KOMODITAS PERTANIAN & PERKEBUNAN : URGENSI PENGHILIRAN SUMUT
Provinsi Sumatra Utara berpotensi mengerek angka pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di tahun-tahun mendatang dari sektor pertanian. Syaratnya, wilayah ini perlu melakukan transformasi perekonomian dari sektor agraris menjadi sektor industri pengolahan melalui penghiliran. Besarnya potensi sektor pertanian Sumatra Utara (Sumut) tak lepas dari peran subsektor perkebunan yang menjadi salah satu penopang PDRB (produk domestik regional bruto) wilayah ini. Data data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi wilayah ini pada kuartal III/2023 tercatat sebesar 4,94% (year-on-year/YoY). Pada periode tersebut, lapangan usaha yang memiliki andil besar terhadap PDRB adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi mencapai 23,71%, disusul oleh sektor perdagangan dan sektor industri pengolahan. Pada sektor pertanian, di dalamnya terdapat subsektor perkebunan a.l sawit, karet, dan kopi. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumut IGP Wira Kusuma memandang bahwa secara tahunan, pertumbuhan sektor pertanian yang didalamnya termasuk subsektor perkebunan per November 2023 termoderasi, meskipun kontribusinya masih menjadi yang terbesar bagi PDRB. Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumut Agus Tripriyono mengatakan bahwa perekonomian suatu daerah bahkan belum dapat dikatakan cukup kuat jika basisnya masih dari sektor pertanian. Hal ini, imbuhnya, lantaran produktivitas dan kualitas sektor ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti cuaca. Menurutnya, kontribusi ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai komoditas utama Sumut pada kuartal III/2023 tercatat sebesar 35,4% dengan nilai ekspor mencapai US$2,6 miliar.
Padahal, nilai ekspor CPO Sumut pada 2022 mencapai US$4,1 miliar. Dia berpandangan bahwa sektor pertanian dapat didorong dengan meningkatkan produktivitas tanaman pangan maupun melalui program peningkatan penghiliran. Agus mengatakan bahwa industri hilir pangan dari sektor pertanian yang dapat dikembangkan a.l pasta cabai, cabai kering, pasta tomat, termasuk buah-buahan, seperti markisa dan jeruk yang produksinya melimpah di provinsi ini.
Adapun, komoditas kopi, karet, serta sawit merupakan beberapa komoditas perkebunan primadona ekspor Sumut yang penghilirannya cukup berkembang pesat di wilayah ini.
Di sisi lain, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Firsal Dida Mutyara mengatakan bahwa sejumlah anggota Kadin Sumut tercatat bergerak di sektor hilir produk pertanian dan perkebunan. Dia juga mengungkapkan bahwa besarnya peluang industri hilir pertanian maupun perkebunan di kawasan ini sejalan dengan tingginya produksi komoditas tersebut.
Sementara itu, ekonom dari Universitas Islam Sumatra Utara (UISU) Gunawan Benjamin sepakat bahwa penghiliran produk pertanian (perkebunan) diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah. Apalagi, imbuhnya, untuk komoditas yang memiliki ratusan potensi turunan seperti sawit. Riset PalmOil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) menunjukkan bahwa terdapat tiga jalur penghiliran kelapa sawit yakni jalur oleopangan (oleofood complex) dengan mengolahnya menjadi (contohnya) margarin, jalur oleokimia (oleochemical complex) yang menghasilkan produk oleokimia dasar, dan jalur biofuel atau bioenergi.
Gunawan mengungkapkan bahwa bentuk dukungan itu bisa dengan memberikan insentif, keringanan pajak, maupun bentuk-bentuk kemudahan berusaha lainnya seperti akses infrastruktur, yang membuat pelaku usaha (swasta) tertarik untuk berinvestasi. Dia juga memberi catatan pada upaya pemerintah untuk mendorong penghiliran tanaman pangan demi menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan strategis.
KEMISKINAN GLOBAL : FIABCI Tawarkan Solusi Rumah Terjangkau
Federasi Realestat Dunia menawarkan solusi konkret mengatasi kemiskinan global dengan menawarkan solusi akses kepemilikan rumah yang terjangkau. Presiden Federasi Real Estat Dunia (International Real Estate Federation/FIABCI) Budiarsa Sastrawinata mengatakan FIABCI menawarkan sejumlah gagasan inovatif untuk pengentasan kemiskinan, mulai dari konsep perumahan terjangkau hingga rekomendasi kebijakan. Adapun, konsep perumahan terjangkau harus dilandaskan dari berbagai aspek dan bervariasi antarwilayah dan lanskap ekonomi.
