;
Tags

Ekspor

( 1057 )

Kinerja Ekspor Jatim, Industri Minta Penyesuaian PPKM

KT1 30 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jatim, Eddy Wijarnako mengatakan industri tidak diizinkan beroperasi secara penuh selama pemberlakuan PPKM, Pengusaha sempat mengajukan untuk perusahaan-perusahaan ekspor agar bisa beroperasi 100%. "Namun pengajuan tersebut tidak boleh, sekarang ini tampaknya kasus Covid-19 mulai mereda, dan sepertinya sudah bisa mengajukan supaya operasional pabrik bisa 50% di shift pertama, dan 50% di shift kedua, Rabu (18/8). Dia mengatakan kinerja ekspor memang cukup terganggu  terutama di awal mulai berlakunya PPKM. "Juni-Juli itu banyak sekali pemeriksaan-pemeriksaan, otomatis pabrik jadi resah, akhirnya banyak yang memutuskan untuk close produksinya. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja ekspor kita,"

Eddy yang juga Ketua Assosiasi Persatuan Inonesia (Aprisindo) itu menambahkan hambatan lain yang cukup mempengaruhi kinerja ekspor yakni masalah kelangkaan kontainer ekspor yang masih berlangsung sampai saat ini sejak akhir tahun lalu. Meski begitu, menurut Eddy kinerja ekspor Jatim sampai akhir tahun ini masih memiliki peluang terutama di sektor-sektor esensial dan kritikal. "Sedangkan industri sepatu ekspor rasanya masih akan stagnan, begitu juga dengan garmen, dan produk kertas, saya kira akan tumbuh," imbuhnya. 

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mendukung pelaku usaha yang melakukan ekspor melalui Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal ditengah pandemi. Hal tersebut dinilai mampu menambah devisa negara bagi Indonesia khususnya penerimaan pajak Kalimantan Timur. 

Kepala Dinas Pangan, Tanaman,Pangan dan Holtikultural  Kaltim Siti Farisyah Yana mengatakan beberapa komoditas yang banyak memilki peminat baru di pasar luar negeri diantaranya yaitu rempah-rempah, porang dan pisang. (YTD)

Kabarnya, Keran Ekspor Arutmin Kembali Dibuka

HR1 29 Aug 2021 Kontan, 23 Agustus 2021

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mencabut sanksi atas penghentian ekspor batubara kepada PT Arutmin Indonesia. Pencabutan sanksi jelas angin segar bagi Arutmin Indonesia untuk memperbaiki kinerjanya. Pasalnya, penghentian ekspor sudah berdampak serius terhadap kinerja perusahaan ini. Arutmin tidak dapat melakukan pengiriman batubara kalori tinggi (HCV) kepada pembeli luar negeri yang sudah terikat kontrak. "Arutmin juga akan terganggu kredibilitasnya di mata pembeli luar negeri dan akan berdampak pada penjualan batubara di kemudian hari." kata Dilep Srivastava, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). yang merupakan induk usaha Arutmin dalam keterbukaan informasi (23/8). 

Kinerja Ekspor, Perikanan Jadi Energi Baru

HR1 29 Aug 2021 Bisnis Indonesia, 27 Agustus 2021

Perbaikan kinerja ekspor sektor perikanan menjadi energi baru dalam rangka perbaikan ekonomi Provinsi Jawa Tengah dan Bali. Ekspor perikanan per Juli 2021 menunjukkan peningkatan yang sekaligus menjadi awal bergeliatnya roda ekonomi daerah di tengah pandemi Covid-19. Indikator perkembangan lalu lintas ekspor perikanan di Provinsi Jawa Tengah menunjukkan terjadi pemulihan secara bertahap sejak Mei hingga Juli 2021.

Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang Raden Gatot Perdana mengatakan volume ekspor perikanan Jateng mencapai 3.552 ton selama Juli 2021 atau meningkat 38% dibandingkan dengan Juni 2021 sebesar 2.565 ton. “Perbaikan ekonomi bidang perikanan ini terutama terlihat dari kinerja ekspor Jateng pada bulan ini yang terserap ke sejumlah negara seperti China, Jepang, Amerika Serikat, Malaysia dan Taiwan,” katanya, Kamis (26/8). Sedangkan dari sisi nilai ekspor perikanan pada Juli 2021 mencapai Rp429 miliar atau naik 12% dibandingkan dengan bulan sebelumnya Rp382 miliar.

