;

Jerit Peternak karena Harga Pakan Melambung

Yoga 05 Feb 2024 Kompas

Sejumlah peternak ayam di Jateng berjuang mati-matian mempertahankan usahanya yang kembang kempis di tengah terus melambungnya harga pakan. Cipto (45), peternak asal Slawi, Tegal, Jateng, sulit tidur nyenyak beberapa bulan terakhir. Usaha ternak ayam yang sudah dilakoni sepuluh tahun terakhir pelan-pelan menuju ”senja”. Mulanya, Cipto punya delapan kandang, masing-masing sekitar 10.000 ayam pedaging. Seiring waktu, satu per satu kandang kosong dan tidak berproduksi lagi. Kini, tinggal tiga kandang yang beroperasi dengan enam pekerja. Lima kandang lain tutup dan 10 pekerja harus berhenti. ”Mereka tulang punggung keluarga, maka saya pusing kalau kepikiran mereka,” ujarnya, Sabtu (3/2).

Usahanya berjatuhan lantaran tak ada lagi perusahaan pembibitan ayam yang menyuplai bibit kepadanya. Selama ini ia jadi mitra perusahaan, tidak hanya mendapatkan bibit, tetapi juga suplai pakan ternak, obat-obatan, dan jaminan pemasaran dengan harga sesuai perjanjian. Biasanya, ia mendapat suplai bibit ayam 35-40 hari sekali. Namun, tiga bulan terakhir, mayoritas suplai bibit terhenti karena harga pakan meroket. Cipto menduga, perusahaan memilih membesarkan sendiri bibit ayamnya untuk memangkas pengeluaran dan menekan kerugian. Kondisi itu membuat kandang milik Cipto menganggur. Tiga tahun terakhir, 90 % dari seluruh peternak ayam di Kabupaten Tegal menutup usahanya. Masalah serupa terjadi di hampir seluruh daerah di Jateng. Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Jateng Parjuni menyebut, 20 % dari total peternak rakyat di Jateng gulung tikar enam bulan terakhir.

”Sudah ratusan peternakan yang tutup, terutama peternak yang populasi ayamnya di bawah 10.000 ekor. Yang populasinya 20.000-25.000 ekor ayam juga ada yang gulung tikar. Mungkin karena beban cicilan bank atau pembayaran yang tidak bisa dilakukan. Ketimpangan biaya produksi dan harga jual jadi alasannya. Contoh, ongkos produksi telur Rp 27.000 per kg, sedangkan harga jualnya Rp 22.000-Rp 23.000 per kg. Adapun biaya produksi ayam pedaging hidup Rp 21.000-Rp 22.000 per kg, tetapi harga jualnya Rp 17.000 per kg. Kenaikan biaya produksi jadi problem utama seiring melonjaknya harga jagung, komponen utama dalam pakan unggas. ”Selain harganya naik, stok jagung di pasaran itu juga tidak ada,” kata Parjuni. (Yoga)

KCI: Lima Alasan Impor KRL dari China

Yoga 05 Feb 2024 Kompas

Ada lima alasan PT KAI Commuter Indonesia atau KCI memilih membeli tiga rangkaian kereta rel listrik baru dari perusahaan asal China, CRRC Qingdao Sifang Co Ltd. Spesifikasi teknis hingga ketepatan waktu pengiriman menjadi pertimbangannya. VP Corporate Secratary PT KCI atau KAI Commuter Anne Purba menyebutkan, selama proses pengadaan tiga KRL impor, pihaknya telah menjajaki berbagai penyedia atau manufaktur dari beberapa negara produsen sarana KRL. Produsen tersebut telah mengirim proposal. ”Sebelumnya, KAI Commuter telah menerima proposal resmi dari Japan Transport Engineering Company (J-TREC) pada Oktober 2023. Namun, pihak produsen ini menyampaikan adanya perubahan rekomendasi teknis dan pembiayaan yang diajukan dari proposal sebelumnya,” kata Anne, Minggu (4/2).