Tawaran gagasan inovatif itu disampaikan Budiarsa dalam agenda Partnership Forum of the Economic and Social Council 2024 (ECOSOC) di Kantor ECOSOC, Markas Besar PBB, New York pada akhir Januari 2024. Dia menyebutkan FIABCI juga memberikan rekomendasi kebijakan, advokasi kebijakan global untuk perumahan yang terjangkau dengan menekankan prinsip berkelanjutan secara finansial dan sosial.
Di sisi lain, Budiarsa menyatakan pendekatan holistik dan berkelanjutan juga penting dengan mempertimbangkan keberlanjutan komunitas dan kota secara lebih luas, mendorong persaingan, inovasi, dan keunggulan pasar. Dalam acara tersebut, Presiden Dunia FIABCI diundang untuk berkontribusi pada diskusi panel mengenai Aksi Nyata SDG 1, yang mengangkat tema Memperkuat Agenda 2030 dan Memberantas Kemiskinan Pada Saat Krisis: Penyampaian Solusi berkelanjutan, berketahanan, dan inovatif.
Diskusi membahas tiga tren utama yakni konsentrasi kemiskinan dan kesenjangan geografis, meningkatnya konflik, serta transformasi demografis.
NASA Membangun PLTN di Bulan
Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) siap membangun
pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN pertama di Bulan. Pembangkit ini akan
menyediakan energi bersih, aman, dan andal guna menopang kolonisasi manusia
secara berkelanjutan di Bulan. Jika semua berjalan lancar, PLTN ini akan mulai
beroperasi pada awal dekade 2030-an. Penggunaan energi nuklir dalam misi
eksplorasi luar angkasa makin masif. Sejak 1961, nuklir sudah digunakan sebagai
sumber daya sejumlah wahana antariksa yang melakukan perjalanan ke tepian tata
surya, atau satelit yang mengorbit Bumi. Saat ini NASA dan Badan Riset Pertahanan
Maju AS (DARPA) juga sedang menyiapkan roket peluncur berbahan nuklir untuk
diluncurkan pada 2026. NASA juga tengah menuntaskan rencana pembangunan reaktor
nuklir pertama di Bulan. Energi nuklir ini akan dikonversi menjadi energi
listrik demi menopang misi saat di Bulan sedang malam hari.
Disebabkan panjang waktu siang atau malam di Bulan mencapai
14 hari. Panjangnya malam di Bulan membuat energi Matahari tak bisa diandalkan
sebagai penghasil energi listrik. Diperlukan energi alternatif yang andal,
bersih, dan aman, mengingat pembangkit ini akan beroperasi di lingkungan yang
secara hukum internasional harus dijaga keasliannya. ”Malam hari di Bulan memberikan
tantangan teknis tersendiri. Keberadaan reaktor nuklir yang beroperasi secara independen
terhadap Matahari menjadi pilihan paling memungkinkan, baik untuk kepentingan
ilmiah maupun eksplorasi jangka panjang di Bulan,” kata Direktur Program Misi
Uji Teknologi NASA Trudy Kortes, Rabu (31/1), seperti dikutip Livescience, Jumat
(2/2).
Sekarang, pembangunan reaktor ini dalam tahap pengembangan
konsep. Mengutip situs NASA, dari dua pilihan teknologi pembangkit nuklir yang
biasa digunakan dalam misi luar angkasa, pilihan jatuh pada reaktor dengan
teknologi fisi (FPS), mirip dengan yang digunakan pada PLTN di Bumi. Teknologi
ini mengandalkan proses fisi (pembelahan inti berat secara berkelanjutan) dengan
menggunakan isotop uranium-235. Proses ini mampu menghasilkan listrik dengan
kapasitas mulai dari rentang kilowatt hingga megawatt. NASA mematok reaktor tersebut
mampu menghasilkan energi listrik sebesar 40 kilowatt. Selain itu, reaktor juga
diharapkan mampu bekerja setidaknya selama 10 tahun. Pembangkit ini berbahan
bakar uranium dengan pengayaan rendah, yang bobot bahan bakarnya dibatasi
maksimal 6.000 kg. (Yoga)
Tabungan dan Kepercayaan Ludes Gara-gara Properti
Tertipu perusahaan properti tengah dialami warga di sejumlah
negara Asia. Nasib investasi mereka tidak jelas karena raksasa properti,
seperti Evergrande dan Van Thin Phat, gagal mewujudkan janjinya. Modusnya mirip
seperti ulah sejumlah konglomerat Indonesia. Salah satu kegagalan itu tecermin
dalam sidang di pengadilan Hong Kong pada 29 Januari 2024. Pengadilan memerintahkan
penjualan seluruh aset Evergrande. Sebab, perusahaan properti China itu gagal membayar
utang-utangnya yang lebih dari 300 miliar USD. Sebagai pembanding, APBN RI 2024
hanya 216 miliar USD. Di Vietnam, pengadilan akan menyidangkan para petinggi Van
Thinh Phat. Operasional perusahaan properti itu sudah dihentikan dan seluruh
asetnya disita. Pemimpin Van Thin Phat, Truong My Lan, diduga menilap 12,5
miliar USD dari dana investasi warga, yang mengguncang perekonomian Vietnam.
