;
Tags

Ekspor

( 1057 )

Laju Produksi dan Ekspor Udang Melambat

KT1 29 Jan 2022 Kompas

Ketua Forum Udang Indonesia (FUI) Budhi Wibowo mengingatkan, pemerintah menargetkan nilai ekspor udang 4,25 miliar USD atau tumbuh 250 % hingga 2024, volume ekspor diharapkan tumbuh 15 % per tahun dan nilai ekspor naik 20 persen per tahun. Namun, sepanjang 2021, volume ekspor udang tercatat 250.700 ton, hanya tumbuh 4,9 % dibandingkan 2020, dengan nilai ekspor 2,23 miliar USD atau hanya tumbuh 8,5 % secara tahunan. FUI khawatir target pertumbuhan ekspor 250 % pada 2024 tidak tercapai, karena itu produksi udang perlu diperbaiki agar pertumbuhan ekspor pada 2022 bisa kembali seperti tahun 2020, kata Budhi dalam webinar ”Produksi Udang Indonesia: Capaian 2021, Target dan Rencana 2022”, Jumat (28/1).

Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan KKP Tinggal Hermawan mengemukakan, peningkatan produksi udang merupakan program prioritas pembangunan perikanan nasional. Tahun 2022, KKP mengalokasikan 40 % anggaran Dirjen Perikanan Budidaya untuk peningkatan produksi udang, meliputi program percontohan, revitalisasi tambak, peningkatan infrastruktur, serta bantuan masyarakat untuk peningkatan produktivitas. Untuk meningkatkan produksi nasional perlu penyederhanaan perizinan agar tidak multitafsir dan menimbulkan masalah bagi petambak, usaha tambak udang tradisional perlu digarap serius agar lebih produktif dan tambak tradisional perlu ditingkatkan menjadi tradisional plus dengan sentuhan teknologi guna meningkatkan produksi nasional. (Yetede)


Pasar Ekspor Energi Surya

HR1 25 Jan 2022 Bisnis Indonesia

Industri energi surya di Indonesia sebetulnya relatif masih baru. Jumlah kapasitasnya dalam bauran energi nasional relatif masih rendah. Dengan semakin akutnya pemanasan global, seharusnya industri energi baru dan terbarukan (EBT) dikembangkan secara cepat di Indonesia, sehingga memungkinkan dicapainya target-target bauran energi demi mengurangi emisi gas rumah kaca melalui pengembangan renewable energy. Oleh karena itu, berita tentang pengembangan energi surya untuk diekspor ke negara tetangga merupakan kabar yang mengejutkan sekaligus menarik.

Mengapa Singapura begitu antusias dalam pengembangan tenaga matahari bagi pengembangan listriknya? Selain mereka secara bertahap akan beralih ke energi hijau, langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi jika kontrak suplai gas ke negara tersebut tidak diperpanjang oleh Pemerintah Indonesia. Energi listrik di Singapura memang memiliki ketergantungan yang besar pada penggunaan gas yang disuplai dari Indonesia. Dalam hal ini terdapat beberapa kontrak suplai gas dari ladang di Indonesia ke negara tersebut. Kontrak yang terbesar adalah antara Conoco Phillips, yang berasal dari Blok Corridor di Grissik, Sumatera, dan Singapura yang akan berakhir pada 2023.


Pro Kontra Pajak Progresif Ekspor Produk Nikel

HR1 25 Jan 2022 Kontan

Pemerintah akan memungut pajak progresif sebesar 2% untuk ekspor produk nickel pig iron (NPI) dan feronikel di tahun ini. Di saat yang sama, pemerintah akan meniadakan tax holiday bagi pihak yang baru mengajukan investasi smelter NPI dan feronikel di Tanah Air. Deputi Bidang Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Septian Hario Seto menyebutkan, kedua kebijakan ini akan menahan investasi smelter NPI dan feronikel yang baru. "Kami sudah menghitung keekonomiannya dan masih masuk. Hanya saja (investor) akan lebih hati-hati karena berpikir tidak dapat tax holiday dan akan bayar pajak ekspor juga. Namun, investasi secara keseluruhan belum tentu berkurang," ungkap dia kepada KONTAN, pekan lalu.


