;
Tags

Ekspor

( 1057 )

Ditopang Ekspor dan Konsumsi, Ekonomi Bisa Tumbuh 5%-6%

HR1 07 Nov 2022 Kontan

Ekonomi pada kuartal III-2022 diyakini tumbuh lebih tinggi, bahkan bisa menyentuh angka 6% year on year (yoy). Penyebabnya konsumsi rumah tangga dan ekspor yang moncer, serta basis produk domestik bruto (PDB) yang rendah pada periode sama tahun lalu. Danareksa Research Institute (DRI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 sebesar 5,65% yoy, atau melampaui angka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 yang sebesar 5,44% yoy. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 di kisaran 5,77%-5,86% yoy.

PELEMAHAN EKSPOR : JATENG PACU PASAR NONTRADISIONAL

HR1 04 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal mengakselerasi kinerja ekspor di pasar nontradisional menyusul pelemahan permintaan dari negara mitra dagang utama. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah (Jateng) menunjukkan adanya penurunan ekspor ke negara-negara tradisional, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China pada September 2022 yang menurunkan permintaan produk-produk asal provinsi ini. Meskipun jika dilihat dari nilainya, lebih dari separuh nilai ekspor Jateng berasal dari gabungan permintaan tiga negara tradisional tersebut. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng Arif Sambodo menilai penurunan permintaan produk Jawa Tengah ke negara-negara utama tujuan ekspor tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Selain faktor krisis global dan inflasi, lanjutnya, penurunan daya beli juga terjadi di negara-negara tersebut. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan National Retail Federation (NRD), daya beli Amerika Serikat memang tengah mengalami penurunan. Untuk mengatasi hal tersebut, lanjutnya, pihaknya tengah berupaya keras untuk bisa meningkatkan permintaan ekspor dari negara-negara nontradisional, seperti Djibouti, Vietnam, dan India, yang pertumbuhannya masih relatif tinggi. “Makanya kemarin kita coba perluas ke sana. Kita sudah undang atase perdagangan dari negara-negara nontradisional ini untuk bisa menarik peminatan agar produk kita bisa dijual ke sana,” jelasnya saat dihubungi Bisnis melalui sambungan telepon, Kamis (2/11).Langkah tersebut cukup rasional, mengingat negara tujuan ekspor Jateng seperti Jerman hingga saat ini belum menunjukkan tren kenaikan permintaan barang dari luar negeri.

Bertahan Saat Permintaan Tertekan

KT3 02 Nov 2022 Tempo

Para pelaku industri persepatuan mulai kewalahan meredam dampak anjloknya permintaan ekspor yang diperkirakan berlangsung hingga paruh pertama tahun depan. Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Firman Bakri, mengatakan permintaan produk garmen berorientasi ekspor ini turun hingga 50 % sejak Juli 2022. Konflik dagang dan politik di sejumlah negara pengimpor sepatu utama menjadi pemicunya. “Kami bertahan lewat efisiensi jumlah pekerja atau setidaknya lewat pengurangan arus produksi,” tuturnya kepada Tempo, kemarin.

Di tengah masa pemulihan ekonomi, permintaan produk tekstil, kulit, dan alas kaki menjadi salah satu yang paling moncer hingga pertengahan tahun ini. Nilai ekspor produk sepatu sempat melonjak dari US$ 659,4 juta pada Januari 2022 menjadi US$ 722,3 juta pada Mei lalu. Menurut Firman, permintaan ekspor pada Agustus 2022 masih tercatat tumbuh 36 % secara tahunan. Berdasarkan catatan Kemenperin, volume produksi produk alas kaki naik 33,42 % dari 793,8 juta pasang pada 2020 menjadi 1,05 miliar pasang pada 2021. Tanpa kejutan konflik global, volume produksi diprediksi akan naik hingga 1,2 miliar pasang per tahun.

