;
Tags

Teknologi Informasi

( 863 )

BATIK LASEM Pemasaran melalui Metaverse Dijajaki

KT3 19 Dec 2022 Kompas

Pengusaha batik terus berinovasi memasarkan produk mereka secara daring, seperti melalui media sosial dan situs di internet. Tidak hanya itu, para perajin batik di Lasem, Rembang, Jateng, juga mulai menjajaki dunia virtual atau metaverse. Saat Covid-19 mewabah, para perajin batik merasakan kunjungan wisatawan ke daerah batik di Lasem berkurang drastis. Akibatnya, penjualan kain batik berkurang. Melalui Tim Kedaireka Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, para perajin batik tulis Lasem dapat menjual produknya secara daring dalam bentuk tiga dimensi. Ketua Peneliti Kedaireka Metaverse Batik Lasem Ridwan Sanjaya menjelaskan, kehadiran inovasi ini sebagai bentuk jawaban dari tantangan yang dihadapi saat pandemi Covid-19 dan perubahan akses jalan pantura. Menurut Ridwan, inovasi ini dapat menjadi solusi alternatif penjualan produk batik tulis Lasem. Melalui metaverse atau ruang tiga dimensi (metasmesta), konsumen bisa merasakan seperti datang secara langsung dan melihat secara nyata kain batik, meskipun mereka hanya menyaksikan secara virtual. 

”Kami memberi pengalaman berbeda. Dahulu orang datang mau beli, kan, kainnya diambil lalu dibuka. Sementara di metaverse, semua bisa tampil. Ada produk-produk yang dipasangkan di maneken sehingga tidak perlu  dijahit dahulu baru bisa tahu hasil jadinya seperti apa,” kata Ridwan, saat diskusi Metaverse Ruang Virtual Masa Depan Pelestarian Batik Lasem, Minggu (18/12). Anggota tim Kedaireka Metaverse Batik Lasem, Freddy Koeswoyo, menambahkan, hingga saat ini ada  40 mitra pebatik di Lasem yang sudah bergabung, masing-masing mendapatkan 14 ruang pameran di platform Metaverse batik.com. Freddy menambahkan, pemasaran secara virtual bisa juga dipakai untuk mengedukasi masyarakat mengenai sejarah dan motif kain batik. Hal ini yang kemudian akan terus dikembangkan lebih lanjut di dalam metaverse Batik Lasem. Perajin batik Kidang Mas Lasem, Rudi Siswanto, menyampaikan, platform metaverse menjadi tambahan media penjualan produk batik sehingga jangkauannya lebih luas sampai luar negeri. Rudi berharap, ke depan, semakin banyak perajin batik yang bergabung ke dalam metaverse. (Yoga)

PERDAGANGAN ELEKTRONIK Penjualan Langsung lewat Media Sosial Efektif

KT3 17 Dec 2022 Kpmpas

Menjual produk langsung melalui jaringan media sosial dan pesan instan atau social commerce tetap menjadi upaya terbaik mendorong lebih banyak transaksi perdagangan barang dan jasa. Aneka sektor industri, baik ritel maupun nonritel, telah memanfaatkan social commerce. Berdasarkan riset yang Cube Asia (perusahaan riset pasar asal Singapura) bertajuk ”Social Commerce in Southeast Asia 2022” (Desember, 2022), perdagangan secara elektronik atau e-dagang di media sosial mencapai 34 miliar USD pada 2022 di Asia Tenggara, faktor yang sangat memengaruhi adalah aspek sosial hubungan manusia, seperti komunikasi langsung, keaslian, dan kepercayaan. Sementara penjualan produk langsung melalui percakapan di media  sosial ataupun aplikasi pesan instan (conversational commerce) mencapai 12 miliar USD pada 2022 di Asia Tenggara. Country Manager Infobip Indonesia (penyedia perangkat lunak untuk komunikasi berbasis komputasi awan) Rifa Haryadi, Jumat (16/12) di Jakarta, berpendapat, digitalisasi pemasaran dan penjualan akan tetap berlangsung meski pembatasan sosial sudah longgar. Konsumen yang terbiasa dengan internet akan tetap menggunakan aplikasi daring untuk beraktivitas sehari-hari.

