;

Stabilitas Rupiah, Cadev Turun Jadi US$ 134,9 Miliar

Yuniati Turjandini 07 Oct 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID- Bank Indonesia (BI) menyatakan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir September 2023 mencapai US$ 134,9 miliar. Angka ini turun dari posisi Agustus 2023 yang sebesar US$ 137,1 miliar. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penurunan posisi cadev ini dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilitas nilai tukar rupiah sebagai langkah antisipasi dampak ketidakpastian pasar keuangan global. "Posisi cadev tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada diatas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," jelas Erwin melalui siaran pers, Jumat (6/10/2023). BI menilai cadev tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan. (Yetede)

Terendus Dugaan Kartel Bunga Pinjol

Yuniati Turjandini 07 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Besaran bunga pinjaman fintech p2p lending atau yang dikenal dengan pinjaman online (pinjol) sudah lama menuai sorotan publik. Terbaru, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengendus temuan yang mencengangkan perihal dugaan kartel bunga pinjol. Menurut KPPU, penentuan suku bunga pinjaman online yang berlaku saat ini berpotensi melanggar undang-undang No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Penilaian KPPU berdasarkan hasil temuan adanya pengaturan oleh Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia terhadap anggotanya trekait penentutuan komponen pinjaman kepada konsumen. Khususnya penetapan suku bunga flat 0,8% per hari dari jumlah aktual pinjaman yang diterima konsumen atau penerima pinjaman. (Yetede)

Pasar Berkembang Hadapi Berbagai Tantangan

Yuniati Turjandini 07 Oct 2023 Investor Daily
LONDON,ID-Negara-negara pasar berkembang menghadapi tantangan dari berbagai sisi, mulai dari aksi jual obligasi Amerika Serikat (AS) baru-baru ini dan perlambatan ekonomi di China. Semua itu menambah ketidakpastian, jelang pertemuan musim gugur Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF), dan pada saat The Federal Reserve (The Fed) belum mencapai akhir dari siklus penaikan suku bunganya. Selain itu, upaya-upaya restrukturisasi untuk negara-negara gagal bayar diprediksi dapat mencapai terobosan sebelum akhir  tahun ini, seiring dengan berlanjutnya pembicaraan. "Latar belakang eksternal tetap menantang untuk pasar negara berkembang dan pasar negara maju secara keseluruhan dan hal ini berada diluar kendali mereka. Hal ini sangat bergantung pada kecepatan dan waktu dari posos Teh Fed," ujar Joseph Cuthbertson, analis Sovereign senior di Pine Bridge Investment, yang dilansir reuters pada jumat (06/10/2023). (Yetede)

Kolaborasi DP Dubai dan Maspion Akan Tekan Biaya Logistik Nasional

Yuniati Turjandini 07 Oct 2023 Investor Daily
SURABAYA,ID-Para pelaku usaha meyakini kerja sama DP World Dubai dan Maspion untuk membangun pelabuhan peti kemas internasional dan kawasan industri  logistik di Gresik akan berkontribusi pada penurunan biaya logistik nasional. "Kerja sama DP World dengan Maspion membangun pelabuhan peti kemas internasional dan kawasan industri ini akan memperlancar  arus perdagangan dan menekan biaya logistik," Kata Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Antara lembaga dan Kawasan Industri Kadin Jatim Fitra Djaya kepada Investor Daily. Fitrah menjelaskan, keberadaan terminal yang akan dibangun bakal berdampak positif terhadap industri di jatim, khususnya untuk perdagangan luar pulau dan luar negeri, karena akan memeprmudah perpindahan barang. Sementara itu, Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi sangat mendukung kolaborasi antara perusahaan swasta global DP World Dubai dan perusahaan Nasional Maspion, untuk memulai pembangunan Terminal Peti Kemas berkapasitas 3 juta TEUs di jawa Timur.  Pembangunan  terminal ini diawali dengan penandatanganan perjanjian konsensi pelabuhan dan peluncuran proyek Terminal Peti kemas  Jawa Timur DP World maspion pada awal pekan ini(Yetede)

