;

Royalti Naik, Investasi Tambang Bisa Terguncang

Hairul Rizal 17 Apr 2025 Kontan (H)

Pemerintah resmi menerbitkan dua regulasi baru, yaitu PP No. 18/2025 dan PP No. 19/2025, yang mengatur tarif terbaru royalti untuk komoditas mineral dan batubara (minerba). Kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) demi memperkuat ketahanan fiskal dan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa kebijakan ini juga bertujuan menciptakan perlakuan setara antar komoditas serta meningkatkan transparansi dan tata kelola pertambangan.

Namun, kebijakan ini mendapat sorotan dari berbagai pelaku industri. Djoko Widajatno, Dewan Penasihat APNI, mengkritik bahwa kenaikan tarif royalti bisa menggerus keuntungan dan memicu mundurnya investor asing karena dianggap inkonsisten dan merugikan iklim investasi. Ia menyerukan dialog ulang dengan pemerintah untuk menyeimbangkan kepentingan fiskal dan investasi.

Senada, Hendra Sinadia dari Indonesia Mining Association (IMA) menilai regulasi ini akan memperburuk beban industri tambang, yang saat ini sudah terdampak naiknya biaya produksi dan harga komoditas yang menurun. Sementara itu, Rizal Kasli, Ketua Umum Perhapi, menganggap kebijakan ini tidak tepat di tengah kondisi pasar yang sedang lesu dan mengkhawatirkan potensi dampaknya terhadap kelangsungan produksi nasional, seperti yang dialami Glencore di New Caledonia.

Meskipun ditujukan untuk meningkatkan penerimaan negara, regulasi baru ini masih menimbulkan pro-kontra dan kekhawatiran di kalangan pelaku industri, terutama terkait daya saing, keberlangsungan investasi, dan kelangsungan usaha pertambangan nasional

Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh Melambat

Hairul Rizal 17 Apr 2025 Kontan

Konsumsi rumah tangga Indonesia diperkirakan mengalami perlambatan pada kuartal I-2025, menjadi salah satu penyebab utama melemahnya perekonomian nasional. Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia, indeks penjualan riil hanya tumbuh 1% secara tahunan, lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya. Perlambatan ini terutama terjadi pada kelompok barang seperti perlengkapan rumah tangga, peralatan komunikasi, dan sandang, yang mengalami kontraksi.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menyebut bahwa pelemahan ini mencerminkan daya beli masyarakat yang tertekan, terlihat dari penurunan tabungan dan pergeseran pola konsumsi ke arah yang lebih konservatif seperti pembelian barang bekas dan investasi pada emas. Ia memperkirakan konsumsi rumah tangga hanya akan tumbuh 4,8% secara tahunan pada kuartal I-2025, dan menekankan pentingnya stabilitas ketenagakerjaan untuk mendorong pemulihan.

Sementara itu, Peneliti FITRA, Badiul Hadi, memperkirakan pertumbuhan konsumsi bahkan bisa melambat hingga kisaran 4%-4,3%. Ia menyarankan agar pemerintah memperkuat stimulus fiskal, menjaga stabilitas harga pangan, menekan inflasi, dan menciptakan lapangan kerja sebagai langkah konkret untuk menahan pelemahan konsumsi masyarakat.

Kendati demikian, ada harapan pemulihan pada bulan-bulan mendatang seperti Mei dan Agustus 2025, terutama karena kelancaran distribusi dan momen perayaan HUT RI, yang diperkirakan bisa mendongkrak penjualan ritel.

Tekanan Operasional Menghambat Kinerja

Hairul Rizal 17 Apr 2025 Kontan

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mengalami penurunan profitabilitas meskipun penjualan sepanjang tahun 2024 tumbuh solid sebesar 13,6% year-on-year (yoy), mencapai Rp 37,8 triliun. Tekanan berasal dari peningkatan beban operasional seperti gaji dan sewa yang masing-masing naik 7,4% dan 17,1% yoy, serta strategi diskon agresif yang menekan margin laba kotor. Akibatnya, laba bersih MAPI turun 6,7% menjadi Rp 1,76 triliun.

