Industri lainnya
( 1893 )Kaltim Target Hilirisasi Industri Ekstraktif
Penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kaltim membuka peluang ekonomi bagi provinsi berjuluk ”Benua Etam” tersebut. Pemerintah Provinsi Kaltim pun menargetkan segera mendorong hilirisasi industri ekstraktif, seperti pertambangan dan penggalian, untuk penciptaan nilai tambah. Untuk itu, Kaltim perlu segera menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah untuk menggaet investor di sejumlah kawasan ekonomi dan industri. Sesuai amanat Perpres No 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk IKN, disebutkan secara khusus ada enam kluster dalam rencana pengembangan ekonomi di IKN dan sekitarnya. Sebanyak lima kluster berada diwilayah Kaltim, yakni Kawasan Industri Kariangau Balikpapan, Kawasan Industri Buluminung di Penajam Paser Utara, Kota Samarinda, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di KutaiTimur, dan wilayah Kaltim lainnya.
Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Balikpapan, Jumat (12/5) mengatakan, ini peluang Kaltim untuk segera beralih ke hilirisasi industri. Selama ini struktur perekonomian Kaltim didominasi oleh pertambangan dan penggalian yang berkontribusi lebih dari 50 %. Saat harga batubara jatuh, pertumbuhan ekonomi Kaltim turut merosot lantaran nilai ekspor anjlok. IKN, kata Sri, membuat Kaltim beralih ke industri yang lebih ramah lingkungan dan lebih stabil secara ekonomi. ”Periode 2024-2026, Kaltim berkomitmen membangun transformasi ekonomi dengan melakukan investasi pada kegiatan dalam bentuk hilirisasi industri pengolahan. Selain itu, mendorong UMKM untuk mengolah hasil pertanian menjadi bahanbaku agar punyanilai lebih,” kata Sri. (Yoga)
PANTANG MUNDUR PENGHILIRAN MINERBA
Ambisi pemerintah untuk terus mendorong percepatan penghiliran di sektor energi bersih—mineral dan batu bara—di Tanah Air kian kuat, meskipun dihadapkan oleh sejumlah tantangan yang memang tidak mudah untuk dilalui. Terlebih, saat ini makin banyak negara yang berambisi sama dengan Indonesia, terutama Amerika Serikat (AS). Negara tersebut bahkan agresif menjaring investasi di sektor penghiliran dengan insentif menggiurkan seperti pemberian diskon pajak besar-besaran kepada para investor di sektor energi bersih. Apalagi setelah munculnya Undang-Undang Pengurangan Inflasi atau Inflation Reduction Act (IRA), AS kian menjadi magnet kuat bagi para investor lokal dan global untuk berinvestasi di Negeri Paman Sam itu. UU tentang IRA di antaranya menjanjikan kemudahan kredit pajak US$370 miliar dan insentif lainnya untuk rantai pasok kendaraan listrik (electric vehicle/EV) hingga energi terbarukan. Tak heran bila kemudian satu per satu investor yang sudah berkomitmen investasi di beberapa proyek penghiliran seperti gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Indonesia mulai bimbang. Mereka bahkan berancang-ancang untuk angkat kaki dari Indonesia, salah satunya adalah Air Products & Chemical Inc. (APCI).
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk pertama kalinya bertemu dengan Menteri Investasi Arab Saudi Khalid A. Al-Falih di Riyadh, Arab Saudi. Pada hari pertama rangkaian kunjungan kerja tersebut, Kamis (11/5) waktu setempat, Bahlil menawarkan peluang investasi kedua negara, khususnya dalam hal energi baru dan terbarukan (EBT) serta pembangunan rumah sakit. “Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Indonesia sangat terbuka untuk investasi, khususnya dalam hilirisasi industri dan ekonomi hijau yang menggunakan energi dan industri hijau. Kami memulai dengan hilirisasi sumber daya mineral. Ini adalah peluang besar, dan saya ingin ada investasi bersama antara Arab Saudi dengan Indonesia,” kata Bahlil. Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan seluruh investasi untuk penghiliran harus mempunyai standardisasi yang clean energy, yang bisa diinvestasikan bagi investor AS. Dengan kata lain, setiap perusahaan investasi tambang harus mempunya ESG report. “Kalau tidak sesuai, kebijakan pemerintah di bursa tidak bersih lingkungan, bisa dicap tak peduli lingkungan,” tuturnya. Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef Andry Satrio Nugroho mengatakan Indonesia melalui BKPM sewajarnya tidak hanya bergantung pada satu destinasi untuk menjaring investor, sehingga diharapkan investor asing dapat terdiversifikasi.
