;
Tags

Perusahaan

( 1089 )

Kerja Layak Cegah Praktik Perburuhan Anak

KT3 15 Jun 2023 Kompas

Penguatan kerja layak di berbagai sector pekerjaan dipercaya mampu mencegah praktik perburuhan anak meluas. Upaya ini tetap perlu diikuti dengan inklusi pendidikan dasar yang merata, penarikan pekerja anak, dan peningkatan pengawasan ketenagakerjaan. Programme Officer International Labour Organization (ILO) Country Office for Indonesia and Timor Leste, Abdul Hakim, Rabu (14/6) di Jakarta, mengatakan, kerja layak meliputi tidak ada diskriminasi, tidak ada praktik kerja paksa, kebebasan berserikat, upah sepadan, serta pemenuhan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja (K3). Apabila pekerja usia dewasa memperoleh kerja layak, anak-anak tidak perlu turut bekerja.

”Perusahaan di sektor jasa juga bisa mencegah pekerja anak meluas. Misalnya, perusahaan jasa ojek daring yang memberikan insentif berupa biaya pulsa, kupon diskon perawatan kendaraan, akses jaminan sosial ketenagakerjaan, kredit kepemilikan rumah, dan beasiswa pendidikan anak mitra pengemudi. Cara-cara ini mendukung kerja layak,” ujar Hakim. Programme Manager ILO Project, Promise II Impact di Jakarta, Djauhari Sitorus, menambahkan, pekerja anak bukan permasalahan yang berdiri sendiri. Sebaliknya, kemunculan pekerja anak berkaitan erat dengan persoalan ketidakadilan yang dialami oleh keluarga. Anak ikut bekerja karena membantu perekonomian keluarga. (Yoga)


Akibat Beban Penugasan

KT1 14 Jun 2023 Tempo

Sejumlah BUMN yang diusulkan mendapat penyertaan modal negara (PMN) dinilai membutuhkan kucuran dana tunai untuk menjalankan penugasan pemerintah. Pasalnya, mereka memiliki keterbatasan sumber pendanaan karena kondisi keuangan dan kinerja perusahaan yang menurun. “Mereka tak punya pilihan selain PMN untuk menutup beban penugasan negara tersebut karena, dengan kondisi keuangan yang merah, sulit untuk mendapatkan pendanaan dari kreditor perbankan maupun investor,” ujar Kepala Center Food, Energy, and Sustainability Development Indef, Abra P.G. Talattov, kemarin, 13 Juni 2023. Kementerian BUMN mengusulkan PMN tunai senilai Rp 57,96 triliun dan nontunai Rp 673,36 miliar pada 2024.

Dana tersebut akan disalurkan untuk tambahan PMN bagi Indonesia Financial Group (IFG), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT PLN (Persero), PT Pelni (Persero), PT Industri Kereta Api (Persero), PT Rekayasa Industri (Persero), dan PT RNI (Persero). Menurut Abra, peran BUMN dalam pembangunan memang dibutuhkan, terlebih untuk proyek-proyek infrastruktur yang tidak komersial. Dia mengatakan, sepanjang proyek yang dibiayai tidak komersial dan sesuai dengan konteks fungsi penugasan, PMN untuk BUMN bisa saja diberikan. “Kadang walau sudah diberi PMN pun tak cukup, dibutuhkan strategi fundamental lebih lanjut yang dapat membantu keuangan mereka agar kembali positif,” kata dia. (Yetede)


Penyelamatan BUMN Karya Berpotensi Terganjal

KT1 13 Jun 2023 Investor Daily

Pemerintah mengeluarkan jurus baru  untuk menyelamatkan dua BUMN karya, yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dari krisis utang dan arus kas negatif. Pemerintah berencana mengalihkan (inbreng 75% saham Waskita ke PT Hutama Karya (HK) dan memberikan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp8 triliun ke Wika. Namun, dua aksi ini berpotensi terganjal kepentingan investor, baik pemegang obligasi maupun pemegang saham. Dalam kasus Waskita,  perseroan berencana meminta perpanjangan masa standstill alias penundaan pembayaran utang obligasi hingga September 2023 dari tadinya Juni. Berdasarkan catatan Mandiri Sekuritas (Mansek). Waskita akan menggelar rapat umum pemegang obligasi (RUPO) dalam waktu dekat untuk meminta persetujuan rencana itu. Jika pemegang obligasi menolak rencana itu, Waskita membutuhkan tambahan waktu untuk menuntaskan restrukturisasi utang, imbas berikutnya, imbreng saham pemerintah di Waskita kepada HK bisa tertunda. "Konsolidasi Waskita HK akan menurunkan total net gearing, Waskita mencapai 0,7 kali. Tahun lalu, net gearing Waskita mencapai 3,9 kali," tulis Mansek. (Yetede)

