;

Perburuan Rente di Balik Tumpukan Sampah Tangsel

Yoga 17 Apr 2025 Kompas

Akibat laku culas pejabat, pengelolaan sampah di Kota Tangsel, Banten, menjadi amburadul. Proyek itu dijadikan ajang mencari rente oleh pejabat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel. Kepala (DLH) Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan sampah yang merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah. Ia ditangkap penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Banten pada Selasa (15/4). Penahanan Wahyunoto menyusul penahanan Dirut PT Ella Pratama Perkasa, Syukron Yuliadi Mufti, yang menjadi tersangka sehari sebelumnya. Keduanya diduga terlibat korupsi kegiatan jasa layanan pengangkutan dan pengelolaan sampah tahun 2024.

Adapun nilai kontraknya Rp 75,94 miliar, terdiri atas Rp 50,72 miliar untuk pengangkutan dan Rp 25,21 miliar untuk pengelolaan sampah. Kejaksaan mengungkap bahwa PT Ella Pratama Perkasa tidak memiliki fasilitas, kapasitas, dan kompetensi dalam pengelolaan sampah. Justru terjadi rekayasa tender antara Wahyunoto dan Syukron. Mereka memanipulasi dokumen Klasifikasi Baku Lapangan Usaha perusahaan dan membentuk subkontraktor fiktif, yakni CV Bank Sampah Induk Rumpintama yang dimiliki Agus Syamsudin. Bahkan, direktur operasionalnya adalah penjaga kebun pribadi Wahyunoto, yaitu Sulaeman.  

Kades Cibodas, Rumpin, Mad Harun, Rabu (16/4) mengatakan, tanah yang digunakan Wahyunoto untuk pengolahan sampah merupakan lahan pribadinya seluas 5.000 meter persegi di RT 004 RW 001 Kampung Paranje, Desa Cibodas, Kabupaten Bogor. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie prihatin dengan dugaan korupsi yang terjadi. Ia meminta semua pihak mengikuti proses hukum dan kooperatif. Selanjutnya, ia akan menunjuk Plt Kadis agar kegiatan berjalan normal, terutama pengelolaan sampah. Dari tahun ke tahun, pengelolaan sampah di Tangsel tidak kunjung membaik. Masalah belum selesai, malah dijadikan ajang memburu rente. (Yoga)


Tersedia 1.652 Lowongan Tenaga PPSU untuk Warga Jakarta

Yoga 17 Apr 2025 Kompas

Pembukaan lowongan untuk 1.652 petugas penanganan prasarana dan sarana umum atau PPSU tingkat kelurahan di DKI Jakarta memberikan harapan baru bagi warga untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Proses seleksi yang adil dan transparan diharapkan membuka peluang lebih banyak warga untuk terlibat dalam pembangunan kota yang lebih baik. Salah satu warga yang antusias adalah Supardi (42), warga Jaksel. Meski usianya sudah 42 tahun, ia masih harus berjuang mencari pekerjaan yang layak. ”Saya merasa sangat beruntung karena ada peluang kerja yang terbuka bagi warga dengan pendidikan minimal SD. Selama ini sulit mencari pekerjaan yang tak membutuhkan kualifikasi tinggi, jadi ini kesempatan emas bagi saya dan keluarga,” ujar Supardi, Rabu (16/4).

Beberapa tahun terakhir, ia mengandalkan pekerjaan serabutan, dari menjadi tukang ojek hingga cleaning service. Namun, pendapatan yang ia terima sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Rekrutmen ini juga menarik perhatian anak muda yang kesulitan mencari pekerjaan tetap. Salah satunya Riza Abdillah (20), lulusan SMA, yang berencana melamar untuk menjadi petugas PPSU. ”Saya berharap proses seleksi berjalan lancar dan adil, tanpa diskriminasi. Semoga semua calon pelamar mendapat kesempatan yang sama,” kata Riza. Pemprov DKI Jakarta memastikan transparansi dalam perekrutan 1.652 petugas PPSU tingkat kelurahan pada akhir April 2025. (Yoga)


