juta setiap bulan setiap hektar. Adapun rata-rata kepemilikan lahan petambak di Jabon mencapai 4-5 ha per petani. Pendapatan Rp 110 juta itu diperoleh dari hasil panen rumput laut Rp 45 juta. Selain itu, Rp 50 juta dari hasil panen bandeng dengan asumsi setahun panen dua kali, masing-masing Rp 25 juta. Untuk budidaya udang vaname, petambak bisa mendapat Rp 15 juta setahun dengan asumsi tiga kali dalam setahun, setiap kali panen dapat Rp 5 juta. (Yoga)
Genjot Proyek Strategis di Masa Terakhir Kekuasaan
Menjelang tutup buku masa pemerintahannya pada tahun 2024 nanti, Presiden Joko Widodo bakal menggeber sederet isu strategis.
Presiden Jokowi akan menyampaikan ini di depan Sidang Paripurna DPR RI pada 16 Agustus 2023, saat penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024. Dan, RAPBN 2024 bakal jadi anggaran terakhir untuk mendukung program kerja Kabinet Indonesia Maju.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, ekonomi Indonesia akan berhadapan sejumlah tantangan pelik yakni geopolitik global, perubahan iklim, hingga ancaman El Nino. Ini pula yang menjadi faktor yang dipertimbangkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yang mulai bergulir pada Agustus 2023.
Penyelesaian proyek infrastruktur strategis juga masih akan jadi andalan Jokowi di tahun terakhir pemerintahannya.
Kepala Ekonom BCA David Sumual menilai, tingginya anggaran infrastruktur tahun depan lantaran proyek infrastruktur sempat tertunda selama dua tahun lantaran pandemi Covid-19. "Jadi ini normalisasi dan akumulasi dari masa pandemi karena banyak yang tertunda," kata dia, kemarin.
Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, Teuku Riefky menambahkan, berbagai proyek infrastruktur bisa efektif untuk mendorong ekonomi Indonesia. Hanya, efeknya baru terasa pada jangka menengah dan panjang.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat, tantangan utama pemerintah memenuhi target APBN 2024 adalah penerimaan perpajakan yang diprediksi tumbuh 9%. Padahal tahun depan penerimaan pajak berpotensi menyusut sebagai imbas pelemahan harga komoditas.
Awas, Lesu Ekonomi China Bisa Menekan Indonesia
Laju ekonomi Indonesia bakal tersendat pada tahun ini. Ini lantaran kondisi ekonomi China masih lesu. Alih-alih Tiongkok berlari kencang saat kebijakan pembukaan kembali pasca Covid-19, ekonomi negeri itu malah terus merosot.
Data terbaru, aktivitas perdagangan internasional China tampak menurun pada bulan Juli 2023. Bea Cukai China mengungkapkan, impor mereka turun sebesar 12,4% dan ekspornya pun menyusut 14,5% pada Juli 2023.
Kondisi ini sangat berpengaruh ke banyak negara, termasuk Indonesia. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati juga mewanti-wanti atas kelesuan ekonomi China yang menjadi pemberat pemulihan ekonomi Indonesia hingga tahun depan.
Sejatinya kelesuan ekonomi China sudah terlihat di kuartal kedua tahun ini. "Dampaknya sudah dirasakan oleh Indonesia. Makanya kinerja ekspor menurun pada kuartal II-2023," ungkap Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual kepada KONTAN, kemarin.
Badan Pusat Statistik (BPS) memang mencatat, ekspor Indonesia periode April 2023 hingga Juni 2023 memang turun 2,75% secara tahunan.
Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menyebutkan saat ini dampak kelesuan ekonomi China ke Indonesa belum seberapa. Hanya saja, masih ada kemungkinan perlambatan permintaan dari China akan lebih besar lagi, sehingga lampu merah bagi kinerja ekspor Indonesia.
Harapan Emiten Kimia di Domestik
Emiten industri kimia mencetak kinerja yang bervariasi pada separuh pertama tahun ini. Harga komoditas yang melandai membawa sentimen berbeda pada emiten industri kimia.