Garuda Masuk Daftar Forbes Global 2000

KT3 12 Jun 2023 Kompas

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk masuk dalam daftar Forbes Global 2000 yang merupakan pemeringkatan perusahaan publik dengan indikator kinerja. Garuda ada di peringkat ke-1.572 dan menjadi satu-satunya perusahaan transportasi nasional dalam daftar tersebut. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Sabtu (10/6/2023), mengatakan, hasil pemeringkatan itu menjadi optimisme tersendiri atas outlook kinerja korporasi di masa mendatang. (Yoga)

Ada Bintang di Dalam Perusahaan Anda

KT3 08 Jun 2023 Kompas

Perebutan sumber daya hebat masih terus berlangsung di pasar tenaga kerja. Perusahaan saling bajak dan mencari sumber daya unggul demi meningkatkan kinerja perusahaan mereka. Situasi berbeda dialami oleh perusahaan-perusahaan dengan modal cekak atau mereka yang tengah terdisrupsi. Kenyataan ini muncul dalam obrolan MIT Sloan Management Review dengan Executive Director the Fuqua dan Coach K Center on Leadership and Ethics (COLE) di Universitas Duke, Sanyin Siang, beberapa waktu lalu. Sanyin mengatakan, sangat mudah bagi seorang pemimpin untuk mengalah pada mentalitas takut akan kelangkaan sumber daya yang hebat di dalam sebuah tim. Mereka percaya pada omongan dan cara pandang bahwa orang-orang mereka yang saat ini ada di dalam perusahaan tidak  cukup baik untuk menyelesaikan masalah tertentu.

Ketika kita mencermati masalah ini, sering kali kita menemukan kenyataan bahwa potensi tim yang ada belum sepenuhnya muncul dan berwujud. Oleh karena itu, membangun tim yang hebat hampir selalu merupakan masalah untuk mengaktifkan potensi yang belum dimanfaatkan. Pemimpin yang baik tidak mudah untuk langsung berpikir ”membeli” sumber daya yang dianggap bagus dari luar. Kadang upaya ini malah memunculkan masalah baru, seperti karyawan lama terabaikan. Kehadiran orang yang hebat atau dianggap hebat kadang juga memerangkap seorang pemimpin. Film documenter The Last Dance di HBO tentang tim bola basket Chicago Bulls memberi tahu kita banyak hal tentang pentingnya kerja sama tim dibandingkan sekadar kehadiran orang hebat.

Anggota Forbes Council Mark Samuel dalam tulisannya mengatakan, ketika Michael Jordan pertama kali bergabung dengan Bulls, dia adalah bintang tim. Dia sangat ahli dalam bermain dan mereka bisa memenangi lebih banyak pertandingan. Akan tetapi, mereka tidak pernah memenangi kejuaraan NBA. Semua berubah ketika Phil Jackson menjadi pelatihnya, ia berhenti memusatkan permainan di sekitar Michael Jordan dan mulai menyatukan para pemain sebagai tim dan tidak membiarkan pemain terbaik itu sebagai fokus di dalam tim hingga diposisikan sebagai pahlawan. Chicago Bulls kemudian memenangi Kejuaraan NBA tiga tahun berturut-turut dan enam kali secara keseluruhan. Ada pelajaran kerja yang berharga di sini untuk organisasi dan pemimpin lain, yaitu memosisikan seseorang sebagai yang terbaik atau pahlawan malah bakal membuat tim menjadi buruk. (Yoga)


Usut Dugaan Rekayasa Keuangan BUMN Karya

HR1 07 Jun 2023 Kontan (H)

