;

Sentimen Global hingga Judi Online Penyebab Pelemahan RNTH

Yuniati Turjandini 23 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa Irvan Susandy dan juga Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Transaksi  Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2018 Hamdi Hassyarbaini sepakat bahwa penurunan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) bukan disebabkan oleh adanya penutupan kode broker. Minat investasi yang berkurang akibat sentimen  global dan juga sentimen dalam negeri sebabnya. Dalam acara IDSTV, Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Transaksi Bursa Efek Indonesia  periode 2015-2018 Hamdi Hassyarbaini menyoroti judi online yang sedang marak ini, lantaran  dalam mencapai Rp 365 triliun dalam setahun. "jadi yang saya lihat bisa jadi sebagian masyarakat yang biasanya bertransaksi saham beralih kesana, nah hal seperti ini harus diperhatikan oleh bursa," jelasnya kepada Investor Daily, Rabu (22/11/2023). (Yetede)

Pemerintah Dorong Kesetaraan antara Tingkat Upah dan Kompetensi Pekerja

Yuniati Turjandini 23 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Kisruh penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) selalu menjadi permasalahan klasik setiap tahun. Oleh karena itu,  pemerintah menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)agar pekerja memiliki kompetensi dan posisi tawar lebih di perusahaan. Kemampuan pekerja yang meningkat diharapkan berjalan seiring dengan pertumbuhan upah. Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Indah Anggoro Putri mengatakan, pemerintah terus menggenjot program peningkatan kualitas SDM melalui program pendidikan pelatihan vokasi. "Jadi sekarang kuncinya bagaimana meningkatkan kenaikan upah. Dengan meningkatkan kualifikasi melalui upgrading, reskilling insyaAllah produktivitas akan meningkat. Sehingga ke depan upah akan naik karena dalam rumus (penetapan upah minimum) ada kontribusi ketenagakerjaan dalam pembangunan ekonomi," ucap Indah. (Yetede)

BRI Bidik Transaksi Business Matching Rp 1,35 Triliun

Yuniati Turjandini 23 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menggelar pameran BRI UMKM Expo(rt) BRILianpreneur untuk  mendorong pelaku usaha go global. Tahun ini, perseroan memasang target transaksi business matching sebesar US$ 80 juta. "Nilai deal melalui business matching 2019 US$ 33,5 juta, 2020 US$ 57,5 juta, 2021 virtual deal US$ 72,1 juta, 2022 deal 76,7 juta nilai kontrak yang terjadi. Tahun ini targetnya US$ 80 juta (setara dengan Rp 1,35 triliun)" jelas Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/11/2023). Sunarso mengungkapkan bahwa sejak 2019 negara tujuan BRILianpreneur melibatkan tujuh negara kemudian bertambah jadi 11 negara pada 2020, hingga tahun ini terdapat 25 negara yang dilibatkan unutk mendukung UMKM go global. (Yetede)

Krakatau Steel Dapat Restu Restrukturisasi Utang Rp 23 Triliun

Yuniati Turjandini 23 Nov 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mengklaim telah meraih restu dari 10 bank nasional selaku kreditur untuk merestrukturisasi utang senilai US$ 1,4 miliar setara dengan Rp23,3 triliun. Usulan restrukturisasi tersebut diajukan perseroan sehubungan dengan insiden kebakaran yang menimpa pabrik Hot Strip Mil (HSM) I di Cilegon pada Mei 2023. Direktur keuangan dan manajemen Risiko KRAS Tardi dalam paparan publik perseroan secara daring, Selasa (22/11/2023) menyampaikan bahwa musibah kebakaran yang terjadi di salah satu fasilitas produksi per-seroan tersebut, berdampak terhadap kinerja-kinerja operasional maupun keuangan perseroan. Buntutnya, performa keuangan perseroan pada kahir tahun ini akan lebih tertekan dibandingkan posisi keuangan di 2022. (Yetede)

Serba Tanggung Efek Beleid Kenaikan Upah

Hairul Rizal 23 Nov 2023 Kontan (H)

