;

Ada Aksi Wait and See di Sektor Properti

Yuniati Turjandini 09 Jan 2024 Investor Daily (H)
Sejumlah kalangan menilai bahwa saat ini ada aksi wait and see (menunggu) di sektor properti. Pemicu aksi itu terkait dengan gelaran pemilihan umum (pemilu) yang mencakup pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg). Selain itu, belum keluarnya peraturan menteri keuangan (PMK) tahun 2024 tentang Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung pemerintah (PPN DTP). "Tahun politik akan pengaruh ke industri properti. Sekarang banyak yang wait and see. Mereka menunggu hasil pilpres," ujar Hendro Santoso Gondokusumo, direktur utama PT Intiland Development Tbk di jakarta. Hendro menegaskan, ditengah itu semua, Intiland harus kreatif untuk meningkatkan kinerja dengan mencari peluang baru. Sekalipun demikian, bisnis utama Intiland tetap dibidang properti. Di sisi lain, inflasi Indonesia pada September 2023 tetap terjaga rendah, sebanyak 2,28%. (Yetede)

Ketenagalistrikan Harus Andal Menyongsong Ramadhan dan Idul Fitri 2024

Yuniati Turjandini 09 Jan 2024 Investor Daily (H)
Sektor ketenagalistrikan harus siap menghadapi masa Ramadan dan Idul Fitri 2024. Mengingat masa puasa dan Lebaran tahun ini akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Secara umum kondisi penyaluran energi selama Nataru berjalan aman meskipun terjadi bencana alam. Kepala Satgas Nataru Erika Retnowati mengatakan Posko Nataru berakhir pada 8 Januari 2024 yang dimulai sejak 15 Desember 2023. "Meskipun masa Posko Nataru telah selesai, kami mengharapkan  temen-teman tetap  bersiaga, terutama di sektor  kelistrikan yang berupaya memperbaiki  adanya pembangkit yang mengalami gangguan. Kami sangat berharap ini bisa diselesaikan  dengan segera, sebelum nanti kita tiba pada masa Ramadan  Idul Fitri. Mudah-mudahan ini bisa beroperasi dengan normal seluruhnya," kata Erika. (Yetede)

Menurun Kontribusi Industri Manufaktur

Yuniati Turjandini 09 Jan 2024 Tempo
SELAMA satu dekade terakhir, industri manufaktur tumbuh lebih lambat daripada ekonomi nasional. Perannya terhadap penyerapan tenaga kerja pun semakin berkurang. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sektor manufaktur berada di kisaran 4 persen sejak 2013 hingga kuartal ketiga 2023. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi nasional selama periode tersebut mencapai 5 persen. Pada kuartal III 2023, misalnya, PDB manufaktur hanya 4,84 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,05 persen.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede menuturkan perlambatan di industri manufaktur terutama terjadi pada bisnis pengolahan produk berorientasi ekspor. Pelemahan permintaan di tengah lesunya perekonomian global membuat kinerja industri tersebut ikut turun. “Kami juga melihat memang daya saing beberapa industri manufaktur terindikasi menurun, terutama yang bergerak di sektor padat karya,” tuturnya kepada Tempo, Senin, 8 Januari 2024. 

Industri manufaktur padat karya menghadapi tantangan tingginya biaya produksi. Kenaikan upah minimum yang terjadi di sentra-sentra industri tidak disertai kenaikan produktivitas. Di sisi lain, persaingan untuk mengundang investor global terus meningkat. Kini beberapa negara menjadi sumber pertumbuhan baru industri sejenis, seperti Bangladesh dan Vietnam. Salah satunya karena upah minimum tenaga kerja mereka yang lebih rendah. Kondisi tersebut bakal mempengaruhi serapan tenaga kerja Indonesia. Pasalnya, selama ini industri manufaktur mempunyai peran penting dalam penyediaan lapangan kerja yang besar. Peran ini, menurut Josua, belum bisa digantikan industri lain. (Yetede)



Banyak Tantangan Mendongkrak Rasio Pajak

Yuniati Turjandini 09 Jan 2024 Tempo
Meski realisasi penerimaan pajak naik 5,9 persen, rasio pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia menurun. Dalam konferensi pers realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), 2 Januari lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan rasio pajak terhadap PDB pada 2023 sebesar 10,21 persen, lebih rendah dari tahun sebelumnya, yakni 10,39 persen. Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (Ideas) Yusuf Wibisono mengatakan penerimaan perpajakan masih cenderung stagnan. "Selama satu dekade terakhir, rasio pajak hanya berada di kisaran 10 persen dari PDB," ujarnya, kemarin.

