;
Tags

Bursa

( 810 )

Di Bawah Tekanan Inflasi dan Resesi Global

KT3 03 Oct 2022 Tempo

Bursa saham domestic dipastikan kembali melaju meski pekan lalu sempat melemah sejalan dengan sentiment bursa global akibat ancaman tekanan inflasi hingga resesi global yang masih cukup tinggi. Kondisi fundamental makro ekonomi Indonesia dinilai cukup kuat. Dari sisi inflasi misalnya, meski ada kenaikan, Indonesia tidak setinggi negara lain,” ujar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta akhir pekan lalu. Menurut dia, investor terus mencermati kinerja pemerintah menstabilkan perekonomian, khususnya untuk menjaga tingkat inflasi tetap di kisaran target 3 plus minus 1 %.Terlebih untuk jangka panjang, iklim investasi di Indonesia diyakini tetap sehat dn prospektif, khususnya di sector-sector yang berdaya tahan di bawah ancaman resesi. (Yoga)


Prospek Kinerja PGAS Masih Akan Ngegas

HR1 29 Sep 2022 Kontan

Kenaikan harga jual rata-rata dan pertumbuhan volume distribusi gas akan menjadi pendorong kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) hingga akhir tahun ini. Saham PGAS pun masih punya peluang penguatan jangka panjang. Analis Panin Sekuritas Christian Anderson Yuwono mengatakan, saham-saham berbasis komoditas pada umumnya memiliki kecenderungan untuk bergerak positif sejalan harga komoditas dasarnya. Direktur Utama Perusahaan Gas Negara M. Haryo Yunianto mengatakan, kinerja operasional tumbuh positif. Volume niaga gas mencapai 930 billion british thermal unit per day (bbtud) di semester pertama 2022. Realisasi ini naik 4,1% secara tahunan.

Terseret Pelemahan Rupiah

HR1 27 Sep 2022 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,71% ke posisi 7.127,50 pada akhir perdagangan Senin (26/9). Indeks saham melemah seiring pelemahan nilai tukar rupiah. Hari ini, pergerakan IHSG masih akan dibayangi pergerakan mata uang Garuda. Analis Sinarmas Sekuritas Mayang Anggita menganalisa, secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju MA60 di 7.030. Hitungan Mayang, IHSG bahkan bisa menyentuh level support terendah sebelumnya di 7.015. "Pelemahan ini merupakan koreksi wajar, mengingat IHSG telah rally sejak pertengahan Juli lalu," tutur dia, kemarin.

IHSG DIBAYANGI BUNGA ACUAN

HR1 22 Sep 2022 Bisnis Indonesia (H)

Arah kebijakan suku bunga acuan yang diambil Bank Indonesia (BI) dan The Federal Reserve terus menjadi sorotan para pelaku pasar saham. Apalagi, sejumlah ekonom memperkirakan bank sentral tersebut akan meneruskan kebijakan pengetatan moneter. Alhasil, diversifikasi portofolio dinilai dapat menjadi mitigasi yang dapat dilakukan investor di tengah risiko volatilitas pasar. Menjelang pengumuman suku bunga acuan BI dan The Fed, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami koreksi 0,12% ke level 7.188,31 pada akhir perdagangan Rabu (21/9). IHSG kian menjauh dari rekor all-time-high penutupan perdagangan yang disentuh pada Selasa (13/9) di level 7.318,01. Kendati demikian, indeks komposit tercatat menguat 9,22% sepanjang tahun berjalan 2022. Performa IHSG itu menjadi jawara di antara bursa lain di Asia Tenggara. Saat ini, pelaku pasar tengah menantikan pengumuman suku bunga The Fed yang akan disampaikan pada Kamis (22/9) dini hari waktu Indonesia. Kalangan analis menyebut Bank Sentral Amerika Serikat itu bakal mendongkrak Fed Fund Rate sebesar 75 bps hingga 100 bps dari posisi saat ini sebesar 2,5%.

Ada 29 Calon Emiten Antre IPO

HR1 21 Sep 2022 Kontan

Sepanjang tahun 2022, sudah ada 44 emiten baru yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Total nilai emisi dari 44 IPO tersebut mencapai Rp 21,8 triliun sampai dengan 20 September 2022. Jumlah tersebut berpotensi terus bertambah hingga akhir tahun 2022. Mengingat, saat ini ada 29 perusahaan dalam pipeline penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, daftar calon emiten tersebut didominasi oleh perusahaan dengan aset skala besar, yakni sebanyak 18 perusahaan. Disusul tujuh perusahaan aset skala menengah dan empat perusahaan aset skala kecil. Nyoman menyampaikan, dari 29 calon perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham, beberapa diantaranya menargetkan emisi lebih dari Rp 1 triliun. Calon emiten tersebut berasal dari sektor Energi, Teknologi, dan Keuangan.