Korban Van Thinh Phat antara lain pensiunan perawat di Ho Chi
Minh. Perempuan yang hanya mau disebut Nga itu bingung karena tabungan
pensiunnya hilang. Hampir seluruh tabungannya sebanyak 120.000 dibelikan
obligasi Van Thinh Phat yang diterbitkan Saigon Commercial Bank (SCB). Waktu
memulai menabung, ia berharap investasi itu bisa membantu anak dan cucunya. Semua
angan itu raib pada April 2022. Bersama 42.000 pemegang obligasi yang
diterbitkan SCB, ia kehilangan investasi. kala SCB mengungkap korupsi Van Thinh
Phat terhadap dana yang dikumpulkan dari obligasi tersebut. Lebih besar dari
kasus Van Thinh Phat Group di Vietnam adalah kasus Evergrande di China. Pada
2018, raksasa properti China itu disebut perusahaan properti terbesar dan bernilai
paling tinggi di skala global.
Pada 2021, tiba-tiba perusahaan itu berhenti beroperasi dan tak
bisa membayar utang ke kreditor dan mengembalikan modal investor. Para pemesan
yang membayar uang muka pun tidak kunjung mendapat rumah. Lembaga keuangan
Jepang, Nomura Securities, menaksir 20 juta rumah belum dibangun di China biaya
total 450 miliar USD. Padahal, konsumen sudah melunasi pembayarannya. Jika
menghitung jumlah yang baru dibayar sebagian, jumlahnya makin banyak lagi.
Sementara seluruh aset Evergrande, termasuk proyek yang terhenti
pembangunannya, hanya 240 miliar USD. Di luar untuk menyelesaikan pembangunan,
Evergrande juga menanggung utang 300 miliar USD ke para kontraktor dan
kreditor. Meski utangnya banyak, selama ini Evergrande bisa terus berjalan
karena gali lubang tutup lubang. Kasus Evergrande menggoyang perekonomian
China. Sebab, 70 % rumah tangga di negara tersebut berinvestasi dalam bentuk
properti. Jika propertinya mangkrak, rakyat kehilangan aset dan tabungan. (Yoga)
Biaya Kian Murah, Industri Peluncuran Satelit China Terus Berkembang
Industri peluncuran satelit komersial China diprediksi
berkembang pesat. Salah satu faktor pendorongnya adalah keberhasilan menekan
biaya peluncuran. China semakin mampu bersaing dengan SpaceX, perusahaan AS,
yang saat ini merupakan penyedia jasa peluncuran satelit komersial dengan tarif
termurah. Roket China, Jielong-3, meluncur pada Sabtu (3/2) membawa sembilan
satelit sekaligus ke orbit. Jielong-3 diluncurkan dari tongkang terapung di
lepas Pantai Yangjiang, Guangdong, China selatan. Peluncuran Jielong-3 merupakan
yang ketiga dalam dua bulan terakhir. Dikembangkan oleh China Rocket Co,
Jielong-3 pertama kali mengangkasa pada Desember 2022. China Rocket Co
merupakan cabang komersial dari produsen wahana peluncuran milik negara.
China menganggap, sektor peluncuran satelit komersial ini penting
dalam membangun konstelasi satelit untuk komunikasi, penginderaan jauh, dan
navigasi. Pada 2023, terdapat 67 peluncuran satelit orbital di seluruh China,
termasuk 17 peluncuran satelit komersial dengan satu kegagalan. Kemampuan China
untuk meluncurkan satelit terus meningkat dan semakin mengatasi ketertinggalan
dari AS. Pada 2023, China menjadi negara kedua dalam daftar negara yang
meluncurkan satelit ter banyak. Posisi pertama adalah AS yang melakukan 116
peluncuran, termasuk 100 peluncuran oleh SpaceX milik Elon Musk. Kemajuan
paling pesat yang berhasil dicapai China adalah menekan biaya peluncuran.