Secara umum, rasio pajak adalah perbandingan antara penerimaan pajak dan PDB dalam periode waktu tertentu. Angka rasio ini digunakan untuk mengukur optimalisasi kapasitas administrasi perpajakan negara dalam menghimpun penerimaan pajak. Menurut Yusuf, penurunan rasio pajak menempatkan Indonesia dalam daftar negara-negara dengan kapasitas fiskal terendah. "Tidak hanya di kawasan, tapi juga di dunia," katanya.

Berdasarkan laporan bertajuk "Revenue Statistics in Asia and the Pacific 2023" yang dirilis Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), rasio pajak Indonesia masih di bawah rata-rata negara lain. Pada 2021, rasio pajak terhadap PDB Indonesia adalah 10,9 persen. Sedangkan rasio pajak di negara-negara Asia dan Pasifik rata-rata sebesar 19,8 persen. Menurut Yusuf, kinerja penerimaan perpajakan Indonesia tidak banyak berubah. Target rasio pajak tahun ini bahkan masih lebih rendah dari rasio pajak di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada 2015, yakni sebesar 10,76 persen dari PDB. "Jadi belum terlihat adanya kenaikan kinerja fiskal pasca-reformasi perpajakan," ujarnya (Yetede)

Kinerja Solid APBN 2023

Hairul Rizal 08 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Sepanjang 2023 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian global. Ketidakpastian perekonomian global terutama dipicu oleh konflik geopolitik, yaitu perang Rusia dan Ukraina serta konflik di Timur Tengah.Pada sisi lain, dampak El Nino yang berkepanjangan juga menambah terganggunya sisi suplai dan produktivitas komoditas pangan, sehingga menimbulkan tekanan terhadap inflasi. Kondisi tersebut mendorong bank sentral di banyak negara mempertahankan suku bunga tinggi, sehingga berdampak pada terbatasnya likuiditas global, sehingga menimbulkan tekanan terhadap suku bunga dan nilai tukar khususnya di negara berkembang termasuk Indonesia.Tingginya suku bunga global membatasi ruang kebijakan pemulihan ekonomi di banyak negara. Pertumbuhan global tahun ini diperkirakan melambat signifikan ke 3,0% YoY dari 3,5% pada tahun lalu. Indikator PMI Manufaktur global pada November 2023 masih berada di zona kontraksi di level 49,3. Mayoritas negara-negara dunia mengalami kontraksi termasuk di antaranya AS, negara-negara di Eropa, dan Jepang. Pada sisi lain, AS juga tengah menghadapi permasalahan internal bersamaan dengan ekonomi Eropa yang terus melemah. Fiskal AS mengalami tekanan akibat level utang tinggi di tengah penerimaan negara yang belum pulih.Namun, di tengah ketidakpastian dan pelemahan ekonomi global, perekonomian Indonesia masih cukup resilien. Pertumbuhan ekonomi di triwulan III/2023 tercatat sebesar 4,94 % (YoY), atau sampai dengan triwulan III/2023 sebesar 5,05% (ctc). Capaian tersebut ditopang permintaan domestik yang masih kuat sejalan dengan inflasi yang terkendali serta dukungan kebijakan fiskal. Dari sisi produksi, sektor-sektor utama tumbuh positif seiring penguatan permintaan domestik dan pulihnya aktivitas masyarakat. Sektor manufaktur tumbuh 5,2% YoY pada triwulan III/2023 didukung kuatnya permintaan domestik. 