Dari pembahasan proses pengadaan sarana KRL, CRRC Sifang memenuhi beberapa aspek dan dinilai paling unggul. Akhirnya, KCI dan CRRC menandatangani kontrak di Beijing, China, Rabu (31/1). Lima alasan KCI memilih CRRC Sifang: Pertama, spesifikasi teknis sesuai. Kedua, ketepatan waktu pengiriman sesuai persyaratan. Ketiga, harga kompetitif ketimbang yang lain. ”Sarana KRL ini sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub,” ujarnya. Keempat, reputasi dan rekam jejak CRRC Sifang. Anne menyebut, produsen asal China tersebut sudah bekerja sama dengan 28 negara di dunia. ”Kelima, CRRC Sifang sepakat transfer knowledge untuk penanganan operasional di masa depan,” katanya.

Pihaknya membeli tiga rangkaian KRL baru dengan tipe KCI-SFC120-V. Nilai investasinya Rp 783 miliar. Kerja sama antara KAI Commuter dan CRRC Sifang sebenarnya bukan kali pertama. Pada 9 November 2023, kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman (MOU) kerja sama dalam pengembangan sarana perkeretaapian Indonesia. Selain itu, CRRC Sifang juga merupakan pembuat Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. (Yoga)

Dadi Mulyadi, Perjuangan Manis dari Ciamis

Yoga 05 Feb 2024 Kompas (H)

Dadi Mulyadi (65) berjuang selama 20 tahun untuk hak tanah bagi dia dan ratusan keluarga di Kampung Cijoho, Desa Muktisari, Kabupaten Ciamis, Jabar. Kini, dia tengah mencoba mendampingi para petani untuk benar-benar sejahtera dari tanah yang didapat dengan susah payah itu. Dadi akhirnya menerima sertifikat tanah yang diserahkan Menteri ATR / Kepala BPN Hadi Tjahjanto, Kamis (12/10) bersama puluhan warga, Cijoho menerima redistribusi lahan dari pemerintah. Total 250 warga mendapatkan hak atas lahan seluas 106,5 hektar eks perkebunan PT Maloya. Luas lahan yang didapatkan warga bervariasi. Dadi, mendapat tanah seluas 90 bata atau 1.260 meter persegi. Ada warga lain yang mendapat tanah dengan luasan berbeda. ”Sekarang sudah lega, kami sudah tidak ragu lagi menanam. Tidak ada lagi tekanan,” ujarnya.

”Rekan perjuangan saya sudah banyak yang meninggal karena usia. Semoga mereka tahu, usaha ini sekarang tidak sia-sia,” katanya. Pada 1975, lahan digarap PT Maloya dengan masa berlaku hak guna usaha (HGU) hingga 31 Desember 2010. Setelah mendapat izin dari perusahaan pemilik HGU, Dadi dan warga lain mulai membersihkan lahan dari pohon karet. Namun, saat lahan sudah dibersihkan dan mereka mulai menanam, tekanan dari luar muncul. Tujuannya, ingin merebut kembali lahan itu. Akan tetapi, warga tetap bergeming. Dadi pun bergabung dengan Serikat Petani Pasundan untuk memperjuangkan reforma agraria di Cijoho. Bersama para sesepuh kampung, dia mengajak masyarakat tetap bertahan dan menggarap lahan.

Sebagai Ketua Kelompok Tani Hortikultura Kampung Cijoho, dia mencari komoditas yang mudah ditanam dan menguntungkan. Tahun 2017, pilihannya jatuh pada durian., karena tak pernah sepi peminat. ”Apalagi, durian termasuk tanaman keras yang baik untuk tanah dan mampu menyerap air,” ujarnya. Menurut dia, ada 120 pohon yang ditanam di lahan komunal hasil reforma agraria seluas 3 hektar. Modalnya dari warga. ”Ilmu menanamnya kami dapatkan dari bahan bacaan seadanya hingga bertanya kepada para petani buah,” katanya. Awal tahun ini, hasilnya terasa. Dia dan warga berhasil panen perdana. Dari setiap pohon durian, bisa dipanen 15 buah atau total sekitar 4 kuintal. ”Buah lainnya sengaja dibuang biar nutrisinya tidak terbagi. Kalau kebanyakan, pohon bisa mati,” ujar Dadi.

