;

Korporasi cari Dana Rp 28 Triliun di Pasar Modal

Yuniati Turjandini 10 Jan 2024 Investor Daily (H)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rencana penghimpunan dan dari pasar modal di awal 2024 telah mencapai Rp28,68 triliun. Penghimpunan dana dari 85 rencana  aksi korporasi tersebut, akan  melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO)  saham, penawaran umum terbatas (rights issue), serta obligasi atau efek bersifat utang dan sukuk (EBUS). "Terdapat pipeline penawaran umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp 28,68 triliun, yang diantaranya merupakan rencana IPO emiten baru sebanyak 60 perusahaan," kata Kepala Eksekutif Pengawas  Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon  Merangkap Anggota Dewan Komisioner Inarno Djajadi dalam Rapat Dewan Komisioner OJK Selasa (9/1/2024). Inarno menyebut, rencana IPO 60 perusahaan tersebut bernilai total Rp10,01 triliun. Sementara penghimpun dana lainnya yang telah masuk batas  sebanyak 11 emisi dengan nilai Rp 5,4 triliun, disusul EBUS Rp 9,26 triliun, serta 6 penawaran umum bersama (PUB) EBUS tahap I,II, dst senilai Rp 4,01 triliun. (Yetede)

RBB 2024, Laba Perbankan Tumbuh 10%

Yuniati Turjandini 10 Jan 2024 Investor Daily
Otoritas Jasa Keuangan (OKJ) telah menerima rencana bisnis bank (RBB)  yang disampaikan oleh industri perbankan untuk 2024-2026. Di tanam ini, dari sisi profitabilitas, laba bersih diperkirakan  bisa tumbuh hingga dua digit dibandingkan dengan 2023. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, posisi margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan per November 2023 berada di posisi 4,83%. Namun, cenderung meningkat dari posisi November 2022 yang di level 4,7%. Sementara itu, untuk return of asset (ROA) bank pada November 2023 cenderung stabil di posisi November 2022 yang di level 4,7%. "Adapun, laba (2024) melanjutkan pertumbuhan positif  dengan laba bersih meningkat 9-10% year on year, juga capaian NIM 4-5%," tutur Dian. (Yetede)

Diserang Impor, Industri PTP Kontraksi 1,45%

Yuniati Turjandini 10 Jan 2024 Investor Daily
2023 menjadi tahun yang berat untuk para pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT), serta diperkirakan kontraksi sebesar 1,45%. Impor ilegal yang tidak ditindak serius oleh pemerintah dan belum membaiknya pasar global menjadi penyebab utamanya.  Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta menerangkan, selain PHK ada juga perusahaan-perusahaan yang tutup pabriknya atau hanya berjalan 30% dari kapasitas yang ada. Meskipun ada yang sampai 70%, itu biasanya limpahan orderan dari perusahaan yang tutup. "Jadi 2023 ini kita memproyeksikan tekstil ini, kalau secara statistik kita proyeksinya itu kontraksi sekitar 1,45%. Untuk kuartal IV saya kira kontraksi bisa diatas 3%, antara minus 3 sampai minus 4%," ucap Redma.  Mengenai ekspor, Redma menerangkan, pihaknya memperkirakan kontraksinya sampai minus 13%. (Yetede)

65 Juta UMKM Didorong Menjadi Digital

Yuniati Turjandini 10 Jan 2024 Investor Daily
Kolaborasi berbagai pihak yang  berkepentingan diperlukan untuk mendorong 65 juta UMKM di Tanah Air mau mendigitalisasikan usahanya (go digital) dan menjadi 'bintang digital'. Terkini perusahaan teknologi 1ENGAGE dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin)  Indonesia pun meneken nota kesepemahaman (MoU) untuk mendorong semua UMKM di tanah Air mendigitalisasikan bisnisnya.  Saat ini Indonesia memiliki total sekitar 65 juta UMKM  yang terus dibina agar naik kelas secara produk/skala bisnis serta memperluas jangkauan pasar ke kancah nasional dan global. Mereka terus didorong berkembang karena punya peran strategis  berkontribusi sekitar 61% terhadap PDB/Ekonomi dan menyerap tenaga kerja 97% secara nasional. Namun, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM serta Kemenko Perekonomian, total baru 27 jutaan UMKM yang sudah memasarkan produk/jasanya di platform digital hingga akhir 2023, naik 5 jutaan dari 22 jutaan pada akhir 2022. (Yetede)

