Amerika Serikat
( 391 )Trump diminta Tidak Plin-plan oleh Dunia Usaha AS
Tidak ada tanda-tanda perang tarif China dan AS akan mereda. China mendesak AS segera membatalkan sepenuhnya semua tarif timbal balik. Seruan China menyusul pengumuman AS untuk mengecualikan tarif bea masuk impor (BMI) atas 20 jenis komoditas. Akan tetapi, tidak sampai sehari, pemerintahan Donald Trump membuat pernyataan berbeda lagi. Dilaporkan Associated Press, Senin (14/4) mengutip Mendag AS, Howard Lutnick, pengecualian tarif pada ponsel pintar dan komputer buatan China hanya berlaku sementara waktu. Kemungkinan hanya akan berlaku satu atau dua bulan. Barang-barang elektronik dari China tetap akan kena tarif.
Bahkan, AS akan menyelidiki soal perdagangan keamanan nasional terhadap sektor semikonduktor. ”Kami mendesak AS untuk memperbaiki kesalahannya dengan membatalkan sepenuhnya tariftimbal balik yang salah dan kembali ke jalan yang benar untuk saling menghormati,” kata jubir Kemendag China, Minggu (13/4). Pernyataan Trump yang sering berubah membingungkan semua pihak. Dunia usaha AS juga bingung. Mereka meminta Pemerintah AS tidak mengubah pernyataan setiap hari. Setelah mengatakan ada pengecualian bagi ponsel pintar dan komputer, beberapa jam kemudian di media sosial Trump mengatakan tidak ada pengecualian sama sekali karena barang-barang itu hanya ”dipindahkan ke kategori tarif yang berbeda”.
China tetap akan menghadapi tarif 20 % sebagai bagian dari upaya AS menghukum China karena berperan dalam perdagangan fentanil. Sementara Badan Perbatasan dan Cukai AS (CBP) mengatakan, barang-barang seperti ponsel pintar, komputer jinjing, hard drive, monitor layar datar, beberapa cip, dan mesin pembuat semikonduktor termasuk dalam pengecualian tarif. Pendiri dan Kepala Strategi Pasar untuk Northman Trader, Sven Henrich, menyarankan agar Pemerintah AS tidak mengubah pernyataannya setiap hari. Dunia usaha AS tidak bisa merencanakan atau berinvestasi jika pernyataan pemerintah berubah terus. (Yoga)
19 Miliar USD Produk AS Bakal Diborong RI
Indonesia akan mengajukan proposal pembelian produk AS senilai 19 miliar USD dalam rangkaian negosiasi dagang di Washington DC pekan depan. Rencana ini menjadi poin utama dalam upaya menekan tarif impor tinggi yang diberlakukan terhadap produk ekspor Indonesia. Hal itu disampaikan Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto seusai memimpin Rakortas terkait persiapan negosiasi penetapan tariff resiprokal oleh AS terhadap Indonesia, di Jakarta, Senin (14/4).
Airlangga menyebut, penawaran pembelian produk dari AS bertujuan mengurangi defisit neraca perdagangan AS terhadap Indonesia dan akan menjadi salah satu poin utama dalam proposal negosiasi tariff impor yang dibawa ke Gedung Putih. ”Rencana Indonesia adalah mengompensasi selisih ekspor-impor yang besarnya di kisaran 18 miliar-19 miliar USD. Indonesia akan membeli barang dari AS sesuai kebutuhan dalam negeri dengan nilai mendekati angka tersebut,” ujar Airlangga. (Yoga)
Tarif Donlad Trump Beban Rakyat US
Pemerintah Telah MenyiapkanEmpat Proposal Negosiasi
Atasi ”Virus” Tarif Trump dengan ”Ramuan” Indonesia
Dengan kebijakan tarif baru impor yang diterapkannya, Presiden AS, Donald Trump seolah tengah mengubrak-abrik tatanan global. Dengan jemawa ia mengatakan, para kepala negara pasti segera menghubunginya, meminta untuk bernegosiasi dan ia yakin Washington dengan mudah mendiktekan keinginannya. Awalnya, dunia bersikap sebagaimana yang Trump inginkan. Tapi, banyak pihak justru bersikap sebaliknya. Uni Eropa, China, dan Kanada membalas. Bahkan, China mengenakan tarif impor lebih dari 100 % pada produk asal AS. Situasi ini tentu tidak sehat. Banyak pihak telah menegaskan, perang dagang tidak memberikan keuntungan apa pun, kepada siapa pun.
Tatanan pasar bebas yang lebih kompetitif, adil, dan stabil dengan lahirnya WTO pada 1995, yaitu sebagai tindak tindak lanjut GATT, yang diprakarsai oleh AS malah ”direcoki” Trump dengan kebijakan yang cenderung mementingkan diri sendiri. Saat pandemi Covid-19 membatasi ruang gerak manusia, sejumlah negara sepakat membentuk ”ruang terbatas” bersama untuk menjaga perdagangan agar tetap berjalan dan merawat sikap saling percaya. Langkah awal itu berhasil menjaga rantai pasok global tetap beroperasi, kinerja ekonomi terjaga. Dunia pun perlahan pulih dari deraan pandemi. Indonesia yang pada 2022 mengampu keketuaan G20 sengaja menggelorakan semboyan ”Recover Together, Recover Stronger” sebagai tajuk presidensi.
Semboyan itu seolah ”melawan” kecenderungan yang sempat menguat di awal pandemi, yaitu ”virus” ingin selamat sendiri. Lewat semboyan itu, Indonesia menegaskan, untuk bisa pulih sepenuhnya dari pandemi, hal yang mutlak diperlukan adalah kerja sama. Dengan semboyan itu, dalam relasi global, Indonesia menegaskan pentingnya multilateralisme. Indonesia meyakini, dengan metode itu, tidak satu pun negara diabaikan dan ditinggalkan sendiri dalam keterpurukan. Kata kuncinya adalah kebersamaan dan sikap saling percaya. Itulah ramuan untuk bangkit dan itu terbukti. Meskipun terkesan naif, ”ramuan” yang sama dapat diuji lagi untuk menanggapi tekanan Trump. Kerja sama kawasan dapat dioptimalkan untuk memperkuat nilai tawar, memperkuat sekaligus memperlebar alternatif pasar, serta memberi tekanan balik kepada Trump. (Yoga)
Perang Dagang Trump dan Xi Jinping
Amerika Serikat, Tujuan Ekspor Produk Perikanan Terbesar Indonesia
Buruh terlihat sedang membongkar ikan hasil tangkapan dari Laut Arafura di Dermaga Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, Jumat (11/4/2025). Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor perikanan terbesar selama tahun 2024 dengan nilai 1,9 miliar dollar AS atau setara dengan 32 persen dari total nilai ekspor perikanan Indonesia. Pengenaan tarif resiprokal AS sebesar 32 % bakal berdampak besar pada turunnya ekspor perikanan ke AS. (Yoga)
Penentu Pertumbuhan Ekonomi Diperkirakan Hanya 4,5%
Penguatan Daya Saing Harus Semakin Menguat
Tarif Memukul, Investor Tinggalkan Dolar AS
Pilihan Editor
-
Evaluasi Bantuan Langsung Tunai BBM
11 Oct 2022 -
Alarm Inflasi Mengancam Sektor Retail
11 Oct 2022 -
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi
10 Oct 2022