Dadi dan warga bahkan belajar membuka jaringan pasar. Hasilnya, warga berhasil menjual 100 butir durian ke Tasikmalaya hingga Bandung. Harganya Rp 300.000 per kg. ”Lumayan tinggi karena rasa buahnya yang manis,” katanya. Keuntungan dari penjualan ini, lanjut Dadi, masih dipergunakan untuk meningkatkan kualitas kebun bersama. Dia juga tak melarang warga desa untuk turut menikmati buah durian yang berkualitas dengan harga yang cukup tinggi itu. ”Selain dijual, warga desa juga bebas menikmati buahnya. Tetapi, masih belum bagi hasil karena keuntungan dari penjualan kami putar lagi untuk mengembang-kan lahan sekaligus membina warga,” ujarnya. (Yoga)

SDM Kunci Penyelesaian Masalah Bangsa

Yuniati Turjandini 05 Feb 2024 Investor Daily (H)
Kualitas peningkatan sumber daya manusia  (SDM) menjadi kunci utama untuk menyelesaikan  sejuta masalah yang dihadapi  bangsa Indonesia. Upaya peningkatan tersebut dapat dicapai utamanya melalui  bidang pendidikan dan kesehatan, dengan dukungan teknologi. Hal tersebut mengemuka dalam acara debat Kelima Calon Presiden Pemilu 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (04/02/2024). Ketiga calon presiden yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo sepakat bahwa masalah kesehatan  dan pendidikan harus mendapat prioritas dalam program pembangunan negara untuk mencapai kualitas SDM Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing. "Ini harus kita atasi dan bisa kita atasi. Yang paling penting dalam langkah preventif adalah memberikan banyak makanan bergizi untuk anak-anak dan ibu yang melahirkan. Ini meningkatkan daya tahan, imunitas, mencegah penyakit. Ini startegis sekali," tegas Prabowo. (Yetede)

Pedang Bermata Dua Tranformasi Digital

Yuniati Turjandini 05 Feb 2024 Investor Daily (H)
Di banyak perusahaan, transformasi digital telah menjadi fokus strategi. Masa pandemi memaksa perusahaan mengadopsi digitalisasi. Tidak ada pilihan lain ketika itu. Namun, tren itu terus berlanjut bahkan setelah pandemi usai. Keinginan tetap relevan di era modern dan menarik pasar muda yang, seperti milenial dan generasi Z, menjadi alasan baru. Namun, transformasi digital  menciptakan dilema bagi pemimpin perusahaan. Seringkali hasil dari transformasi digital tidak langsung di depan mata. Malah, banyak perusahaan cenderung merugi saat memulai tranformasi ini. Tapi jika tidak dilakukan, sudah pasti  perusahaan tersebut akan mati, meski perlahan. Digitalisasi adalah keniscayaan. Ibarat pedang bermata dua, transformasi digital membawa banyak manfaat  tapi juga menebar ancaman. Industri seluler adalah saksinya. Peralihan dari layanan konvensional (voice dan sms) ke layanan internet  tidak bisa dicegah. Tapi itu justru menurunkan profitabilitas pemain di industri ini. (Yetede)