Optimisme itu sontak suram akibat gejolak inflasi dan memanasnya konflik dagang di AS dan Cina, yang merupakan dua negara tujuan utama ekspor sepatu Indonesia. Pada periode Januari-Agustus 2022, nilai ekspor sepatu ke AS, tertinggi dibanding tujuan lain, mencapai US$ 1,892 miliar. Dalam jangka waktu serupa, nilai ekspor ke Cina berada di tempat ketiga senilai US$ 568 juta. “Permintaannya turun drastis. Yang permintaannya masih normal juga hanya bisa menghabiskan stok hingga akhir tahun,” ucap Firman. (Yoga)


Optimisme Pertumbuhan Triwulan Ketiga

KT3 02 Nov 2022 Tempo

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2022 diprediksi tetap positif meski dibayangi tren inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga. Ekonom dari Institute for Demographic and Poverty Studies (Ideas), Askar Muhammad, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi secara tahunan di kisaran 5,2-5,4 %, tak jauh dari capaian triwulan II 2022 di 5,44 %. “Penopangnya masih sektor komoditas yang ekspornya cukup tinggi dan sektor industri logam yang menerima penanaman modal atau investasi tinggi,” ujar Askar kepada Tempo, kemarin. Lonjakan harga komoditas menjadi berkah bagi kinerja ekspor Indonesia, khususnya batu bara dan minyak sawit, yang melejit hingga menembus harga tertinggi dengan kenaikan penjualan rata-rata dua kali lipat. Emiten tambang batu bara Adaro Energy Indonesia Tbk, misalnya, mencatatkan laba bersih US$ 1,90 miliar pada periode Juli-September 2022, tumbuh 352,21 % dibanding periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan pun melonjak 130 %, dari US$ 2,56 miliar menjadi US$ 5,91 miliar.

Askar melanjutkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III belum akan banyak dipengaruhi oleh kenaikan inflasi dan suku bunga. Sebab, dampak tren tersebut baru akan muncul dan terefleksi pada akhir triwulan III. “Ini yang patut diwaspadai dan kita akan lebih jauh melihat dampaknya pada pertumbuhan ekonomi triwulan IV,” ujarnya. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, berujar pertumbuhan ekonomi pada triwulan III mungkin akan mengalami perlambatan, tapi tidak signifikan. Sebab, tingkat konsumsi masyarakat secara umum masih meningkat dan bakal menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. “Walau pergerakan ekonomi kita lebih banyak didorong oleh kalangan menengah dan atas, serta 83 % konsumsi domestik digerakkan oleh mereka,” ucapnya. (Yoga)


Devisa Ekspor Belum Bisa Sokong Rupiah

HR1 01 Nov 2022 Kontan

Eksportir ternyata telah memarkir devisa hasil ekspor (DHE) di perbankan dalam negeri. Namun, masuknya devisa ekspor ini belum mampu membuat nilai rupiah menguat. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan, dari total ekspor periode Januari 2022 hingga Juli 2022 yang mencapai US$ 166,70 miliar, sebanyak 93,5% di antaranya atau sekitar US$ 155 miliar telah masuk ke dalam negeri. Namun, ia juga menegaskan, sebagian besar atau sekitar 50% DHE yang masuk tersebut sudah dikonversi ke dalam rupiah. Khusus DHE sumber daya alam (SDA), sudah sekitar 92,6% yang masuk ke dalam negeri, dan sekitar 5,1% masih diparkir para eksportir di bank luar negeri. Meski Indonesia punya pasokan valas dari para eksportir, namun hal itu belum mampu memperkuat otot rupiah. Berdasarkan data BI pula, nilai tukar rupiah telah melemah hingga 8,03% sejak awal tahun hingga 19 Oktober 2022. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat, masih ada beberapa momentum yang membutuhkan valas, dan bahkan mengurangi pasokan valas.