PENURUNAN PERMINTAAN EKSPOR : Booster Baru untuk Pulihkan Industri Tekstil
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan industri tekstil memiliki potensi besar seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional dan pertumbuhan daya beli masyarakat. “Pemerintah menyiapkan berbagai insentif untuk mempertahankan ekonomi di sektor tekstil dan produknya,” katanya, dikutip Rabu (10/5). Beberapa upaya yang dilakukan adalah melakukan reformasi kebijakan investasi secara berkelanjutan yang terbukti berhasil menarik banyak investasi ke dalam negeri. Dia menilai, sebenarnya kinerja sektor tekstil telah mengalami tren perbaikan selepas pandemi Covid-19. Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja mengatakan kondisi kelesuan permintaan ekspor industri tekstil telah terjadi sejak kuartal IV/2022. Lesunya perekonomian sejumlah negara yang menjadi tujuan ekspor, seperti Amerika Serikat (AS), dan negara-negara Eropa dituding sebagai salah satu penyebab utamanya. Selain itu, rantai pasok global juga disebut masih terganggu akibat perang Rusia-Ukraina. Dia memperkirakan kinerja industri tekstil pada tahun ini berpotensi jatuh lebih dalam, karena masih dibayangi oleh sejumlah faktor eksternal.
Harga Pokok Penjualan Gula 2023 Diusulkan Rp 15.014 Per Kilogram
Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia atau APTRI mengusulkan harga pokok penjualan atau HPP gula di tingkat petani pada 2023 sebesar Rp 15.014 per kg. Usulan HPP itu mempertimbangkan biaya pokok produksi yang melonjak cukup signifikan akibat imbas kenaikan harga pupuk dan BBM. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APTRI Soemitro Samadikoen, Selasa (9/5) mengatakan, biaya pokok produksi (BPP) gula petani pada 2023 mencapai Rp 13.649 per kg sehingga APTRI mengusulkan HPP gula Rp 15.014 per kg. Komponen BPP kebutuhan pupuk tahun ini Rp 9 juta, naik dari Rp 5 juta pada tahun lalu. Kenaikan komponen pupuk itu terjadi sejak pemerintah mengurangi porsi pupuk bersubsidi dan imbas kenaikan harga pupuk dunia.
”Pada 2023 ini, petani nyaris tidak menggunakan pupuk bersubsidi. Selain susah didapat, pemerintah sudah mengurangi porsi pupuk subsidi bagi petani tebu,” ujarnya ketika dihubungi dari Jakarta. Menurut Soemitro, komponen BPP lain yang naik adalah biaya tebang angkut, benih, sewa lahan, dan upah tenaga kerja. Biaya tebang angkut, misalnya, tahun ini mencapai Rp 14,4 juta, naik dari tahun lalu yang sebesar Rp 8,4 juta. Tak hanya BPP, biaya hidup petani tebu juga meningkat karena kenaikan harga BBM dan harga pangan, seperti beras dan minyak goreng. ”Kami sudah menyampaikan usulan HPP itu kepada Badan Pangan Nasional(NFA) pada 5 Mei 2023. Kami harap usulan itu disetujui mengingat tidak hanya BPP yang kami tanggung, tetapi juga biaya hidup harian,” katanya. (Yoga)
KTT ASEAN, Sepeda Bambu dan Kekayaan Alam Flores
Saat ini bersepeda telah menjadi gaya hidup dan bahkan bagian dari kebutuhan hidup, yakni terkait upaya menjaga kebugaran. Sepeda pun mendapat tempat dalam rangkaian penyelenggaraan KTT ASEAN di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, 9-11 Mei 2023. Sepeda dimaksud khususnya adalah sepeda yang memiliki rangka bambu. Sebelumnya, salah satu momentum yang kian memopulerkan sepeda bambu di negeri ini adalah ketika Presiden Jokowi mengajak PM Australia Anthony Albanese mengayuh sepeda bambu di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 6 Juni 2022. Keduanya bersepeda dari Istana menuju Resto Raasaa di Kebun Raya Bogor. Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menawari PM Albanese membawa sepeda bambu sekembalinya ke Australia. Sebagaimana disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTT Julie Laiskodat, sepeda bambu direncanakan juga menjadi suvenir bagi para pemimpin ASEAN yang mengikuti KTT di Labuan Bajo. Ditemui di lokasi pameran Batu Cermin, Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari Monica Tanuhandaru mengatakan, pihaknya ingin memanfaatkan bambu dari Flores.