Ramai-ramai Terjun ke Bisnis Pay Later

Yuniati Turjandini 07 Oct 2023 Tempo

JAKARTA — Perbankan nasional berbondong-bondong merambah segmen bisnis buy now pay later atau beli sekarang bayar nanti. Sebelumnya, layanan ini marak ditawarkan oleh perusahaan teknologi finansial atau pinjaman online serta perusahaan pembiayaan.  Kini perbankan menawarkan fasilitas kredit pay later untuk digunakan sebagai alternatif pembayaran. Hal yang membedakan dengan layanan pay later lainnya adalah akses fitur ini dilakukan langsung melalui aplikasi perbankan digital.


PT Bank CIMB Niaga Tbk tak ingin ketinggalan untuk ikut merilis fitur Paylater CIMB Niaga yang akan dihadirkan pada platform perbankan digital perseroan, yaitu OCTO Mobile dan OCTO Clicks. Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi menuturkan produk pay later diluncurkan untuk menyasar segmen nasabah yang belum memiliki kartu kredit agar dapat bertransaksi dengan cepat dan mudah. “Produk pay later dapat menjadi solusi bagi nasabah yang sering membeli barang dan jasa melalui e-commerce,” ujarnya kepada Tempo, kemarin, 6 Oktober 2023. (Yetede)

Dugaan Maladministrasi Berulang Bappebti

Yuniati Turjandini 07 Oct 2023 Tempo
BOLAK-balik Lampung-Jakarta dilakoni Sugiarto Hadi sejak pertama kali memperkarakan dugaan kecurangan dalam sistem perdagangan alternatif valuta asing yang dialaminya pada 2015. Harapan Sugiarto hanya satu: duit investasinya yang mencapai Rp 34 miliar bisa kembali. Pasalnya, meski telah berganti Menteri Perdagangan dan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), ia belum juga puas atas tindak lanjut pemerintah.

Sanksi administratif berupa surat peringatan dari Bappebti kepada pialang dan pedagang yang diduga melakukan kecurangan dengan harapan mereka membuat aturan perdagangan yang mengacu ke aturan pemerintah dinilai tak cukup menyelesaikan masalah. "Itu sangat jauh dari rasa keadilan. Bappebti seperti tidak hadir," kata kuasa hukum Sugiarto, Rocky Nainggolan, saat ditemui di Gedung Ombudsman RI, kemarin, 6 Oktober 2023.

Kerugian Sugiarto dialami ketika dia berinvestasi jual-beli valuta asing melalui platform Metatrader pada 2014. Total dana yang hilang sebesar Rp 34 miliar berasal dari tiga kali suntikan dana ke platform tersebut. "Disuntik terus supaya akunnya tidak disuspensi atau ditutup," kata Rocky. Selama melakukan jual-beli di platform tersebut, Sugiarto sebenarnya pernah membukukan keuntungan besar, tapi tidak sempat diambil karena kemudian kembali merugi karena perkara sistem. (Yetede)

Setelah Komisi ASN Dibubarkan

Yuniati Turjandini 07 Oct 2023 Tempo

JAKARTA – Usul untuk membubarkan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sudah muncul sejak 2017. Usul yang datang dari kepala daerah ini sempat timbul-tenggelam beberapa kali. Namun Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya merevisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 dan menghilangkan pasal yang mengatur tentang KASN. Revisi itu disahkan dalam rapat paripurna pada 3 Oktober lalu. “Kehadiran KASN banyak diprotes kepala daerah,” kata anggota KASN periode 2014-2019, Prijono Tjiptoherijanto, kemarin, 6 Oktober 2023. Alasannya, keberadaan KASN membuat kepala daerah tidak bebas menentukan pejabat di daerah. “Karena pengangkatan pejabat harus melalui seleksi dan rekomendasi kami.”