Langkah Tegap BSI Menjaga Bertumbuhan Berkelanjutan

Yuniati Turjandini 05 Feb 2024 Investor Daily (H)
Langkah tegap PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam bertransformasi menjadi Beyond Sharia Banking semakin mewarnai perekonomian Tanah Air. Pada milad ketiga tahun ini, BSI terus mencatatkan pencapaian positif dan semakin eksis di industri keuangan nasioanl dan global. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, raihan positif  BSI patut disyukuri. Lahir ditengah ketidakpastian ekonomi, menjadikan BSI mampu menghadapi berbagai tantangan untuk menciptakan jejak pertumbuhan yang berkelanjutan. "Business model yang fleksibel dan terdigitalisasi, membuat BSI mampu mengakses masyarakat disemua segmen. Baik masyarakat individu atau ritel, pelaku UMKM, maupun korporat. Oleh karena itu, hadirnya BSI menjadi Beyond Sharia Banking menjadi hal utama," kata Hery. Hasilnya memasuki tahun ketiga sejak didirikan  pada 1 februari 2021, BSI berhasil menjaga kinerja keuangan tetap tumbuh secara impresif  yang ditunjukkan dengan pencapaian laba yang naik 33,88% (yoy) menjadi Rp 5,70 triliun hingga kuartal IV/2023. (Yetede)

Perbankan Perbesar Kredit Berbasis ESG

Yuniati Turjandini 05 Feb 2024 Investor Daily (H)
Bank-Bank besar menunjukkan komitmennya dalam  penyaluran kredit berkelanjutan dengan menerapkan prinsip environmental, social, governance (ESG) sepanjang 2023.  Hal yang sama juga tahun ini perbankan akan memperbesar  penyalur kredit berbasis ESG guna menyukseskan Indonesia menuju ekonomi hijau  atau mencapai net zero emission pada 2060.  Seperti hal nya Bank Mandiri (Persero) Tbk yang tahun ini akan mendorong penyaluran portfolio berkelanjutan lebih besar lagi. "Kalau kita lihat di 2023 kredit berkelanjutan Bank Mandiri tumbuh tersebut 15,4%. Berdasarkan hal tersebut, kami ingin melanjutkan penyaluran kredit berkelanjutan secara konsisten di atas 10%, termasuk tahun ini," ungkap Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi pekan lalu. "Strategi Bank Mandiri, kami melibatkan nasabah  secara aktif, dari tahun lalu kami ke segmen wholesale juga berkelanjutan menerbitkan green band, sustainable link-loan (SLL), dan juga advisor dalam pembuatan  ESG framework," urai darmawan. (Yetede)

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Yuniati Turjandini 05 Feb 2024 Investor Daily (H)
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menguat terbatas pada Minggu ini, setelah pekan lalu ditutup naik 1,42% ke posisi 7.238. Pergerakan IHSG akan dipengaruhi data ekonomi dari dalam dan luar negeri, serta waktu perdagangan yang  relatif pendek akibat adanya libur panjang (long weekend). "Kami memperkirakan pergerakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support 7.152 dan resistance 7.271. Selama sepekan ini, IHSG  akan pengaruhi oleh beberapa rilis  data ekonomi seperti  produk domsetik bruto  (gross domestic product/GDP) Indonesia yang secara konsensus akan berada di angka 5% YoY, kemudian ada rilis  inflasi China bulan Januari  yang masih dipengaruhi pergerakan harga komoditas dunia," kata analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana kepada Investor Daily. Didit mengungkapkan, dengan waktu yang relatif pendek karena  adanya libur pada 8-9 Febrauari 2024, pelaku pasar dapat mencermati beberapa saham seperti MDKA dengan target harga Rp 2.750-2.850, ASII target harga Rp 5.425-5.500, dan MPMX target harga Rp 1.040-1.060. (Yetede)

Gagal Bayar Pinjaman Online

Yuniati Turjandini 05 Feb 2024 Tempo
Sependapat dengan Etikah, Direktur Eksekutif Information Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi juga mengatakan sistem penilaian terhadap calon peminjam tidak dijalankan dengan baik. Hal ini terlihat dari cepatnya persetujuan pengajuan pinjaman. “Ketika semua orang mengajukan pinjaman dan waktunya cepat, bahkan dijanjikan sekian menit atau jam, dari situ terlihat tidak ada credit scoring (penilaian kredit).” Hal ini membuat orang bisa meminjam tanpa ada kemampuan mengembalikan.