Tengok kinerja PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang bisa memperbaiki kinerja
bottom line, meski
top line
mengalami koreksi. Pendapatan TPIA menyusut 19,54% secara tahunan alias
year on year
(yoy) menjadi US$ 1,07 miliar.
Hanya saja, emiten petrokimia anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini mengais berkah dari penurunan harga minyak mentah. Sehingga secara
bottom line, TPIA memangkas rugi bersih signifikan dari US$ 64,62 juta menjadi US$ 586.000 per semester I-2023.
Direktur SDM & Urusan Korporat TPIA, Suryandi mengatakan ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi akan rentan membawa volatilitas yang berlanjut di sisa tahun ini. Dus, permintaan di pasar domestik masih menjadi penentu.
Suryandi meyakini, permintaan domestik akan jadi penopang lantaran produk TPIA menyokong sektor industri lainnya seperti otomotif, mesin, elektronika, konstruksi dan aplikasi rumah tangga.
Analis Ekuator Swarna Sekuritas, David Sutyanto memperkirakan level pertumbuhan kinerja emiten kimia masih akan terbatas. David mempertimbangkan kondisi makro ekonomi dan posisi industri kimia sebagai sektor bahan baku untuk mendukung industri lainnya.
Research Analyst
Erdikha Elit Sekuritas Ika Baby Fransiska menambahkan, kinerja ekspor industri kimia dasar memang sedang tertekan. Ika memprediksi pelemahan ini masih belum pulih pada semester II-2023 di tengah penurunan permintaan global.
Hapus Tagih Kian Jelas, Bank Negara Sumringah
Himpunan bank milik negara (Himbara) akan semakin leluasa melakukan penyelesaian terhadap kredit macet di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Rasio kredit bermasalah atau
non performing loan
(NPL) berpotensi menyusut besar seiring dengan titik terang aturan hapus buku dan hapus tagih kredit macet UMKM.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut, hapus buku dan hapus tagih kredit macet UMKM bisa dilakukan maksimal Rp 5 miliar. Tahap pertama maksimal kredit macet yang bisa hapus buku dan hapus tagih Rp 500 juta dan diprioritaskan untuk kredit usaha rakyat (KUR).
Setelah aturan turunan undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) ini dirilis, Himbara bakal bisa menghapustagih kredit UMKM yang sudah lama macet. Selama ini, bank BUMN tak bisa melakukan hapus tagih walau kredit sudah macet lama dan telah hapus buku, karena bisa dianggap merugikan negara.
Kepala Pengawas Eksekutif Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyebut, secara umum rasio NPL UMKM memang lebih tinggi dibanding dengan NPL non UMKM. NPL UMKM per Juni 3,7%, sedangkan NPL kredit perbankan 2,44%.
Mengacu laporan keuangan terakhir, total NPL segmen UMKM BRI, Bank Mandiri dan BNI mencapai Rp 35,2 triliun. NPL BRI mencapai Rp 23,1 triliun per Maret 2023. NPL UMKM Bank Mandiri mencapai Rp 2,77 triliun dan BNI Rp 9,36 triliun per Juni 2023.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menilai, implentasi hapus tagih perlu aturan yang mencakup kriteria nasabah yang bisa dihapus tagih. Ia yakin, kebijakan hapus tagih disebut tak berdampak signifikan terhadap kinerja BRI, karena kerugiannya telah diserap saat BRI hapus buku.