Beleid kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2024 sebesar single digit berdampak minim bagi ekonomi dalam negeri. Selain kurang mendorong daya beli masyarakat, tambahan penerimaan pajak penghasilan (PPh) 21 dari kenaikan upah tahun depan juga tak signifikan. Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip mencontohkan, UMP DKI Jakarta tahun depan memang naik menjadi sekitar Rp 5,06 juta per bulan dan masuk penghasilan kena pajak (PKP) dengan tarif 5%. Hitungan dia, penghasilan terendah pekerja Jakarta yang kena pajak adalah sebesar Rp 560.000 per bulan atau Rp 6,72 juta per tahun per orang. Dengan tarif pajak sebesar 5%, mereka membayar pajak Rp 336.000 setahun. Sunarsip mengasumsikan ada sekitar 1 juta-1,5 juta pekerja di DKI Jakarta yang penghasilannya mulai kena pajak usai kenaikan UMP tersebut. Hitungan di atas kertas, tambahan PPh dari kenaikan UMP tahun depan sekitar Rp 340 miliar hingga Rp 500 miliar per tahun. Direktur Eksekutif MUC Tax Research Wahyu Nuryanto menilai, kenaikan UMP DKI Jakarta, misalnya, juga tak menambah signifikan basis wajib pajak. Sebab, sebagian di antaranya mulai terkena pajak sejak kenaikan upah tahun ini menjadi Rp 4,9 juta. Pengamat Pajak Center for Indonesia Tax Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai kenaikan UMP bisa mengerek daya beli masyarakat. Hanya saja, efeknya juga tidak signifikan lantaran belum menghitung faktor inflasi tahun depan. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan kenaikan UMP memang masih terlalu kecil. Padahal menjaga daya beli pekerja atau buruh adalah kunci agar tahun depan perekonomian Indonesia bisa lebih tahan menghadapi guncangan. Hal ini karena konsumsi rumah tangga masih menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang bisa diandalkan pada 2024. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita berpendapat, kenaikan UMP tak membantu pemulihan daya beli. Sebab nilai kenaikannya tak sepadan dengan tekanan daya beli pekerja selama setahun terakhir.

Pemerintah Baru Hadapi Risiko Lokal dan Global

Hairul Rizal 23 Nov 2023 Kontan

Ekonomi Indonesia akan menghadapi sederet tantangan besar. Kombinasi ketidakpastian pasar global hingga situasi panas politik dalam negeri berpotensi mengancam pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun depan. Pengamat ekonomi senior Chatib Basri mengingatkan sejumlah tantangan yang membayangi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Mantan Menteri Keuangan di era Presiden SBY ini menyebut risiko dan tantangan yang dihadapi Indonesia setjangka pendek atau dua tahun ke depan berasal dari dalam maupun luar negeri. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan Pemilu 2024 akan memberikan efek positif terhadap ekonomi nasional, baik di tahun ini maupun tahun depan. Untuk 2023, dia memproyeksikan hajatan politik bisa menyumbangkan pertumbuhan ekonomi berkisar 0,05%-0,1%. Di sisi lain, perlambatan ekonomi China juga akan mempengaruhi prospek perekonomian Indonesia, mengingat China merupakan mitra dagang terbesar. Chatib bilang, setiap 1% pelemahan ekonomi China akan berpotensi mengurangi ekonomi Indonesia sekitar 0,3%. Hanya, Chatib melihat risiko ini akan rendah. Apabila melihat situasi terkini, perlambatan ekonomi China tidak akan sampai 1%. Alhasil, efeknya ke Indonesia akan lebih rendah dari 0,3%. Sedangkan untuk jangka menengah, atau dalam kurun waktu dua tahun hingga lima tahun ke depan, Chatib Basri bilang Indonesia akan menghadapi risiko yang datang dari berlanjutnya perang dagang antara AS dan China. Beberapa langkah yang perlu diambil, pertama, di era suku bunga tinggi akan membuat Bank Indonesia (BI) harus memberikan tanda dalam menyusun strategi menjaga pasar keuangan Indonesia. Kedua, serangan yang terjadi di Palestina, bila meluas di Timur Tengah, akan mendorong kenaikan harga minyak yang tentu saja akan mempengaruhi harga barang-barang di dalam negeri. Ketiga, kenaikan harga beras akibat fenomena kekeringan atau El Niño.