Mendag Zulkifli Lepas Ekspor Etanol Senilai US$ 818.400

KT3 30 Oct 2022 Tempo

Mendag Zulkifli Hasan melepas ekspor 744.000 liter etanol senilai US$ 818.400 atau Rp12,7 miliar produksi PT Molindo Raya Industrial dengan tujuan Filipina dan Thailand. Sebanyak lima dari 31 kontainer dilepas dan sisanya menyusul minggu depan. Bahan baku etanol diserap dari hasil pertanian tebu rakyat di sekitar pabrik dengan melibatkan 25 ribu petani. Pelepasan ekspor berlangsung, Jumat, 28 Oktober 2022, di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jatim. “Saya bahagia menyaksikan pelepasan ekspor produk etanol ke pasar global hari ini sebanyak lima kontainer. Industri ini sangat strategis karena menyerap bahan baku dari petani dan hasil produksinya ditujukan untuk ekspor. Kedatangan saya untuk menunjukkan dukungan pemerintah bagi usaha strategis seperti ini," kata Zulkifli.

Selain melepas ekspor ke Filipina dan Thailand, PT Molindo juga mengekspor produk etanolke negara-negara lain yaitu Jepang, Singapura,dan Vietnam. Zulkifli juga mengapresiasi PT Molindo Raya Industrial atas penerapan konsep berkelanjutan yang dilakukan dalam proses produksinya. PT Molindo Raya Industrial, yang merupakan produsen etanol untuk bahan yang aman bagi makanan (foodgrade) terbesar di Indonesia, memanfaatkan 115.000 ton limbah tetes tebu untuk produksinya. “Diharapkan kegiatan pelepasan ekspor ini dapat menjadi momentum untuk mendorong perluasan akses pasar ekspor bagi produk-produk Indonesia di masa depan, sekaligus menjadi penggerak roda ekonomi Indonesia dimasa pemulihan setelah pandemi Covid-19,” kata Zulkifli. (Yoga)


PENJUALAN GAS KE SINGAPURA : Kontrak Ekspor Diperpanjang

HR1 29 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk memperpanjang kontrak penjualan gas ke Singapura. Rencananya, kontrak penjualan gas itu akan diperpanjang hingga 2028 atau 5 tahun setelah kontrak awal berakhir tahun depan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, keputusan itu diambil setelah adanya permintaan gas yang tinggi dari Singapura. Di sisi lain, neraca gas domestik tahun ini dipastikan mengalami surplus hingga jangka waktu yang relatif lama seiring dengan beroperasinya sejumlah lapangan gas besar di dalam negeri.

RI Masih Punya Celah Jaga Ekspor

HR1 27 Oct 2022 Kompas

Masih ada celah menjaga kinerja positif ekspor ke negara-negara pasar utama Indonesia yang tengah mengalami inflasi. Sementara pemulihan ekonomi China masih berlanjut meskipun masih ada sejumlah kendala. Stagflasi tengah melanda sejumlah negara pasar ekspor tradisional Indonesia, seperti Amerika Serikat, China, dan kawasan Uni Eropa. Kendati begitu, Indonesia tetap berupaya menjaga kinerja ekspor ke dua negara dan kawasan tersebut dengan membidik sejumlah celah yang ada. Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kementerian Perdagangan Kasan Muhri, Rabu (26/10/2022), mengatakan, AS, China, dan kawasan UE merupakan pasar utama ekspor Indonesia. Kendati kedua negara dan kawasan itu tengah mengalami stagflasi, masih ada sejumlah celah yang bisa dibidik dan dimasuki Indonesia. Di AS, meskipun ekonominya tengah terkontraksi, serapan tenaga kerjanya cukup tinggi. Tingkat pengangguran di AS pada September 2022 sebesar 3,5 persen atau turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 3,7 persen. Per September 2022, ekspor Indonesia ke AS, China, dan UE turun. Badan Pusat Statistik mencatat, nilai ekspor RI ke UE pada Agustus-September 2022 turun atau minus 21,47 persen, AS -18,26 persen, dan China -0,09 persen. Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan, pada 2022, ekonomi AS tumbuh 1,6 persen, China 3,2 persen, dan kawasan Eropa 3,1 persen. Perlambatan pertumbuhan ekonomi itu masih akan berlanjut pada 2023. Pada tahun depan, ekonomi AS diperkirakan tumbuh 1 persen, China 4,4 persen, dan UE 0,5 persen.