”Sudah banyak pelaku industri menggunakan robot percakapan (chatbot) untuk mempermudah interaksi. Bukan hanya pelaku usaha ritel. Solusi kami sudah dipakai perusahaan finansial untuk akuisisi pelanggan baru ata sekadar kirim polis,” kata Rifa. Peneliti di Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Izzudin Al Farras Adha, menambahkan, perdagangan barang dan jasa secara daring akan terus tumbuh di tengah aktivitas belanja luring yang kembali bergairah seusai pandemi. Dengan pertumbuhan e-dagang yang berpotensi lebih terbatas jika dibandingkan dengan saat masa pembatasansosial, jenama barang dan jasa perlu berupaya mencari pelanggan baru. Senior Vice President Sprinklr untuk Asia Pasifik dan Jepang (perusahaan penyedia teknologi analisis media sosial) Florian Zenner, dalam siaran pers,  mengatakan, pandemi mengubah perilaku konsumen selamanya, mempercepat adopsi produk dan layanan digital, serta meningkatkan pentingnya pelayanan secara daring. Di pasar Singapura, misalnya, 45 % pengguna internet berbelanja melalui aplikasi pesaninstan, sepertiWhatsapp dan Facebook Messenger. (Yoga)


Menanti Arah Transformasi Digital

HR1 14 Dec 2022 Bisnis Indonesia

Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas pada Senin (28/11). Pokok persamuhan, syukuran suksesnya G20 Summit di Bali pada 15–16 November. Presiden Jokowi meminta task force guna menindaklanjuti investasi multilateral senilai US$238 miliar dan bilateral senilai US$71,4 miliar. Harapan khalayak, Presiden Jokowi juga akan meminta kebijakan pemerintah selaras Deklarasi Bali. Dalam konteks transformasi digital, Deklarasi Bali menyepakati teknologi digital adalah kunci pemulihan dan pemberdayaan di segala aspek. Di era ini, setiap organisasi akan jadi digital, termasuk negara karena teknologi digital jadi pengungkit utama pendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Ini terjadi kalau teknologi komputasi awan berintegrasi ke dalam sistem dan infrastruktur esensial. Setidaknya, ada tujuh alasan komputasi awan jadi tulang punggung penting. Pertama, layanan ini menghilangkan biaya modal pembelian perangkat, penyiapan, dan operasional pusat data di tempat. Kedua, layanan ini disediakan mandiri dan memberikan kecepatan fleksibilitas. Ketiga, kemampuan menskalakan secara elastis. Keempat, produktivitas bagi tim teknologi informasi mencapai tujuan bisnis lebih penting. Kelima, performa unggul, layanan ini berjalan di jaringan pusat data yang aman di seluruh dunia, serta secara teratur ditingkatkan ke generasi terbaru. Keenam, keandalannya dalam pencadangan data, pemulihan bencana, dan kelangsungan bisnis lebih mudah serta murah. Ketujuh, teknologi keamanan yang diberikan penyedianya untuk memperkuat postur keamanan keseluruhan, guna melindungi dari potensi ancaman siber.

APBD bagi Warga Sejahtera

KT3 01 Dec 2022 Kompas

APBD DKI Jakarta tahun 2023 disepakati Rp 83,78 triliun. Warga Ibu Kota harus tahu penggunaan anggaran itu. APBD DKI Jakarta 2023 itu naik Rp 1,2 triliun dari penandatanganan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara lantaran ada proyeksi peningkatan sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun 2022, yang sebelumnya dialokasikan Rp 6,7 triliun menjadi Rp 7,9 triliun. APBD DKI Jakarta 2023 terdiri dari pendapatan daerah Rp 74,38 triliun dan penerimaan pembiayaan Rp 9,40 triliun. Alokasi belanja daerah Rp 74,61 triliun dan pengeluaran pembiayaan Rp 9,16 triliun. APBD DKI Jakarta itu difokuskan pada tiga program prioritas, dengan alokasi 41,27 %, yaitu untuk pengendalian banjir, penanganan kemacetan, dan antisipasi dampak penurunan pertumbuhan ekonomi. Alokasi bagi belanja pendidikan senilai 21,09 % dan 13,47 % untuk standar pelayanan minimal kesehatan.