Analis Bahana Sekuritas, Laras Nadira, menyebut bahwa kenaikan tarif sewa pusat perbelanjaan akan terus menjadi tantangan bagi profitabilitas MAPI. Ia memproyeksikan margin laba kotor akan membaik ke 43,8% pada 2025 dan 2026 melalui strategi pengelolaan merchandise dan fokus pada produk unggulan. Namun, Laras tetap mengambil pendekatan konservatif dengan memangkas target harga saham menjadi Rp 1.600 dan memberikan rekomendasi hold.

Analis JP Morgan, Benny Kurniawan, justru melihat kinerja MAPI pada 2024 lebih baik dari ekspektasi pasar, dan memberikan rating overweight dengan target harga Rp 1.760 per saham. Sementara itu, Indy Naila, Investment Analyst di Provina Visindo, masih optimistis dengan potensi pertumbuhan MAPI di 2025 karena daya beli masyarakat menengah atas yang tangguh serta prospek sektor food and beverage, dan merekomendasikan buy dengan target harga Rp 1.850 per saham.

Meskipun menghadapi tekanan margin dan risiko konsumsi yang melemah, MAPI tetap memiliki prospek pertumbuhan terbatas dengan proyeksi pertumbuhan penjualan sebesar 9% untuk 2025 dan 2026.

Kredit Konsumsi Ikut Tersendat karena Daya Beli Lesu

Hairul Rizal 17 Apr 2025 Kontan

Perlambatan penyaluran kredit konsumsi hingga Februari 2025 menjadi indikator utama bahwa daya beli masyarakat masih belum pulih. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit konsumsi hanya sebesar 9,4% secara tahunan, melambat dibanding akhir 2024. Penyebab utama perlambatan ini adalah tingginya suku bunga, yang bahkan terus naik di beberapa bank besar.

Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication BCA, menyatakan bahwa penyesuaian bunga dilakukan dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat. Sementara itu, Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menekankan pentingnya menjaga kualitas aset melalui pendekatan konservatif, meskipun segmen kendaraan bermotor dan KTA masih mencatat pertumbuhan. Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Kepatuhan Bank OK, Efdinal Alamsyah, yang memilih langkah selektif demi menjaga stabilitas portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi.

Secara umum, perbankan memilih strategi konservatif demi menjaga kualitas kredit, mengingat tingginya risiko kredit konsumsi akibat tekanan pada daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi makro yang belum stabil.

Tunggakan Makan Bergizi Gratis Area Kalibata Belum Dibayar

Yoga 17 Apr 2025 Kompas (H)

Tiga bulan program Makan Bergizi Gratis atau MBG berjalan, muncul masalah dalam pelaksanaannya. Dalam beberapa hari terakhir ditemukan adanya jasa penyedia katering program ini yang belum dibayar oleh pengelola program MBG di Kalibata, Jaksel dan kasus dugaan keracunan makanan program MBG di Batang, Jateng. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menilai, tunggakan yang belum dibayar Yayasan MBN, pengelola program MBG, kepada fasilitas penyedia jasa catering untuk area Kalibata, Pancoran, Jaksel, merupakan masalah internal yang belum terselesaikan. BGN mengungkap bahwa seluruh pembayaran sudah diselesaikan.

”Ini (tunggakan pembayaran jasa katering) masalah internal mitra. Kewajiban BGN tuntas. Kami baru memahami bahwa antara pemilik fasilitas dan yayasan pihak yang berbeda. Mekanisme kerja sama di antara mereka belum menjadi perhatian BGN,” kata Dadan, Rabu (16/4). BGN akan memeriksa secara detail laporan tunggakan pembayaran ke jasa katering oleh yayasan pengelola program MBG di Jaksel ini. Berdasarkan data saat ini, setidaknya sudah ada 1.072 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang beroperasi di Indonesia untuk mendukung program MBG. Dadan mengungkapkan, biaya yang ditagihkan oleh jasa katering sudah dituntaskan oleh BGN, termasuk tagihan untuk 65.000 porsi MBG yang sudah didistribusikan oleh penyedia jasa katering program MBG area Kalibata yang mencapai Rp 1 miliar.

