;

Guyup Politik dan Komitmen Kuat pada Demokrasi

Yuniati Turjandini 01 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAMBI,ID-Ketua Rembuk Indonesia Arrifudin Hamid menyatakan Presiden Joko Widodo telah menunjukkan sikap negarawan saat mengundang tiga bakal calon presiden (capres) makan siang bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/10/2023). Arrifudin menjelaskan undangan itu merupakan sikap negarawan Jokowi ditengah berbagai rumor dan tudingan dinasti politik. Bahkan, lanjutnya, pertemuan itu menjadi penting untuk menegaskan netralitas presiden di tengah politik. "Semua pihak berharap Pemilu 2024 berjalan dengan aman dan damai," kata Arifuddin dalam keterangan tertulis yang diterima di jakarta, Selasa (31/10/2023). Rambuk Indonesia merupakan bagian dari masyarakat sipil yang berkomitmen untuk Indonesia. Apalagi, sebagai anak muda yang punya  mandat sejarah untuk kontribusi kebangsaan. (Yetede)

Chandra Asri Cetak Pendapatan Rp 26,41 T

Yuniati Turjandini 01 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Candra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), emiten  petrokimia terintergrasi milik konglomerat Prajogo Pangestu mencatatkan pendapatan sebesar US$ 1,66 miliar atau setara Rp26,41 pada Januari-September 2023. Perseroan sukses menekan rugi  periode berjalan yang atribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 80,83 menjadi US$ 21,38 juta pad sembilan bulan 2023, dibandingkan periode sama tahun  lalu US$ 111,55 juta. "Selama sembilan bulan di 2023, kami mencatat pendapatan bersih sebesar US$ 1,66 miliar dan ABITDA sebesar US$  11,1 juta untuk periode sama 2022, menandai peningkatan 881%. Kami juga terus menjaga liquidity pool yang kuat pada kuartal III-2023 sebesar US$ 2,34 setara kas, US$ 1,09 miliar surat berharga , dan fasilitas commited revolving credit sebesar US$ 415,0 juta," kata Direktur Chandra Asri Suryandi dalam keterangan resminya, Selasa (31/10/2023). (Yetede)

Tapak Usia ke 25, Bank Mandiri Persembahkan Rekor Aset Rp2.007 Triliun

Yuniati Turjandini 01 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Bank Mandiri berhasil menorehkan rekor sebagai bank pertama di Indonesia dengan total aset konsolidasi yang menembus Rp2.007 triliun per September ber 2023 atau tambah 9,11% bila dibandingkan periode tahun sebelumnya atau year on year (YoY). Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, kenaikan total aset tersebut  ikut didorong oleh laju pertumbuhan kredit dan pihak ketiga (DPK) yang mampu tumbuh positif. Tercatat, Bank  Mandiri berhasil menyalurkan kredit secara konsolidasi sebesar Rp1.315,92 triliun pada September 2023 dari posisi setahun sebelum sebesarnya Rp 1.167,51 triliun atau tumbuh 12,71% YoY. "Dalam mendorong pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri terus berfokus dalam peningkatan pelayanan dengan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan  kebutuhan masyarakat dan nasabah. terutama dengan mendorong sektor yang prospektif disetiap wilayah," ujar Darmawan. (Yetede)

Bersiap Hadapi Lonjakan Produksi Gas

Yuniati Turjandini 01 Nov 2023 Tempo
JAKARTA - Produksi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) domestik diproyeksikan melimpah ruah sebelum 2030. Pemerintah mulai mencari cara untuk memastikan potensi tersebut terserap.  Merujuk pada neraca LNG Indonesia, produksi LNG akan naik dari kisaran 260 kargo per tahun pada 2024 menjadi 432 kargo per tahun pada 2030. Pertumbuhan ini dipicu oleh besarnya cadangan gas bumi di dalam negeri seiring dengan bermunculannya temuan lapangan gas baru serta pengembangan lapangan yang sudah beroperasi. 

Total cadangan gas bumi saat ini mencapai 54,83 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/tcf). Tanpa penciptaan pasar baru, jumlah kargo LNG yang belum laku atau uncommitted cargo bakal membeludak. Dari hanya 19,8 kargo pada 2024 menjadi 304,6 kargo pada 2030.  Pemerintah mengantisipasi melimpahnya produksi itu dengan mulai mengintegrasikan bisnis di sisi hulu dengan sisi hilir. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tutuka Ariadji mengatakan pemerintah berupaya membujuk industri pengguna gas mendirikan fasilitas produksi di dekat lapangan gas. "Artinya, kita sudah memiliki demand," katanya, kemarin. (Yetede)


Risiko Penggunaan Amonia di PLTU

Yuniati Turjandini 01 Nov 2023 Tempo
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjajal berbagai cara untuk mengurangi penggunaan batu bara pada pembangkit listrik. Salah satu cara yang diterapkan perseroan adalah penggunaan bahan bakar pendamping batu bara atau co-firing. Melalui cara ini, PLN menggunakan bahan bakar lain agar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tidak bergantung sepenuhnya pada batu bara.