Mengejar Nilai Tambah Ekspor

HR1 24 Jan 2022 Bisnis Indonesia

Strategi penghiliran industri menjadi bagian penting dari upaya pemerintah untuk memberikan nilai tambah lebih atas komoditas ekspor agar Indonesia mampu memanfaatkan momentum dari membaiknya kinerja penjualan barang ke luar negeri. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat nilai ekspor tahun lalu sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah di posisi US$231,54 miliar, tidak sekadar menggembirakan dari sisi angka. Di sisi sektoral, sepanjang 2021 ekspor sektor manufaktur yang merupakan komponen tertinggi dari total ekspor non-migas tumbuh 35,1%, diikuti sektor pertambangan 92,1%, dan sektor pertanian 2,8%. Performa ekspor ini tentu harus lebih ditingkatkan lagi agar komoditas ekspor makin memiliki nilai tambah, sehingga pada akhirnya mampu menembus pasar global. Beberapa komoditas ekspor yang masih dapat diolah seperti nikel, bauksit, tembaga, dan timah.

Pengusaha Butuh Solusi Biaya Kontainer

KT3 20 Jan 2022 Kompas

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jatim Hengky Pratoko (19/1) mengatakan, sejak dua tahun terakhir, dunia pelayaran dan logistik menghadapi carut-marut situasi perdagangan internasional. ”Saat ini yang terjadi bukan hanya kelangkaan kontainer, melainkan juga keterbatasan ruang kapal,  karena banyak kapal yang ditahan atau tak dioperasikan dengan alasan pandemi Covid-19,” ujar Hengky. Hengky mengatakan, biaya pengapalan 1 kontainer 40 feet dari Asia ke Eropa hanya  11.900 USD, turun dari sebelumnya 23.000 USD. Namun, tarif rata-rata dari Indonesia ke Eropa 25.000 USD atau lebih tinggi dari tarif Asia ke Eropa. ”Tarif dari Indonesia ke Eropa yang tinggi dimanfaatkan perusahaan pelayaran kontainer asing untuk memasukkan kontainer kosong, 8.000 kontainer masuk ke Jakarta dan 400 kontainer ke Surabaya,” kata Hengky. ”Penggeseran kontainer kosong itu hanya kamuflase karena praktiknya tidak ada jaminan ruang kapal sehingga barang tidak bisa dikirim. Untuk jaminan ruang pada kapal harus mengeluarkan biaya lagi,” ujarnya.

Lonjakan biaya pengapalan kontainer global ini juga dikeluhkan para eksportir. Wakil ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Manufaktur Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim Ayu S Rahayu mengatakan, ”Beberapa pelayaran bahkan menerapkan ruang kapal premium atau tarif untuk kelas tertinggi. Itu pun dikenakan biaya tambahan pememesanan ruang. Selain itu, diberlakukan aturan pembatasan volume barang dengan skala tertentu dan ada tarif tambahannya.” Pada saat bersamaan, ada kenaikan tarif bongkar muat kargo dari truk kontainer ke kapal dan sebaliknya, juga biaya pembatalan yang mahal. Ketua GPEI Jatim Isdarmawan Asrikan menambahkan, karena kargo melonjak tinggi, kinerja ekspor diprediksi hanya tumbuh 16,59 %,” harga produk Indonesia menjadi tak kompetitif lagi di pasar global. (Yoga)


Ekspor Hadapi Tantangan

KT3 18 Jan 2022 Kompas

Sepanjang 2021, Indonesia mendapatkan berkah ekspor melimpah, tetapi sejumlah tantangan tahun lalu masih membayangi perekonomian domestik, antara lain masih terganggunya dan tingginya  biaya logistik laut, melonjaknya harga sejumlah komoditas global, krisis energi, dan divergensi ekonomi global, yang berimbas ke sejumlah sektor perekonomian dalam negeri. BPS (17/1) merilis, total surplus neraca perdagangan migas dan non migas Indonesia sepanjang 2021 mencapai 35,34 miliar USD atau Rp 505,715 triliun, tumbuh 38,82 % dibandingkan 2020 dengan surplus 21,62 miliar USD. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, surplus neraca perdagangan itu tak lepas dari kinerja positif ekspor non migas.