Belum beres soal masalah utang yang menggunung akibat beratnya beban penugasan pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), sejumlah emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya kini mendapat tudingan baru. Kementerian BUMN menuding, ada  potensi fraud atau  manipulasi laporan keuangan beberapa BUMN Karya. Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, kini pemerintah memiliki pekerjaan rumah untuk mengungkap seputar isu buruknya tata kelola keuangan BUMN Karya. Dia mengungkapkan, dugaan tersebut antara lain mengarah pada PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Kementerian BUMN, kata Tiko, tengah menginvestigasi WSKT dan WIKA guna memastikan perlu tidaknya  pernyataan kembali atau restatement laporan keuangan kedua emiten tersebut. Dugaan keganjilan di laporan keuangan BUMN Karya juga tengah ditelaah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ada tiga laporan keuangan yang tengah ditelaah yaitu WSKT, WIKA, dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, lantaran masih ditelaah, saat ini belum bisa dinyatakan apakah terbukti ada pelanggaran atau tidak. "Kalau ada pelanggaran, kami akan berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku," ujar Inarno dalam konferensi pers, Selasa (6/6). Menanggapi tudingan ini, SVP Sekretaris Perusahaan  WSKT, Ermy Puspa Yunita mengatakan, dalam menerbitkan laporan keuangan, WSKT selalu mengacu kepada aturan yang berlaku. WSKT juga mengikuti peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK. "Sebelum menerbitkan laporan keuangan, WSKT juga sudah melakukan beberapa tahapan dan proses audit oleh akuntan publik yang terdaftar di OJK sebagai auditor independen," ujarnya.

Market Cap Amman Mineral Rp 129 Triliun, Terbesar di Sektor Material Dasar

KT1 07 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID- Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) akan memiliki kapitalisasi pasar  (market cap) berkisar Rp 120-129 triliun begitu sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Juli 2023. Dengan demikian, market cap Amman Mineral terbesar di sektor mineral dasar Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, dikutip Selasa (6/6/2023), market cap Amman Mineral mencapai Rp 120 triliun, jika harga pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham mencapai Rp1.650. Adapun market cap Rp 129 triliun tercapai  jika harga pelaksanaan IPO Amman Mineral di harga tertinggi, Rp1.775. Sebagai perbandingan, tulis Phintraco, market cap PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) per 6 Juni 2023 mencapai Rp 73 triliun, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 65,5 triliun, PT Aneka Tambang Tbk Rp 47 triliun, PT Bumi Resourch Tbk (BMRS) Rp 18,4 triliun. Adapun market cap dua  pendatang baru di sektor ini, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel masing-masing Rp82 triliun dan Rp 51 triliun, berdasarkan data Google Finance. Amman Mineral akan melepas 7,2 miliar saham melalui IPO dengan harga penawaran Rp1.650-1775. Perusahaan pertambangan tembaga dan emas ini bakal meraup dana IPO maksimal Rp 12,9 triliun, lebih besar Merdeka Battery dan Harita Nickel sekaligus menjadi IPO terbesar sepanjang tahun 2023 berjalan. (Yetede)

Biaya Operasional Gerus Laba, Medco Masih Konsolidasi

KT1 06 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Kinerja PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC) diperkirakan konsolidasi pada  tahun ini, menyusul hasil laba bersih kuartal 1-2023 sebesar US$ 82,1 juta, terkoreksi 8,9% (yoy) atau turun 36,9% (qoq). Biaya operasional yang lebih tinggi menggrogoti laba bersih periode ini dibawah ekpektasi analis. Analis Ciptadana Sekuritas  Arief Budiman mengungkapkan, turunnya laba bersih Medco disebabkan oleh melonjaknya beban pokok pendapatan menjadi US$ 325, juta. Meningkat 40,5% (YoY) dan naik 99,4% (QoQ). Selain itu, biaya operasional (opex) tercatat US$54,1 juta atau naik 30,4% (YoY), namun turun 17,4% (QoQ). "Laba bersih kuarta;l I-2023 dibawah ekspektasi kami dan konsensus, hanya memenuhi 17-20% dari perkiraan setahun penuh 2023. Padahal pendapatan periode ini masih lebih kuat di US$ 558,1 juta, naik 18,4% (YoY) terutama didukung oleh peningkatan volume minyak dan gas sebesar  sebesar 29,9% menjadi 165 MBOEPD, dan sejalan dengan ekspektasi Kami  yakni 25% dari estimasi sepanang 2023," papar ARief dalam publikasinya. (Yetede)

Pelanggaran Upah Buruh Bermunculan

KT3 05 Jun 2023 Kompas

Sejumlah dugaan pelanggaran bermunculan ketika Permenaker No 5 Tahun 2023 diterapkan. Pelanggaran itu, antara lain, ialah penerapan sepihak dan pemotongan upah hingga di bawah standar minimum. Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia Dian Septi Trisnanti mengatakan, salah satu perusahaan di Jakarta Utara memberlakukan sepihak Permenaker No 5 Tahun 2023. Per Juni 2023, upah para pekerja dipotong 25% dan hanya perlu bekerja empat hari per pekan.

