;

Ekonomi Sirkular di Kampung Bandeng

Yoga 01 Nov 2023 Kompas

Sejak pagi, sejumlah pedagang ikan bandeng hilir mudik di lingkungan RT 017 RW 004, di Desa Kalanganyar, Sidoarjo, Jatim. Mereka mengantarkan ikan-ikan segar kepada para ibu yang tengah berdiam di rumah masing-masing, Minggu (29/10).  Zulfa (40), salah satu ibu rumah tangga, mengatakan sehari bisa mengerjakan jasa cabut duri pada 25-30 ikan bandeng segar dengan upah Rp 1.500 per ekor. Jika dikalkulasi, penghasilannya Rp 45.000 per hari. Hampir setiap hari ada pedagang ikan yang memanfaatkan jasanya. ”Di sini ibu-ibu sudah punya pelanggan pedagang ikan. Lumayan buat nambah uang belanja kebutuhan rumah tangga,” ujar Zulfa yang sudah 13 tahun bekerja sebagai pencabut duri ikan di rumah.

Koordinator Kucari, akronim dari Kampung Cabut Duri Desa Kalanganyar, Ahmad Arif Wibowo  mengatakan, di lingkungan RT 017 RW 004 saja terdapat 36 usaha cabut duri dari total 40 keluarga.  Usaha itu dikelola para perempuanibu rumah tangga dengan bekerja di sela kesibukan mengurus suami, anak-anak, rumah, dan kehidupan sosial masyarakat. ”Para ibu rumah tangga ini bisa memiliki penghasilan sendiri dan menambah pendapatan keluarganya,” ucap Arif. Anggota BPD Kalanganyar ini menambahkan, selain di RT 017 RW 004, usaha cabut duri juga ditekuni sebagian besar ibu rumah tangga di desanya. Mereka tidak hanya melayani pedagang ikan, tetapi juga para pemancing ikan di wisata kolam pemancingan. Wisata pemancingan ikan jadi salah satu destinasi wisata unggulan di Desa Kalanganyar. Obyek wisata ini terintegrasi dengan wisata kuliner ikan bakar dan aneka makanan olahan bandeng, seperti otak-otak, bandeng presto, bandeng asap, sambal bandeng asap, serta kerupuk ikan bandeng. (Yoga)

Perbaiki Perencanaan dan Pengawasan Distribusi Pupuk

Yuniati Turjandini 01 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Proses distribusi secara luas dinilai sebagai titik krusial yang menentukan pupuk bersubsidi bisa tersalur secara tepat sasaran ke petani yang berhak tanpa penyelewengan. Oleh karena itu, kebijakan penyaluran  pupuk bersubsidi, terutama dari sisi perencanaan data  hingga pengawasan, perlu dilakukan kebaikan. Perlu perbaikan proses distribusi pupuk bersubsidi itu juga diakui oleh pemerintah. "Pertama, pupuk itu  sebenarnya tersedia barangnya, tinggal tentunya penggunaan dari pada pupuk  yang disubsidi  dan distribusi sampai berapa," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (31/10/2023). Ia menyatakan hal tersebut menjawab pertanyaan Investor daily seputar pangkal persoalan karut-marut persoalan  penyaluran pupuk subsidi yang selama ini hampir selalu muncul di saat musim tanam serta upaya pemerintah untuk menyelesaikannya. (Yetede)

BSI Bidik Pembiayaan Tumbuh hingga 17%

Yuniati Turjandini 01 Nov 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meraih kinerja positif diatas industri perankan  pada kuartal III-2023. Pembiayaan bank syariah terbesar di Indonesia ini tumbuh 15,95% secara year on year (yoy) menjadi Rp 231,68 triliun, dan diharapkan bisa tumbuh hingga 17% (yoy) di akhir tahun ini. Pertumbuhan pembiayaan BSI hampir dua kali dari kredit  industri yang hanya tumbuh 8,96% (yoy) per September 2023. Hal ini didukung oleh kinerja segmen  konsumer yang tumbuh 17,59% (yoy) menjadi Rp 16,77% (yoy) menjadi Rp66,25 triliun, dan pembiayaan kepada segmen UMKM sebesar Rp40,08 triliun atau meningkat 9,82%. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, portfolio BSI saat ini mayoritas masih berasal dari konsumer dan ritel sebesar 70% dari total portfolio. Sedangkan korporasi dijaga agar tidak lebih dari 30% terhadap total pembiayaan. (Yetede)