Namun cara ini dihujani berbagai kritik karena co-firing, selain hanya memperpanjang umur PLTU, berisiko memperparah emisi dan deforestasi karena menggunakan bahan bakar pendamping berupa biomassa yang berasal dari pelet kayu. Nyatanya, PLN jalan terus. Perseroan menggunakan biomassa sebesar 20 persen dari total kebutuhan bahan bakar PLTU. Hingga Mei 2022, sebanyak 32 PLTU sudah menerapkan co-firing. PLN mengklaim berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 184 ribu ton CO2.

PLN bahkan melirik sumber lain, yaitu amonia, sebagai opsi bahan bakar co-firing di PLTU besar di Jawa Barat dan Jawa Timur. Selama ini amonia digunakan sebagai bahan baku industri pupuk kimia. Walau begitu, sama seperti biomassa, amonia memiliki risiko lingkungan yang tidak bisa diremehkan. Jika diteruskan, tindakan PLN ini justru menjadi bumerang bagi usaha Indonesia meredam perubahan iklim dan menekan polusi dari operasi PLTTU. (Yetede)

Musim Kinerja Warnai Laju Bursa Saham

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Kontan (H)
Musim laporan kinerja keuangan emiten saham kuartal III-2023 mewarnai pergerakan pasar saham, terutama dorongan kinerja emiten blue chips yang tergabung dalam indeks LQ45. Seperti diduga para analis, kinerja emiten di kuartal ketiga tahun ini cenderung melandai akibat volatilitas harga komoditas dan depresiasi rupiah. Sektor saham yang sensitif terhadap pergerakan harga komoditas global, terutama emiten saham sektor energi, sebagian besar mencetak penurunan laba bersih pada sembilan bulan pertama tahun ini. Misalnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang labanya turun dua digit. Sementara kinerja emiten saham perbankan relatif masih solid, dipimpin oleh Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatat pertumbuhan laba bersih tertinggi. Bank plat merah ini menorehkan kenaikan laba bersih sebesar 27,4% secara tahunan menjadi sebesar Rp 39,1 triliun.Berbeda nasib dengan perbankan, emiten saham teknologi masih boncos. Pada kuartal III-2023, emiten teknologi masih membukukan nilai kerugian yang signifikan kendati mulai tampak perbaikan dari sisi pendapatan. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, pelemahan rupiah menjadi penekan kinerja emiten pada kuartal III-2023. Salah satu sektor saham yang mendapatkan tekanan besar dari pelemahan kurs rupiah adalah sektor kesehatan. Maklum, mayoritas emiten saham kesehatan masih mengandalkan bahan baku impor, sehingga volatilitas kurs berpengaruh terhadap beban keuangannya. Toh, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus memberi catatan khusus untuk saham perbankan. Ia menilai, kendati mengalami penurunan harga dan banyak dijual asing, saham perbankan berpeluang berbalik arah alias naik lagi.

Mengeduk Potensi Pajak dari Perusahaan Global

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Kontan
Pemerintah Indonesia berharap bisa mulai menerapkan Pilar Dua Perpajakan Internasional pada 2025 mendatang. Langkah ini untuk mengatasi tantangan pajak yang timbul dari globalisasi dan ekonomi digital. Untuk diketahui, Pilar Dua Perpajakan Internasonal berkaitan dengan isu terkait Base Erosion and Profil Shifting (BEPS). Pilar Dua memperkenalkan tarif pajak efektif (ETR) minimum global, yaitu kelompok perusahaan multinasional dengan pendapatan konsolidasi di atas € 750 juta akan dikenakan ETR minimum 15% atas pendapatan yang diperoleh di yurisdiksi pajak rendah. Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) Dwi Astuti mengemukakan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan aturan pelaksana untuk menerapkan Pilar Dua tersebut. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal sebelumnya mengatakan, rencana penerapan Pilar Dua di Indonesia juga telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan. Pemerintah tengah menganalisis dampak kebijakan Pilar Dua. Pasalnya, kebijakan ini akan berdampak terhadap efektivitas insentif perpajakan yang diberikan Indonesia. Oleh sebab itu, lanjut Yon, penerapan Pilar Dua harus memerlukan perencanaan dan konsultasi yang cermat agar integrasi ke sistem perpajakan Indonesia tetap lancar. Pemerintah juga meminta stakeholder untuk memberikan berbagai masukan dalam menerapkan Pilar Dua ini. Pengamat Perpajakan Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar mengatakan, pengetahuan wajib pajak terkait Pilar Dua Perpajakan Internasional masih sangat minim. Maka diperkukan sosialisasi secara intensif kepada wajib pajak.