Kenaikan harga CPO global mengakibatkan harga minyak goreng dalam negeri melonjak, minyak goreng curah dan kemasan yang semula Rp 9.500 - Rp 12.500 per liter, melonjak jadi Rp 17.500 - Rp 21.000 per liter. Kenaikan harga batubara global membuat eksportir batubara memilih mengekspor batubara ketimbang memenuhi DMO batubara. Ini menyebabkan pasokan batubara dalam negeri, terutama untuk PLTU kurang  awal tahun ini. Demikian juga gangguan dan lonjakan biaya logistik laut global menyebabkan Indonesia kekurangan kapal dan peti kemas. Biaya logistik antarpulau di Indonesia juga  naik.

Ekonom Divisi Kebijakan Eksternal Departemen Strategi, Kebijakan, dan Tinjauan IMF, Parisa Kamali, mengemukakan, tekanan akibat lonjakan biaya logistik laut mulai mereda. Namun, biaya logistik itu diperkirakan tetap tinggi hingga akhir 2022 lantaran pandemi Covid-19 masih berlanjut. Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) memproyeksikan, jika tarif pengiriman tetap tinggi hingga 2023, tingkat harga impor global dan tingkat harga konsumen dapat naik sebesar 10,6 % dan 1,5 %. (Yoga)


Geliat Neraca Dagang 2022 : Industri Topang Laju Ekspor

HR1 18 Jan 2022 Bisnis Indonesia

Industri pengolahan diproyeksikan berkontribusi positif pada kinerja perdagangan luar negeri pada 2022, termasuk menjadi penopang surplus neraca perdagangan. Hal itu mengacu tren kenaikan impor bahan baku atau penolong maupun modal sejalan dengan naiknya aktivitas produksi. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan industri tekstil berpotensi menambah investasi pada 2022 untuk menangkap peluang naiknya permintaan. "Bisa dikatakan sudah menyamai level sebelum pandemi. Di banyak anggota kami order penuh sampai Maret untuk pasar dalam negeri maupun ekspor," katanya, Senin (17/1). Kenaikan permintaan didukung momentum Ramadan dan Lebaran mendatang. Begitu pula dengan pasar ekspor dengan kenaikan permintaan dari negara tujuan.

Dalam kaitan itu, Kepala Ekonom Bank Pertama Josua Pardede sependapat bahwa industri pengolahan berpotensi menjadi penopang surplus neraca perdagangan. Kontribusi industri manufaktur pada ekspor bisa terus berlanjut, seiring dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong penghiliran demi meningkatkan nilai tambah ekspor. Contoh sukses kebijakan ini sudah terlihat dari industri nikel dan stainless steel. Penghiliran di sektor tersebut mampu secara konsisten meningkatkan nilai ekspor besi dan baja (HS 72) nasional dalam beberapa tahun terakhir.


UMKM Mengekspor 150 Kontainer Sabun

KT3 17 Jan 2022 Kompas

Sebanyak 150 kontainer produk sabun olahan UMKM merambah pasar 6 negara di Afrika dan Timur Tengah. Pemerintah menargetkan kontribusi ekspor UMKM mencapai 17 % pada 2024, dari saat ini sebesar 15,6 %. Deputi Bidang UKM Kemenkop dan UKM Hanung Harimba Rachman (15/1), dalam peluncuran ekspor 150 kontainer sabun kolaborasi PT Restu Graha Dana, Kadin Indonesia, dan Komunitas UMKM Naik Kelas, di Jakarta, mengatakan, ini merupakan salah satu prioritas agar UMKM masuk pasar global. Untuk memastikan target peningkatan kontribusi ekspor, pelaku UMKM nasional membutuhkan biaya logistik lebih murah dan pengurusan administrasi ekspor yang lebih cepat.