Lima besar komoditas ekspor unggulan dari produk perikanan adalah daging rajungan, cumi-cumi, surimi, sisik ikan, udang, ikan kakap, ikan swangi dan ikan kuro. Pertumbuhan ekonomi Jateng di bidang perikanan juga terlihat dari catatan Balai KIPM Semarang sebagai otoritas kompeten dari Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga akhir semester I/2021 telah bertambah tiga Unit Pengolahan Ikan (UPI) baru dan dua Instalasi Karantina Ikan milik swasta.“Hal tersebut menjadi bukti dan energi baru dalam mendukung perbaikan ekonomi nasional di Jawa Tengah, dimana pergerakan roda ekonomi mulai terlihat,” jelas Gatot.


Ironi Ekspor Mebel di Tahun Pandemi

HR1 29 Aug 2021 Kompas, 27 Agustus 2021

Melonjaknya biaya pengiriman lewat laut mencapai tahap tidak wajar, yang membuat sejumlah ekspor tertahan. Itu ironis karena, di tengah pandemi Covid-19, permintaan ekspor mebel produksi Jepara justru meningkat. Desing mesin gerinda nyaring terdengar dari rumah produksi Jepara Asia Mas Furniture di Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (25/8/2021) siang. Sambil mengenakan masker, sejumlah pekerja laki-laki dan perempuan dengan telaten memoles mebel perpaduan kayu dengan resin. 

Berjarak sekitar 25 meter, di bangunan lainnya, kardus-kardus beragam ukuran berisi mebel siap ekspor menumpuk hingga menyesaki gudang berukuran 1.800 meter persegi tersebut. Tingginya tumpukan kardus hingga lebih dari 2 meter. Adapun luas total gudang CV JAMF ialah 7.500 meter persegi. ”Ini dampak dari buyer (pembeli) yang sulit mencari kontainer karena ocean freight (tarif pengiriman lewat laut) melonjak 400-500 persen. Mereka minta jangan dikirim dulu. Akibatnya menumpuk dan cashflow (arus kas) menjadi tersendat,” kata Eri Agus Susanto, pemilik Jepara Asias Mas Furniture (JAMF). 

Di sisi lain, pembeli meminta barang tidak dikirim dulu. Selain kesulitan mencari kontainer, dari informasi yang ia terima, barang juga masih menumpuk di pelabuhan negara tujuan. Apabila biasanya ia mengirim hingga delapan kontainer per bulan, hingga Rabu (25/8) baru satu kontainer yang dikirim pada Agustus 2021. Kondisi itu menjadi tantangan bersama para pelaku industri ekspor. Menurut dia, apabila produk yang dihasilkan tidak betul-betul unik atau menarik, tidak akan dibeli. ”Yang bertahan hanya yang membuat produk itu yang menjual serta harganya tak mahal. Ini benar-benar menjadi seleksi alam. Yang kuat yang bertahan,” katanya.

Biaya Pengapalan Luar Negeri Melonjak, Problem Kontainer Ekspor Kian Parah

KT1 27 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Sekretaris Jendral Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia sekaligus Ketua Umum Pemakai Jasa Angkatan Laut Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro mengatakan meroketnya ocean freight di tengah kelangkaan peti kemas sudah tidak terkendali lagi di seluruh rute pelayaran utama, sehingga menghambat ekspor nasional yang mulai menggeliat. Dalam hal ini, kata Toto, Presiden Joko Widodo bisa menginstruksikan kepada jajaran Kementerian dan Lembaga terkait segera menangani kelangkaan peti kemas tujuan ekspor yang telah meresahkan pebisnis tersebut. Kerugian yang dialami oleh pelaku usaha sudah sangat besar dari sisi nominal akibat barang yang tertunda berangkat dan menumpuk seperti yang terjadi di Bali dan Jawa Timur, karena tidak tersedia peti kemas. 

Namun Ketua Indonesia national Shipowners Assosiation Carmelita Hartono menegaskan operator kapal internasional sudah berusaha menyediakan kapal dan container baru. Dengan sejumlah proyeksi yang ada, namun menyebutkan pada akhir kuartal 1/2020 level freight akan mulai kembali normal seiring berkurangnya dampak pandemi. Persoalan krisis container juga menjadi pembelajaran supaya Indonesia tidak hanya bergantung pada operator kapal asing. Untuk itu, pendiri Indonesian SEA yang mampu berekspansi ke luar negeri menjadi agenda mendesak. 

