;

Strategi Tekan Angka Kemiskinan Belum Realistis

Yoga 31 Oct 2023 Kompas

Ketiga kandidat calon presiden dan wakil presiden memasang target yang ambisius untuk menurunkan angka kemiskinan secara drastis. Cita-cita yang tinggi itu perlu dibuktikan lewat strategi yang realistis dan menyentuh akar masalah, yang sejauh ini belum terlihat dari tawaran program para kandidat. Ditilik dari dokumen visi dan misi bakal calon presiden dan wakil presiden, ketiga kandidat memasang target angka kemiskinan yang ambisius. Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, misalnya, ingin menekan tingkat kemiskinan dari 9,36 % (Maret 2023) menjadi 4-5 % pada 2029, serta menghapus kemiskinan ekstrem pada dua tahun pertama menjabat. Target yang lebih ambisius dipatok oleh pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, yakni menekan kemiskinan menjadi 2,5 % pada 2029 dan kemiskinan ekstrem 0 %. Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memasang target yang lebih moderat, yaitu kemiskinan di bawah 6 % pada 2029 dan kemiskinan ekstrem 0 % pada 2026.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Senin (30/10)  mengatakan, semakin ambisius target kemiskinan yang dipasang, tawaran program yang diberikan juga  harus sepadan. Sebab, ikhtiar menurunkan angka kemiskinan tidak semudah membalik telapak tangan. Secara historis, menurut dia, upaya menurunkan angka kemiskinan sebesar 1 % dalam satu tahun nyaris tidak pernah terjadi. ”Target yang tinggi membutuhkan terobosan dan strategi yang tidak business as usual. Melihat ke belakang, mau menurunkan kemiskinan 1 % saja biasanya butuh extra effort yang pasti akan membebani APBN,” katanya. Berdasarkan dokumen visi-misi para kandidat, sudah tampak beberapa gagasan baru untuk menekan kemiskinan. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira mengatakan, berbagai terobosan program baru yang dimunculkan para kandidat itu perlu realistis. Sebab, target ambisius itu tidak akan bisa dieksekusi dengan baik jika tidak ada terobosan kebijakan dari sisi penerimaan negara. (Yoga)

Darurat Pengawasan dan Edukasi Perdagangan Komoditas

Yoga 31 Oct 2023 Kompas

Ombudsman RI menerima laporan-laporan masyarakat terhadap Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti mengenai kecurangan di perusahaan pialang. Bappebti menilai, ini terjadi karena minimnya literasi investasi masyarakat pada produk tersebut. Untuk memitigasi hal ini, pengawasan dan edukasi perlu ditingkatkan. Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengatakan, saat ini ada 28 laporan individu yang diterima sejak 2022 hingga tahun berjalan 2023. Laporan tersebut di antaranya melibatkan perusahaan PT MAF, PT BF, PT RFB, PT GKIB, PT EF, PT MIF, PT SAM, dan Bappebti. Total nilai kerugian lebih dari Rp 60 miliar. Adapun Ombudsman tengah intens memeriksa Bappebti terhadap enam laporan kerugian di investasi sistem perdagangan alternatif (SPA) yang melibatkan PT MAF dan PT BF selaku perusahaan pialang berjangka.

”Laporan tersebut berkaitan dengan produk perdagangan berjangka komoditi emas. Total klaim kerugian dari 6 laporan tersebut mencapai lebih dari Rp 3,6 miliar,” ujar Yeka dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/10). Sebelumnya, lembaga itu menyelesaikan satu laporan serupa dengan kerugian Rp 34 miliar yang dialami warga bernama Sugiarto Hadi pada 2014. Laporan yang berulang itu terkait dugaan kecurangan SPA perdagangan valuta asing atau trading foreign exchange (forex), melalui platform Metatrader. Bentuk kecurangan tersebut adalah sistem menolak order transaksi (reject), sistem terlambat mengeksekusi order (delay), dan sistem menggandakan order dari yang diperintahkan dua menjadi empat order transaksi (split). Ketiga hal itu dialami oleh Sugiarto yang terdaftar sebagai pelaku pasar di PT MIF dan PT SAM. Dari kasus itu, Ombudsman menemukan tiga potensi malaadministrasi oleh Bappebti, yaItu pengabaian kewajiban hukum, penyimpangan prosedur, dan penundaan berlarut. (Yoga)

