Bursa
( 810 )Perusahaan Mode dan Fiber Optik Masuk Bursa
Emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin beragam. Kamis (10/11), ada dua emiten baru lagi di bursa. PT Bersama Zatta Jaya Tbk merupakan emiten yang bergerak dalam bidang produksi mode Muslim. Emiten baru lainnya adalah PT Ketrosden Triasmitra Tbk yang memberikan layanan pembangunan, penjualan, dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi kabel fiber optik. Zatta menjadi emiten ke-53 yang tercatat di bursa pada tahun 2022 disusul oleh Ketrosden. (Yoga)
Emiten Bursa Capai 52 Perusahaan Tahun Ini
Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan dua emiten baru, yakni PT Puri Sentul Permai Tbk dan PT Primadaya Plastisindo Tbk, Rabu (9/11). Dengan tambahan itu, total emiten baru yang tercatat di BEI tahun ini mencapai 52 emiten. ”Jadi, perusahaan publik adalah awal langkah untuk utilisasi pasar modal,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna pada seremoni pencatatan perdana saham dua perusahaan tersebut. (Yoga)
Resmi Melantai, Blibli Efisienkan Operasi
PT Global Digital Niaga Tbk, pemilik grup bisnis e-dagang Blibli.com, resmi menjadi perusahaan tercatat di BEI, Selasa (8/11). Harga per lembar saham saat pembukaan pasar Rp 450, sempat menyentuh Rp 472, dan ditutup dengan harga Rp 450. Perusahaan berharap perolehan dana dipakai untuk membayar utang dan membiayai operasionalisasi kinerja. Co-Founder dan CEO PT Global Digital Niaga Tbk Kusumo Martanto, saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/11/2022), mengatakan, utang yang dimaksud berasal dari perbankan dengan total Rp 5,4 triliun. Total dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO), sebesar Rp 8 triliun, menurut rencana akan dipakai sebagian untuk membiayai utang.
”Kami melihat perekonomian Indonesia masih baik. Konsumsi rumah tangga masih bagus. Kami terus mencari mitra pemegang merek atau UMKM berkualitas untuk bersama-sama mengejar optimalisasi (kerja Blibli.com),” ujar Kusumo. CEO Tiket.com George Hendrata mengatakan, efisiensi operasionalisasi masih tetap dilakukan oleh PT Global Digital Niaga Tbk. Tiga tahun terakhir, perusahaan berhasil membukukan margin efisiensi dua digit. Sebelumnya, Blibli, Tiket.com, dan Ranch Market telah menyatukan ekosistemnya. ”Kami juga berusaha membangun bisnis yang berkelanjutan. Bisnis agen perjalanan daring dan penjualan groceries (bahan pangan sehari-hari) secara daring telah terbukti jadi bisnis yang menguntungkan. Di luar negeri, perusahaan yang menjalankan dua bisnis itu telah menjadi perusahaan terbuka,” tutur George. (Yoga)
Segera IPO, Pertamina Geothermal Energy Gaet Mitra Strategis
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak usaha PT Pertamina Power Indonesia, dikabarkan bakal menggaet mitra strategis dalam waktu dekat, seiring rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PGE. “PGE ini dalam beberapa minggu ke depan, Insya Allah akan ada kabar baik, di mana kami sedang menyukseskan istilahnya unlock value atau menggaet mitra strategis supaya kami bisa mengembangkannya lagi,” kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Power Indonesia Fadli Rahman di acara Ngopi BUMN, Selasa (8/11). Melalui kemitraan bersama investor strategis itu, Fadli menargetkan, nantinya PGE dapat meningkatkan kapasitas produksi panas bumi di Indonesia. “Sebab, bukan mustahil ketika kapasitas PGE ini berhasil ditingkatkan, dalam waktu lima tahun, Indonesia akan menjadi produsen panas bumi terbesar di dunia. Selama ini, Indonesia menjadi produsen panas bumi terbesar kedua di dunia. Jadi, ini target kami,” tutur Fadli.
Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengatakan, pihaknya mendorong PGE untuk IPO di Bursa Efek Indonesia. Langkah itu dilakukan agar PGE mendapatkan akses dana untuk pengembangan energi listrik panas bumi. Terlebih, potensi panas bumi di Indonesia sangat melimpah, yakni mencapai 24 GW, sementara yang baru dikembangkan hanya 2,1 GW. Sementara itu Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi sebelumnya mengungkapkan, rencana IPO PGE masih dalam proses. Diperkirakan, IPO subholding Pertamina ini bisa digelar pada tahun ini atau awal tahun depan. “Tadi ada juga pertanyaan kalau gak salah di WA itu, mengenai Pertamina Geothermal. Ini juga masih dalam proses. Mudah-mudahan bisa tahun ini atau mungkin awal tahun depan,” ungkap dia dalam konferensi pers Prioritas Kebijakan dan Penguatan Pengawasan Pasar Modal, baru-baru ini. (Yoga)
Sentimen Positif Mengerek Indeks Hingga Akhir Tahun
Di tengah bayangan resesi ekonomi dunia dan akselerasi kenaikan suku bunga acuan sejumlah bank sentral, ekonomi Indonesia diyakini tetap bertumbuh inklusif. Bagusnya laporan keuangan emiten kuartal ketiga menambah kuat sentimen positif para pelaku pasar. IHSG di Bursa Efek Indonesia BEI bakal terkerek menembus level 7.500 di akhir Desember 2022, naik 6% dari posisi Jumat (4/11). Seperti tahun sebelumnya, window dressing yang dilakukan para manajer investasi ikut mengerek indeks. Namun, capital outflow akibat kenaikan fed funds rate (FFR), suku bunga acuan Bank Sentral AS, bisa menjadi faktor penghambat yang harus diwaspadai.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta memproyeksikan, IHSG pada akhir November ini berada di rentang 6.927-7.157, sebelum akhirnya menguat lagi hingga akhir 2022. IHSG ditutup naik 0,16% pada perdagangan Jumat (4/11) ke 7.045,5. “Dari domestik, yang paling dinantikan adalah data PDB Indonesia kuartal III-2022, yang kami perkirakan naik ke 5,6% dari 5,44% di kuartal II dan 5,01% triwulan I. Jadi, otomatis, jika hasilnya sesuai atau di atas ekspektasi, hal ini bisa memberikan katalis positif mengangkat IHSG,” kata Nafan kepada Investor Daily, Sabtu (5/11). Menkeu Sri Mulyani yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 di atas 5,5% (yoy). Pada kuartal IV, pertumbuhan diperkirakan di atas 5% sehingga sepanjang tahun ini mencapai 5,2%, dan tahun depan bisa 5,3%. (Yoga)
OJK Catat Ada 61 Calon Emiten Tengah Mengantre IPO
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengantongi 99 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp 83,32 triliun dalam
pipeline
penghimpunan dana per 25 Oktober 2022. Dari jumlah tersebut, setidaknya ada 61 perusahaan dalam antrean penawaran umum perdana saham di OJK.
Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi menyebut minat perusahaan melakukan penghimpunan dana di pasar modal masih terlihat tinggi. "Di
pipeline, masih terdapat 99 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp 83,32 triliun. Rencana penawaran umum oleh emiten baru sebanyak 61 perusahaan," ucapnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (3/11).
Perinciannya, ada 61 perusahaan yang sudah bersiap menggelar penawaran umum perdana saham alias
initial public offering
(IPO), dengan nilai emisi Rp 27,58 triliun. Kemudian ada 22 penawaran umum terbatas (PUT) yang nilai emisinya mencapai Rp 37,20 triliun.
RHB Akan Merilis Lima Waran Terstruktur
Usai merilis tiga seri waran terstruktur pada September 2022, RHB Sekuritas menyiapkan lagi lima waran terstruktur baru. Kelima waran ini bakal dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2022.
Kelimanya adalah waran terstruktur dengan aset dasar PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan kode PGASDRCK3A. Waran terstruktur PT Bank Central Asia Tbk berkode BBCADRCK3A dan waran terstruktur PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan kode BMRIDRCK3A.
Selain itu, waran terstruktur PT Aneka Tambang Tbk berkode ANTMDRCK3A, serta waran terstruktur PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan kode MDKADRCK3A.
Adapun dalam website resminya, RHB Sekuritas menjelaskan bahwa pemasaran perdana lima waran terstruktur dibuka pada 4-7 November 2022. Lima waran terstruktur yang ditawarkan itu jatuh tempo pada 10 Mei 2023.
Untuk waran terstruktur PGASDRCK3A, unit yang ditawarkan 35 juta dengan harga penawaran Rp 77-Rp 143 per unit. Lalu, seri BBCADRCK3A 10 juta unit dengan harga Rp 348-Rp 650 per unit, ANTMDRCK3A 25 juta unit Rp 121-Rp 226 per unit.
BMRIDRCK3A ditawarkan di harga Rp 434-Rp 805 per unit dengan jumlah unit ditawarkan 10 juta. Lalu, seri MDKADRCK3A sebanyak 15 juta unit dengan harga tawaran Rp 214-Rp 398 per unit.