Perkembangan lain adalah semakin banyak jendela peluncuran,
semakin beragamnya jenis roket untuk mengakomodasi berbagai ukuran muatan, serta
bertambahnya jumlah lokasi peluncuran. Dalam hal menekan biaya, Jielong-3 dapat
membawa muatan seberat 1.500 kg ke orbit sinkron matahari sepanjang 500 km
dengan biaya kurang dari 10.000 USD (Rp 157,1 juta) per kg untuk roket kecil.
Harga ini bersaing dengan tarif SpaceX, yaitu 5.500 USD per kg (Rp 86,4 juta).
Namun, SpaceX bakal menerapkan biaya tambahan. China terus berupaya mengejar AS
dalam mengusai teknologi luar angkasa. Namun, upaya itu memancing kritik AS.
Washington menduga China sedang merancang dan menguji senjata antiruang
angkasa. Beijing jelas menampiknya. (Yoga)
Bansos di Tahun Politik
Serangan kritis publik terhadap penggelontoran program
bantuan sosial atau bansos skala masif oleh pemerintah di tahun politik terus bergulir
beberapa pekan terakhir. Isu bansos di tahun politik sangat seksi karena
melibatkan jumlah dana yang sangat besar, yakni Rp 496,8 triliun, dan rawan
konflik kepentingan atau disalah gunakan. Salah satu yang disoroti adalah
munculnya tiba-tiba nomenklatur bansos baru, bantuan langsung tunai (BLT)
mitigasi risiko pangan yang sebelumnya tak masuk dalam penganggaran. Selain
pengucurannya dicurigai diboncengi kepentingan elektoral karena dilakukan pada
bulan pemungutan suara, kemunculan tiba-tiba bansos baru ini dinilai berpotensi
membuat tata kelola kas negara menjadi tidak sehat (Kompas, 3/2). Para pengamat
mempertanyakan pendanaan program BLT baru yang dikhawatirkan mengor bankan
anggaran kementerian/lembaga (K/L).
Dalam situasi normal, bansos, sebagai bagian dari program
perlindungan sosial, sebenarnya merupakan program rutin, instrumen APBN, dan
wujud kehadiran negara untuk melindungi kelompok rentan, dimana semestinya program
bansos steril dari kepentingan elektoral. Dalam kenyataan di lapangan, hal itu
tak selalu terjadi. Meski tudingan pemanfaatan program bansos untuk mendulang
suara dibantah Presiden dan sejumlah menterinya, kita melihat praktik
penyimpangan masih banyak terjadi di lapangan. Selain buruk bagi pendidikan
politik, praktik ini juga mencederai tujuan dari program bansos. Menkeu Sri
Mulyani mengatakan, program BLT dalam APBN 2024 sudah melalui persetujuan DPR.
Mengenai munculnya pos baru bansos mitigasi risiko pangan, Menkeu mengatakan,
meski bansos telah dibagi dalam pos-pos, realisasinya bisa disesuaikan dengan
kondisi di lapangan. Dalam hal ini, dimungkinkan ada tambahan atau modifikasi dari
program-program itu, menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada, contohntya BLT El
Nino pada 2023. (Yoga)
Pertamina Incar Penambahan Produksi dan Dividen dari Venezuela
PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN di bidang energi hendak
menambah portofolio di bidang hulu minyak dan gas bumi (migas) dengan mengincar
tambahan investasi di Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbukti
terbesar di dunia, didukung kesepakatan yang telah terjalin antara Pemerintah
Indonesia dan Venezuela. Nota kesepahaman (MoU) migas sebelumnya telah disepakati
Indonesia dan Venezuela di Caracas, Venezuela, Kamis (18/1). Kesepakatan yang
ditandatangani Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Menteri Perminyakan Venezuela
Pedo Rafael Tellechea itu mencakup, kerja sama bisnis hulu migas dan teknologi peningkatan
produksi minyak. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero)
Fadjar Djoko Santoso, dihubungi di Jakarta, Minggu (4/2), mengatakan, tujuan
Pertamina adalah menambah portofolio di sektor hulu. Sejak 2018, PT Pertamina
Internasional EP melalui anak usahanya, Maurel & Prom (M&P), telah
memiliki investasi dengan Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) di lapangan milik
perusahaan migas Pemerintah Venezuela itu.