Pendapatan Indosat Rp 37,4 Triliun

Yoga 31 Oct 2023 Kompas
PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) membukukan pendapatan Rp 37,4 triliun pada triwulan III-2023. Pencapaian ini, antara lain, disumbang oleh segmen seluler; multimedia, komunikasi data, dan internet; serta komunikasi tetap. ”Kami sedang memperluas jaringan infrastruktur kami hingga ke daerah,” ujar Presiden Direktur dan CEO Indosat, Vikram Sinha, Senin (30/10/2023), di Jakarta. (Yoga)

Ongkos Piknik Terdampak Dollar AS

Yoga 31 Oct 2023 Kompas

Pelemahan nilai rupiah mulai berimbas pada industri pariwisata, terutama tarif tiket pesawat dan paket wisata perjalanan internasional. Di sektor domestik, meskipun harga tiket pesawat terpengaruh, biaya langsung dan akomodasi dalam negeri masih terjaga. Mengacu pada data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Senin (30/10) nilai tukar rupiah terpantau Rp 15.916 per dollar AS atau sedikit menguat dari Jumat (27/10) yang senilai Rp 15.941 per dollar AS. Budi Kusumaningsih (50), pemilik Shakuntala Wisata, di Yogyakarta, mengatakan, unit usaha wisatanya cukup terpengaruh. Harga kebutuhan pokok yang makin mahal menurunkan minat rekreasi masyarakat sehingga beberapa program yang sudah terencana jadi tertunda. Kondisi global turut berpengaruh pada usahanya.

”Untuk periode tahun depan, Holyland (wisata rohani ke Tanah Suci) ditunda karena ketegangan Israel dengan Palestina yang saya piker masih akan berlangsung,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Senin.  Pelaku usaha dari Ascenta Tour, Timoti Tirta (32), mengatakan, wisatawan yang akan bepergian ke luar negeri biasanya telah membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan. Alhasil, akomodasi dan pesawat sudah terbayar lunas, tak terimbas kenaikan dollar AS. ”Tetapi, efeknya ketika di negara tujuan kalau belum menukar uang saat ini. Jadi, ketika mereka sedang jalan-jalan, nah, mungkin akan terasa saat di lapangan,” ujarnya. (Yoga)

Maluku Utara Perlu Genjot Sektor Nontambang

Yoga 31 Oct 2023 Kompas

Ekonomi Maluku Utara tahun 2023 terus tumbuh di atas rata-rata nasional yang didukung sektor pertambangan dan pengolahan mineral. Namun, pertumbuhan yang terpusat di dua sektor tersebut membuat ketimpangan semakin tajam. Penyetaraan di sektor nontambang diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dirasakan oleh warga lokal. Dalam keterangannya di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/10) Kepala Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Wilayah Maluku Utara, Tunas Agung Jiwa Brata menjelaskan, pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) provinsi itu hingga kuartal II-2023 di angka 23,89 %, atau 3-4 kali lipat pertumbuhan ekonomi nasional, didorong sektor pengolahan yang tumbuh 48,12 % secara tahunan (year on year/yoy) dan sektor pertambangan sebesar 64 % yoy.

Pertumbuhan sektor pertanian, yang menjadi mata pencarian warga asli, hanya berkontribusi 12,76 % dan tumbuh 5 % yoy. ”Penerimaan pajak mineral masih yang terbesar. Khusus sektor pengolahan angkanya 39 % dan diprediksi terus meningkat seiring adanya fasilitas pengolahan nikel atau smelter,” ujarnya. Pertumbuhan sektor pertambangan dan pengolahan yang pesat membuat ketimpangan ekonomi, salah satunya terkait dengan pemerataan pendapatan menjadi semakin besar di Maluku Utara. Tingkat ketimpangan tertinggi terjadi di salah satu pusat industri nikel, Halmahera Tengah. Agung menambahkan, pemda perlu mendorong sektor nontambang untuk berkembang agar perekonomian menjadi lebih merata. Pada 2023 pemerintah tengah mendorong berdirinya pembangkit listrik tenaga panas bumi di Desa Idamdehe, Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, dengan cadangan panas bumi sebesar 20-50 MWE (megawatt electric). Kehadiran pasokan listrik yang andal ini diharapkan memancing industri dan investasi di Maluku Utara masuk, khususnya sektor pengolahan. (Yoga)