Warga Jakarta harus mengetahui penggunaan anggaran daerahnya, melalui keterbukaan informasi, agar  konsisten antara program dan belanja komponen. Apalagi, menurut catatan Indonesia Budget Center, penetapan APBD DKI Jakarta 2023 tepat waktu, yang sebelumnya kerap telat. Selain itu, dua tahun terakhir warga sulit mengakses informasi APBD sehingga banyak kegiatan tak diketahui warga (Kompas, 30/11). Keinginan agar warga DKI Jakarta, dan sesungguhnya juga warga di daerah lain, untuk bisa mengakses anggaran daerahnya bisa dipahami. Sesuai dengan UU No 14Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, anggaran daerah bukanlah informasi yang dikecualikan. APBD adalah informasi publik, bahkan bisa dikategorikan sebagai informasi yang wajib disediakan dan mudah diakses oleh warga, apalagi menyangkut program kegiatan yang menentukan kualitas hidup dan kesejahteraan warga di wilayah tersebut. APBD DKI Jakarta 2023 harus dibuka, dan warga bisa mengawasi pemakaiannya demi kesejahteraan bersama. (Yoga)


Kemenkominfo: 132 Wilayah Layanan Telah Melakukan ASO

KT1 24 Nov 2022 Investor Daily

JAKARTA,ID - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah melakukan program Analog Switch Off (ASO) di Indonesia. Program ini sesuai dengan amanat UU Cipta Kerja tahun 2020, bahwa migrasi sistem TV teresterial analog ke digital (ASO) dilaksanakan 2 November 2022. Sejak 2 November 2022, hingga saat ini telah terdapat 132 wilayah layanan atau sebanyak 230 Kabupaten/Kota yang melakukan ASO, dari total 225 wilayah siaran atau sebanyak 514 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Sedangkan, wilayah layanan yang belum dilakukan ASO, akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kesiapan wilayah masing-masing. “Sehingga, pelaksanaan ASO masih tersisa untuk 93 wilayah layanan atau 284 Kabupaten/Kota yang akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan wilayah masing-masing,” kata Johnny G Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika saat Rapat Kerja (Raker) antara Kemenkominfo dan Komisi I DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/1/2022). (Yetede)

Digitalisasi Jadi Motor Pertumbuhan

KT3 23 Nov 2022 Kompas

Kendati banyak perusahaan teknologi tengah mengalami rasionalisasi struktur biaya, ekonomi digital dinilai tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Meluasnya penetrasi internet dan pola konsumsi masyarakat yang makin lekat dengan digitalisasi akan mengakselerasi ekonomi  digital di Tanah Air. Demikian benang merah dalam diskusi Kompas 100 CEO Forum-CEO Live Series, Selasa (22/11) di Jakarta. Hadir sebagai pembicara, Managing Partner East Ventures Roderick Purwana, Chief Executive Officer (CEO) Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) Mia Melinda, dan Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi. Roderick mengatakan, perekonomian digital berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama selama pandemi Covid-19. Ke depan, terbuka peluang pertumbuhan ekonomi digital makin terakselerasi. ”Saatini baru bagian awalnya saja. Kita akan memasuki era keemasan ekonomi digital dalam 5-10 tahun ke depan,” ujar Roderick. Ia menjelaskan, laju pertumbuhan ekonomi digital ditopang oleh jumlah pengguna internet yang telah mencapai lebih dari 200 juta orang. Selain itu, pandemi yang membatasi mobilitas orang juga telah mengakselerasi digitalisasi secara lebih cepat.

Berdiri pada 2009, East Ventures telah berinvestasi ke berbagai perusahaan rintisan, bukan hanya di Indonesia, melainkan juga negara lain, seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Pperusahaan yang disuntik dana oleh East Ventures, antara lain, GoTo, Traveloka, dan Fore. Roderick mengaku sangat beruntung menyaksikan kelahiran ekonomi digital sejak awal hingga saat ini. Salah satunya adalah saat East Ventures menginvestasikan dana di Tokopedia sejak 2010. ”Kami beruntung melihat pertumbuhan ekonomi digital dari awal perintisannya hingga terus berkembang sampai saat ini. Kami yakin di masa depan ekonomi digital akan makin bertumbuh,” ujar Roderick. Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, pandemi telah mengubah perilaku konsumen menjadi kian akrab dengan digitalisasi. Ketika pandemi mulai mereda dan kegiatan luring sudah menggeliat, perilaku digital konsumen tidak akan menurun. Menurut Neneng, selama pandemi, pihaknya telah membantu 2 juta UMKM masuk ke ekosistem digital. Selain itu, pihaknya juga telah membantu 5.200 pedagang pasar di tujuh kota memanfaatkan teknologi digial. (Yoga)