Kemenkominfo Tegur Keras X Soal Judi Online

Yuniati Turjandini 10 Jan 2024 Investor Daily
Kementerian komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melayangkan surat peringatan  kepada pengelola platform X (dulu Twitter) untuk merespon keluhan masyarakat atau maraknya judi online yang muncul di platform media sosialnya. "Kemekominfo memberi peringatan platform X karena aduan masyarakat yang mengeluh  dengan maraknya iklan judi online," kata Menkominfo Budi Arie Setiadi di kantor Kemenkominfo. Menkominfo menegaskan, seluruh pihak, baik website atau platform, akan mendapat perlakuan yang sama dari Kemenkominfo jika memuat iklan maupun konten judi seperti di platform X. Sebagai informasi, Kemenkominfo sudah pernah memberi teguran serupa kepada Meta, perusahaan induk dari facebook dan Instagram, atas keluhan hal yang sama dari masyarakat. Saat ini, Kemenkominfo memberikan peringatan keras kepada manajemen Meta di Indonesia agar segera membersihkan konten judi online. (Yetede)

Ragu Bawaslu Telusuri Aliran Dana Janggal

Yuniati Turjandini 10 Jan 2024 Tempo
Pegiat pemilu mempertanyakan komitmen Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam menelusuri aliran dana mencurigakan yang disampaikan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sebab, hingga saat ini, Bawaslu belum sekalipun menyampaikan hasil dari penelusuran itu. “Karena temuan PPATK penting untuk melacak dana kampanye ilegal yang diduga berputar dan digunakan untuk kepentingan pemilu,” kata peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Kahfi Adlan Hafiz, kemarin, 9 Januari 2024.

Bawaslu, kata Kahfi, semestinya menyampaikan perkembangan hasil penelusuran mereka kepada publik. Jika memang ada kendala, Bawaslu tidak perlu ragu untuk menyampaikan hambatan yang dihadapi dalam penelusuran data dari PPATK tersebut. “Upaya ini penting untuk memastikan dana yang digunakan untuk kampanye itu ilegal atau tidak,” ujarnya. “Apalagi kalau melihat konteks data yang diberikan, bukan saja bisa dijatuhi sanksi administrasi, tapi juga sanksi pidana.” (Yetede)

Berulang Boeing Tersandung Insiden

Yuniati Turjandini 10 Jan 2024 Tempo
Pengenalan seri pesawat 737 Max yang awalnya dibanggakan Boeing sebagai armada berteknologi mutakhir justru disusul berbagai insiden yang merugikan manufaktur asal Amerika Serikat tersebut. Jebolnya pintu kabin nonaktif alias plug door B 737 Max 9 Alaska Airlines ketika lepas landas, pada 5 Januari lalu, menambah panjang daftar masalah Boeing Max.

Boeing 737 Max yang diluncurkan pada Mei 2017 itu memiliki empat varian yang hanya berbeda dari segi panjang bodi dan daya angkut. Jenis Max 8 dan Max 9 lebih dulu memulai debut ke pasar penerbangan komersial. Adapun Max 7 dan Max 10 muncul ke pasar belakangan. Kemunculan seri pesawat yang disiapkan sebagai pengganti 737 Next Generation (NG) ini ramai dianggap sebagai respons Boeing terhadap kemunculan 320 NEO, produk baru dari Airbus.