Disisi lain Direktur Eksekutif National Maritime Institute Siswanto Rusdi mengatakan isu kelangkaan peti kemas yang menaikkan biaya pengapalan harus menjadi perhatian bersama. Dia mengusulkan operator pelabuhan BUMN yang berencana merger juga perlu dilibatkan guna mencari solusi pemenuhan peti kemas tujuan ekspor. (YTD)

250 Ton Kacang Hijau Asal Gresik Ekspor ke Filipina

Sajili 27 Aug 2021 Surya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kembali melepas ekspor 250 ton kacang hijau ke Filipina. Hingga bulan ini, sudah enam kali ekspor kacang hijau dari petani Gresik untuk memenuhi kebutuhan warga di Filipina.

Puluhan kontainer kacang hijau yang akan berangkat menuju Filipina di gudang milik PT Agrotani Sukses Sejahtera. Orang nomor satu di Gresik ini berharap ke depan tidak hanya kacang hijau, tetapi komoditi pertanian lain bisa mengikuti. Sektor pertanian lainnya ke depan harus terus digenjot.

Hari ini melepas kacang hijau yang diekspor ke Filipina. Hari ini 250 ton dari total 1.000 ton yang akan dikirim. Dunia pertanian harus kita support. Di tengah pandemi kita masih mampu mengekspor dengan 25 kontainer.


Jokowi Ungkap Hilirisasi Nikel Bikin Ekspor Baja RI Tembus Rp 151 T

Sajili 27 Aug 2021 Sinar Indonesia Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap sudah menghentikan ekspor nikel mentah. Kini Indonesia mulai mengeskpor bahan jadi nikel yakni baja. Nilai ekspornya mencapai U$ 10,5 miliar setara Rp 151 triliun (kurs Rp 14.391).

Kira-kira ekspor besi baja kita dalam 1,5 tahun ini saja sudah berada di angka kurang lebih US$ 10,5 miliar," ujar Jokowi. dalam Pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia secara virtual, Kamis (26/8/2021).

Hilirisasi nikel itu menjadi salah satu dari tiga strategi besar dalam memulihkan ekonomi. Selain itu, ada strategi digitalisasi UMKM. Jokowi membeberkan hari ini sudah ada 15,5 juta UMKM yang sudah masuk dalam platform e-commerce. Jokowi ingin mendorong ada 60 juta UMKM agar masuk ke platform digital.


Arutmin Kantongi Izin Ekspor Batu Bara

Sajili 24 Aug 2021 Banjarmasin Post

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Arutmin Indonesia telah kembali memperoleh izin ekspor batubara.

Sebelumnya, nama Arutmin masuk dalam daftar 34 perusahaan batubara yang dikenai sanksi larangan ekspor karena dianggap tidak memenuhi kewajiban pasokan batubara untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan atau PT PLN Batubara periode 1 Januari hingga 31 Juli 2021.

Kepala Pokja Informasi Kementerian ESDM Sony Heru Prasetyo mengungkapkan izin untuk Arutmin sudah diberikan. Dengan demikian kini ada tiga perusahaan yang boleh melakukan ekspor batubara kembali. Ketiga perusahaan tersebut yakni PT Arutmin Indonesia, PT Borneo Indobara dan PT Bara Tabang.

Sebelumnya, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhir Arutmin telah memenuhi persyaratan Domestic Market Obligation (DMO). Bahkan Dileep memastikan hal yang sama juga berlaku untuk tahun ini dimana pihaknya telah memenuhi besaran proporsi yang ada.


RI Peringkat ke-8 Eksportir Produk Perikanan Dunia

KT2 20 Aug 2021 Investor Daily, 20 Agustus 2021

Pandemi Covid-19 terbukti memberikan dampak terhadap nilai perdagangan dunia, tidak terkecuali produk perikanan. Pada 2020, total nilai ekspor produk perikanan global mencapai US$ 152 miliar atau menurut 7% jika dibandingkan tahun 2019. 