UJIAN MILENIAL DI PASAR MODAL

HR1 27 Aug 2022 Bisnis Indonesia (H)

Baik dari sisi konsistensi dalam menanamkan modalnya maupun dalam mempertebal pengetahuan agar industri ini semakin melesat. Meningkatnya jumlah investor milenial di pasar modal perlu terus dijaga, baik dari sisi konsistensi dalam menanamkan modalnya maupun dalam mempertebal pengetahuan agar industri ini semakin melesat. Kalangan investor milenial seringkali terjebak untuk meraih keuntungan dalam jangka pendek tanpa pengetahuan yang cukup. Selain itu, keputusan untuk masuk ke pasar modal karena sekadar mengikuti tren sesaat. Regulator perlu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan investor, utamanya generasi milenial itu agar keberadaannya mampu berkontribusi terhadap perekonomian. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat minat masyarakat, terutama generasi milenial untuk berinvestasi di pasar modal makin meningkat. Ini tercermin dari terus bertambahnya jumlah investor yang mencapai 9,45 juta orang hingga pertengahan Agustus 2022. Jumlah tersebut naik 26,14% dibandingkan dengan jumlah investor pada akhir 2021 sebanyak 7,49 juta. Besarnya antusiasme kalangan muda menjadi investor pasar modal tak lepas dari signifikansi perkembangan pemanfaatan teknologi keuangan yang memudahkan proses transaksi di lantai bursa tersebut.


BSI dan Bank Raya Bersiap ”Right Issue”

KT3 19 Aug 2022 Kompas

Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Raya berencana menambah modal dengan melakukan hak memesan efek terlebih dahulu atau right issue. Namun, kedua bank masih harus meminta persetujuan dari para pemegang saham. Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho, Kamis (18/8) menyatakan, dana dari right issue itu akan digunakan untuk penyaluran pembiayaan. (Yoga)

KLIN Ekspor Pel ke Amerika

HR1 16 Aug 2022 Kontan

Produsen alat kebersihan, PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN) resmi merambah pasar ekspor. Terbaru, perusahaan telah mengirimkan 100.000 pieces (pcs) mop head (alat pel) refil ke Amerika Serikat (AS). Direktur Utama KLIN Anggun Supanji menuturkan ekspor ini merupakan awal dari realisasi kontrak kerja jangka panjang di Negeri Paman Sam itu. Selain itu, Klinko telah mengantongi dua pesanan lain yang sedang disiapkan untuk total pesan 100.000 pcs mop head refil

ASING RAMAIKAN LANTAI BURSA

HR1 13 Aug 2022 Bisnis Indonesia (H)

Kembali derasnya aliran modal investor asing ke pasar saham Indonesia menjadi suntikan tenaga bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Saham blue chips dengan fundamental kuat di sektor perbankan, telekomunikasi, komoditas, dan otomotif diproyeksi mendapat berkah. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sepanjang tahun berjalan 2022, transaksi investor asing mencetak beli bersih atau net buy sebesar Rp60,33 triliun. Angka itu termasuk net buy Rp4,21 triliun sepanjang pekan ini. Aksi borong asing di pasar saham berbanding terbalik dengan kondisi di pasar surat utang negara. Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, kepemilikan asing di surat berharga negara (SBN) tradeable menyusut Rp127,91 triliun sejak awal tahun hingga Rabu (10/8). Kendati demikian, investor asing kembali menambah kepemilikan di SBN sebesar Rp12,19 triliun sepanjang 1—10 Agustus 2022. Adapun, net buy asing di pasar saham membuat IHSG sepekan terakhir menguat 0,63% ke level 7.129,27 pada akhir perdagangan Jumat (12/8). Vice President PT Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan arus modal asing akan terus berlangsung pada kuartal III/2022.

Saham Empat Bank Bakal Moncer Hingga Akhir Tahun

KT1 10 Aug 2022 Investor Daily ( H)

Meski sudah 45 tahun diaktifkan kembali, pasar modal Indonesia dinilai kurang atraktif, terutama bagi pemodal besar dan investor asing. Salah satu penyebab utama adalah minimnya variasi produk. Hingga saat ini, produk yang dijual masih terbatas pada saham, obligasi, dan reksa dana. Sudah lama kalangan investor dan manajer investasi mengharapkan sejumlah produk turunan dari saham dan obligasi seperti stock futures, stock options, foreign exchange futures, foreign exchange option, dan interest rate futures. Selain minim variasi produk, Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai gagal menjadi filter yang baik untuk mendapatkan emiten berkualitas. Sebagian dari 809 emiten yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/08/2022), adalah saham berkapitalisasi kecil, di bawah Rp 5 triliun, yang rawan menjadi saham gorengan. Dari sisi permintaan, jumlah investor baru 9,4 juta. Tidak sebanding dengan jumlah kelas menengah yang sudah mencapai 55 juta atau 20% dari penduduk Indonesia. (Yetede)