Bursa
( 810 )Laju Bursa Saham Lokal Mulai Tertinggal dari Regional
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak lunglai di tengah musim laporan keuangan emiten. Padahal emiten yang sudah merilis laporan keuangan tahun 2022 menunjukkan hasil kinerja cukup positif. Sepanjang bulan ini, IHSG tak banyak bergerak dari kisaran 6.800-6.900. Pada perdagangan Senin (20/2), IHSG juga turun tipis 0,01% ke level 6.894,72. Alhasil, sepanjang tahun berjalan 2023, indeks saham hanya menguat 0,64%, masih jauh tertinggal dari bursa regional lainnya yang rata-rata menguat 4%-10%.
Jalan IHSG kembali ke level 7.000 nampaknya masih terjal. Pasalnya, pergerakan IHSG kali ini cukup sensitif terhadap kebijakan bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed).
Head of Research
Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, arah suku bunga The Fed pada
Federal Open Market Committee
(FOMC) mendatang masih akan menjadi fokus utama perhatian pasar. Selain itu, IHSG masih dibayangi oleh pelemahan harga komoditas energi.
Tapi
Deputy Head of Research
Sinarmas Sekuritas Ike Widiawati menilai, pelemahan IHSG hanya bersifat jangka pendek. Jika kekhawatiran mengenai suku bunga The Fed mereda, IHSG akan kembali disetir oleh sentimen domestik yang positif. Apalagi, data inflasi hingga cadangan devisa menunjukkan angka yang solid.
Resmi Melandai Bursa, KING Siap Genjot Kinerja di 2023
PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/2). Emiten penyedia jasa
outsourcing
ini jadi perusahaan tercatat ke-18 yang melantai di BEI tahun ini.
Dalam penawaran umum perdana saham atau
initial public offering
(IPO), KING menerbitkan sebanyak 520 juta saham atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Hoffmen Cleanindo mematok harga IPO Rp 130 per saham. Dus, dari aksi korporasi ini, KING meraup dana sekitar Rp 67,6 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan KING untuk berbagai keperluan usaha.
Rudy Japarto, Presiden Direktur Hoffmen Cleanindo, menyebutkan, sekitar 95% dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja. Perinciannya, 83% untuk pembayaran gaji pegawai tidak tetap dan sekitar 12% untuk pembelian peralatan penunjang. Sisa dana IPO 5% untuk setoran modal pada anak perusahaan, yakni PT Hoffmen Parkindo.
Rudy berharap, masuknya KING ke pasar modal dapat meningkatkan kinerja di tahun ini dan masa depan. Dia menargetkan, tahun ini pendapatan KING mencapai Rp 230 miliar, naik dari tahun 2022 sebesar Rp 220 miliar.
Selain pendapatan, Rudy juga menargetkan laba bersih KING tahun ini tumbuh.
Gara-Gara Meikarta Saham Jadi Merana
Sengkarut sengketa pembangunan unit apartemen Meikarta di Cikarang, Jawa Barat antara PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) dan konsumennya, membuat saham emiten properti Grup Lippo bergerak naik turun bak
rollercoaster.
Contoh saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK). Pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (14/2), saham LPCK ditutup di Rp 970 atau turun 1,02% dibanding penutupan hari sebelumnya.
Tapi, pada penutupan pasar Rabu (15/2), harga saham LPCK tiba-tiba
rebound
dengan kenaikan hingga 4,64% ke posisi Rp 1.015. Dus, sejak awal 2023, saham LPCK naik 1,50%. Sedang saham sang induk tetap tidak bergerak di level Rp 85, dengan kenaikan sejak awal tahun ini 7,59%.
Research & Consulting Manager
Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro menilai, sejatinya harga saham LPCK dan LPKR saat ini sedang berada dalam
fase downtrend. Pemicunya adalah persepsi risiko investor terhadap dampak dari masalah pembangunan apartemen Meikarta yang belum diselesaikan grup Lippo.
Minat IPO Tetap Tinggi di Tahun Politik
JAKARTA, ID - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan, minat perusahaan untuk menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tetap tinggi di tahun politik 2023. Tahun ini, BEI menargetkan 70 perusahaan mencatatkan saham perdana (listing) di bursa, naik dari tahun lalu sebanyak 59. Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong terciptanya pasar modal yang efisien, sesuai Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Artinya, satu infrastruktur pasar modal, seperti BEI diharapkan tidak hanya memperdagangkan saham, tetapi juga bisa memperdagangkan instrumen keuangan di luar itu melalui prinsip market interoperability. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyatakan, pasar modal Indonesia selama 2022 menorehkan kinerja impresif. Bahkan, semua indikator yang ditetapkan BEI melebihi target. (Yetede)
Pasar Waran Terstruktur Semakin Subur
Pilihan memutar uang bagi penggemar risiko bertambah. PT Maybank Sekuritas Indonesia resmi mencatatkan penerbitan delapan waran terstruktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (13/2).
Selama masa penawaran 2 Februari-6 Februari 2023, delapan waran terstruktur itu dibanderol Maybank mulai Rp 306 hingga Rp 570 per unit. Sedang harga pelaksanaan instrumen derivatif itu berkisar Rp 1.750 hingga Rp 9.000.
Underlying asset
yang digunakan Maybank untuk waran terstrukturnya adalah saham konstituen IDX30. Masing-masing saham TLKM, ANTM, ASII, BBCA, BBRI, MDKA, PGAS, dan PTBA.
Stefany Chew,
Structured Warrants Manager, Maybank Sekuritas menyebut alasan memilih saham IDX 30 sebagai aset dasar waran terstruktur. "Saham emiten ini punya likuiditas dan fundamental yang teruji," kata Stefany kepada Kontan, Senin (13/2).