Ramai IPO, Harga di Kiri Jadi Pilihan
Sejumlah calon emiten telah menetapkan harga penawaran
initial public offering
(IPO). Mayoritas perusahaan tersebut menetapkan harga IPO di batas kiri dari rentang harga penawaran saat
bookbuilding.
Contohnya, PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) yang menetapkan harga IPO senilai Rp 900 dari rentang harga
bookbuilding
Rp 900-Rp 950. PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) juga menetapkan harga IPO di batas minimal yaitu Rp 690 dari rentang harga Rp 690-1.280.
Vice President
Infovesta Utama Wawan Hendrayana mencermati, meski rata-rata perusahaan tersebut menetapkan harga IPO di batas kiri, tidak berarti IPO tersebut sepi peminat. "Justru membuka peluang harganya menguat pada awal perdagangan," ujarnya, Rabu (2/11).
Saham Jagoan Pelawan Inflasi & Bunga Tinggi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali diuji kekuatannya. Pekan ini, pelaku pasar akan mencermati dua momen penting terkait indikator makro ekonomi, yang akan menentukan arah IHSG ke depan. Pertama, pengumuman data inflasi Indonesia periode Oktober 2022. Kedua, pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) atau rapat dewan gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed). Hasil konsensus pasar, inflasi Indonesia masih akan berada di kisaran 6% secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dibanding inflasi tahunan di periode September 2022 yang tercatat masih di level 5,95%. Sejumlah indeks sektoral pun masih ada yang bertengger di zona merah. Dari 11 indeks sektoral yang ada di BEI, lima di antaranya masih mencatat kinerja negatif sejak awal tahun. Penurunan terbesar diduduki indeks sektor teknologi dan properti yang masing-masing anjlok 27,78% dan 10,61%. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya ssepakat, kinerja saham konsumer masih prospektif karena pada 2023 seiring ada pemilihan umum. Untuk itu, Cheril menjagokan saham MYOR dan UNVR untuk dikoleksi. Sedangkan Lukman merekomendasikan buy on weakness saham ICBP dengan target harga Rp 10.400, buy INDF dengan target harga Rp 6.800, buy on breakout MYOR dengan target Rp 2.460, dan buy on weakness UNVR dengan target harga Rp 6.000. Sementara Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memilih saham perbankan sebagai jagoannya. Dia merekomendasikan buy saham emiten bank BUKU IV, yakni BBCA, BMRI, BBNI dan BBRI.
Situasi Kondusif, BEI Naikkan Target
Manajemen BEI optimistis situasi politik dan ekonomi pada tahun 2023 makin membaik. BEI menaikkan beberapa target, sekaligus akan meluncurkan produk-produk baru yang akan memberikan lebih banyak pilihan kepada para investor. BEI memproyeksikan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2023 mencapaiRp 14,75 triliun. Selain itu,target pencatatan efek baru pada 2023 menjadi 70 efek baru yang terdiri dari pencatatan efek saham, obligasi korporasi baru, dan pencatatan efek lainnya, meliputi Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), dan Efek Beragun Aset (EBA). ”RNTH pada 2023 ditargetkan sebesar Rp 14,75 triliun, sementara capaian RNTH pada 2022 sebesar Rp 13,75 triliun yang berarti ada peningkatan Rp 1 triliun per hari. Kami optimistis angka pada 2023 akan naik. Per minggu ini, RNTH sebesar Rp 15,1 triliun,” ujar Dirut BEI Iman Rachman seusai RUPS Luar Biasa BEI, Rabu (26/10) di Jakarta.
Iman menambahkan, pada 2023 BEI juga sudah mempersiapkan beberapa produk. Waran terstruktur yang sudah mulai diluncurkan akan ditambah, baik produk maupun sekuritas anggota bursa yang mengeluarkannya. Selain itu,BEI akan mengeluarkan indeks future, juga memperdalam transaksi karbon bersama PT Pertamina (Persero) dan mungkin akan berkembang ke BUMN yang lain. Pada 2023, BEI juga menargetkan ada 70 pencatatan baru. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyebutkan, BEI optimistis dengan target tersebut karena inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang masih di kisaran 5 %. Direktur BEI Risa Rustam menambahkan, investasi asset tetap tahun 2023 naik 1,5 kali lipat dari Rp 116 miliar pada 2022 menjadi hampir Rp 300 miliar karena ada proyek yang signifikan, seperti peningkatan sistem perdagangan, implementasi repo, perdagangan karbon, dan pembelian gedung baru untuk kantor perwakilan BEI di sejumlah daerah. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Pola Belanja Mainan anak selama pandemi
30 Jun 2020 -
Harga Bawang Merah Kian Tinggi
24 Jun 2020