Selain itu, menurut dia, di Indonesia, kredit macet terjadi karena banyak pinjaman yang bersifat konsumtif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat kredit macet industri fintech lending saat ini sebesar 2,81 persen. Adapun ambang batas yang ditetapkan OJK sebesar 5 persen. Meski demikian, beberapa perusahaan pinjol memiliki angka kredit macet di atas ambang batas yang ditetapkan. Salah satunya adalah PT Investree Radhika Jaya atau Investree. Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) Investree dilaporkan mencapai 12,58 persen. Artinya, ada 12,58 persen dana yang disalurkan gagal dibayarkan atau dikembalikan oleh nasabah dalam 90 hari setelah jatuh tempo. (Yetede)

Cawe-cawe Polisi Menandingi Gerakan Kampus

Yuniati Turjandini 05 Feb 2024 Tempo
“Mereka sempat bertanya, 'Apakah benar ini rumah Pak Hardi?' Saya jawab, 'Benar.' Kedua polisi itu lalu memperkenalkan diri,” ujar Hardi kepada Tempo pada Ahad, 4 Februari 2024. Menurut Hardi, salah seorang polisi itu memperkenalkan diri sebagai Kepala Polsek Tembalang, Semarang. Kedua polisi itu lalu menjelaskan tujuannya menemui Hardi untuk mewawancarai. Hardi menerima permintaan tersebut sebagai bentuk kerja sama dan kekerabatan antara Universitas Muhammadiyah Semarang dan kepolisian. Hardi mempersilakan tamunya masuk ke rumahnya dan diminta menunggu sejenak karena dia akan bersalin pakaian.

Hardi menuturkan, awalnya dia hanya mengenakan kaus saat hendak diwawancarai. Namun kedua polisi itu meminta Hardi menggantinya dengan pakaian formal. Dia mengatakan polisi tersebut sempat memberikan selembar kertas sebelum wawancara. Kertas tersebut semacam naskah “sontekan” jawaban yang kira-kira mesti disampaikan saat wawancara. Tapi Hardi menolaknya. “Ada naskahnya. Saya bilang tidak usah, Bu. Silakan langsung saja wawancara,” ujar Hardi kepada Kapolsek Tembalang. Wawancara dimulai tentang pemilihan umum (pemilu). Wawancara tersebut direkam berbentuk tayangan gambar video menggunakan telepon dan kamera telepon seluler. Menjawab pertanyaan polisi tentang pemilu, Hardi mengatakan, perguruan tinggi harus bersikap netral dan memberi ruang yang sama bagi para kandidat yang ikut kontestasi pemilihan presiden.

Polisi kemudian meminta Hardi menjawab dan memberi penilaian perihal sejumlah program kerja Presiden Joko Widodo. Hardi lantas mengomentari kinerja pemerintahan Jokowi saat menangani pandemi Covid-19.
Proses wawancara rampung sekitar pukul 18.30 WIB. Hardi kemudian diberi file rekaman video wawancaranya melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. File itu berisi dua rekaman video yang disunting kemudian dijadikan satu file. Dalam file tayangan video itu juga disematkan logo Universitas Muhammadiyah Semarang di sisi kanan atas.

Tak berselang lama, pada Jumat malam itu juga, dia mendapat kiriman tautan portal media yang memuat materi wawancaranya dengan polisi itu. Keesokan harinya, berita itu menjadi perbincangan para dosen di perguruan tinggi tempatnya mengajar. "Saya dikira mengarahkan ke salah satu pasangan calon (presiden)," ujarnya. Hardi tak menyangka wawancaranya dengan polisi itu muncul di portal media nasional. “Karena polisi yang datang, saya pikir wawancara itu hanya untuk kepentingan internal mereka," ujarnya. Hardi lantas menghubungi Kepala Polsek Tembalang Komisaris Wahdah Maulidiawati untuk meminta konfirmasi sekaligus mempertanyakan alasan wawancaranya tersebut diterbitkan di media massa. (Yetede)

Pilihan Editor