Saat baru dikenalkan, Boeing 737 MAX diklaim bisa menghemat pengeluaran bahan bakar maskapai sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang pesawat narrow body. Selain memangkas kebutuhan bahan bakar dan emisi hingga 20 persen, seri 737 Max menghilangkan separuh kebisingan yang bisa didengar ketika menaiki 737 NG. (Yetede)

Memilih Obligasi Negara Ritel Tahun 2024

Hairul Rizal 09 Jan 2024 Kontan (H)
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan rencananya akan menerbitkan delapan Surat Berharga Negara (SBN) ritel tahun ini. Jadwal terdekat adalah penerbitan ORI025 pada 29 Januari 2024 hingga 22 Februari 2024. Direktur Surat Utang Negara (SUN) DJPPR Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan, dari delapan penerbitan SBN ritel tersebut, target dana segar yang akan diraup sekitar Rp 100 triliun-Rp 160 triliun. Target maksimal tahun ini naik dari realisasi tahun lalu yang berhasil menjaring dana segar Rp 147,4 triliun dari masyarakat lewat SBN ritel. Nilai sebesar itu masih relatif kecil dari total penerbitan SBN di luar SBN ritel yang sebesar Rp 659,85 triliun. Meski begitu, nilai pengumpulan dana lewat obligasi ritel terus bertambah. Ini menunjukkan pemerintah terus mengoptimalkan potensi investor ritel. Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kementerian Keuangan Dwi Irianti Hadiningdyah menambahkan, nilai penerbitan SBN ritel di 2024 diperkirakan terus tumbuh seiring banyaknya surat utang jatuh tempo dan membaiknya kondisi perekonomian. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, seri-seri yang diterbitkan pada separuh pertama 2024 akan cenderung lebih prospektif. Ini sejalan dengan potensi penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan baru akan terjadi pada semester II 2024. Sebab kupon obligasi cenderung mengikuti arah suku bunga BI. Sehingga penurunan suku bunga BI akan berdampak pada melandainya tingkat kupon yang diterbitkan. Fixed Income & Macro Strategist PT Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi berpendapat, ORI025 dan SR020 bisa menjadi pilihan pertama. Sedangkan pilihan terbaik kedua adalah SWR005 dan SBR013. Lionel memperkirakan, kisaran kupon SBN ritel tahun 2024 berada di rentang 5,8%-6,2%. Chief Dealer Fixed Income & Derivatives Bank Negara Indonesia (BNI) Fudji Rahardjo memperkirakan, nilai penerbitan yang dapat dihimpun dari penjualan SBN ritel tahun 2024 dapat mencapai kisaran Rp 150 triliun. Dengan asumsi suku bunga Bank Indonesia (BI) masih bertahan di level 6%, maka besaran kupon produk ORI025 ataupun SR020 tersebut berkisar 5,8% - 6,5% untuk tenor enam tahun dan 5,5% - 6,3% untuk tenor tiga tahun.

Permudah Hitungan, Garuk Pajak Selegram

Hairul Rizal 09 Jan 2024 Kontan
Tarif efektif untuk perhitungan pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 mulai berlaku 1 Januari 2024. Kebijakan ini akan memudahkan perhitungan pajak atas penghasilan orang pribadi terutama non-karyawan, termasuk pemain musik, penyanyi, pelawak, selebgram, vlogger, hingga agen iklan dan asuransi. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 168 Tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Orang Pribadi. Dalam beleid itu, PPh Pasal 21 untuk bukan pegawai dihitung dengan mengalikan tarif PPh yang termaktub dalam Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang (UU) tentang Pajak Penghasilan, dengan 50% jumlah penghasilan bruto. Formula perhitungan PPh Pasal 21 ini berlaku untuk nonkaryawan tanpa mempertimbangkan kesinambungan pemberian penghasilan dan kepemilikan nomor pokok wajib pajak (NPWP). Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Dwi Astuti menegaskan, aturan tersebut bertujuan untuk memudahkan wajib pajak dalam menghitung PPh 21. "Ini bukan pajak baru dan tidak ada tambahan beban," tegasnya, Senin (8/1). Dirjen Pajak Suryo Utomo sebelumnya menjelaskan, pemotongan pajak dengan tarif efektif PPh 21 akan memberikan kemudahan bagi wajib pajak. Sebab, formulasinya memperhitungkan besaran penghasilan, pendapatan tidak kena pajak (PTKP), dan periode penerima penghasilan. Serta, skemanya satuan ataupun borongan. Saat ini, Ditjen Pajak tengah menyiapkan alat bantu atau aplikasi guna memudahkan wajib pajak dalam menghitung PPh Pasal 21 menggunakan tarif efektif. Kantor pajak juga memastikan, aplikasi tersebut akan mereka luncurkan sebelum batas waktu pemotongan PPh Pasal 21. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi meminta Ditjen Pajak segera melakukan sosialisasi kepada pekerja terkait aturan tarif efektif PPh Pasal 21. Pasalnya, dia menilai, beleid tersebut justru akan membingungkan. Sedang Ketua Komite Perpajakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Siddhi Widyaprathama memandang, aturan tarif efektif PPh 21 pada dasarnya tidak mengubah jumlah pajak yang dibayar dalam satu tahun pajak. Pengamat Pajak Center for Indonesia Tax Analysis (CITA) Fajry Akbar melihat, aturan tersebut akan berpengaruh terhadap cashflow wajib pajak.