Guyup Politik dan Komitmen Kuat pada Demokrasi

Yuniati Turjandini 01 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAMBI,ID-Ketua Rembuk Indonesia Arrifudin Hamid menyatakan Presiden Joko Widodo telah menunjukkan sikap negarawan saat mengundang tiga bakal calon presiden (capres) makan siang bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/10/2023). Arrifudin menjelaskan undangan itu merupakan sikap negarawan Jokowi ditengah berbagai rumor dan tudingan dinasti politik. Bahkan, lanjutnya, pertemuan itu menjadi penting untuk menegaskan netralitas presiden di tengah politik. "Semua pihak berharap Pemilu 2024 berjalan dengan aman dan damai," kata Arifuddin dalam keterangan tertulis yang diterima di jakarta, Selasa (31/10/2023). Rambuk Indonesia merupakan bagian dari masyarakat sipil yang berkomitmen untuk Indonesia. Apalagi, sebagai anak muda yang punya  mandat sejarah untuk kontribusi kebangsaan. (Yetede)

Chandra Asri Cetak Pendapatan Rp 26,41 T

Yuniati Turjandini 01 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Candra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), emiten  petrokimia terintergrasi milik konglomerat Prajogo Pangestu mencatatkan pendapatan sebesar US$ 1,66 miliar atau setara Rp26,41 pada Januari-September 2023. Perseroan sukses menekan rugi  periode berjalan yang atribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 80,83 menjadi US$ 21,38 juta pad sembilan bulan 2023, dibandingkan periode sama tahun  lalu US$ 111,55 juta. "Selama sembilan bulan di 2023, kami mencatat pendapatan bersih sebesar US$ 1,66 miliar dan ABITDA sebesar US$  11,1 juta untuk periode sama 2022, menandai peningkatan 881%. Kami juga terus menjaga liquidity pool yang kuat pada kuartal III-2023 sebesar US$ 2,34 setara kas, US$ 1,09 miliar surat berharga , dan fasilitas commited revolving credit sebesar US$ 415,0 juta," kata Direktur Chandra Asri Suryandi dalam keterangan resminya, Selasa (31/10/2023). (Yetede)

Tapak Usia ke 25, Bank Mandiri Persembahkan Rekor Aset Rp2.007 Triliun

Yuniati Turjandini 01 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Bank Mandiri berhasil menorehkan rekor sebagai bank pertama di Indonesia dengan total aset konsolidasi yang menembus Rp2.007 triliun per September ber 2023 atau tambah 9,11% bila dibandingkan periode tahun sebelumnya atau year on year (YoY). Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, kenaikan total aset tersebut  ikut didorong oleh laju pertumbuhan kredit dan pihak ketiga (DPK) yang mampu tumbuh positif. Tercatat, Bank  Mandiri berhasil menyalurkan kredit secara konsolidasi sebesar Rp1.315,92 triliun pada September 2023 dari posisi setahun sebelum sebesarnya Rp 1.167,51 triliun atau tumbuh 12,71% YoY. "Dalam mendorong pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri terus berfokus dalam peningkatan pelayanan dengan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan  kebutuhan masyarakat dan nasabah. terutama dengan mendorong sektor yang prospektif disetiap wilayah," ujar Darmawan. (Yetede)

Bersiap Hadapi Lonjakan Produksi Gas

Yuniati Turjandini 01 Nov 2023 Tempo
JAKARTA - Produksi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) domestik diproyeksikan melimpah ruah sebelum 2030. Pemerintah mulai mencari cara untuk memastikan potensi tersebut terserap.  Merujuk pada neraca LNG Indonesia, produksi LNG akan naik dari kisaran 260 kargo per tahun pada 2024 menjadi 432 kargo per tahun pada 2030. Pertumbuhan ini dipicu oleh besarnya cadangan gas bumi di dalam negeri seiring dengan bermunculannya temuan lapangan gas baru serta pengembangan lapangan yang sudah beroperasi. 

Total cadangan gas bumi saat ini mencapai 54,83 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/tcf). Tanpa penciptaan pasar baru, jumlah kargo LNG yang belum laku atau uncommitted cargo bakal membeludak. Dari hanya 19,8 kargo pada 2024 menjadi 304,6 kargo pada 2030.  Pemerintah mengantisipasi melimpahnya produksi itu dengan mulai mengintegrasikan bisnis di sisi hulu dengan sisi hilir. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tutuka Ariadji mengatakan pemerintah berupaya membujuk industri pengguna gas mendirikan fasilitas produksi di dekat lapangan gas. "Artinya, kita sudah memiliki demand," katanya, kemarin. (Yetede)


Risiko Penggunaan Amonia di PLTU

Yuniati Turjandini 01 Nov 2023 Tempo
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menjajal berbagai cara untuk mengurangi penggunaan batu bara pada pembangkit listrik. Salah satu cara yang diterapkan perseroan adalah penggunaan bahan bakar pendamping batu bara atau co-firing. Melalui cara ini, PLN menggunakan bahan bakar lain agar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tidak bergantung sepenuhnya pada batu bara.