Perusahaan Teknologi Hadapi Krisis

KT3 23 Nov 2022 Kompas

Setelah booming bertahun-tahun, perusahaan teknologi terkena krisis. Terjadi penurunan pendapatan dan PHK. ”Setiap orang telah mengingatkan dalam dua dekade terakhir bahwa ini pasti berakhir. Akhirya pertumbuhan tahun demi tahun berakhir juga,” kata Marc Weil (35), Manajer Teknisi Stripe, yang juga kehilangan pekerjaan (The Washington Post, 14 September). Mendadak berubah kejayaan perusahaan teknologi yang pernah meraih kinerja akbar. Microsoft dan Google adalah dua perusahaan teknologi dengan valuasi tertinggi ke-3 dan ke-4 di dunia setelah Apple dan Saudi Aramco. Pada tahun 2020, industri teknologi menyumbang 10,2 % PDB AS. Kenaikan harga-harga saham Amazon, Google, Microsoft, Facebook, Netflix, Tesla, Salesforce, dan lainnya telah mengisi rekening dana pensiun jutaan orang AS. Perusahaan teknologi berkontribusi 30 % total kapitalisasi S&P 500 pada Maret 2022. Situasi kini berbalik. Indeks Nasdaq, berisikan perusahaan teknologi, anjlok 30 % sejak Januari 2022. Rentetan PHK melanda Meta (Facebook), Twitter, Stripe, Coinbase, Shopify, Netflix, Microsoft, Snap, Robinhood, Lyft, Chime, WATCH.

Lebih dari 35.000 karyawan di-PHK sejauh ini di AS. Hal itu juga melanda perusahaan serupa di dunia walau belum separah AS. ”Situasinya mirip krisis dotcom di era 2000,” kata Lise Buyer, seorang analis. Era perekrutan dengan gaji tinggi, minimal 200.000 USD per tahun, untuk lulusan terbaru universitas telah berakhir. Masalah bagi perusahaan teknologi tergolong bukan gambaran umum perekonomian AS. Perusahaan teknologi terpukul setelah pandemi Covid-19 mulai mereda. Saat pandemi perusahaan-perusahaan tergiur berekspansi karena mendadak warga beralih ke dunia daring. Pejabat keuangan (CFO) Zoom Video Communications Inc, Kelly Steckelberg, menuturkan, warga mengurangi pertemuan daring. Akan tetapi, perusahaan-perusahaan telanjur menghabiskan uang untuk investasi termasuk Metaverse. ”Saya salah perkiraan,” kata Mark Zuckerberg (Associated Press, 10 November). Lalu ada kenaikan suku bunga AS. Pada era suku bunga rendah, sangat mudah mendapat uang, kini berubah. Bayangan resesi membuat penerimaan iklan menurun. ”Banyak Perusahaan akan lenyap,” kata pemimpin Credit Suisse, Axel Lehmann. (Yoga)


Telkom Kembangkan Proyek Web 3,0

KT1 23 Nov 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) agresif mengembangkan proyek industri Web 3.0 atau internet generasi ketiga. Investasi Telkom di perusahaan-perusahaan rintisan juga menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mempersiapkan diri dalam menangkap potensi proyek Web 3.0. Deputy EVP Digital Tecnology & Platform Business Telkom Ery Unta menyampaikan bahwa sebagai digital telco, Telkom tentu terus bersiap diri untuk turut andil dalam pengembangan Web 3.0 di Indonesia. “Kami bekerja sama dengan telco par tner. Kami juga mengembangkan sendiri dengan membangun talenta digital dan berinvestasi untuk itu. Karenanya, kami mencari talenta-talenta digital terbaik,” ungkap Ery di acara Indonesia Digital Conference bertajuk Industri Telekomunikasi di Era Web 3.0, Selasa (22/11/2022) di Jakarta. “Jadi, Pijar ini ada ijazahnya atau sertifikatnya. Sehingga untuk memastikan ijazahnya benar atau tidak, track and tracenya seperti apa, kita bisa memanfaatkan teknologi ini,” ucap Ery. (Yetede)