Namun, penyedia katering, Ira Mesra Destiawati (59), mengaku merugi hampir Rp 1 miliar karena yayasan pengelola MBG belum membayar katering selama dua bulan. Dapur itu menyediakan katering untuk 19 sekolah. Akibatnya, dapur MBG berhenti memasak sejak pertengahan Maret 2025. Atas kerugian yang dialami, Ira melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan ke Polres Metro Jaksel pada 10 April 2025. Dalam laporan yang disampaikan kuasa hukum penyedia jasa katering yang belum dibayarkan disebutkan pula bahwa harga satuan porsi MBG yang dibayarkan diubah secara sepihak oleh yayasan pengelola program MBG. Sebelumnya, setiap porsi dihargai Rp 15.000, kemudian diturunkan menjadi Rp 13.000 hingga akhirnya penyedia jasa katering hanya mendapat Rp 10.500 per porsi (Kompas.id, 15/4/2025). (Yoga)


ASEAN Diajak Memperkuat Perdagangan Dengan China

Yoga 17 Apr 2025 Kompas (H)

Malaysia menyambut meriah kunjungan Presiden China Xi Jinping. China mengajak Malaysia dan negara anggota ASEAN lainnya melawan upaya pelemahan sistem global. Xi disambut secara resmi Raja Malaysia Yang Dipertuan Agung XVII Sultan Ibrahim, Rabu (16/4) di Istana Negara Malaysia di Kuala Lumpur. Kekuatan hubungan Malaysia-China, tergambar di neraca perdagangan kedua negara. China menjadi mitra dagang teratas Malaysia. Dari China, Malaysia mengakumulasi surplus 147 miliar USD pada 2015-2024. Dari tiga negara ASEAN yang disambangi Xi dalam lawatan ini, cuma Malaysia yang selalu surplus dengan China. Pada lawatan kali ini, Xi mengunjungi Vietnam, Malaysia, dan Kamboja. ASEAN merupakan salah satu sumber surplus China. Pada 2015-2024, akumulasi surplus China dari ASEAN bernilai 989 miliar USD. Di periode sama, Indonesia hanya menikmati surplus pada 2021-2023.

Otoritas kepabeanan China, GAC, menyebut ASEAN mitra dagang terbesar China. Pada caturwulan I-2025, 16,6 % perdagangan luar negeri China dilakukan dengan ASEAN. Jubir GAC, Lu Daliang pada harian Global Times, menyebutkan, 90,1 % komoditas perdagangan ASEAN-China berupa produk manufaktur. Konektivitas pembangunan infrastruktur antara China dan negara-negara ASEAN yang terus berkembang membuka jalan bagi pertukaran perdagangan yang lebih lancar sehingga meningkatkan hubungan ekonomi. Ia juga mencatat perundingan untuk Kawasan Perdagangan Bebas (FTA) China-ASEAN Versi 3.0 telah diselesaikan secara substantif. ”Kedua pihak akan memperluas kerja sama saling menguntungkan dalam industri yang sedang berkembang, seperti ekonomi digital dan hijau, serta konektitivitas rantai pasokan sekaligus meningkatkan integrasi di bidang standar dan peraturan,” kata Lu.

Meski sudah surplus 1 triliun USD, China masih mengajak ASEAN menjalin hubungan ekonomi lebih dekat. Pesan itu dibawa Xi dalam rangkaian lawatan ke Asia Tenggara kali ini. ”Kita harus menjunjung sistem perdagangan multilateral, menjaga rantai pasok dan industri global stabil, serta menjaga keterbukaan dan kerja sama internasional,” tulis Xi. China akan bekerja sama dengan Malaysia dan anggota lain ASEAN melawan upaya pelemahan sistem global. Kerja sama juga untuk menolak proteksionisme dan unilateralisme. Perdagangan bebas memang menjadi salah satu pesan Xi dalam lawatan ini. Ia menampilkan negaranya sebagai entitas stabil, bisa dipercaya, dan punya kepastian. (Yoga)


Belum Optimalnya Pemanfaatan Pangan Lokal

Yoga 17 Apr 2025 Kompas

Indonesia mempunyai keberagaman pangan lokal melimpah, namun belum dimanfaatkan optimal. Alhasil, ketergantungan terhadap bahan pangan impor membuat ketahanan pangan negara ini kian rapuh. Pola konsumsi pangan di Tanah Air semakin seragam, yaitu beras dan terigu. Padahal, sumber pangan lokal yang beragam sangat potensial untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Gerakan kembali ke pangan lokal tak cukup hanya sebatas jargon atau kampanye, tetapi mesti didukung kebijakan yang konkret untuk mewujudkannya. Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal mengatakan, pangan lokal semestinya menjadi basis pemenuhan kebutuhan makanan.

