Sebanyak Rp 35,45 Triliun Dianggarkan untuk Infrastruktur Dasar IKN
Kementerian PUP menganggarkan Rp 35,45 triliun untuk pembangunan
infrastruktur dasar Ibu Kota Nusantara atau IKN pada 2024, yang digunakan untuk
pembangunan pengendalian daerah aliran sungai, bendungan, dan pembangunan jalan
tol. Dalam Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Kementerian PUPR, Senin (1/4)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, tahun 2024 pihaknya anggarkanRp
35,45 triliun untuk pembangunan infrastruktur dasar IKN. Anggaran itu tersebar
di empat ditjen, yakni Ditjen Sumber Daya Air, Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta
Karya, dan Ditjen Perumahan. ”Angka ini meningkat dari anggaran pembangunan
infrastruktur dasar IKN pada 2023 yang sebesar Rp 24,97 triliun,” ujar Basuki.
Anggaran sebesar Rp 1,58 triliun diberikan untuk Ditjen
Sumber Daya Air. Pembangunan itu, antara lain, untuk pengendalian banjir daerah
aliran Sungai (DAS) Sanggai yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintah
(KIPP), penyempurnaan dan penataan kawasan Bendungan Sepaku Semoi, serta
pembangunan Embung KIPP dan DAS Pemaluan. Ditjen Bina Marga memperoleh anggaran
Rp 16,67 triliun, untuk pembangunan jalan akses menuju masjid di kawasan IKN
dan dermaga logistik, jalan tol, serta pembangunan bandara VVIP (sisi landasan
utara). Ditjen Cipta Karya memperoleh anggaran Rp 11,44 triliun, untuk pembangunan,
antbangunan kawasan istana kepresidenan, kantor Otorita IKN, dan sarana
prasarana pemerintah. Ditjen Perumahan memperoleh anggaran Rp 5,76 triliun, untuk
pembangunan, rumah tapak jabatan menteri dan lanjutan pembangunan rusun ASN. (Yoga)
IHSG ”Kebakaran” Jelang Libur Panjang Lebaran
Indeks Harga Saham Gabungan di awal April kembali melanjutkan
pelemahan sejak pekan lalu. Beragam sentimen dalam negeri, mulai dari sengketa
pemilu hingga aksi jual beli investor pasca pembagian dividen sejumlah saham
besar dan menjelang libur panjang Lebaran jadi katalisnya. Akhir perdagangan
bursa, Senin (1/4/2024), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami
kemerosotan 83,7 poin atau 1,15 % hingga 7.205 dibandingkan akhir perdagangan pekan
lalu, Kamis (28/3). Sepekan terakhir, IHSG tumbuh minus hingga 1,97 persen dari
sebelumnya yang bertahan di level 7.300. Pilarmas Investindo Sekuritas
menyampaikan, beberapa faktor internal membayangi pergerakan IHSG di awal April
ini.
Indeks IHSG, menurut mereka, tertekan perhatian pasar pada
sidang sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 di MK. ”Saat
ini sudah pada agenda mendengarkan keterangan saksi dan ahli, di mana mencuat
beberapa nama menteri yang akan menjadi saksi,” kata mereka dalam laporan
analisis yang dipublikasikan kemarin. Pasar juga tengah mencermati laporan
ekonomi Indonesia, Maret 2024, yang rilis awal bulan ini. Seperti data Indeks Manajer
Pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis S&P Global
yang naik menjadi 54,2 pada Maret 2024 dari 52,7 pada Februari. Berdasarkan
data BPS, secara tahunan, inflasi naik 3,05 % pada Maret. Analisis Phintraco Sekuritas
menilai, data ini melampaui ekspektasi pasar dari perkiraan sebesar 2,91 %.
Melencengnya perkiraan ini membuat IHSG terus “Kebakaran” atau melemah hingga sesi akhir perdagangan kemarin.
(Yoga)
Ambisi Arab Saudi Menggenjot Pariwisata
Seolah penawar duka untuk komunitas penggemar Dragon Ball di
dunia atas wafatnya Akira Toriyama, sebuah berita di situs resmi Dragon Ball
pada Jumat (22/3) mengumumkan, taman hiburan bertema Dragon Ball akan menjadi
megaproyek perusahaan investasi raksasa yang berbasis di Arab Saudi, Qiddiya
Investment Co. Kabar yang diiringi teaser video taman hiburan Dragon Ball,
langsung menjadi hype di berbagai kanal media sosial. Taman hiburan tematis ini
akan dibangun di kompleks kota Qiddiya, 45 km dari pusat kota Riyadh. Di taman
hiburan tematik ini, pengunjung akan diajak bertualang bersama puluhan karakter
dalam seri Dragon Ball, termasuk Son Goku, untuk menjelajahi sejumlah lokasi
ikonik, seperti Kame House, Capsule Corporation, dan Planet Beerus. Lebih dari
30 atraksi telah direncanakan, termasuk roller coaster skala besar di dalam patung
Shenron, karakter naga dalam serial Dragon Ball, setinggi 70 meter. Taman ini
juga akan dilengkapi dengan hotel dan restoran.
