Teknologi Informasi
( 863 )Dugaan Serangan Siber Ransomware ke BSI
JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berupaya memulihkan layanannya yang mengalami gangguan dalam beberapa hari terakhir. Serangan siber diduga menjadi pangkal masalah yang, antara lain, melumpuhkan mobile banking serta ATM BSI secara bersamaan sejak 8 Mei lalu. Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menuturkan manajemen masih terus berkoordinasi dengan regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemegang saham, dan stakeholder terkait untuk memastikan penyebab masalah tersebut. “Pada dasarnya perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik,” ujar dia, kemarin, 11 Mei 2023. Meski demikian, BSI memastikan seluruh data dan dana nasabah berada dalam kondisi aman serta menjadi fokus prioritas perusahaan. Ihwal aktivitas serangan siber, Hery merujuk pada data Google dalam 90 hari terakhir, yakni ada 807 ribu serangan dengan rata-rata 9.000-10 ribu serangan per hari ke berbagai lembaga, tak hanya lembaga keuangan. Mengingat besarnya risiko yang mengintai, perseroan terus meningkatkan standar keamanan seiring dengan perkembangan pesat teknologi dan kebutuhan nasabah untuk produk keuangan digital. (Yetede)
Indonesia Masih Impor Mesin Printer US$ 214 Juta
JAKARTA, ID – Internasional Data Corporation (IDC), lembaga pemeringkat dan riset pasar global, menyebutkan bahwa Indonesia masih mengimpor 1,5 juta unit mesin printer jenis inkjet dengan nilai US$ 214 juta atau sekitar Rp 3,13 triliun pada 2022. Jumlah impor printer ini naik 16,2% dibandingkan tahun 2021 sebanyak 1,3 juta unit dan nilai transaksi meningkat 12,4% dari tahun sebelumnya US$ 191,2 juta atau sekitar Rp 2,79 triliun. Selain itu, Indonesia masih mengimpor mesin fotokopi 10.800 unit dengan nilai US$ 37,8 juta tahun 2022, meningkat masing-masing 19,7% dan 36,3% dari tahun sebelumnya sebanyak 9.000 unit dan nilai US$ 27,73 juta. Printer dan mesin fotokopi merupakan produk perangkat keras (hardware) teknologi informasi dan komunikasi yang berkaitan erat dengan komputer, sebagai fungsi output. Sedangkan kondisi ekonomi secara keseluruhan secara tidak langsung telah berpengaruh pada permintaan (demand) terhadap printer dan mesin fotokopi. “Sepanjang tahun 2022, IDC mencatat bahwa tender printer dan mesin fotokopi untuk organisasi didominasi sektor pemerintahan yang memiliki budget relatif lebih stabil dibandingkan sektor swasta yang masih melakukan efisiensi keuangan pasca pandemic,” ujar Senior Market Analyst – IDC Indonesia Sarah Annisa kepada InvestorDaily, dikutip Rabu (3/5/2023). (Yetede)
Platform Kadin for Naker Resmi Diluncurkan
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Pijar Foundation meluncurkan platform Kadin for Naker, Minggu (30/4) di Jakarta. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, pengembangan platform Kadin for Naker masih tahap awal. Tujuan utama pengembangan adalah ikut mengatasi masalah suplai tenaga kerja yang tidak sepenuhnya sesuai permintaan industri. (Yoga)
Dana Hibah DKI Rp 75 Miliar untuk ETLE
DKI Jakarta segera menyalurkan dana hibah Rp 75,477 miliar untuk pengembangan electronic traffic law enforcement (ETLE) tahap III. Hal itu termuat dalam Keputusan Gubernur Nomor 214 Tahun 2023 tentang Penerima Hibah Berupa Uang pada Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2023 yang diteken Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono, 24 Maret 2023. ”Nanti yang melakukan pengadaan untuk ETLE, Polda Metro Jaya (Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Polda Metro Jaya),” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Michael Rolandi Cesnanta Brata, Senin (17/4). (Yoga)
Investasi Baru Pusat Data di Indonesia Terus Bertambah
Kapasitas fasilitas pusat data di Indonesia telah mencapai 200 megawatt pada akhir 2022. Kapasitas itu diperkirakan bertambah 100 megawatt menjadi 300 megawatt pada 2023. Kenaikan penetrasi pengguna internet setiap tahun memengaruhi investasi baru pusat data. Ketua Umum Asosiasi Data Center Indonesia (IDPRO) Hendra Suryakusuma menyampaikan hal itu saat dihubungi, Selasa (11/4) di Jakarta. IDPRO berdiri pada Juni 2016 beranggotakan enam perusahaan pengelola pusat data dengan kapasitas terpasang 32 megawatt (MW). Pada 2022, jumlah anggota IDPRO bertambah menjadi 14 perusahaan. ”Beberapa anggota asosiasi telah menyatakan siap membangun fasilitas baru pusat data yang kami perkirakan kapasitasnya naik hingga menjadi 300 MW,” kata Hendra. Laporan riset konsultan properti Cushman & Wakefield tahun 2019 menyebutkan, kapasitas pusat data di Indonesia berpotensi bertambah hingga lebih dari 1 gigawatt dalam kurun sembilan tahun.