Sumber makanan lain tidak dilarang, tetapi jangan mendominasi. Hal ini diperlukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Sebab, pangan lokal berasal dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar sehingga mudah diperoleh dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. ”Kekayaan pangan Nusantara memang belum optimal dimanfaatkan. Tantangannya banyak sekali, yang pertama soal mindset (pola pikir),” ujarnya dalam diskusi ”Dialog Kebijakan Percepatan Penganeka ragaman Pangan: Kolaborasi Program untuk Penguatan Sistem Pangan Nasional Berbasis Pangan dan Kearifan Lokal” yang digelar Koalisi Pangan BAIK, di Jakarta, Rabu (16/4).

Banyak yang menganggap belum makan jika belum mengonsumsi nasi. Selain itu, sebagian orang di desa sungkan menyajikan pangan lokal, seperti singkong dan pisang, kepada tamu. Tidak sedikit yang justru menawarkan makanan ultra-olahan, salah satunya biskuit. Pola pikir ini mesti diubah. Sebab, pangan lokal bukan sekadar makanan, melainkan warisan leluhur yang sarat nilai-nilai sejarah dan budaya. Menurut Rinna, dibutuhkan berbagai strategi untuk menciptakan pasar pangan lokal. Tanpa ada kepastian hasil panen diserap pasar, masyarakat akan ragu untuk menanam dan membudidayakannya. (Yoga)


Perbankan Gaet Dana Murah dalam menghadapi Kondisi yang Kian Menantang

Yoga 17 Apr 2025 Kompas

Industri perbankan berupaya menarik dana murah dari masyarakat, melalui promo dan digitalisasi. Kualitas aset turut dijaga sebagai antisipasi menghadapi tantangan pelemahan daya beli masyarakat dan ketidakpastian global akibat kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump. Direktur Consumer Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Corina Leyla Karnalie mengatakan, dana pihak ketiga (DPK) BNI utamanya didominasi dana murah (current account saving account/CASA) yang mampu menurunkan biaya dana (cost of fund) perseroan.

Per Desember 2024, dana murah BNI tercatat Rp 563,3 triliun atau 69,9 % dari total DPK, ditopang pertumbuhan dana rekening tabungan (saving account) nasabah sebesar 11 % secara tahunan. ”Tahun ini (2025), target kita itu cukup challenging. Tabungan ditargetkan tumbuh 16,7 % secara tahunan. Kami optimis, karena itu, kami menyiapkan banyak program,” katanya di Jakarta, Rabu (16/4). Untuk mencapai target tersebut, beberapa promosi dan kampanye pun dilakukan, salah satunya dengan mengadakan program Undian Rejeki wondr BNI yang berlangsung selama April 2025-31 Januari 2026.

Program ini adalah strategi perseroan untuk akuisisi, penetrasi, serta peningkatan transaksi dengan mengandalkan aplikasi wondr. Kehadiran wondr by BNI dapat menjadi inovasi signifikan bagi perbankan. Selain memudahkan akses perbankan, aplikasi tersebut juga bisa mendorong peningkatan jumlah pengguna, volume transaksi, serta pertumbuhan DPK dari produk tabungan. Per Februari 2025, DPK BNI tercatat Rp 775 triliun atau tumbuh 1 % dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, dana murah yang dihimpun mencapai Rp 550 triliun atau 70,9 % dari total DPK.  (Yoga)


Optimisme di Expo Osaka untuk Indonesia

Yoga 17 Apr 2025 Kompas

”Thriving in Harmony, Nature, Culture, Future”, adalah tema Paviliun Indonesia, turunan dari tema World Expo 2025 Osaka, yakni ”Designing Future Society for Our Lives”, yang mengusung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). ”Modal Indonesia dalam menyongsong masa depan adalah kekayaan alam kita, dan keragaman kultur. Kita optimistis dengan masa depan. Kita tidak mengutamakan teknologi saja, tetapi juga kearifan nilai-nilai dan kekayaan alam kita,” kata Tantowi Yahya, Jubir dan Kurator Paviliun Indonesia, kepada pengunjung yang hadir, Selasa (15/4). Kekuatan budaya atau tradisi disajikan dalam bentuk pameran foto wajah-wajah masyarakat Indonesia dari beragam suku dan budaya. Demikian juga perkakas ataupun kain tenun dan batik dari banyak daerah Nusantara.

Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ) Rachmat Gobel mengharapkan Indonesia optimal memanfaatkan World Expo di Osaka untuk berpromosi di tengah persaingan dagang dunia yang sangat ketat. ”Ini kesempatan mempromosikan filosofi dan budaya Indonesia serta menunjukkan keunggulan dari tiap daerah. Apalagi, ini pemerintahan baru, ini kesempatan terbaik,” kata Gobel. Sebagai anggota DPR RI, Gobel melihat masih banyak PR yang harus diselesaikan Indonesia untuk berkompetisi dengan negara-negara lain di tengah persaingan yang sangat ketat saat ini. Namun, dia mengingatkan, Indonesia memiliki pasar yang besar. Indonesia juga memiliki alam yang kaya, rakyat yang bersatu, dan budayanya yang unggul. (Yoga)


Ikhtiar Malang Meretas Mimpi Swasembada Garam dengan Teknologi ”Tunnel”

Yoga 17 Apr 2025 Kompas

Menambang garam melalui lorong-lorong plastik dengan bahan baku air dari Samudra Indonesia dapat juga menghasilkan garam dengan kualitas bagus. Di sisi timur Pantai Modangan, Kabupaten Malang, Jatim, bangunan berbentuk setengah silinder memanjang berwarna putih, berderet di sisi barat perbukitan. Bangunan-bangunan dari bahan plastik dengan rangka paralon itu merupakan tempat pembuatan garam dengan metode greenhouse salt tunnel (GST) atau lorong/terowongan. Air dari pantai berombak tinggi itu disedot melalui pipa ke tandon sebelum akhirnya dialirkan ke terowongan-terowongan yang ada. Total ada 30 terowongan dengan dua ukuran berbeda di tempat itu. Masing-masing berukuran 15 x 4 meter sebanyak 20 buah dan 21 x 4 meter sebanyak 10 buah. Sebagian terowongan telah terisi kristal garam setengah jadi hingga siap panen.

Berbeda dengan pembuatan garam umumnya, di sini tak mengenal musim. Saat puncak musim hujan pun, aktivitas kristalisasi garam tetap berlangsung. ”Ombak di sini besar. Air laut dari bawah tebing (sisi timur Pantai Modangan) sejauh 500 meter dialirkan menggunakan pompa. Airnya bersih, tidak bercampur pasir,” ujar Ketua Kelompok Usaha Garam Sumberoto Makmur Sejahtera, Edi Santoso (51), Selasa (15/4). Bersama nelayan lain, setengah tahun terakhir ini Edi mengelola GST itu. Tak ada perbedaan kandungan garam di Samudra Indonesia antara musim kemarau dan musim hujan. Rata-rata kadar salinitasnya 3-4 %. Produksi garam di tempat itu ditargetkan di atas 60 ton setahun. Di Kabupaten Malang, pembuatan garam dengan sistem terowongan tak hanya ada di Modangan. Ada pula di Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, dan Pantai Nganteb, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, serta pantai perawan di Desa Sidoasri.

Lokasi pembuatan garam di Bajulmati menjadi pionir metode ini di Malang. Ada 12 terowongan yang dibangun di tempat itu pada 2021 dengan ukuran masing-masing 21 x 4 m. Pada 2022 jumlah produksi garam dari Bajulmati mencapai 2,8 ton dan naik menjadi 10 ton pada 2023. Pada 2024, produksinya turun lantaran terkendala jarak antara lokasi terowongan dan air laut cukup jauh. Sayangnya, produksi garam yang dihasilkan di Malang masih menyasar pasar lokal. Pemkab Malang berharap ada perlindungan dari pemerintah bagi pelaku usaha garam pemula yang memproduksi barang dengan kualitas baik, misalnya dengan mencarikan pasar khusus. Selama ini regulasi yang mengatur hal itu belum ada. ”Pernah laku Rp 5.000 per kg, pernah dibeli Rp 2.500 per kg juga yang hasil dari Bajulmati karena pangsa pasarnya bukan pangsa pasar mencari garam yang berkualitas,” kata Kadis Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring. (Yoga)


Pilihan Editor