Komisaris PT Restu Graha Dana Dian Prasetyo mengatakan, peluncuran ini menunjukkan, pelaku UMKM dapat berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui ekspor. Ketua Umum Komunitas UMKM Naik Kelas Raden Tedy menyatakan, pelepasan ekspor ini jadi bukti sinergi UMKM dan pelaku usaha untuk mengekspor sabun dengan bahan baku dari UMKM di seluruh Indonesia. ”Sabun yang diekspor ini ada yang berbahan baku dari minyak kelapa sawit, buah pala, dan banyak lagi. Kami juga mengekspor produk UMKM lainnya pada masa mendatang,” ujarnya. (Yoga)


Ekspor Bergulir Kembali, Fokus Tegakkan Kepatuhan

KT3 15 Jan 2022 Kompas

Ekspor batubara Indonesia bergulir kembali, namun dari 613 eksportir yang terdaftar di Kemendag, baru 13 perusahaan yang mengekspor batubara lagi sejak larangan ekspor batubara dibuka 12 Januari 2022. Total volume ekspor 13 perusahaan itu 1,67 juta ton, ke Jepang, China, Thailand, India, dan Hong Kong. Rencananya, ada 21 perusahaan yang diizinkan ekspor pasca pencabutan larangan ekspor, dan telah mengantongi izin ekspor per 12 Januari 2022 dengan volume ekspor 5,72 juta ton. Mendag Muhammad Lutfi mengatakan, 13 perusahaan yang mulai mengekspor itu telah memenuhi domestic market obligation (DMO) batubara, sebesar 100 % hingga di atas 100 %. ”Izin ekspor bagi eksportir lain akan

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa berpendapat, letak persoalan yang akhir-akhir ini terjadi adalah krisis pasokan batubara untuk pembangkit listrik PLN dan IPP, yang mendesak diatasi dengan mengamankan pasokan. Caranya, izin ekspor dikaitkan dengan kepatuhan pemenuhan DMO. Perusahaan yang akan ekspor dicek dulu kepatuhannya. Dalam webinar ”Kebijakan Publik: Di Balik Kebijakan Ekspor Batubara Indonesia” yang digelar Narasi Institute, Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRES) Marwan Batubara berkata, ”Pemerintah semestinya punya kekuatan memaksa pemenuhan kewajiban DMO, tetapi tidak dijalankan. Saya khawatir pernyataan pemerintah mencabut izin perusahaan tambang batubara karena tak patuh DMO cuma retorika.”  (Yoga)


Ekspor Tiongkok Melonjak pada 2021

KT1 15 Jan 2022 Investor Daily

Ekspor Tiongkok melonjak pada 2021 didorong kenaikan pemintaan global, ketika  negara-negara dibuka kembali dari karantina terkait pandemi Covid-19. Data Desember 2021 menunjukkan ekspor naik,  sebagian besar sesuai dengan ekpektasi pada level 20,9% meskipun impor mengecewakan dengan pertumbuhan 19,5%. Angka ekspor Desember 2021 juga dinilai bisa mencerminkan dampak Omicron yang merusak rantai pasokan global, sehingga pesanan ekspor bergeser ke Tiongkok dari negara lain. "Saat ini, ekspor yang kuat mungkin menjadi satu-satunya pendorong yang membantu perekonomian Tiongkok," Tambah Julian Evans-Pritchard dari Capital Economics. Ekonom Louis Kuijs dari Oxford mengatakan momentum ekspor diperkirakan akan mereda pada 2022. Permintaan ekspor baru masih lemah dan pertumbuhan pertumbuhan asing melambat dari puncaknya tahun lalu. (Yetede)