Penerimaan Pajak Terpapar Kondisi Global

Hairul Rizal 23 Nov 2023 Kontan

Realisasi penerimaan pajak memang masih menunjukkan kinerja positif. Sayangnya, pertumbuhan penerimaan pajak terus mengalami tren perlambatan. Mengacu data Kementerian Keuangan, pertumbuhan penerimaan pajak pada Januari 2023 tercatat 48,6% secara tahunan. Kemudian pada Februari pertumbuhannya hanya 40,4%. Sementara di bulan Maret 2023 penerimaan pajak hanya tumbuh 33,8% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut semakin melambat hingga September 2023 yang sebesar 5,9% secara tahunan. Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan perlambatan pertumbuhan penerimaan pajak tersebut dipengaruhi pertumbuhan ekonomi global yang melambat sehingga juga mempengaruhi kinerja perdagangan global, yaitu aktivitas ekspor-impor. Sementara dari sisi penerimaan kepabeanan dan cukai, kinerja bea cukai pada September tahun ini juga merosot 78,1% akibat harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang sudah termoderasi. "Indonesia menghadapi situasi yang tidak pasti, situasi yang dinamis dan tentu kita melihat bagaimana pemerintah selalu menghitung bagaimana outlook penerimaan ke depan," kata Yon.

Perusahaan China Bakal Akuisisi PORT

Hairul Rizal 23 Nov 2023 Kontan

Kabar baik datang menyapa PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT). China Merchants Port Holdings Company Limited menyatakan telah mengadakan perjanjian jual beli (share purchase agreement) untuk membeli 1,43 miliar saham atau setara 51% modal yang disetor dan ditempatkan PORT, milik PT Episenta Utama Investasi. Berdasarkan pengumuman di situs China Merchants Port Holdings, transaksi tersebut bernilai US$ 61,20 juta. Hal tersebut diungkapkan China Merchants Port Holdings pada hari Senin (20/11) kemarin. PORT merupakan emiten yang dikendalikan penuh oleh Garibaldi Thohir (Boy Thohir) lewat PT Episenta Utama yang mengapit 74,1% saham PORT. Perusahaan ini bergerak di bidang penyediaan pelayanan terminal peti kemas, serbaguna dan umum serta penyediaan teknik jasa peralatan pelabuhan seperti perbaikan, modifikasi dan relokasi di pelabuhan Indonesia. China Merchants Port Holdings sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidan investasi dan atau pengoperasian pelabuhan dan bisnis yang berhubungan dengan pelabuhan. Aksi tersebut merupakan cara yang relevan dan efektif mendorong pertumbuhan baru terhadap pertumbuhan yang sudah ada dan bisnis pelabuhan yang tumbuh secara berkelanjutan. Rencana akuisisi tersebut, terang manajemen China Merchants Port Holdings, akan memajukan jaringan pelabuhan strategis perusahaan di Asia Tenggara dan memanfaatkan sepenuhnya kemitraan lokal untuk menembus pasar Indonesia. Dengan mengakuisisi 51% saham PORT, China Merchants Port Holdings dapat mengambilalih pengelolaan operasional PORT serta mengkonsolidasi laporan keuangannya. "Sekaligus ini menjadi upaya membangun platform untuk peluang investasi masa depan di Indonesia," terang Feng Boming, Chairman China Merchants Port Holdings Company Limited. China Merchants Port Holdings Company Limited.