Pinang Lampung Diekspor ke Arab Saudi

Yoga 31 Oct 2023 Kompas
PT Badan Usaha Milik Rakyat BiMU Lampung resmi mengekspor 18 ton pinang belah senilai Rp 542,9 juta asal Lampung ke Arab Saudi. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melepas ekspor komoditas tersebut di Bandar Lampung, Senin (30/10/2023). Ia mendorong petani terus meningkatkan kualitas komoditas pertanian sehingga bisa menembus pasar ekspor. Menurut Zulkifli, ada sejumlah negara yang bisa dibidik sebagai tujuan ekspor, antara lain Bangladesh, Pakistan, dan Thailand. (Yoga)

KETEGANGAN TIMUR TENGAH RENTAN MELEMAHKAN EKONOMI ASIA PASIFIK

Yoga 31 Oct 2023 Kompas

Konflik bersenjata antara Hamas dan Israel dikhawatirkan memicu konflik lebih luas yang berisiko meningkatkan kerawanan di Timur Tengah. Terlibatnya sejumlah negara rentan menimbulkan konflik yang dapat mengganggu distribusi minyak ke seluruh dunia. Gangguan terutama bisa terjadi jika konflik tersebut memicu perseteruan antar negara-negara Arab yang pada akhirnya mendorong ketegangan di Teluk Persia, Teluk Oman, dan di sekitar Laut Mediterania Timur. Aksi blokade laut dapat saja terjadi ketika sejumlah negara menggunakan kekuatan geopolitiknya untuk membela kubu yang mereka dukung.Kekhawatiran ini didasarkan pada hubungan diplomatik sejumlah negara Arab yang dekat dengan AS. Beberapa negara Arab kini berdamai dengan Israel seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, Maroko, Jordania, dan Mesir. Bahkan, Arab Saudi, pemimpin negara-negara kawasan Teluk, juga semakin dekat dengan upaya pemulihan hubungan diplomatik dengan Israel.

Ketegangan di Teluk Persia dan Teluk Oman berpotensi mengakibatkan distribusi energi dari negara Kuwait, Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, Irak, dan Iran terganggu sehingga memicu lonjakan harga energi. Gangguan di perairan Mediterania Timur juga dapat memicu kenaikan harga distribusi barang dan jasa dari Eropa ke Timur Tengah. Rute melewati Terusan Suez di Mesir menjadi lebih mahal. Sikap negara-negara Arab yang tidak solid dapat memunculkan konflik kepentingan. Hal inilah yang sangat rawan memicu ketegangan lebih luas dan berimbas pada distribusi minyak bumi beserta produk-produk turunannya secara global. Apabila hal ini terjadi, gejolak ekonomi muncul karena harga minyak bumi melambung. Biaya pengiriman barang dan  jasa semakin mahal sehingga rentan menggerus keuangan negara-negara importir minyak demi menambal subsidi. (Yoga)

Bank Besar Pecahkan Rekor Laba Jumbo Lagi

Hairul Rizal 31 Oct 2023 Kontan (H)
Bank besar di Tanah Air masih berpesta laba dengan menorehkan rekor baru. Keuntungan yang dihasilkan kelompok bank modal inti (KBMI) 4 hingga kuartal III 2023 masih gemuk. Tiga bank terbesar kompak mencetak pertumbuhan laba bersih dua digit yang gemoy selama sembilan bulan pertama tahun ini. Menyusul Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), Bank Mandiri (BMRI) meraup untung Rp 39,1 triliun!  Angka ini melenting 27,4% secara tahunan atau year on year (YoY). Meski bukan penghasil laba terbesar, namun performa pertumbuhan Bank Mandiri nampaknya paling apik dibanding dua bank lain. Laba bersih Bank Mandiri konsisten tumbuh dari kuartal ke kuartal sepanjang tahun ini.  BRI mencetak laba tertinggi, yakni Rp 43,9 triliun. Namun, pertumbuhannya paling tipis dari bank besar lain, hanya naik 12,4% secara tahunan. Perinciannya, Rp 15,5 triliun diperoleh di kuartal I, Rp 13,9 triliun pada periode April-Juni dan Rp 14,5 triliun pada Juli-September. Mirip dengan Bank Mandiri, kinerja BCA secara kuartal konsisten naik. Labanya dalam sembilan bulan mencapai Rp 36,4 triliun, tumbuh 25,8%. Sebesar Rp 11,5 triliun didapat di kuartal pertama, Rp 12,7 triliun di triwulan II, lalu Rp 12,2 triliun di kuartal III. Sedang laba BRI tumbuh lebih tipis karena biaya provisi naik 1,8%. Adapun pendapatan BRI mencapai Rp 134,8 triliun, tumbuh 8,5%. Untuk ekspansi, Bank Mandiri, BRI, BCA sama-sama kuat dan berhasil tumbuh melampaui target. Masing-masing tumbuh 12,7%, 12,5% dan 12,3%. Ketiganya sama-sama memasang target pertumbuhan kredit di kisaran 10%-12%. Pengamat Pasar Modal Budi Frensidy, pencapaian laba bersih bank-bank besar tersebut membuat saham-saham mereka kayak dikoleksi. Penilaian Budi, BBRI dan BBNI menjadi saham paling menarik. Valuasi kedua saham bank itu murah. Ditambah lagi, adanya kenaikan earning per share alias laba per saham. Analis Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menilai, hasil kinerja kuartal III membuktikan bahwa bank-bank KBMI 4 masih memiliki konsistensi dalam mencetak pertumbuhan laba. Selain itu, kualitas aset bank pada kelompok tersebut terjaga baik.