Kenaikan penetrasi pengguna internet setiap tahun menjadi pemicu utama adanya potensi pembangunan baru. Pemicu lainnya adalah bisnis gim, komputasi awan, dan konten. Hendra mengatakan, potensi penambahan kapasitas hingga menjadi lebih dari 1 gigawatt akan menyasar ke jenis fasilitas pusat data berskala hiper (hyperscale data center) sekaligus pusat data yang berlokasi dekat jaringan atau pengguna sehingga memungkinkan interkoneksi lebih cepat (edge data center). Ketua Bidang Aplikasi Nasional Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Djarot Subiantoro menambahkan, jika diukur per kapita, ketersediaan pusat data di Indonesia masih sekitar 0,6 watt per kapita; Jepang 6 watt per kapita; dan Singapura 60 watt per kapita. Artinya, banyak ruang tumbuh bagi pengelola fasilitas pusat data meskipun juga bergantung pada perkembangan SDM, infrastruktur jaringan telekomunikasi, pasokan daya listrik, dan kebijakan pemerintah. (Yoga)
Musim Semi Pembuat Konten
Sekelompok anak muda berlalu lalang memasuki sebuah studio mini di Menara Kompas, Jakarta, Rabu (5/4) sore. Sinergi media sosial dan ragam bisnis, termasuk media massa, mau tidak mau harus dilakukan demi mengukuhkan eksistensi. ”Ini berkaitan dengan Gerai Kompas, juga memperkenalkan Kompas.id dan nge-branding lagi harian Kompas. Penting saat ini untuk berstrategi memanfaatkan media sosial. Tidak hanya ini, ada juga konten berjudul AADK, yaitu Ada Apa di Koran Hari Ini? untuk mengajak kembali membaca koran juga,” ujar Wakil Manajer Media Sosial Harian Kompas Priyanto di Jakarta, Rabu (5/4/2023).Keberadaan konten yang makin menyuburkan lahan para pembuat konten sebagai sarana pemasaran ini memang tak bisa dimungkiri. Social Media Trends 2023 yang dirilis Hootsuite menunjukkan, penggunaan pembuat konten mulai dilirik oleh 42 % perusahaan dengan karyawan di atas 1.000 orang. Namun, bisnis kecil pun memanfaatkan jasa pembuat konten atau melahirkan pembuat konten baru sekaligus bisnis baru.
Analisa Widyaningrum (34), seorang psikolog. Semula, ia merasa tidak percaya diri terjun membuat konten di medsos, tetapi kebutuhan untuk mempromosikan bisnis yang tengah dibangunnya membuatnya berani mencoba. ”Enggak pede bikin konten tuh pas 2015. Tapi gara-gara bikin APDC Indonesia saat itu, marketing tools yang gampang bagiku dengan biaya murah, ya, lewat Instagram. Mulailah di situ, bikin konten APDC juga untukku. Itu semua masih sendiri karena belum tim. Ternyata malah yang lebih banyak engagement-nya yang personal, yang akun Analisa,” tutur Ana. Sejalan dengan meningkanya pengikut di akun @analisa.widyaningrum dan personal branding yang dibangunnya, bisnisnya, yaitu APDC Indonesia, juga mengikuti. ”Yang tadinya mau mengedukasi malah jadi profesi juga,” ujar perempuan yang semula pengikutnya kurang dari 2.000, tapi kini melesat hingga lewat 500.000 di Instagram dan lebih dari 600.000 di Youtube.