MENGURAI ARAL PASAR MODAL
Genap 46 tahun pasar modal Indonesia diaktifkan kembali sejak 1977. Tak boleh terlena dengan sederet rekor positif yang telah dicapai, tumpukan pekerjaan rumah untuk meningkatkan kinerja pasar modal telah menanti di depan mata. Selain memacu inklusi pasar modal yang masih tergolong rendah, otoritas juga punya tugas untuk mengawal integritas pelaku pasar modal. Tren penurunan rata-rata nilai transaksi harian, dari Rp14,71 triliun pada 2022 menjadi Rp10,35 triliun saat ini, juga tak boleh luput dari perhatian. Demikian pula dengan inovasi regulasi yang dibutuhkan tak hanya untuk memompa kinerja, tetapi juga menguatkan jaring perlindungan konsumen. Faktanya, performa pasar modal saat ini memang sedang menanjak. Hal itu tecermin dari kinerja indeks acuan saham dan obligasi. Hingga Kamis (10/8), indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,62% year-to-date (YtD) dan parkir di level 6.893,27. Di pasar surat utang, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) lebih bertenaga dengan kenaikan 7,11% sepanjang tahun berjalan 2023. Lebih terperinci, Bursa Efek Indonesia mencatat 63 emiten baru sudah merampungkan initial public offering (IPO) dengan akumulasi dana mencapai Rp49,15 triliun. Iman Rachman, Direktur Utama BEI, menyebut telah terdapat 887 perusahaan tercatat saham dan 29 perusahaan dalam pipeline IPO. Jumlah investor di pasar modal juga meningkat 11,15% YtD menjadi 11,46 juta single investor identification (SID) per Juli 2023. Jumlah itu didorong oleh pertumbuhan investor ritel yang naik 4 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menegaskan integritas pasar modal harus terus ditingkatkan. OJK terus meningkatkan upaya-upaya pelindungan investor dan masyarakat. “Kata kuncinya adalah kita terus tingkatkan integritas." Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menambahkan ARB tahap II akan diterapkan mulai September 2023 sembari memperhatikan kondisi pasar saham. BEI juga menyatakan kesiapannya menjadi penyelenggara Bursa Karbon Indonesia.
Resiliensi di Tengah Turbulensi
Menapaki usia yang ke-46, pasar modal Indonesia dapat dikatakan telah mencapai fase yang cukup matang. Kematangan itu ditandai oleh kemampuan pasar modal bertahan dalam menangkis segala volatilitas dan turbulensi ekonomi yang cukup menantang. Sejumlah ujian berat telah dihadapi pasar modal Indonesia dengan bekal langkah yang tetap tegar. Hasilnya dapat terlihat dengan pencapaian Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencatatkan rekor baru kapitalisasi pasar modal sebesar Rp10.078 triliun pada 26 Juli 2023. Rekor baru lainnya juga dicatatkan dari sisi volume transaksi harian tertinggi yakni pada 31 Mei 2023 sebanyak 89 miliar saham. Sementara itu, aktivitas penghimpunan dana sepanjang 2023 juga terus meningkat. Hingga 9 Agustus 2023, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan pernyataan efektif atas pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum sebanyak 141 dengan total emisi Rp165,22 triliun, yang 57 di antaranya adalah emiten baru. Adapun, rerata nilai transaksi harian mencapai Rp10,24 triliun dengan volume transaksi harian bursa 18,5 miliar saham dengan frekuensi transaksi harian 1,24 juta kali. Di sisi lain, pertumbuhan jumlah investor juga meningkat lebih dari 4 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Saat ini, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 11,46 juta atau meningkat 11,15% year-to-date (YtD). Pertumbuhan investor tertinggi dicatatkan oleh investor reksadana dan mayoritas masih didominasi oleh kaum milenial dan generasi Z yang berumur di bawah 30 tahun yang mencapai 57,26%. Harian ini terus mendorong perbaikan kinerja maupun regulasi pasar modal di Indonesia. Hal ini dirasa sangat krusial karena perbaikan adalah proses terus-menerus dalam menghadapi kian membesarnya turbulensi ekonomi global. Upaya perbaikan tak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi tetapi melibatkan banyak para pemangku kepentingan seperti pembuat regulasi, infrastruktur, dan partisipasi pelaku pasar untuk memastikan transparansi, likuiditas, perlindungan investor, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.