Kinerja SMGR Terangkat Proyek IKN

Hairul Rizal 09 Jan 2024 Kontan
Kinerja PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) diperkirakan tumbuh positif di 2024. Ini seiring dengan banyaknya proyek-proyek pembangunan yang akan mendorong pertumbuhan permintaan semen. Analis Mirae Asset Sekuritas Andre Saragih mengatakan, manajemen SMGR memproyeksikan pertumbuhan volume penjualan domestik sebesar 3% di 2024. Ini didorong dari pertumbuhan volume penjualan curah sebesar dua digit ke proyek-proyek infrastruktur. Juga pertumbuhan volume penjualan dalam sak sebesar satu digit yang didukung oleh konsumsi selama pemilu. Adapun proyek utama yang akan mendorong pertumbuhan SMGR adalah dari Ibu Kota Negara (IKN). Tahun ini Andreas memperkirakan kebutuhan semen di IKN mencapai 2 juta ton dan SMGR diproyeksi dapat memasok sekitar 1,4 juta ton ke sana. SMGR dinilai dapat menikmati persaingan yang lebih ringan di Jawa Tengah. Andreas meyakini, persaingan harga pun akan mereda karena ketersediaan merek yang lebih rendah di pasar pasca akuisisi. Lalu ekspektasi pertumbuhan permintaan yang kuat, didorong oleh beberapa proyek jalan tol Solo-Yogyakarta, Yogyakarta-Bawen, dan Semarang-Demak, serta Kawasan Industri Batang dan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, jelasnya dalam riset, Jumat (1/12/2023). CEO Edvisor.id Praska Putrantyo mengatakan, rencana pembukaan fasilitas baru di Tuban juga diharapkan dapat mendorong peningkatan penjualan dan produksi SMGR di sepanjang 2024. Lalu, untuk rencana ekspor ke AS juga dinilai dapat memberikan dampak positif. Terlebih, kontribusi ekspor saat ini hampir 12% dan bertumbuh sekitar 29% per September 2023 dibanding periode sama tahun sebelumnya. "Ditambah peluang kebijakan moneter yang lebih longgar di tahun 2024 bisa menjadi katalis positif bagi bisnis semen," ujarnya, Senin (8/1). Analis Philip Sekuritas Helen menambahkan, dari dalam negeri diperkirakan permintaan akan bertumbuh. Konsumsi semen domestik diproyeksi tumbuh 3% di tahun ini, lebih baik dari 2023 di 1%-2%. Karenanya, Philip Sekuritas memproyeksikan pendapatan SMGR di 2024 mencapai Rp 40,97 triliun atau tumbuh 6,72% dari ekspektasi di 2023 sebesar Rp 38,39 triliun. Adapun laba bersih diperkirakan tumbuh 13,06% menjadi Rp 2,77 triliun dari proyeksi 2023 sebesar Rp 2,45 triliun.

Pilihan Editor