Ghaniy Pradita (22) terpantik masuk sebagai pembuat konten ketika pandemi. Kondisi pembatasan sosial justru memunculkan ide menjadikan proses penyelesaian skripsi sebagai mahasiswa Teknik Pengairan, Universitas Brawijaya, sebagai konten. Tak disangka, konten yang saat itu diunggah melalui akun @mahasiswamalas di Tiktok memperoleh sambutan baik. Dari tanpa pengikut, dua bulan berjalan, pengikutnya melonjak hingga 20.000 dan terus naik sampai kini stabil di angka 80.000-an. Setelah lulus kuliah, akunnya berubah menjadi @karyawanmalas. Tak ditampiknya, profesi menjadi pembuat konten cukup menjanjikan. Saat masih kuliah saja, ia kerap diajak bekerja sama untuk mempromosikan produk. ”Untuk satu video itu bisa Rp 700.000 sampai Rp 1 juta,” ujarnya. Meneropong masa depan, pembuatan konten medsos tak bisa ditolak, tapi, jangan membuat konten hanya untuk mengejar cuan. (Yoga)
Menjejali Ruang Maya dengan Konten
Fitra Eri bisa jadi adalah pembuat konten video bertema otomotif paling tenar di Indonesia saat ini. Sering dia diajak berfoto bareng pengikutnya, bahkan ketika baru mendarat di Bandara Bologna, Italia, ada warga Indonesia yang menegur dan mengajaknya berfoto. Popularitas itu tidak ia raih dalam semalam atau lewat satu unggahan viral saja. Fitra membangun kredibilitasnya di bidang otomotif dengan menjadi wartawan majalah belasan tahun lalu sambil membalap mobil. Sarjana teknik mesin ini memang mendalami bidang otomotif, khususnya mobil. Dia mulai membuat konten video saat membangun media Oto driver. Sekarang, dia mengunggah video di akun Youtube setidaknya dua hari sekali. Terkadang dia mengulas produk mobil baru yang menjadi panduan bagi pembeli mobil. Pengikutnya di Youtube mencapai 2,7 juta akun dan di Instagram 1,2 juta akun.
Haydira Prili Ananza (22), belum sampai 1 juta: 820.000 akun di Tiktok dan 260.000 di Instagram. Pemilik akun @ananzaprili ini membuat konten yang berkaitan dengan pengembangan diri, tips psikologi, dan kecantikan. Finalis ajang kecantikan Gadis Sampul 2013 ini memutuskan jadi pembuat konten untuk mengisi kesibukan saat pandemi Covid-19. ”Sebenarnya enggak pernah ada niatan untuk dijadiin profesi. Tapi, setelah dijalani, banyak opportunity dan jada pemasukan. Bahkan, yang terpenting bisa membantu orang lain,” kata Ananza di Jakarta, Jumat (7/4). Seiring pertumbuhan pengikut yang signifikan, diikuti keterikatan (engagement) yang baik pada masa awal masuk Tiktok, Ananza mulai dikenal. Ia mulai dapat pemasukan yang kelak dimanfaatkan untuk mengajak bergabung beberapa orang.
Pengamat media Agus Sudibyo menganggap semakin banyak pembuat konten merupakan hal positif. Semua orang bisa membuat konten,tak harus jurnalis. ”Ini mendemokratiskan, membebaskan, bahwa setiap orang bisa bersuara lewat konten buatannya, bisa berekspresi, bisa berpendapat, bisa mengunggahnya langsung di tempat. Sebelum era media sosial, kita hanya bisa bikin rekaman lalu kirim ke (stasiun) TV biar dipublikasi menjadi konsumsi publik,” katanya. Salah satu dampak demokratisnya adalah semakin sulit penguasa bertindak sewenang-wenang. Penyelewengan makin mudah terekam karena setiap orang punya ponsel berkamera. Dampak negatifnya, semua orang bisa dengan mudah menjadi pewarta, tanpa kepakaran, tanpa kompetensi. (Yoga)
BERAS BANTUAN, Sistem Ketertelusuran Bantu Kendalikan Inflasi
Penyaluran beras bantuan menerapkan teknologi yang mendukung ketertelusuran atau traceability hingga sampai kepada penerima secara tepat sasaran. Ketepatan sasaran penyaluran menentukan ketercapaian target program tersebut, yakni pengendalian inflasi dan pengurangan beban pengeluaran keluarga penerima manfaat atau KPM. Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi dan Dirut Perum Bulog Budi Waseso melepas secara simbolis 87,88 ton beras bantuan pangan pemerintah yang ditujukan ke Pademangan dan Kelapa Gading, Jakur, Kamis (6/4). Terdapat tiga titik penyaluran di setiap wilayah. Pelepasan dari Kantor Wilayah Jakarta dan Banten Bulog itu menandakan penyaluran beras pangan serentak se-Indonesia. Beras bantuan itu menyasar 21,353 juta KPM dan disalurkan sejak Maret 2023 hingga Mei 2023. Setiap KPM memperoleh beras sebanyak 10 kg per bulan.