Kuatnya permintaan domestik dan aktivitas masyarakat juga mendorong mendorong pertumbuhan double digit pada sektor Akomodasi dan Transportasi (10,9%). Kinerja neraca perdagangan juga masih positif di tengah lemahnya permintaan global. Indonesia masih mencatat surplus US$33,63 miliar (Jan—Nov). Menguatnya aktivitas ekonomi nasional juga berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat. Tingkat pengangguran mengalami penurunan signifkan menjadi 5,32% pada Agustus 2023 dari sebelumnya 5,86% pada Agustus tahun lalu. Penciptaan lapangan kerja yang lebih baik, relatif terkendalinya inflasi, serta kebijakan penebalan bansos yang dikeluarkan oleh pemerintah mampu menurunkan tingkat kemiskinan dari 9,54% di tahun 2022 menjadi 9,36% tahun 2023.Di tengah perkembangan perekonomian global yang bergerak sangat dinamis, realisasi APBN di tahun 2023 menunjukan kinerja yang solid dan kredibel. Pelaksanaan APBN 2023 mencatatkan kinerja positif. Pertama, pendapatan negara mampu mencapai Rp2.774,3 triliun melebihi target (112,6% dari APBN atau 105,2% dari Perpres 75), di tengah gejolak perekonomian global dan termoderasinya harga komoditas. Kedua, perpajakan mencapai Rp2.155,4 triliun melebihi target atau tumbuh positif 5,9% YoY.  Ketiga, kinerja PNBP meningkat signifikan mencapai Rp605,9 triliun, terutama ditopang volatilitas harga komoditas, kinerja BUMN dan inovasi layanan. Keempat, belanja negara terserap optimal mencapai Rp3.121,9 triliun atau 102% dari pagu APBN. Kelima, realisasi Transfer ke Daerah mencapai Rp881,3 trilun terutama untuk mendukung penguatan perekonomian daerah. Keenam, primary balance mulai positif Rp92,2 triliun sejak 2012. Ketujuh, defisit jauh lebih terkendali yaitu sebesar Rp347,6 triliun atau 1,65% PDB jauh lebih rendah dari target APBN: Rp598,2 triliun (2,84% PDB) atau target Perpres 75 : Rp479,9 triliun (2,27% PDB).Kedelapan, pembiayaan investasi mencapai Rp90,1 triliun, utamanya untuk mendukung percepatan pembangunan infrastrukur, peningkatan akses pembiayaan perumahan bagi MBR, dukungan untuk PSN dan penguatan kualitas SDM.Kesembilan, kinerja APBN 2023 yang positif, juga mampu menyiapkan buffer yang memadai, untuk menopang pelaksanaan APBN di tahun 2024.

PERTUMBUHAN EKONOMI 2024 : MEMULIHKAN INDUSTRI UNGGULAN

Hairul Rizal 08 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Ekonomi Indonesia mampu melewati berbagai tantangan sepanjang 2023 dengan cukup baik. Memasuki tahun ini, keyakinan untuk menggapai pertumbuhan yang jauh lebih baik dipatok dengan memperhatikan berbagai dinamika global. Tetap hati-hati. Kalimat yang dilontarkan Presiden Joko Widodo dalam dua agenda pertemuan di pengujung 2023 yakni saat menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) pada 29 November 2023 dan Outlook Perekonomian Indonesia yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 22 Desember 2023.“Tidak ada alasan untuk pesimistis memasuki 2024. Saya masih optimistis pertumbuhan ekonomi kita masih berada di kisaran 5%. Namun, kalau orang Jawa bilang tetap eling lan waspodo, harus selalu ingat hati-hati dan waspada. Ketidakpastian global masih berlanjut. Konflik di Timur Tengah yang bisa memicu kenaikan harga minyak global juga kemungkinan masih ada,” kata Kepala Negara.Presiden Jokowi pantas percaya diri. Sejumlah indikator makro masih baik sampai dengan kuartal III/2023. Laju ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5%, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global di angka 2,9%.Selain itu, infl asi di dalam negeri terjaga di level 2,86% atau jauh di bawah rata-rata infl asi global di level 7,2%. Dalam laporan kinerja APBN 2023 yang dirilis pada Selasa (2/1), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pencapaian kinerja APBN jauh lebih cepat dari yang diperkirakan.“APBN kita sudah ahead of the curve. APBN 2 tahun berturut-turut [2022 dan 2023] sudah ahead of the curve, mampu untuk menyehatkan dirinya, namun pada saat yang bersamaan, menyehatkan ekonomi dan melindungi masyarakat,” kata Sri Mulyani. Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi di berbagai negara dunia juga cenderung lemah dan tidak merata. Ekonomi Amerika Serikat, contohnya masih resilien, sedangkan Asia tetap menjadi penopang pertumbuhan global di tengah tren ekonomi Eropa yang melemah.Dari sisi capaian kinerja APBN 2023, Sri Mulyani melaporkan pendapatan negara mencapai Rp2.774,3 triliun atau 112,6% dari target yang ditetapkan pada tahun lalu. Penerimaan perpajakan yang bersumber dari pajak serta penerimaan kepabeanan dan cukai yang mencapai Rp2.155,4 triliun mampu melampaui target yang dipatok pada 2023. Industri pengolahan dalam struktur produk domestik bruto (PDB) memiliki kontribusi cukup besar yakni di kisaran 20%. Demikian halnya dari sisi porsi penyerapan kredit bank, industri pengolahan memiliki pangsa sekitar 16%—17%, terbesar dibandingkan dengan industri lainnya.Demikian pula dari aspek daya serap tenaga kerja. Dalam rencana kerja pemerintah (RKP) 2023, pertumbuhan industri pengolahan dipatok antara 5,3%—5,6%. Namun, sampai dengan kuartal III/2023, capaian industri pengolahan baru sebesar 5,2%.Situasi parah di industri pengolahan dirasakan dari sisi ekspor. 