Dijadikannya sepeda bambu sebagai suvenir bagi kepala negara di ASEAN dapat mengenalkan produk unggulan daerah ke level lebih tinggi. ”Kita bilangnya, kita akan mendukung ASEAN green mobility. Kita mendorong kota-kota di ASEAN untuk ramah terhadap pesepeda. Nanti di bulan September, kita akan kampanye ’Ayo sepeda ke sekolah’,” kata Monica. Berkaitan daya tahan menempuh jarak jauh, duta jenama Spedagi, Wisli Sagara, menuturkan, dirinya beberapa waktu lalu mengayuh sepeda bambu dari kilometer nol di Sabang sampai Jakarta. Pernah pula dia bersepeda bambu dari Jakarta ke Bajawa menempuh jarak 2.100 kilometer. Agustus 2023, Wisli juga akan ikut tur sepeda tertua di Perancis menempuh jarak 1.200 kilometer menggunakan sepeda bambu. Menurut Wisli, kelebihan sepeda bambu adalah empuk, ada fleksibilitas. ”Beratnya, sih, mirip-mirip sepeda besi. Sebab, yang dipakai ini, kan, bukan bambu yang dalamnya kosong, tetapi bambu padat. Ini belahan-belahan bambu yang ditangkupkan, dipadatkan, dan baru dibentuk (dibubut),” katanya. (Yoga)
Operasional Smelter Diharapkan Lebih Cepat
Pemerintah berharap operasional Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia dapat diselesaikan sesuai target, bahkan dipercepat hingga mampu mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun atau kapasitas penuh. Progres konstruksi ditarget 4 % per bulan sehingga bisa mencapai 92 % pada Desember 2023. Demikian disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Jumat (5/5/2023), di Jakarta. (Yoga)
Pertumbuhan Industri Pengolahan Melambat
Sepanjang triwulan I-2023 pertumbuhan produk domestik bruto pada industri pengolahan melambat dibanding triwulan IV-2022 ataupun periode sama tahun 2022. Perlambatan ini dipengaruhi melemahnya permintaan pasar domestik dan global karena tekanan ekonomi global. BPS merilis, Jumat (5/5) nilai PDB Indonesia pada triwulan I-2023 sebesar Rp 2.961,2 triliun berdasarkan harga berlaku atau Rp 5.071,7 triliun berdasarkan harga konstan, tumbuh 5,03 % dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meskipun demikian, nilai PDB itu lebih rendah 0,92 % dibanding triwulan-IV 2022. Berdasarkan lapangan usaha, industri pengolahan jadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi tahunan pada triwulan I-2023 dengan andil 18,57 %. Secara tahunan, PDB industri pengolahan tumbuh 4,43 %. Pertumbuhan itu lebih lambat dibanding triwulan IV-2022 yang mencapai 5,64 % dan triwulan I-2022 sebesar 5,07 %.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Indonesia Shinta W Kamdani berpendapat, situasi global 2023 tergolong sulit lantaran laju inflasi, pengetatan keuangan, dan tingginya risiko krisis ekonomi menyebabkan pertumbuhan permintaan pasar dalam dan luar negeri relatif lambat dibanding tahun lalu. ”Apalagi, pemerintah menerapkan kebijakan neraca komoditas yang secara riil memengaruhi kelancaran suplai bahan baku/penolong impor untuk industri manufaktur. Kombinasi (situasi itu) membentuk kondisi yang sangat tidak ideal untuk meningkatkan keyakinan dan pertumbuhan kinerja manufaktur nasional,” katanya saat dihubungi pada Jumat (5/5). Untuk mendongkrak kinerja manufaktur dalam waktu singkat, Shinta berpendapat, Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan permintaan pasar dalam negeri akibat lambatnya pertumbuhan daya beli domestik.Ekspansi pasar ekspor menjadi kunci. Produk manufaktur Tanah Air perlu ditingkatkan secara signifikan agar berdaya saing di pasar ekspor. Kelancaran rantai pasok industri juga mesti ditingkatkan. (Yoga)
PERTUMBUHAN INDUSTRI : DURIAN RUNTUH SEKTOR TRANSPORTASI
Kegiatan usaha transportasi dan pergudangan menerakan pertumbuhan tertinggi di antara sektor-sektor perekonomian sepanjang kuartal pertama 2023. Momentum mudik Lebaran dinilai turut memicu durian runtuh di sektor ini. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2023 mencapai 5,03% secara tahunan atau year-on-year (yoy) yang didorong oleh beberapa sektor dengan pertumbuhan tertinggi.Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud menyampaikan bahwa kinerja ekonomi pada periode tersebut stabil dan terjaga di atas 5%.“Kegiatan usaha dengan pertumbuhan tertinggi secara yoy adalah transpotasi dan pergudangan tumbuh 15,93%, akomodasi dan makan minum 11,55%, dan jasa lainnya 8,90%,” katanya dalam konferensi pers, Jumat (5/5).Edy menjelaskan sektor transportasi dan pergudangan bertumbuh solid seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat pasca-penghapusan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat alias PPKM.