Ekspor Bahan Baku Rumput Laut Akan Dibatasi

KT3 26 Oct 2022 Kompas

Pemerintah berencana membatasi ekspor bahan baku rumput laut. Hilirisasi rumput laut akan didorong guna menghasilkan produk olahan rumput laut yang bernilai tambah. Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Rahmat Mulianda mengemukakan, tren global untuk pengembangan ekonomi biru atau pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan merupakan peluang bagi industri rumput laut Indonesia yang memiliki potensi pasar besar. Dari data Organisasi untuk Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) 2018, potensi ekonomi biru secara global senilai 1,5 triliun USD per tahun dan diprediksi mencapai lebih dari 3 triliun USD pada tahun 2030. Ini, disebabkan pemanfaatan bahan laut untuk produksi pangan, kosmetik, dan obat makin meningkat.

Produksi rumput laut dunia mencapai 35,8 juta ton yang bersumber dari 49 negara. Dari jumlah itu, 27,86 % produksi datang dari Indonesia. Indonesia menempati peringkat kedua produsen rumput laut tropis setelah China. Namun, nilai ekspor rumput laut Indonesia masih rendah karena sebagian besar produk yang diekspor berupa bahan baku, yakni rumput laut kering. Dalam peta jalan rumput laut yang disusun Kemenko Bidang Perekonomian, penguatan industri hilir ditargetkan pada 2021, yakni 20 % ekspor berupa rumput laut olahan, namun, tidak tercapai karena ekspor produk olahan hanya 7 %.”Akan dikaji upaya mengurangi ekspor rumput laut kering dan memperkuat industri dalam negeri secara bertahap,” kata Rahmat, Selasa (25/10) di Jakarta. (Yoga)


Mustika Ratu Teken Kontrak Dagang dengan Buyer 5 Negara

KT3 25 Oct 2022 Investor Daily

PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) menandatangani kontrak kerja dagang dengan mitra buyer dari lima negara senilai US$ 2 juta atau Rp 31,13 miliar. Kelima negara tersebut adalah Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Australia, Jepang, dan AS. Kontrak kerja dagang diteken langsung Presdir Mustika Ratu Bingar Egidius Situmorang bersama perwakilan mitra buyer asal Australia di Main Stage, Trade Expo Indonesia 2022, akhir pekan lalu. Turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut adalah Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Perwakilan Kadin Indonesia, Direktur PT Mustika Ratu Tbk Kusuma Ida Anjani dan Puteri Indonesia Lingkungan 2022 Cindy May Mc Guire. Egidius mengatakan, keberhasilan perseroan mengekspansi pasar Jepang pada Juli lalu telah berdampak positif bukan hanya bagi konsumen asal Jepang, tetapi juga ke konsumen dari negara lain. Pasalnya, antusiasme pasar Jepang terhadap Jamu Ready-to-Drink (RTD) telah mendorong pihak lokal untuk memperkenalkan keunggulan Jamu produksi Mustika Ratu.

“Keberhasilan ekspor ke Jepang menjadi jalan pembuka bagi negara tujuan ekspor baru lainnya,” ujar Egi dalam keterangan resminya, Senin (24/10). Egi menyebut bahwa tahun ini perseroan berhasil menambah negara tujuan ekspor baru untuk produk Jamu dan Personal Care. Prestasi itu menunjukkan bahwa produk MRAT yang berbasis kearifan lokal dan alami Indonesia dapat diterima pasar internasional. Terbukti, sepanjang Januari hingga Agustus 2022, perseroan menerima banyak penawaran kerja sama ekspor. Produk yang diminati konsumen pasar internasional di antaranya produk kategori Personal Care dan Herb Suplemen. Selain ekspansif menambah negara destinasi ekspor baru, negara tujuan ekspor eksisting seperti Nigeria juga melakukan re-dealing untuk produk Jamu supplemen. Menurut Egi, jamu suplemen produksi perseroan banyak diminati konsumen Nigeria, khususnya jamu untuk kesehatan wanita. (Yoga)