Steinly Atmanagara, Head of Sales & Marketing Equity Derivative RHB Sekuritas mengatakan, waran terstruktur sangat diminati. Ini merujuk ke volume transaksinya yang meningkat setiap bulan.
Banjir Duit di Bursa dari Aksi Korporasi Emiten Bank
Sejumlah emiten saham perbankan bersiap menggelar aksi korporasi. Mulai dari aksi pemecahan nominal saham alias
stock split, penerbitan obligasi, menerbitkan saham baru (rights issue) hingga pembelian saham kembali (buyback).
Ambil contoh aksi korporasi Bank Mandiri Tbk (BMRI). Bank pelat merah ini berencana memecah nilai nominal saham dengan rasio 1:2. Tak mau kalah dengan sesama bank BUMN, Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga berencana melakukan
buyback
saham. BBNI dan BBRI akan melakukan pembelian saham kembali alias
buyback, masing-masing Rp 905 miliar dan Rp 1,5 triliun.
Bank swasta pun tak ketinggalan. Untuk menambah modal, sejumlah bank swasta akan menggelar rights issue. Misalnya Bank KB Bukopin (BBKP) akan lepas 120 miliar saham baru dan Bank QNB Indonesia (BKSW) akan melepas 14,72 miliar saham baru.
Kepala Riset Aldiracita Sekuritas Agus Pramono menilai, maraknya aksi korporasi emiten bank di awal tahun 2023 tak lepas dari sejumlah pertimbangan. Pertama, memanfaatkan momentum. Saat ini saham emiten bank masih jadi primadona investor.
Kedua, emiten menghimpun dana untuk bisa memuluskan langkah ekspansi dan menutupi kebutuhan modalnya.
Saham Pelat Merah Tidak Selalu Rapornya Merah
Daftar emiten BUMN di bursa saham bakal bertambah. Bila tak ada aral melintang, Pertamina Geothermal Energy (PGE) mengincar bisa mencatatkan saham di bursa 24 Februari nanti.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Desy Israhyanti menilai saham PGE cukup menarik. Selain kinerja keuangannya tumbuh, "Kami melihat prospek bisnisnya juga menarik dalam jangka menengah dan panjang," kata dia, kemarin.
Namun santer terdengar pelaku pasar meragukan prospek saham pelat merah ini. Apalagi, perusahaan pelat merah yang IPO dua tahun terakhir harganya kini jatuh ke bawah harga IPO.
Di antara emiten BUMN, BBRI mencetak imbal hasil tertinggi, 5.328,57% setelah IPO. Selain BBRI, BMRI, PTBA dan TLKM juga memberi
return
ribuan persen.
Research Analyst
Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani mengatakan, mayoritas emiten BUMN masih punya daya tarik. Persepsi investor masih cenderung menilai kinerja emiten BUMN bisa stabil dengan potensi
return
positif untuk jangka panjang. "Ekspektasinya tingkat
return
lebih konsisten dan terjamin dibandingkan swasta," ujar Arjun, Minggu (5/2).
Bursa Dorong Transaksi Waran Terstruktur
Bursa Efek Indonesia mengembangkan produk waran terstruktur untuk menjaring lebih banyak perusahaan masuk bursa. Target rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2026 mencapai 5 % dari total RNTH di bursa. Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, Kamis (2/2) mengatakan, saat ini baru ada satu anggota bursa yang menerbitkan waran terstruktur, yaitu RHB Sekuritas. (Yoga)
Dibayangi Wait and See Pasar
Akhirnya, pasar saham dalam negeri menutup Januari tahun 2023 tanpa
January effect. Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,48% ke level 6.839,34. Bila dihitung sejak awal tahun, IHSG mencetak pelemahan 0,16% sepanjang Januari ini.
Analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melemah hari ini. Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mencermati, secara teknikal, indikator stochatic RSI bergerak turun dari
overbought area
dan terbentuk penyempitan
positive slope
pada MACD.
Keduanya mengindikasikan potensi koreksi lanjutan dengan
support
level 6.740-6.760 dan level
resistance
di posisi 6.880. "Pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh sikap
wait and see
pelaku pasar jelang rilis pengumuman FOMC dan rilis data inflasi Indonesia periode Januari," jelas dia, Selasa (31/1).
Incar Laba 30%, DCII Siapkan Belanja Modal Rp 500 Miliar
Perusahaan data center, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengincar pertumbuhan laba bersih hingga 30% di tahun 2023. Demi mencapai target kinerja tersebut, DCII menganggarkan belanja modal (capex) Rp 500 miliar.
"Kalau laba bersih bisa tumbuh lebih dari 20% sampai dengan 30%. Jadi lebih banyak efisiensi operasional," kata Otto Toto Sugiri, Presiden Direktur DCII, saat ditemui KONTAN di Jakarta, akhir pekan lalu.
Otto menuturkan, mayoritas dana belanja modal akan digunakan untuk membangun
data center. "Tahun ini, kira-kira capex sebesar Rp 500 miliar, untuk pembangunan
data center
di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat," katanya.
Pilihan Editor
-
Jalan Berliku Energi Ramah Lingkungan
25 Sep 2020 -
Membaik, Belanja Iklan Tembus RP 122 T
27 Aug 2020 -
Isu Kepemilikan Asing Kembali Mencuat
30 Jul 2020 -
Langsa Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang
14 Aug 2020 -
Bisnis Laptop Laris Manis di Masa Pandemi
13 Aug 2020