Saatnya Indonesia Lebih Serius Berbenah

Yuniati Turjandini 17 Apr 2025 Investor Daily (H)
Penetapan kebijakan tarif resiprokal oleh pemerintah AS menjadi momentum bagi Indonesia untuk lebih serius berbenah, memperbaiki segala kelemahan mendasar perekonomian seperti daya  saing industri dan daya beli masyarakat. Dua hal ini dinilai menjadi kunci bagi Indonesia agar bisa memanfaatkan peluang yang tersisa di tengah tekanan global yang sering muncul, seperti tensi perang dagang saat ini, serta membangun perekonomian yang mampu berdiri di atas kekuatan kaki sendiri. Oleh karena itu selain ikhtiar diplomasi untuk negosiasi kebijakan tarif resiprokal AS, langkah perbaikan struktural harus terus dilakukan, seperti mendongkrak daya saing industri. Apalagi, kondisi global yang penuh ketidakpastian seperti yang dipicu oleh tarif resiprokal AS, tak hanya menjadi tantangan, tapi juga dapat  membuka peluang baru, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia. Peneliti Senior Institute for Startegic and Development Studies (ISDS) M Aminudin yang akrab disapa Gus Amin mengatakan, untuk meningkatkan daya saing industri, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan. "Pertama, meningkatkan kualitas SDM agar produktivitas dan efisiensi industri dalam negeri terdongkrak, sehingga dapat bersaing dengan industri luar negeri," kata Gus Amin.  Kedua, lanjut dia, mengembangkan teknologi dan inovasi. Hanya dengan itu, industri dalam negeri dapat  meningkatkan kualitas produk dan jasa. Ketiga, meningkatkan kualitas dan dukungan infrastruktur, seperti infrastruktur transportasi dan logistik. (Yetede)

Meninggalkan Kurikulum Merdeka dan Kembali ke Sistem Penjurusan

Yuniati Turjandini 17 Apr 2025 Investor Daily (H)
Dukungan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendiknasmen) yang meninggalkan Kurikulum Merdeka dan kembali ke sistem penjurusan terus mengalir, mulai dari persatuan  Guru Republik Indonesia (PGRI), praktisi pendidikan, hingga para guru. Dalam Kurikulum Merdeka, siswa menyusun mata pelajaran berdasarkan minat dan bakat tanpa terikat jurusan. Kurikulum Merdeka dinilai memberikan keleluasaan, namun dalam konteks seleksi masuk perguruan tinggi,  dibutuhkan pendekatan yang lebih standar.  Kurikulum ini menuai kritik, lantaran membuat siswa tidak fokus. Alhasil, pemerintah memutuskan mengembalikan sistem penjurusan IPA,IPS, dan bahasa di sekolah menengah atas (SMA) pada tahun ajaran 2025/2026. Sistem penjuruan dinilai bisa memperkuat komptensi siswa SMA untuk menuju perguruan tinggi. Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi menyatakan, sistem penjurusan sangat penting agar siswa dapat memperdalan ilmu sesuai minat dan bakat masing-masing. Dia menilai pembelajaran tanpa penjurusan justru dapat membuat siswa kehilangan fokus. "Harapan agar siswa menguasai ilmu memang baik, tetapi jika mereka tidak siap, justru tidak mendapatkan pemahaman mendalam. Dengan adanya penjuruan IPA,IPS, dan bahasa, siswa bisa menjadi ahli di bidang yang diminatinya," ujar Unafah. 

Bank Bersaing Tekan Biaya Dana Murah

Yuniati Turjandini 17 Apr 2025 Investor Daily (H)
Perbankan terus mendorong penghimpunan dana murah (current account saving account/CASA) di tengah tren pengetatan likuiditas yang masih terjadi saat ini. Sejumlah jurus dilakukan bank guna menjaring dana murah untuk menekan biaya. Seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang kembali menghadirkan program Undian Rezeki Wondr BNI  sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah setia dan menjaring nasabah baru. Direktur Consumer Banking BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan, program undian ini berlangsung sejak April 2025 hingga 31 Januari 2026 dan terbuka bagi nasabah BNI di seluruh Indonesia. Nasabah dapat mengumpulkan kupon undian selama periode program melalui aktivitas perbankan seperti pembukaan rekening, aktivasi Wondr, peningkatan saldo tabungan, serta transaksi finansial melalui aplikasi Wondr by BNI. "Kalau kuartal 1 ini tabungan kami tumbuhnya 4,5% (yoy) dan menurut saya target tabungan BNI tumbuh 16,7% (yoy) hingga akhir tahun ini adaah sesuatu yang achievable," tutur Corina. Adapun, per Februari 2025, tabungan BNI tercatat 2025, sebesar Rp251,1 triliun, tumbuh 9,91% (yoy) menjadi Rp298,62 triliun, dan deposito yang dihimpun senilai Rp 225,2 triliun, turun 2,65% (yoy). Sehingga, total dana pihak ketiga (DPK) BNI sebesar Rp774,92 triliun, naik 1,03% (yoy). Ahasil, porsi CASA BNI dibandingkan total DPK sebesar 70,94%. (Yetede)