Dari target 11,18% dalam RKP 2023, realisasinya justru minus 3,45%. Tahun ini, ekspor industri pengolahan diproyeksikan hingga 10,1%. Menurut Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie, tantangan industri alas kaki pada tahun ini masih berat. Beberapa rencana relokasi industri dari luar negeri, terganjal dengan regulasi. Sampai dengan Oktober 2023, pertumbuhan penjualan ekspor alas kaki mengalami penurunan sekitar 18% secara tahunan. Penurunan pertumbuhan penjualan sepanjang 2023 diproyeksina berkisar 20%. Di samping itu, kondisi pasar domestik dinilai belum meyakinkan karena momentum Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berdekatan dengan Hari Raya Idulfi tri.Kendati demikian, pesanan dari brand lokal untuk periode Lebaran diperkirakan bakal masuk pada Januari ini. Adapun, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmaja menjelaskan kondisi industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tahun ini belum akan banyak mengalami perubahan seperti tahun lalu. Demikian halnya dengan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) yang mengeluhkan tantangan serupa, terutama akibat geopolitik dan fenomena lonjakan infl asi di negara tujuan ekspor. Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menjelaskan target ekspor mebel dan kerajinan senilai US$5 miliar tak tercapai pada tahun lalu. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira menyatakan industri pengolahan yang berkontribusi besar terhadap PDB masih terpengaruh oleh ketidakpastian pasokan, fluktuasi harga bahan baku, dan gangguan rantai pasok akibat situasi geopolitik. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menjelaskan butuh usaha lebih keras dan pendekatan efektif untuk meningkatkan kontribusi industri manufaktur dalam mengejar target yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dari data yang ada, katanya pemerintah menargetkan skenario paling optimistis sehingga membuat realisasi seringkali di bawah yang diharapkan, kecuali ada upaya khusus dan ekstra yang dikerahkan agar target dapat tercapai. Peneliti Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef Riza Annisa Pujarama menyatakan tanpa upaya perbaikan ekstra, langkah menuju RKP periode 2024 dipastikan berat.Terlebih, apabila sasaran 2024 dipatok sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024. Beberapa aspek yang bisa jadi bahan perbaikan pemerintah, antara lain optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kemudian proaktif mencari solusi atas kendala dan tantangan sektor-sektor yang dalam tren melambat, serta sosialisasi insentif fiskal dunia usaha secara lebih masif. Sebagai contoh, beberapa sektor industri manufaktur berorientasi ekspor tampak melambat karena berbagai macam restriksi dari negara tujuan ekspor. Hal itu perlu peran pemerintah dalam mengamankan dan mencari pasar.

Relasi Besar antara Bahasa dan Ekonomi

Yoga 08 Jan 2024 Kompas

Mereka yang memilih belajar bahasa Indonesia di China melihat peluang luas. Di dunia industri, Bahasa bekerja menyampaikan maksud perusahaan. Semua menjadi contoh kecil hubungan besar antara bahasa dan ekonomi bekerja. Di kantor pusat Build Your Dreams atau BYD, perusahaan baterai asal China yang berkembang menjadi produsen kendaraan listrik dunia, 20 wartawan dari Indonesia, bisa berkomunikasi dengan warga China dengan lancar. Bahkan, menggunakan bahasa Indonesia. Di pusat perbelanjaan atau kantor BYD, sebagian besar berbahasa Mandarin dan beberapa berbahasa Inggris. Dannie Zheng (23) warga setempat, mampu berbahasa Indonesia fasih dan percaya diri menceritakan mengenai BYD, tempatnya bekerja. Lini masa perkembangan usaha BYD ia jabarkan satu per satu sejak pertama kali berdiri pada 1995.