Sejak 2017, kata Prijono, kepala daerah mulai menyuarakan pembubaran KASN. Aspirasi itu ditangkap oleh DPR yang kemudian menggelar serangkaian pembahasan. Namun usul ini tidak diakomodasi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang saat itu dijabat Tjahjo Kumolo. Tjahjo Kumolo saat menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR perihal RUU ASN, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 2021. TEMPO/M. Taufan Rengganis


Usul pembubaran KASN kembali muncul pada 2021. DPR menilai keberadaan KASN justru memperpanjang alur pengawasan sehingga tidak efektif. Karena itu, DPR menginisiasi revisi UU ASN yang salah satunya membubarkan KASN. Peran pengawasan sistem merit pada manajemen ASN akan diserahkan kepada Kemenpan-RB dan eksekusinya dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). (Yetede)

Transisi Energi Butuh Peran Perbankan

Yoga 07 Oct 2023 Kompas (H)
Indonesia memerlukan dana lebih dari Rp 4.000 triliun untuk mencapai target penurunan emisi pada 2030, termasuk untuk agenda transisi energi. Pemenuhan pendanaan ini memerlukan dukungan dan peran banyak pihak, termasuk perbankan, karena keterbatasan anggaran pemerintah. Hal tersebut mengemuka dalam seminar ”Pendanaan Berkelanjutan untuk Transisi Energi” oleh Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL-UI), Jumat (6/10/2023), di Kampus SIL-UI, Jakarta. (Yoga)

Dituntut Keterbukaan KPK untuk Tepis Ketidakpastian

Yoga 06 Oct 2023 Kompas (H)

Setelah kembali ke Indonesia, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengajukan pengunduran diri sebagai menteri kepada Mensesneg Pratikno, Kamis (5/10) dengan alasan agar ia bisa menghadapi proses hukum dengan serius. Sebelumnya KPK menggeledah rumah dinas menteri yang ditempati Syahrul, kantor Kementan, dan rumah pribadi Syahrul di Makassar, Sulsel, guna kepentingan penyidikan dugaan korupsi di Kementan. Namun, hingga semalam, KPK belum mengumumkan tersangka dan kronologi kasus ini.

Padahal, tidak menutup kemungkinan sejumlah pihak terlibat walaupun Menkopolhukam, Mahfud MD telah menyebutkan bahwa Syahrul menjadi tersangka dalam kasus ini. Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum UGM, Zaenur Rohman, mengatakan, KPK perlu menyampaikan kronologi kasus ini dengan jelas. Mulai dari kapan perkara ini diterima laporannya, waktu penyelidikan hingga penyidikan, siapa saja tersangkanya, alat bukti yang dikumpulkan, dan bagaimana kasus pidananya.

”Saat ini justru menimbulkan situasi ketidakpastian. SYL (Syahrul) belum diumumkan sebagai tersangka, tetapi Mahfud mengumumkan SYL sebagai tersangka,” kata Zaenur. KPK telah mengungkap adanya tiga kluster perkara dalam dugaan korupsi di Kementan, terkait dugaan pemerasan dalam jabatan, penerimaan gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang. Namun, KPK belum juga menjelaskan kronologi perkara dan pihak-pihak yang terlibat pada tiap-tiap perkara tersebut. (Yoga) 

Harga Tinggi, OPEC+ Tetap Pangkas Produksi

Yoga 06 Oct 2023 Kompas
Panel menteri negara-negara OPEC+, Rabu (4/10/2023), memutuskan akan mempertahankan pemangkasan produksi minyak agar harga minyak global tetap berada pada level saat ini. Mereka pun bersiap menurunkan jumlah produksi guna menjaga harga tidak terkoreksi. Pekan lalu, harga minyak mentah sudah mendekati 100 dollar AS per barel. Kenaikan ini terjadi setelah Arab Saudi dan Rusia memangkas jutaan barel produksi mereka. (Yoga)

Pilihan Editor