Namun cara ini dihujani berbagai kritik karena co-firing, selain hanya memperpanjang umur PLTU, berisiko memperparah emisi dan deforestasi karena menggunakan bahan bakar pendamping berupa biomassa yang berasal dari pelet kayu. Nyatanya, PLN jalan terus. Perseroan menggunakan biomassa sebesar 20 persen dari total kebutuhan bahan bakar PLTU. Hingga Mei 2022, sebanyak 32 PLTU sudah menerapkan co-firing. PLN mengklaim berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 184 ribu ton CO2.

PLN bahkan melirik sumber lain, yaitu amonia, sebagai opsi bahan bakar co-firing di PLTU besar di Jawa Barat dan Jawa Timur. Selama ini amonia digunakan sebagai bahan baku industri pupuk kimia. Walau begitu, sama seperti biomassa, amonia memiliki risiko lingkungan yang tidak bisa diremehkan. Jika diteruskan, tindakan PLN ini justru menjadi bumerang bagi usaha Indonesia meredam perubahan iklim dan menekan polusi dari operasi PLTTU. (Yetede)

Musim Kinerja Warnai Laju Bursa Saham

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Kontan (H)
Musim laporan kinerja keuangan emiten saham kuartal III-2023 mewarnai pergerakan pasar saham, terutama dorongan kinerja emiten blue chips yang tergabung dalam indeks LQ45. Seperti diduga para analis, kinerja emiten di kuartal ketiga tahun ini cenderung melandai akibat volatilitas harga komoditas dan depresiasi rupiah. Sektor saham yang sensitif terhadap pergerakan harga komoditas global, terutama emiten saham sektor energi, sebagian besar mencetak penurunan laba bersih pada sembilan bulan pertama tahun ini. Misalnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang labanya turun dua digit. Sementara kinerja emiten saham perbankan relatif masih solid, dipimpin oleh Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatat pertumbuhan laba bersih tertinggi. Bank plat merah ini menorehkan kenaikan laba bersih sebesar 27,4% secara tahunan menjadi sebesar Rp 39,1 triliun.Berbeda nasib dengan perbankan, emiten saham teknologi masih boncos. Pada kuartal III-2023, emiten teknologi masih membukukan nilai kerugian yang signifikan kendati mulai tampak perbaikan dari sisi pendapatan. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, pelemahan rupiah menjadi penekan kinerja emiten pada kuartal III-2023. Salah satu sektor saham yang mendapatkan tekanan besar dari pelemahan kurs rupiah adalah sektor kesehatan. Maklum, mayoritas emiten saham kesehatan masih mengandalkan bahan baku impor, sehingga volatilitas kurs berpengaruh terhadap beban keuangannya. Toh, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus memberi catatan khusus untuk saham perbankan. Ia menilai, kendati mengalami penurunan harga dan banyak dijual asing, saham perbankan berpeluang berbalik arah alias naik lagi.

Mengeduk Potensi Pajak dari Perusahaan Global

Hairul Rizal 01 Nov 2023 Kontan
Pemerintah Indonesia berharap bisa mulai menerapkan Pilar Dua Perpajakan Internasional pada 2025 mendatang. Langkah ini untuk mengatasi tantangan pajak yang timbul dari globalisasi dan ekonomi digital. Untuk diketahui, Pilar Dua Perpajakan Internasonal berkaitan dengan isu terkait Base Erosion and Profil Shifting (BEPS). Pilar Dua memperkenalkan tarif pajak efektif (ETR) minimum global, yaitu kelompok perusahaan multinasional dengan pendapatan konsolidasi di atas € 750 juta akan dikenakan ETR minimum 15% atas pendapatan yang diperoleh di yurisdiksi pajak rendah. Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) Dwi Astuti mengemukakan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan aturan pelaksana untuk menerapkan Pilar Dua tersebut. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal sebelumnya mengatakan, rencana penerapan Pilar Dua di Indonesia juga telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan. Pemerintah tengah menganalisis dampak kebijakan Pilar Dua. Pasalnya, kebijakan ini akan berdampak terhadap efektivitas insentif perpajakan yang diberikan Indonesia. Oleh sebab itu, lanjut Yon, penerapan Pilar Dua harus memerlukan perencanaan dan konsultasi yang cermat agar integrasi ke sistem perpajakan Indonesia tetap lancar. Pemerintah juga meminta stakeholder untuk memberikan berbagai masukan dalam menerapkan Pilar Dua ini. Pengamat Perpajakan Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar mengatakan, pengetahuan wajib pajak terkait Pilar Dua Perpajakan Internasional masih sangat minim. Maka diperkukan sosialisasi secara intensif kepada wajib pajak.

Pilihan Editor