Daya Beli Masyarakat Belum Pulih Merata

Yuniati Turjandini 17 Apr 2025 Investor Daily (H)
Kinerja penjualan eceran tetap terjaga pada Maret 2025 karena disokong oleh faktor musiman dan momentum Ramadan dan Lebaran. bank Indonesia (BI) memperkirakan  Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2025 mencapai 236,7 atau secara tahunan tumbuha sebesar 0,5% (year on year/yoy). Namun,  pertumbuhan tahunan yang hanya 0,5% patut dicermati sebagai sinyal bahwa daya beli secara struktural belum pulih secara merata. Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi mengatakan kondisi tersebut menjadi refleksi dari tekanan inflasi pangan, depresiasi rupiah, serta terbatasnya pemulihan pendapatan rumah tangga. Dapat diartikan bahwa lonjakan konsumsi Maret lebih bersifat temporer dari pada mencerminkan pemulihan fundamental. Oleh karena itu, pemerintah dan otoritas moneter  perlu membaca ini sebagai dorongan untuk lebih aktif mendukung sektor riil dan menjaga ekspektasi konsumen, karena konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Yetede)

Harga Emas Cetak Rekor Baru

Yuniati Turjandini 17 Apr 2025 Investor Daily (H)
Harga emas kembali mencatatkan rekor baru di US$ 3.315 per ons pada Rabu (16/4/2025), melampaui puncak tertinggi sepanjang masa di Senin (14/4/2025). Harga emas yang diyakini bakal terus menanjak dan menembus US$ 4.00 per ons, membuat saham emitem logam mulia tersebut kian diburu di pasar, dengan potensi gain hingga 32,5%. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas kembali menyentuh level tertinggi baru US$ 33,315 pada perdagangan rabu (16/4/2025), di tengah ketidakpastian perekonomian dunia akhirat kebijakan perdagangan AS. Goldman Sachs bahkan memperkirakan, harga emas naik ke US$ 4.000 per ons pada pertengahan 2026. Meroketnya harga emas, membuat saham-saham emiten logam mulia di lantai bursa terus diakumulasi oleh investor. Tercatat, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memuat 3,49% pada perdagangan Rabu (16/4/2025) ke level Rp 1.925. Saham anggota BUMN Holding pertambangan MIND ID ini bahkan mencatatkan  net buy asing hingga Rp 109 miliar, dan masuk menjadi salah satu top gainer dari sisi nilai, pada perdagangan kemarin. Di hari yang sama, saham emiten emas lainnya, yakni PT J Resources Asia pasifik Tbk (PSAB) juga melesat 10,34% ke posisi Rp320, disusul PT Hardinata Abadi Tk (HRTA) menanjak 7,14% ke Rp600, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) bertambah 4,73% ke Rp310, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) meningkat 2,78% ke Rp 730, dan PT Amman Minerals Internasional Tbk (AMMN) naik 0,41% ke Rp 6.075. (Yetede)