Menurut Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Artarti Widiarti, seluruh eksportir utama produk perikanan mengalami penurunan pada tahun lalu. Tapi kabar baik justru datang dari ekspor produk perikanan Indonesia yang mengalami peningkatan dan Indonesia naik 2 peringkat dan berada di posisi ke-8 sebagai eksportir utama produk perikanan dunia pada tahun 2020, kata dia di Jakarta, Rabu. 

Berdasarkan data yang dirilis oleh ITC Trademap, nilai ekspor produk perikanan Indonesia pada tahun 2020 mencapai US$ 5,2 miliar atau tumbuh positif 5,7% jika dibandingkan tahun 2019. Dalam kurun waktu tersebut, tren impor Amerika Serikat dan Tiongkok cenderung positif dengan peningkatan masing-masing sebesar 2,5% dan 15,5%. Sedangkan impor Jepang mengalami penurunan sebesar 1,4% dan pangsa pasar produk perikanan Indonesia di ketiga pasar utama tersebut mengalami peningkatan 4,6%, 1,%, dan 6,2%. 

Jika dilihat berdasarkan komoditasnya, udang masih menjadi komoditas unggulan yang diikuti oleh tuna-cakalang dan cumi-sotong-gurita , rajungan-kepiting, dan rumput laut. Selama tahun 2020, nilai ekspor udang Indonesia mencapai US$ 2,04 miliar atau 8,8% terhadap nilai impor total udang dunia. Sedangkan TCT sebesar US$ 724 juta, CSG sebesar US$ 509 juta, rajungan kepiting sebesar US$ 368 juta, dan rumput laut sebesar US$ 280 juta. 

Adapun negara tujuan ekspor komoditas perikanan pada Januari-Juni 2021 di antaranya Amerika Serikat sebesar US$ 1,1 miliar atau 44,4% dari total nilai ekspor yang disusul Tiongkok sebesar US$ 382,9 juta dan Jepang sebesar US$ 278,9 juta. Udang masih menjadi komoditas ekspor utama Indonesia. Nilai ekspor komoditas ini mencapai US$ 1 miliar atau 40,1% terhadap total nilai ekspor. Kemudian tuna-cakalang-tongkol sebesar US$ 334,7 juta, cumi-sotong-gurita sebesar US$ 268,6 juta. KKP melalui Ditjen PDSPKP aktif mengikuti perundingan penurunan hambatan tarif dan nontarif dalam forum bilateral, regional maupun multilateral.

PPKM Darurat Hantam Ekspor Manufaktur

IDR 20 Aug 2021 Investor Daily, 20 Agustus 2021

Jakarta - Ekspor industri pengolahan Juli 2021 mencapai US$ 13,56 miliar, turun 3,63% dibandingkan dengan Juni 2021, sebagai akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. PPKM darurat yang kini bernama PPKM level 4 membuat produsen mengurangi aktivitas produksi yang berdampak pdada turunnya ekspor. Namun, bila melihat kinerja Januari-Juli 2021, sektor industri tancap gas dalam meningkatkan ekspor. Pada periode tersebut, ekspor industri pengolahan mencapai US$ 94,62 Miliar, meningkat 31,36% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor manufaktur berkontribusi 78,47% terhadap total ekspor nasional pada Januari-Juli 2021 sebesar US$ 120,57 miliar. Kinerja ini bahkan lebih tinggi dari 2019.

Perkembangan industri dan peningkatan ekspor akan lebih optimal bila impor dapat ditekan. Untuk itu, pemerintah mendorong industri mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus mendorong penguatan struktur industri manufaktur. Salah satu upaya peningkatan kinerja sektor industri sekaligus pemulihan ekonomi, yang juga akan berpengaruh pada peningkatan ekspor, adalah melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan pada industri yang tergolong sektor esensial untuk dapat beroperasi dengan kapasitas penuh. Industri esensial adalah yang berorientasi ekspor atau domestik, serta merupakan bagian dari rantai pasok. 

Apabila dari uji coba tersebut tidak terjadi peningkatan Covid-19 di industri, akan dibuka semua sektor industri di Jawa-Bali bisa beroperasi kembali. PPKM level 4 menekan produksi industri alas kaki. Sebab, industri alas kaki berorientasi ekspor tak dapat beroperasi penuh, sedangkan yang berorientasi domestik terpukul amblesnya permintaan.