Dannie bertindak seperti pemandu bagi rombongan wartawan asal Indonesia untuk tur keliling kantor pusat BYD dan menjelaskan berbagai hal. Ia mendampingi Presdir PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao yang menjelaskan banyak hal dalam bahasa Inggris. Adapun Head of Marketing Communication PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan yang biasa menerjemahkan perkataan Zhao ke bahasa Indonesia.  Dannie lulusan Program Studi Bahasa Indonesia di Universitas Teknologi Hefei, di ibu kota Provinsi Anhui. Setelah lulus pada medio 2023, Dannie langsung bekerja di BYD pada bulan Agustus di tahun yang sama. ”Itu sangat potensial. Bahasa Inggris sangat kompetitif. Kalau (belajar) bahasa Indonesia, mungkin saya bisa mencari kesempatan bekerja yang banyak dan memperluas pengalaman,” katanya, apalagi hubungan China dan Indonesia berjalan cukup baik dari tahun ke tahun. Seiring dengan itu, kerja sama ekonomi juga terjalin.

BYD, kantor Dannie, sudah memulai bisnis di Indonesia sejak 2018. BYD menyediakan bus listrik dan mobil listrik untuk taksi. Pada 2024, perusahaan terkemuka itu akan memperluas pasar kendaraan listrik mereka. Dannie kemungkinan akan ditugaskan ke Indonesia pada pertengahan 2024. Di BYD, ia tidak bekerja layaknya orang kebanyakan. Ia bertemu banyak orang baru, menyampaikan maksud bahasa Mandarin seakurat mungkin ke bahasa Indonesia untuk kepentingan perusahaan, dan memperluas jaringan pertemanan. Bahasa, dalam kadar tersebut, tidak bisa dilihat sebagai alat komunikasi semata. Ada kepentingan lain yang mengiringinya, yakni ekonomi. Bagi Dannie, kemampuan berbahasa membuatnya bisa mendapat pekerjaan. Bagi BYD, maksud dan tujuan mereka tersampaikan melalui bahasa yang ditulis wartawan Indonesia. (Yoga)

PERMINTAAN KREDIT : LEMAH KALA LIKUIDITAS BERLIMPAH

Hairul Rizal 08 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Industri perbankan menjadi motor utama bagi dunia usaha dalam melakukan ekspansi. Perlahan, penyaluran kredit oleh bank meningkat sekaligus menjadi sinyal pemulihan ekonomi di Tanah Air. BI rate berpeluang besar akan mengalami penurunan pada 2024 seiring dengan penurunan FFR [Fed Fund Rate]. Kemungkinan besar penurunan akan terjadi pada kuartal II/2024,” ujar Chief Economist PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Anton Hendranata saat berbicara dalam diskusi Tantangan Pelik Ekonomi di Tahun Pemilu pada 13 Desember 2023.Dalam kajian yang disusunnya, penurunan BI 7 Days Repo Rate (BI7DRR) sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan sebesar 0,36%, lalu pertumbuhan kredit rumah tangga sebesar 0,07%, dan pertumbuhan kredit produktif sebesar 0,11%.Alurnya, ketika suku bunga acuan turun akan diikuti dengan menipisnya biaya investasi. Biaya investasi yang turun berpotensi mendorong permintaan terhadap kredit produktif yang akan mengungkit output baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun kenaikan pendapatan. Dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20—21 Desember 2023, Bank Indonesia masih mempertahankan BI7DRRdi level 6%.Bank sentral juga melaporkan permintaan kredit sampai dengan November 2023 masih kuat dengan pertumbuhan sebesar 9,7% year-on-year (YoY). Angka itu masih sejalan dengan sasaran proyeksi pertumbuhan kredit pada 2023 di kisaran 9%—11%.

