Politik dan Birokrasi
( 6612 )Pengembang Perumahan Desak Pemerintah Selesaikan Blueprint Peta Jalan Program 3 Juta Rumah.
Dana Desa Jadi Bancakan Kami Tidak Mau Itu Terjadi
Program Dana Desa Hasilnya Timpang Satu Dekade
Efisiensi Anggaran Jangan Sampai Menjalar pada Ganggu Investasi ke Pendidikan
Alokasi Dana yang Digelontorkan Besar, tapi Partisipasi Warga yang Kecil
BPN Menetapkan HPP Untuk Gabah Kering Panen di Tingkat Petani Sebesar Rp 6.500
Sri Mulyani Keluarkan Aturan Insentif PPh 21 bagi Karyawan Industri Tekstil hingga Furnitur
Pengemudi Ojek Online Unjuk Rasa
Serikat pengemudi online kembali memprotes hubungan kerja kemitraan dengan perusahaan penyedia aplikasi layanan transportasi daring. Para pengemudi ojek online (ojol), taksi online (taksol), hingga kurir akan menggelar demo dan aksi off bid atau mematikan aplikasi massal pada Senin hari ini, 17 Februari 2025.
Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menganggap sistem kemitraan dengan perusahaan telah gagal memberi kepastian hukum bagi pengemudi sebagai pekerja. "Fleksibilitas dalam kemitraan adalah dalih platform untuk menghindar dari kewajiban membayar THR dan hak-hak pekerja kepada pengemudi ojol, taksol, dan kurir," kata Ketua SPAI Lily Pujiati melalui keterangan tertulis pada Senin, 17 Februari 2025.
Lily berujar fleksibilitas dalam hubungan kemitraan menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Sebabnya, setiap platform berlomba untuk menerapkan tarif murah, sehingga yang menjadi korban adalah pengemudi yang hanya mengantongi sebagian dari tarif tersebut. Adapun berbagai insentif yang diberikan platform untuk pengemudi juga Lily rasa belum berhasil mensejahterakan para ojol. "Karena itu semua ternyata memaksa pengemudi untuk terus-menerus bekerja tanpa istirahat melebihi ketentuan jam kerja 8 jam," ujar Lily. Lily mengklaim masih ada pengemudi ojol yang terpaksa bekerja 17 jam bahkan lebih. Alasannya, pendapatan mereka dihitung per pesanan di aplikasi sehingga harus bekerja ekstra agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Lily, pengemudi online selama ini telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi ekonomi dan bisnis layanan transportasi daring. Namun, kata dia, selama ini platform bisnis sangat diuntungkan dengan profit yang tinggi dengan mengorbankan kesejahteraan pengemudi ojol. Lily menyatakan keuntungan platform salah satunya meningkat karena perusahaan tidak membayar upah minimum dan hak pekerja lainnya. "Seperti upah lembur, cuti haid dan melahirkan, jam kerja 8 jam," ucap Lily. Lily menyebut kondisi tersebut sebagai ketidakadilan ekonomi. Dibanding kemitraan, kata dia, perusahaan seharusnya menyediakan perjanjian kerja yang bisa menjamin hak-hak para pengemudi seperti diatur Undang-Undang Ketenagakerjaan. (Yetede)
Bukan Langkah Mudah bagi Danantara
Strategi Perlindungan Dana Pensiun
Pemerintah telah melakukan aksi taktis untuk mengamankan industri dana pensiun (dapen) yang berkaitan dengan keuangan negara dengan melakukan beberapa langkah kebijakan, seperti memperlonggar mekanisme cut loss dan memperkuat proteksi bagi direksi agar kerugian investasi di pasar saham tidak lagi bisa dipidanakan. Kebijakan ini memberikan angin segar bagi penyelenggara program pensiun yang berkaitan dengan keuangan negara, seperti PT Taspen (Persero), PT Asabri (Persero), dan BPJS Ketenagakerjaan, dalam merancang portofolio investasi mereka.
Namun, meskipun kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko hukum, kalangan manajer investasi menyatakan bahwa kebijakan ini belum sepenuhnya menarik minat pengelola dana pensiun untuk berinvestasi di pasar saham. Hal ini disebabkan oleh beberapa aspek yang belum tersentuh oleh kebijakan, terutama terkait dengan jaminan keamanan dari sisi hukum bagi manajer investasi yang bertugas di internal pengelola dana pensiun. Dengan demikian, meskipun kebijakan ini membawa perubahan positif, masih ada aspek yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi pengelola dana pensiun dalam pasar saham.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