”Ada sekitar 2.000 pekerja (di perusahaan itu) yang tersebar dalam empat serikat buruh. Dua serikat buruh sepakat dan dua lainnya tidak sepakat,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Minggu (4/6/2023). Perundingan antara perusahaan dan serikat buruh, lanjut Dian, belum selesai. Namun, perusahaan secara sepihak memberlakukan pemotongan upah dan jam kerja bagi semua buruh. Mulai Juni 2023, sejumlah pekerja hanya menerima upah Rp 3,6 juta per bulan. Jumlah ini di bawah standar upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta yang sekitar Rp 4,9 juta per bulan.

Permenaker No 5/2023 tentang Penyesuaian Waktu Kerja dan Pengupahan pada Perushaan Industri Padat Karya Tertentu Berorientasi Ekspor yang Terdampak Perubahan Ekonomi Global mengizinkan perusahaan padat karya berorientasi ekspor untuk membayarkan upah paling sedikit 75% upah yang biasa diterima pekerja. Aturan itu juga membolehkan perusahaan menyesuaikan waktu kerja kurang dari 7 jam per hari dan 40 jam per pecan untuk enam hari kerja dalam sepekan. Selain itu, ada pula opsi 8 jam per hari dan 40 jam per pekan untuk lima hari kerja dalam sepekan. Namun, penyesuaian upah dan waktu kerja harus berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dan serikat pekerja/buruh. (Yoga)


Pudarnya Kejayaan ”Kota Dollar”

KT3 05 Jun 2023 Kompas

Beberapa dekade lalu, Kecamatan Majalaya, Bandung, Jabar, pernah tersohor sebagai sentra produsen tekstil di Tanah Air. Produksi tekstil dari kawasan ini melanglang buana tak hanya ke penjuru Tanah Air, tetapi juga menembus pasar dunia. Saking melimpahnya permintaan dan omzet, kawasan ini bahkan sempat dijuluki ”Kota Dollar”. Namun, kini semua itu tinggal kenangan. Berdasarkan pengamatan Kompas dua-tiga pekan sebelum hari raya Lebaran 2023, lalu lintas di Jalan Rancajigang, Majalaya, Bandung, lengang. Padahal, di ruas jalan sepanjang sekitar 3,4 km terdapat setidaknya lima pabrik tekstil produk tekstil (TPT). Semestinya, jalan dengan lebar 7 meter itu dipadati kesibukan hilir-mudik truk pengangkut barang dan kendaraan pribadi pekerja pabrik. Kondisi serupa tampak di dalam pabrik yang minim aktivitas. Hanya sebagian mesin pabrik yang dioperasikan, selebihnya dalam kondisi mati.

”Bukannya rusak, tetapi memang tak beroperasi karena sedang sepi order,” kata seorang pemimpin perusahaan tekstil tersebut. Ia meminta agar identitas dan nama perusahaannya tidak disebutkan lantaran khawatir kepercayaan pemasok, perbankan, dan calon pembeli bakal makin tergerus dengan situasi yang tengah dihadapinya. Padahal, saat itu sedang menjelang Lebaran. Sebelum-sebelumnya, kegiatan di pabrik yang memproduksi kain motif untuk garmen ini selalu luar biasa sibuk menjelang Lebaran. Bahkan, para karyawan harus lembur. Semua mesin bekerja siang dan malam dengan kapasitas maksimal 100%. Bahkan, kesibukan itu biasanya sudah terjadi mulai 3-6 bulan sebelum Lebaran. Kini, utilitas produksi pabrik tersebut tidak sampai 60%. Ketua Asosiasi Pertekstilan Majalaya Aep Hendar membenarkan kondisi itu. Rata-rata pengusaha tekstil di Majalaya kini mengalami penurunan permintaan yang drastis. Menurut dia, saat ini ada sekitar 200 pabrik berskala industri kecil menengah di kawasan Majalaya. Jumlah itu terus menyusut beberapa tahun terakhir lantaran banyak pabrik kecil yang kesulitan keuangan. (Yoga)