Edy mengatakan bahwa secara keseluruhan lapangan usaha tumbuh positif pada kuartal pertama 2023, “Terutama pada beberapa lapangan yang dominasinya cukup besar yaitu industri, perdagangan, pertambangan, pertanian, dan konstruksi.”.
Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono mengatakan dimulai dari sektor transportasi, industri tekstil, industri makanan dan minuman serta perhotelan hingga restoran bakal tumbuh secara signifi kan. Diperkirakan 123,8 juta orang atau hampir separuh penduduk Indonesia melakukan perjalanan secara serempak pada masa Lebaran tahun ini.
EKSPANSI PASAR : ISSP Tambah Mesin Baru
Produsen pipa baja las PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. (Spindo) menambah mesin stainless steel baru berdiameter besar guna mendukung rencana ekspansi ke depan.Pasalnya, emiten berkode saham ISSP ini berencana meningkatkan kapasitas produksi mencapai 500.000 ton per tahun dalam 2 atau 3 tahun ke depan.Langkah ini dilakukan menyusul potensi permintaan pasar yang akan datang.Corporate Secretary & Investor Relations Chief Strategy & Business Development Officer Spindo, Johanes W. Edward mengungkapkan mesin baru itu dinilai menunjukkan hasil yang sangat baik.
Dia menjelaskan hingga saat ini pihaknya telah memiliki 25.000 ton pesanan backlog, dengan projek lainnya yang masih dalam proses negosiasi.Adapun sejumlah proyek yang saat ini tengah ditangani Spindo yakni duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentak Pendek (IKN), MMP Nickel Smelter Project Kaltim (program hilirisasi), Project Noefefan Bridge ke Oenuno Timor Leste, Garbarata Dermaga VIP Bakauheni, Bendungan Way Sekampung dan lainnya.
Indeks Kepercayaan Industri Kembali Turun
JAKARTA-Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada April 2023 tercatat 51,38, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 51,87. Pelemahan terjadi sejak Maret lalu, dari skor pada februari sebesar 52,32. Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, pada April, 13 dari 23 subsektor industri pengolahan mengalami penurunan nilai IKI. Penurunan IKI juga disebabkan oleh faktor liburan panjang Lebaran tahun ini yang membuat indutsri libur produksi. "Ketika buyer mau membeli produk, terdapat libur panjang. Ini membuat mereka tidak banyak melakukan order." ujar dia di Kemenperin, Jakarta, Jumat (28/04/2023). Sedangkan subsektor industri barang logam bukan mesin mengalami kontraksi pada April 2023, setelah sebulan sebelumnya masih ekspansi. Subsektor tekstil, pakaian jadi dan alas kaki juga masih mengalami kontraksi sampai bulan ini. "Pada beberapa variabel pembentukan IKI pada April ini, untuk variabel produksi naik dari 50,69 menjadi 52,08. Sedangkan variabel persediaan produksi turun 2,67 poin menjadi 50,57. Pesenan domestik merupakan faktor dominan yang mempengaruhi indeks variabel persediaan baru," imbuh Jubir Kementerian. (Yetede)