”Diharapkan, MoU yang ditandatangani Menteri ESDM kemarin
bisa menambah peluang Pertamina untuk mengakuisisi blok migas di sana. Dengan
demikian, diharapkan dapat menambah atau meningkatkan produksi dari blok migas internasional
ataupun dividen bagi Pertamina,” kata Fadjar. Arifin Tasrif akhir pekan lalu mengatakan,
penandatanganan MoU, yang membuka peluang akuisisi blok migas di Venezuela itu,
memiliki posisi strategis bagi Indonesia. ”Pertamina, kan, (telah) mengambil
alih saham M&P. Nah, M&P punya lapangan di Venezuela, bekasnya Shell diambil.
Itu ada potensi 12 miliar barel,” ujarnya. Di samping kerja sama bisnis, MoU
yang ditandatangani Arifin dan Menteri Perminyakan Venezuela itu juga terkait pengurasan
minyak tingkat lanjut (enhanced oil recovery), pengembangan dan penerapan
teknologi, penangkapan dan penyimpanan, serta pengurangan gas suar. (Yoga)
Pinjaman Pendidikan, Mungkinkah?
Konsep pinjaman biaya pendidikan APBN tengah dirumuskan oleh Kemenkeu
bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kemungkinan akan seperti
student loan di AS. Wacana ini menguat setelah muncul polemik mahasiswa yang membayar
biaya kuliah menggunakan pinjaman daring. Tanggapan warga dan mahasiswa
beragam. Bayyu Putra Hadhiana (29) Karyawan swasta sekaligus mahasiswa S-1
mengatakan, Aku setuju student loan, yang memudahkan orang berpenghasilan
bulanan rendah bisa mendapat pendidikan yang sama. Aku setuju kalau skemanya
tak berbunga karena selama ini yang bikin berat adalah bunganya. Kalau ada
bunga, bisa jadi uang kuliah tunggal (UKT) jauh lebih mahal pada akhir
perhitungan. Skema lainnya, jangka waktu pelunasan tak ditentukan, tetapi
peminjam bisa mengembalikan setelah memiliki pendapatan tertentu.
Elisabeth Dian Selvita (24) Karyawati swasta di Jakarta
mengatakan, buat aku yang punya impian untuk studi Psikologi Profesi, setuju
saja dan mendukung adanya program student loan. Apalagi sekarang kondisi finansial
orangtua sudah enggak seperti dulu dan studi Psikologi Profesi itu juga enggak
bisa disambi kerja. Perlu ada asesmen lewat background checking seperti orang
mau ambil kredit di lembaga keuangan supaya tepat sasaran dan benar-benar uangnya
bisa dikembalikan. Carolus Arya Pandu Yasa (26), Karyawan swasta di Jakarta, sepakat
denganprogram student loan untuk pendidikan. Cuma, harus ada pengawasan yang
ketat. Pemerintah sebaiknya selektif dalam memilih orang-orangnya, juga profil
universitasnya, yang berkualitas dan tepercaya, serta pastikan penerimanya bisa
mendapatkan pekerjaan. Jangan sampai ketika sudah dapat student loan, nanti si
penerima justru kesulitan mengembalikan karena susah cari kerja. (Yoga)
Dari Terobosan Inklusi Keuangan ke Stigma Hitam
Perbincangan mengenai pinjaman daring (pindar) atau pinjaman
online menghangat setelah polemik pembayaran uang kuliah tunggal ITB mencuat di
media sosial beberapa hari terakhir. Terlepas dari klaim setiap pihak yang
terlibat, penggunaan terminologi pindar telah mengalami pergeseran makna dan
telanjur melekat kesan-kesan negatif di dalamnya. Pinjaman daring sebagaimana
dikenal masyarakat luas sejatinya merupakan layanan jasa keuangan yang mempertemukan
pihak pemberi pinjaman (lender) dengan penerima pinjaman (borrower) dalam rangka
perjanjian pinjaman berbasis teknologi. Istilah lainnya financial technology
(fintech) peer to peer lending (P2P lending). Layanan jasa keuangan tersebut
mulai berkembang di Indonesia pada 2016. Saat itu, pihak regulator menerbitkan
regulasi berupa Peraturan OJK No 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam
Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.