Laba Bersih AMMN Melorot 91,57%

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Kontan
Kinerja PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berada dalam tekanan hingga akhir kuartal III-2023. Pada periode itu, AMMN meraup penjualan bersih US$ 1,15 miliar, turun 41,62% secara tahunan. Penjualan bersih AMMN berasal dari penjualan tembaga US$ 697,07 juta dan penjualan emas senilai US$ 453,68 juta. Dalam periode yang sama, beban operasional AMMN juga meningkat 20,45% menjadi US$ 90,40 juta. Hasil ini membuat laba operasional AMMN terpangkas 60,67% secara tahunan dari US$ 1,04 miliar menjadi US$ 411,12 juta. Alhasil, laba bersih tercatat sebesar US$ 62,67 juta per September 2023. Angka ini melorot 91,57% secara tahunan.

Ekspansi Gerai Sokong Kinerja ACES

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Kontan
Kinerja PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) diprediksi terus melaju hingga pengujung 2023. Ekspansi gerai dan tawaran  promosi akhir tahun bakal menjadi pendorongnya. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Ruth Yesika Simak mengatakan, ACES mampu mempertahankan pertumbuhan Same-Store Sales Growth (SSSG) yang kuat pada September 2023, mencapai 10,9% secara year on year (yoy). Angka itu naik signifikan dibandingkan September 2022 yang minus 3,6% yoy. Lebih rinci, SSSG di wilayah luar Jawa tumbuh 16,3% pada September 2023. Di luar Jakarta, SSSG pasar di Jawa tumbuh 8,7%. Sementara Jakarta mengalami pertumbuhan SSSG 7,7% yoy. Yesika menilai, pertumbuhan SSSG tersebut didukung oleh ekspansi ACES ke kota-kota tier-2 dan tier-3, selaras dengan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah tersebut. Selain itu, karena tingginya jumlah pengunjung di bulan September yang memiliki libur akhir pekan yang panjang dan liburan sekolah. Yesika memproyeksi di kuartal IV ACES akan menghasilkan pendapatan yang lebih kuat dengan berbagai diskon khusus akhir tahun. Namun, Yesika juga melihat depresiasi rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) berpotensi berdampak pada margin ACES di masa depan. Yesika memproyeksi pendapatan ACES bisa tumbuh 12% menjadi Rp 7,59 triliun dan laba bersih naik 11% ke Rp 737 miliar di 2023. Pertumbuhan kinerja terdorong perbaikan pendapatan dan efisiensi. Juga penambahan toko baru dan peningkatan SSSG. Research Analyst Erdikha Elit Sekuritas Ika Baby Fransiska mengatakan, selama sembilan bulan 2023 ACES membuka sembilan gerai baru dengan tujuh gerai di luar Jawa dan dua gerai di Jawa. "Ini sejalan dengan target perseroan yang akan membuka 10-15 gerai tiap tahun," ujar Ika, Selasa (31/10). Head Of Research Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menambahkan, kuatnya SSSG ACES juga didorong dari ketahanan daya beli masyarakat kelas menengah atas.

Pendapatan Berulang Topang Pengembang

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Kontan
Kinerja sektor properti sejauh ini terbilang masih cukup terjaga. Kondisi ini tercermin dari kinerja keuangan per 30 September 2023 sejumlah emiten properti. Misalnya PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mencatatkan pendapatan Rp 5,08 triliun hingga kuartal III 2023. Realisasi tersebut naik 20,6% dari periode yang sama lalu, yaitu Rp 4,21 triliun. Sedangkan dari sisi laba, SMRA   mencetak kenaikan laba hingga 110,8% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 653,02 miliar. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) juga  mencatatkan pendapatan bersih per 30 September 2023 sebesar Rp 4,57 triliun, naik 1,65% dari periode di tahun sebelumnya yang sebesar Rp 4,49 triliun. Dari pendapataan tersebut, yang berasal dari pendapatan berulang sebesar Rp 3,42 triliun, naik 22,7% secara tahunan. "Berdasarkan per segmen, pendapatan PWON terbagi retail leasing 51%, hotel dan serviced apartment 19%, office leasing 5%, kondominium 11%, landed houses sales 12%, dan office sales 2%,” papar Direktur dan Sekretaris Perusahaan PWON Minarto Basuki, Senin (30/10). Untuk menjaga kinerja, sejauh ini PWON sudah menyerap belanja  modal sebesar Rp 1,44 triliun. Belanja modal tersebut digunakan untuk  membiayai pembangunan Pakuwon Mall Bekasi dan Pakuwon City Mall, renovasi Pakuwon Mall Jogja dan Solo Baru, pembelian hotel Four Points by Sheraton Bali, serta lahan di Semarang dan Batam. Emiten lain yakni PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil memperbaiki kinerja keuangannya. LPKR berbalik meraih laba bersih sebesar Rp 787,79 miliar hingga 30 September 2023. LPKR meraup pendapatan senilai Rp 12,43 triliun dalam sembilan bulan 2023, naik 17,93% secara tahunan. Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei mengatakan, kinerja SMRA dan PWON hingga kuartal III 2023 ini didorong dari pendapatan berulang yang kuat, terutama dari mal.

Pilihan Editor