Bulog menjadi operator program bantuan tersebut dengan total penyaluran selama tiga bulan sebanyak 640.990 ton. Tiga perusahaan yang mengangkut beras bantuan tersebut, yakni PT Pos Indonesia (Persero), PT Jasa Prima Logistik Bulog, dan PT DNR. Penyaluran turut diawasi oleh Satgas Pangan. ”Kami menyiapkan sistem yang dapat menelusuri dan melacak beras (bantuan) mulai keluar dari gudang Bulog, proses transit, hingga sampai kepada penerimanya. Sistem itu didukung oleh geo-tagging. Kami juga menyediakan dasbor real time yang bisa memantau jumlah beras yang disalurkan beserta daerah tujuannya,” kata Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi saat ditemui setelah acara pelepasan, Kamis. Faizal melanjutkan, Papua menjadi sasaran pertama penyaluran beras bantuan ini. Jumlah penerima sebanyak 1,9 juta KPM. (Yoga)
PEKERJA MIGRAN Integrasi Sistem Bermasalah
Pemerintah memutuskan untuk mengintegrasikan layanan pendaftaran pekerja migran Indonesia milik Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ke dalam aplikasi Siap Kerja milik Kemenaker RI. Integrasi ini menyebabkan 48.000 calon pekerja migran terancam keberangkatannya akibat adanya sistem baru. Pemerintah diminta untuk membenahi tata kelola pendaftaran agar memberikan kepastian bagi para pekerja migran. Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (5/4) Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)Benny Rhamdani menjelaskan, Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Siskotkln) ditutup pada 7 Maret 2023 karena telah terintegrasi dengan sistem baru milik Kemenaker, yaitu aplikasi Siap Kerja.
Meskipun demikian, penggunaan aplikasi baru ini terkendala isu kesiapan dinas tenaga kerja daerah sebagai verifikator. Dari temuan BP2MI, masih ada dinas tenaga kerja di daerah yang tidak dapat menerbitkan nomor identitas bagi para calon pekerja migran Indonesia yang bertempat tinggal di luar wilayah kerja dinas tenaga kerja terkait. Akibatnya, 48.000 calon pekerja migran yang sudah mendaftar di Siskotkln terancam keberangkatannya karena harus berurusan dengan sistem baru. ”Untuk memberi kepastian kepada mereka, BP2MI akan membuka Siskotkln kembali mulai 5 April 2023 hingga 14 Juli 2023,”ucapnya. Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo menjelaskan, pihaknya juga menerima keluhan yang sama terkait pemberlakuan sistem baru, yakni aplikasi Siap Kerja. Tata kelola data mengenai pekerja migran di Indonesia memang cukup kusut karena melibatkan banyak lembaga, mulai dari Kemenkumham, Kemlu, Kemenaker, dan BP2MI. (Yoga)
Kembangkan Layanan Digital, Indosat Kolaborasi dengan PLN Icon Plus
PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan PT Indonesia Comnets Plus (PLN Icon Plus) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk rencana kerja sama infrastruktur jaringan dan telekomunikasi digital di Indonesia. MoU tersebut menjadi dasar bagi ke[1]dua perusahaan untuk menjajaki kemungkinan kerja sama hal-hal terkait fiber optik, Base Transceiver Station (BTS), saluran komunikasi kabel laut (SKKL), dan lainnya sesuai dengan layanan telekomunikasi dan digital. “Penandatangan hari ini menunjukkan bahwa Indosat Group dan PLN Group akan memaksimalkan potensi yang dimiliki dan berkontribusi pada pertumbuhan industri dan ekonomi digital Indonesia di masa depan,” kata Vikram Sinha President Director and CEO PT Indosat Tbk dalam keterangan persnya, akhir pekan lalu.
Direktur Utama PLN Icon Plus Ari Rahmat Indra Cahyadi menambahkan, PLN Icon Plus memiliki visi untuk menjadi penyedia solusi digital dan hijau terkemuka di Indonesia. Pada kesempatan yang sama, anak usaha Indosat, Artajasa, juga melakukan penandatangan MoU dengan PLN Icon Plus untuk rencana pengembangan potensi bisnis pada layanan digital. Penjajakan kerja sama bisnis ini adalah untuk mengembangkan solusi digital yang lebih mutakhir untuk kedua belah pihak. “Artajasa merupakan pionir dalam pasar transaksi elektronik di Indonesia, khususnya dalam menyediakan jaringan infrastruktur bagi perbankan. Melalui kolaborasi hari ini, kami ingin terus berperan aktif membawa lebih banyak layanan digital di Indonesia,” ungkap Mochammad Ma’ruf, Direktur Utama Artajasa. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Ribuan Ton Daging Kerbau Akan Serbu RI
24 Mar 2021