Biaya Kredit Perbankan Semakin Melandai

Hairul Rizal 31 Oct 2023 Kontan
Kualitas kredit perbankan di Tanah Air semakin membaik. Hal ini tercermin dari biaya kredit atau cost of credit (CoC) di sejumlah bank yang mulai melandai. Salah satu contoh, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Per September 2023, CoC Bank Mandiri secara konsolidasi turun 50 basis poin (bps) menjadi 0,96%. Pada September 2022, rasio biaya kredit emiten bank dengan kode saham BMRI itu masih berada di level 1,46%. Rendahnya biaya kredit tersebut, menjadi salah satu penopang pertumbuhan laba Bank Mandiri di sepanjang sembilan bulan tahun ini. Per September 2023, laba BMRI melesat 27,4% secara tahunan menjadi Rp 39,1 triliun. Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, hingga September 2023, Bank Mandiri mencatat perbaikan asset quality indicators antara lain, rasio non performing loan (NPL) turun 75 bps menjadi 1,49%. Melihat pencapaian tersebut, BMRI merevisi target CoC di akhir tahun ini menjadi 1,1% dari sebelumnya 1,1% hingga 1,3%. "Kami melihat dan memproyeksikan bahwa tren perbaikan kualitas kredit akan terus berlanjut sampai akhir tahun 2023 dan stabil di 2024 mendatang," papar Siddik. Bank pelat merah lain yang juga mencatat penurunan biaya kredit adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Hingga semester pertama tahun 2023, CoC BTN turun 19 bps menjadi 1,29%. Sampai akhir tahun ini, BTN akan menjaga CoC di level 1,28%, turun dari tahun lalu yang berada di posisi 1,39%. Direktur Manajemen Risiko BTN, Setiyo Wibowo mengatakan, target penurunan CoC sejalan dengan potensi melandainya NPL. BTN akan menjaga perbaikan NPL di sekitar 3,2%-3,3%. Penurunan CoC juga mendongkrak laba CIMB. Per September 2023, bank yang melantai di BEI dengan kode saham BNGA ini meraup laba bersih Rp 6,3 triliun, naik 25,8% secara tahunan.

Kinerja Emiten Asuransi Naik

Hairul Rizal 31 Oct 2023 Kontan
Emiten asuransi mulai merilis laporan keuangan untuk sembilan bulan pertama tahun 2023. Dari 10 emiten yang sudah merilis kinerja, sebagian besar masih mencetak pertumbuhan pendapatan premi dan laba bersih. Hanya ada dua perusahaan yang tidak mencatatkan kenaikan premi bruto, yakni PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) dan PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI). Berdasarkan data OJK, industri asuransi mencatatkan total pendapatan premi Rp 228,51 triliun atau turun 1,57% year on year (YoY). Emiten asuransi juga terlihat mampu mencetak kenaikan laba bersih. Hanya ada tiga emiten yang mencatat penurunan kinerja di laba bersih. Presiden Direktur Tugu Insurance Tatang Nurhidayat mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan anak perusahaan PT Pertamina ini berkat membaiknya ekonomi Indonesia dan penerapan prinsip kehati-hatian baik dari aspek underwriting maupun dalam pengelolaan investasi. Adapun pendapatan premi tumbuh 15,36% menjadi Rp 5,45 triliun. Kata Tatang,  pertumbuhan pendapatan premi ini ditopang lini bisnis fire, engineering, marine hull dan offshore. Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance Emil Hakim menambahkan, pencapaian TUGU telah sesuai target. "Dengan ekuitas ini, tingkat kesehatan Tugu semakin membaik, dengan perolehan RBC 569,8%, jauh di atas ketentuan OJK. 

Pilihan Editor