Geliat Kebangkitan Bisnis Internet MyRepublic

Yuniati Turjandini 17 Apr 2025 Investor Daily
MyRepublic, penyedia layanan internet rumah (fixed broadbrand), perusahaan yang bernaung di bawah Sinar Mas Group menunjukkan geliat kebangkitan dalam bisnis internet, khususnya bisnis internet yang berasis Fiber To The Home (FTTH) selama 10 tahun terakhir ini. Adapun MyRepublic adalah penyedia internet dan TV berbayar yang dikelola oleh PT PT Innovate Mas Indonesia dan PT Eka Mas Republik. Keduanya merupakan entitas anak tidak langsung PT Dian Swastatika Sentosa Tbk  (DSSA) Mas Sejahtera. Selama satu dekade aksis di bisnis ini, MyRepblic mengklaim salah satu pemain utama di Indonesia, dengan jumlah pelanggan aktif telah mencapai 1,1 juta. Dengan jumlah tersebut, menjadikan MyRepublic sebagai pemain kedua terbesar di pasar Indonesia saat ini. Chief Sales &Marketing Officer My Republic Iman Syahrizal mengatakan, tahun inilah tahun yang istimewa, karena tepat satu dekade MyRepublic hadir untuk melayani kebutuhan koneksi internet di Indonesia. Menurut Iman, pada tahun ini dan kedepannya, pihaknya sudah memiliki rencana bisnis untuk terus memperkuat kualitas layanan, serta menjangkau lebih banyak pengguna layanan internet rumah. Tahun ini MyRepublic menargetkan untuk menambah jumlah pelanggan menjadi 2 juta pelanggan. (Yetede)

Perusahaan Penjamin Bukan Lagi Pelengkap, Kini jadi Jembatan UMKM

Yuniati Turjandini 17 Apr 2025 Investor Daily

Ketua Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) Ivan Soeparno menerangkan, industri penjaminan kini tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan aktor utama dalam ekosistem pembiayaan UMKM. Perusahaan penjaminan memiliki peran penting dalam menjembatani kesenjangan antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan. "Melalui skema penjaminan, kami membantu menurunkan risiko lembaga keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap UMKM sebagai pelaku  usaha yang layak dan potensial," ujar dia. Melalui  Asippindo, terang Ivan, perusahaan-perusahaan penjaminan di Indonesia berkomitmen memperluas akses pembiayaan bagi UMKM melalui skema penjaminan yang terus disempurnakan agar lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan pelaku usaha.

Ivan menyoroti peran strategis lembaga penjamin dalam mendukung misi besar pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita, terutama tiga poin yang sejalan dengan peran penjaminan yaitu peningkatan kesejahteraan rakyat melalui ekonomi berkeadilan, pembangunan Indonesia yang adil dan makmur, serta penjagaan kebutuhan negara dan integritas bangsa. "Selain itu, perusahaan penjamin juga aktif memberikan pendampingan dan pembinaan termasuk mendorong inovasi, termasuk mendorong inovasi, digitalisasi, dan transformasi model bisnis UMKM agar mampu bersaing di pasar domestik maupun global. Seluruh upaya ini dijalankan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah, industri jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya demi membangun eksosistem usaha yang sehatm produktif, dan berkelanjutan. (Yetede)

Memasuki Babak Baru Pembangunan IKN

Yuniati Turjandini 17 Apr 2025 Investor Daily
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memasuki babak baru. Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) menyatakan pembangunan IKN tahap II dengan alokasi anggaran Rp48,8 triliun telah dimulai. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara  Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan tahap II IKN untuk periode 2025-2029 telah dimulai, dalam upaya mewujudkan Kota Nusantara sebagai ibu kota politik. "Saat ini proses pembangunan Tahap II IKN telah dimulai. Untuk proses lelang, serah kelola, dan pelaksanaan pekerjaan berikutnya akan segera dilaksanakan," kata Basuki. Seperti diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (ratas) yang membahas perkembangan IKN pada akhir Januari 2025 lalu telah menyetujui alokasi anggaran untuk kelanjutan pembangunan IKN periode 2025-2029 sebesar Rp48,8 triliun. Alokasi yang berasal dari APBN tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan sejumlah penggunaan infrastruktur di IKN. Diantaranya, merampungkan kompleks legislatif, yudikatif, ekosistem pendukung, dan untuk membuka akses menuju IKN wilayah perencanaan (WP) 2. Anggaran sebesar itu juga akan digunakan untuk memelihara dan mengelola prasarana maupun sarana di IKN yang sudah selesai, karena pemeliharaan juga merupakan hal penting untuk menjaga aset tetap kondisi baik. (Yetede)

Pilihan Editor