Dari sisi permintaan kredit modal kerja (KMK) tumbuh paling kuat 10,2% YoY, diikuti kredit investasi 9,4%, dan kredit konsumsi sebesar 9,1%.Terdapat empat sektor ekonomi yang kreditnya tumbuh digit ganda yakni jasa sosial/masyarakat, pertambangan, pengangkutan, dan jasa dunia usaha. Sementara itu, pergerakan suku bunga kredit pada 2023 cenderung naik. Sampai dengan November 2023, suku bunga rata-rata kredit berada di level 9,29% atau lebih tinggi dari posisi pada akhir 2022 sebesar 9,15%. Menurut Ketua Bidang Pengembangan Kajian Ekonomi Perbankan Perbanas Aviliani, daya serap kredit sedang tidak banyak, terlebih di tengah ketidakpastian jelang tahun politik. ermintaan kredit, katanya akan turut dipengaruhi oleh suku bunga yang cenderung naik bertahap dan diperkirakan melandai pada semester II/2024.“Perbankan sebenarnya sedang tidak mudah. Bank yang tidak efi sien akan susah bertahan di masa yang datang. Karena demi menjaga tetap kompetitif di pasaran, mereka membutuhkan modal yang besar, sementara margin makin tipis karena suku bunga kredit hanya bisa naik terbatas,” katanya.Industri bank memilih target penyaluran kredit yang tak agresif.“Kami masih tetap menargetkan pertumbuhan kredit korporasi sekitar 7% pada tahun ini,” ujar Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lani Darmawan.Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Royke Tumilaar menyatakan perseroan optimistis dengan pertumbuhan kredit 9%—10% pada tahun ini. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teuku Riefky berpandangan saat ini perbankan masih sulit menyalurkan kredit karena sektor riil yang cenderung turun.

PERFORMA MANUFAKTUR : Bekal Kuat Industri Baja Nasional

Hairul Rizal 08 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) optimistis menghadapi 2024, karena ada sentimen yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan konsumsi baja nasional. Selain geliat properti, dan naiknya belanja infrastruktur pemerintah, pertumbuhan permintaan di pasar global otomotif juga diproyeksi bakal membuat industri baja lebih baik. Dalam laporan terbarunya, IISIA meneropong pertumbuhan konsumsi baja bakal sejalan dengan tren peningkatan pada 2020—2023. Adapun, tahun lalu konsumsi baja nasional mencapai 17,4 juta ton, naik dari 16,6 juta ton pada 2022. Dalam laporan tersebut, IISIA juga memprediksi pertumbuhan sektor pengguna baja nasional bakal meningkat, seperti infrastruktur dari belanja pemerintah pada 2024 yang bakal naik 7,9% menjadi Rp423 triliun. Di sisi lain, sektor otomotif juga diyakini akan berkontribusi positif dalam menyerap produk baja nasional. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil baru pada 2024 sebesar 1,1 juta unit, meningkat dari 1,05 juta unit pada 2023. Dalam kesempatan terpisah, Chairman IISIA Purwono Widodo mengatakan, pihaknya bakal memaksimalkan pasar domestik untuk menggenjot pertumbuhan di tengah beragam persoalan yang bisa menghambat pertumbuhan pasar global.

Harapan Pekerja Muda di 2024

Yoga 08 Jan 2024 Kompas

BPS pada 2022 melaporkan, jumlah pekerja usia 25-29 tahun mencapai 17,18 juta, jumlah tertinggi kelompok usia angkatan kerja, diikuti usia 30-34 tahun sebanyak 16,9 juta. Di awal tahun 2024, para pekerja muda mendasarkan harapan agar perekonomian tetap bertumbuh di tengah tahun politik dan ketidak pastian global. Mereka juga menebar optimisme dengan mengambil langkah pribadi yang kreatif seperti memasarkan produksi sendiri hingga menggunakan barang dengan lebih bijak demi menjaga bumi lebih baik. Perekonomian Indonesia tahun ini akan menghadapi tantangan dengan adanya pemilu di Tanah Air dan di AS. Keduanya berpotensi menimbulkan ketidak stabilan. Hasil pemilu dinanti karena memengaruhi bagaimana kebijakan ekonomi ke depan. Harapannya di tahun ini, pemilu berjalan aman damai sehingga tidak ada konflik horizontal. Stabilitas politik akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Beberapa harapan dan antisipasi para pekerja muda diantaranya : Gloria Fransisca (31) Karyawan Swasta di Jakarta, berharap ada tindakan membasmi kejahatan keuangan perbankan dan pinjaman daring ilegal. Marshall Sautlan (30) Karyawan BUMN di Jakarta, melihat ekonomi 2024 dengan optimistis tetapi realistis. Tantangan ekonomi ditambah tahun politik tidak bisa diabaikan. Dengan adanya inflasi dan ketidakstabilan pasar global, kita harus lebih hati-hati dalam mengelola keuangan keluarga. Namun, perlu memanfaatkan peluang investasi dan teknologi untuk mencari cuan dan tabungan tambahan. Ia berencana mencari peluang dari jual beli pasar saham, juga memanfaatkan aplikasi jual beli e-dagang untuk jualan tas buatan sendiri. (Yoga)

Pilihan Editor