Kendati sudah berpayung hukum, pinjaman daring yang telah
mengantongi izin harus menghadapi situasi yang sulit dengan munculnya pindar
ilegal. Selain tidak tedaftar secara legal, pindar-pindar ilegal tersebut membuat
gaduh masyarakat dengan tingkat bunga yang tak masuk akal. Tak sedikit kalangan
masyarakat merasa resah dan terganggu lantaran dihubungi oleh nomor-nomor tak
dikenal. Pesan-pesan singkat dan suara di balik telepon tersebut mengancam
mereka yang dianggap memiliki hubungan dengan peminjam. Selama 2023, OJK dan
Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) telah memberangus
2.248 pinjaman daring ilegal dan menerima 8.891 pengaduan dari masyarakat
mengenai pinjaman daring ilegal. Secara keseluruhan sejak 2017, sudah ada 6.680
pindarilegal yang dihentikan.
Director of Corporate Communication AFPI Andrisyah Tauladan mengatakan,
kata pindar sudah terasosiasi dengan pindar ilegal. Akibat penggunaan diksi tersebut,
isu pembayaran UKT di ITB meledak. ”Stop bilang kami pinjol, karena pinjol itu
(terasosiasi dengan) pinjaman online ilegal. Mereka (pinjaman daring ilegal)
itu ugal-ugalan. Berbeda dengan kami yang diatur dengan ketat sekali,” ujarnya
saat ditemui dJakarta, akhir pekan lalu. Oleh sebab itu, AFPI berharap agar ada
penamaan baru terhadap layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi
(LPBBTI) sehingga industri pinjaman daring berbasis teknologi tersebut dapat
keluar dari stigma negatif. Sebab, industri ini tidak hanya membiayai kebutuhan
konsumtif masyarakat, tetapi juga kegiatan produktif. (Yoga)
Status Maloy Batuta Terancam Dicabut
Sejak berdiri tahun 2019, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta
di Kaltim hanya mendapatkan investasi Rp 100 miliar. Jika tidak berkembang,
status KEK terancam dicabut oleh pemerintah pusat pada Juni 2024. Pj Gubernur
Kaltim Akmal Malik mengatakan, ia telah berkunjung ke KEK Maloy Batuta
Trans-Kalimantan (MBTK) di Kutai Timur pada 1 Februari 2024. Ia juga berdiskusi
dengan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan pemangku kepentingan di KEK
MBTK. ”Saya minta laporan detail. Identifikasi semua masalahnya dan segera
benahi. Biar enak saya berjuang di Jakarta,” kata Akmal dalam keterangan tertulis,
Minggu (4/2).
Hingga 2023, kata Akmal, investasi yang masuk ke KEK ini baru
Rp 100 miliar. Padahal, jika dibandingkan dengan KEK di daerah lain, investasinya
sudah mencapai triliunan rupiah. Dari diskusi dengan sejumlah pemangku di KEK
MBTK, kata Akmal, ada sejumlah kendala yang membuat KEK di Kaltim ini stagnan, di antaranya adalah persoalan kelembagaan, infrastruktur yang kurang
memadai, dan rendahnya minat investor. Dengan perkembangan yang lambat itu,
pemerintah pusat berencana mencabut KEK untuk Maloy jika Pemprov Kaltim tak mampu
membenahi persoalan yang ada, termasuk memenuhi sejumlah persyaratan dalam perizinan.
”Batas akhir keputusan pemerintah pusat itu Juni tahun ini,” kata Akmal. Salah
satu pertimbangan calon investor adalah infrastruktur dasar. Instalasi
pengolahan air limbah (IPAL) dan persampahan jadi dua hal krusial. Keduanya
belum sepenuhnya siap dan tersedia.
KEK MBTK ditetapkan melalui PP No 85 Tahun 2014. KEK ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang ditargetkan menarik investasi Rp 34,4 triliun dan menyerap 55.700 tenaga kerja sampai tahun 2025. KEK MBTK yang memiliki lahan 509 hektar dibentuk untuk jadi pusat hilirisasi kelapa sawit dan komoditas lain. Selain itu, kawasan ini juga ditargetkan menjadi pusat bagi industri energi, seperti industri mineral, gas, batubara, dan industri turunannya. Untuk itu, Akmal berharap KEK MBTK bisa tetap berjalan. Sebab, kawasan ini amat potensial untuk industri di Kaltim. Hal ini juga dinilai bisa mengungkit ekonomi di kawasan sekitar Kaltim. (Yoga)