Hingga September 2023, EXCL Mencetak Laba Bersih Rp 1,01 T

Hairul Rizal 23 Nov 2023 Kontan

Kinerja PT XL Axiata Tbk (EXCL) masih mengalami pertumbuhan. Sepanjang Januari hingga September 2023, pendapatan EXCL naik 10,19% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 23,87 triliun. Sejalan dengan pendapatan, laba bersih EXCL naik 2,99% menjadi Rp 1,01 triliun. Kenaikan laba itu di tengah beban EXCL yang meningkat 9,6% secara tahunan menjadi Rp 20,39 triliun. "Kompetisi terus berlangsung ketat hingga saat ini, tapi EXCL mampu mencetak tingkat profitabilitas yang tumbuh positif dibanding periode yang sama tahun lalu," ujar Presiden Direktur & CEO EXCL, Dian Siswarini, Rabu (22/11). Karena itu, EXCL terus berupaya membesarkan layanan fixed broadband (FBB) dan fixed mobile convergence (FMC) untuk menghadapi tantangan industri ke depan. "Kedua segmen ini terus menunjukkan potensi sangat menggembirakan," jelas Dian. Sementara itu, penetrasi layanan konvergensi XL Axiata mencapai 69% dari pelanggan layanan XL Home. Artinya, 69% dari pelanggan XL Home telah beralih menjadi pelanggan XL Satu. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Adityo Nugroho mengatakan, kinerja EXCL per kuartal III-2023 masih cukup solid. Di sisi lain, bisnis utama telekomunikasi mulai berkontraksi, tapi EXCL terus mencari peluang yang baru. Namun, hal ini membutuhkan dana investasi yang besar.

SIASAT PENGAMAN EKONOMI

Hairul Rizal 23 Nov 2023 Bisnis Indonesia (H)

Kondisi ekonomi pada 2024 masih penuh dengan bayang-bayang ketidakpastian global. Beberapa di antaranya bersumber dari ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah, kenaikan inflasi dunia, hingga ekspektasi perubahan kebijakan suku bunga di Amerika Serikat (AS).Masing-masing faktor itu pun berisiko menghambat mesin penggerak ekonomi. Ketegangan politik, misalnya yang berimbas pada terhambatnya aliran investasi, serta infl asi yang memengaruhi prospek ekspor.Tak hanya itu, arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang masih penuh teka-teki pun memiliki efek yang tak bisa diremehkan terhadap guncangan stabilitas pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengatakan salah satu usaha untuk menjaga perekonomian Indonesia dari berbagai guncangan yakni menggunakan instrumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN/APBD)."Kita menggunakan berbagai instrumen di dalam APBN karena kebutuhan ekonomi bermacam-macam. APBN dan APBD itu adalah instrumen fiskal yang sangat penting," katanya, Rabu (22/11).Sejalan dengan itu, harmonisasi belanja pun akan dipacu untuk menangkal serangan global pada tahun depan, melalui optimalisasi UU No. 1/2022 tentang Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah atau HKPD.Terpisah, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu, optimistis aneka trik itu mampu menguatkan fondasi ekonomi pada tahun depan sehingga produk domestik bruto (PDB) mampu tumbuh sesuai target, yakni 5,2%. Buktinya, pada lelang perdana Sekuritas Valas BI (SVBI) 21 November lalu terserap hingga US$236,5 juta, jauh di atas ekspektasi yang senilai US$200 juta. Terlepas dari adanya kekhawatiran tersebut, Febrio menegaskan bahwa ekonomi nasional pada tahun depan masih cukup tangguh yang tecermin dari realisasi pertumbuhan ekonomi dan infl asi yang stabil. Optimisme pemangku kebijakan itu merambat ke pelaku usaha, yang meyakini prospek pertumbuhan ekonomi masih tetap resilien pada 2024, meski memanasnya kondisi geopolitik global memengaruhi perlambatan ekonomi global.Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Kadin Shinta W. Kamdani, mengatakan geopolitik membawa ketidakpastian supply chaindan value chain global pada aktivitas ekonomi. Namun, Indonesia masih dapat bertumpu pada perekonomian domestik. Ekonom Senior Universitas Indonesia (UI) Chatib Basri, mengatakan ada beberapa tantangan yang mengadang pada tahun depan, yakni perlambatan ekonomi China dan pengetatan suku bunga di AS dan Eropa. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, melihat sektor jasa masih melanjutkan tren positif pada 2024 di tengah bayang-bayang ketidakpastian global.

Pilihan Editor