PERUSAHAAN RINTISAN : Startup Tempuh Jalan Efisiensi

HR1 22 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Indonesia ICT Institute menilai perusahaan yang bergerak di sektor teknologi tengah melakukan efisiensi untuk bertahan hidup di tengah potensi perlambatan ekonomi global pada 2023. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, upaya efisiensi yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan itu bisa membantu keberlangsungan ekosistem dan mitra yang ada di dalamnya. Saat ini, situasi global berada dalam istilah winter is coming atau terjadi perlambatan pada pertumbuhan ekonomi dunia. Menurutnya, efisiensi yang dilakukan perusahaan rintisan atau startup salah satunya melalui pemangkasan karyawan adalah merupakan hal realistis. “Efisiensi dilakukan agar perusahaan bisa survive. Saat ini yang dialami sebagian startup di Indonesia adalah terjadinya pengurangan investasi dari investor di luar negeri,” jelasnya seperti dikutip Antara.

Pentingnya Regulasi dan Pengawasan Berbasis Teknologi

KT3 08 Nov 2022 Kompas (H)

Pemerintah dan DPR sedang membahas RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau RUU P2SK. Regulasi berformat omnibus ini diharapkan bisa meredefinisikan kembali sektor keuangan agar lebih sesuai dengan kondisi saat ini. Sebagai fondasi penting untuk memperkuat sektor keuangan, UU ini akan diturunkan dalam peraturan di bawahnya agar dapat diimplementasikan dengan baik. Beberapa survei industri keuangan memperkirakan biaya pemenuhan kewajiban kepatuhan (compliance cost) mencapai 5 % total biaya. Adapun potensi biaya karena tidak memenuhi kepatuhan bisa dua hingga tiga kali lipat. Dalam hal ini, regulatory technology (RegTech) dan supervisory technology (SupTech) dapat membantu. RegTech adalah penerapan teknologi agar regulator dan pelaku industri bisa lebih efektif dan efisien. Misalnya, pada proses perizinan, pelaku industri yang mengajukan izin umumnya berurusan dengan birokrasi, sulit mengetahui sampai di mana proses perizinan berlangsung dan kapan akan keluar. Saat ini regulator, seperti OJK dan BI, mulai menyediakan mekanisme perizinan digital atau e-licensing yang diharapkan transparan, seperti halnya e-dagang memiliki mekanisme pemantauan pesanan. e-licensing akan banyak membantu pelaku industry keuangan.

Ke depannya, konsep machine-readable regulation tidak hanya dapat digunakan untuk pengaturan  bersifat kuantitatif, tetapi juga pengaturan konseptual dan kualitatif. Untuk itu, regulator perlu menerbitkan peraturan dalam format yang bisa dianalisis dan dipahami secara semantik dengan  kecerdasan artifisial dan machine learning di sisi pelaku industri. Selain RegTech, regulator juga perlu menerapkan SupTech atau pengawasan berbasis teknologi. SupTech bisa diterapkan untuk pelaporan yang kini masih relatif manual. Beberapa regulator memang mulai menerapkan pelaporan daring misalnya BI dengan BI Antasena dan OJK dengan OJK-BOX (OBOX). Namun, umumnya data yang disimpan oleh pelaku industri diolah dulu menjadi laporan dengan format tertentu, lalu diunggah ke sistem pelaporan daring. Pengolahan manual di sisi regulator pun tidak jarang masih harus dilakukan. Ini bisa dibuat lebih mulus dengan mewajibkan pelaku industri melaporkan dalam format digital standar, misalnya menggunakan extensible business reporting language (XBRL), di mana semua field pelaporan distandardisasi. Dengan standardisasi yang baik antar-regulator pelaku industri yang harus melapor kepada dua atau lebih regulator dapat membuat pelaporan lebih efisien karena tidak menggunakan format khusus dari regulator tertentu. (Yoga)