Perpaduan nama besar Dragon Ball dengan kredibilitas Qiddiya
Investment Co, yang punya portofolio megaproyek dengan nilai 7 triliun USD atau
Rp 100.000 triliun, tentu menjadi daya Tarik para investor global.Qiddiya Investment
Company adalah perusahaan investor yang didirikan pada tahun 2018 dan
sepenuhnya dimiliki Dana Investasi Publik (PIF) Kerajaan Arab Saudi. Sejumlah
”gigaproyek” yang menjadi portofolio perusahaan adalah Red Sea Global, Kota
Wisata Qiddiya, dan Otoritas Pengembangan Gerbang Diriyah yang bertujuan untuk
meningkatkan status kerajaan sebagai tujuan wisata terkemuka. Gigaproyek dari
PIF tak sekadar memperkuat posisi Arab Saudi sebagai destinasi wisata global
yang menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung dari seluruh dunia. Pemerintah
Arab Saudi memang punya rencana ambisius untuk mendorong kembali perekonomian melalui
sektor wisata, dengan target kunjungan lebih dari 150 juta wisatawan mulai 2030.
Sektor pariwisata terbukti memberikan kontribusi yang
signifikan terhadap perekonomian negara dengan wisatawan domestik dan internasional
menghabiskan lebih dari 250 miliar riyal (66,6 miliar USD) pada tahun 2023.
Pengeluaran ini mewakili 4 % PDB dan 7 % PDB nonminyak. Besarnya nilai ekonomi
tersebut mencerminkan peran penting pariwisata dalam mendiversifikasi
perekonomian Arab Saudi yang dalam beberapa dekade lalu bertumpu pada sektor
minyak bumi. Dilansir dari AP, sektor pariwisata di Kerajaan Arab Saudi mengalami
lompatan kualitatif yang signifikan dengan total wisatawan, baik domestik
maupun internasional, 106,2 juta orang pada tahun 2023. Menteri Pariwisata Arab
Saudi Ahmed Al Khateeb mengatakan bahwa sektor pariwisata adalah pilar utama
dalam transformasi ekonomi negara berdasarkan Visi 2030, untuk menciptakan
lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga Arab Saudi. Visi tersebut
membuat dalam beberapa tahun ke depan, pengembangan ekosistem pariwisata terus
berjalan sejalan dengan strategi pariwisata nasional dengan mengembangkan
destinasi wisata yang beragam. (Yoga)
Rumah di Jakarta dan Bali Diminati Asing
Bali dan Jakarta menjadi wilayah yang paling diminati warga
negara asing untuk memiliki properti di Indonesia. Hingga triwulan I
(Januari-Maret) 2024, permintaan properti oleh warga negara asing terus
meningkat, meliputi rumah tapak, tanah, dan apartemen. Head of Research
Rumah123 Marisa Jaya, dalam keterangan pers, Senin (1/4) mengatakan, dalam satu
dekade terakhir, kebijakan kepemilikan properti oleh warga negara asing (WNA)
di Indonesia semakin fleksibel. Fleksibilitas dalam kebijakan dan regulasi
pemerintah membuka peluang baru bagi industri properti untuk menarik minat pasar
WNA.
Rumah123 mencatat, selama triwulan I-2024, pencarian tertinggi
oleh WNA terdapat pada segmen hunian harga Rp 1 miliar-Rp 3 miliar, yakni 34,7
%, diikuti harga Rp 400 juta-1 miliar (25,7 %). Hunian dengan harga di atas Rp
5 miliar juga mencatatkan persentase yang cukup tinggi, yaitu 18 %. Sepanjang
tahun 2023, terdapat 10 wilayah paling diminati pencari properti berkebangsaan
asing. Popularitas tertinggi adalah di wilayah Jaksel, Badung (Bali), dan Tangerang
(Banten), diikuti oleh Bandung, Jabar, Batam, Jakut, Denpasar, Jakpus, dan Surabaya.
Permintaan properti oleh warga asing melonjak terutama di
Badung, Bali, 92,1 %, dibandingkan tahun 2022, Denpasar naik 81,3 %, Surabaya
meningkat 49,6 %, dan Jakut 46 % secara tahunan. ”Pertumbuhan permintaan
properti dari WNA di tahun 2023 mengalami perkembangan pesat dibandingkan tahun
2022. Potensi pasar WNA diharapkan semakin mempercepat pertumbuhan dan kemajuan
industri ini lebih baik di tahun 2024,” ujar Marisa, dalam keterangan pers. Ketua
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Bali
Gede Suardita, mengemukakan, permintaan properti oleh warga asing di Bali terus
meningkat sejak terbitnya regulasi yang memudahkan properti bagi WNA. Pembelian
properti oleh warga asing dilakukan terutama untuk vila. (Yoga)
Laju Inflasi Kian Cepat, Per Maret Lampaui 3 Persen
Komoditas pangan bergejolak telah memicu lonjakan inflasi
selama momentum Ramadhan atau periode Maret 2024. Dalam tiga bulan pertama
2024, laju inflasi cenderung semakin cepat. BPS, Senin (1/4/2024), merilis tingkat
inflasi pada Maret 2024 sebesar 0,52 % secara bulanan dan 3,05 % secara tahunan.
Laju inflasi tahunan tersebut lebih cepat dibandingkan bulan Februari yang sebesar
2,75 % dan Januari yang sebesar 2,57 %. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau
menjadi penyumbang utama inflasi, baik secara bulanan maupun tahunan, dengan
andil inflasi 0,41 % dan 2,09 %. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan,
inflasi Maret 2024, yang bertepatan dengan momen Ramadhan, meningkat dibandingkan
Februari 2024.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya,
kecuali pada 2022, inflasi Ramadhan tahun ini masih relatif lebih tinggi. ”Komoditas
penyebab utama inflasi (bulanan) Maret 2024 didominasi oleh komoditas pangan
bergejolak, antara lain, telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabai rawit,
dan bawang putih. Beberapa komoditas yang mengalami deflasi pada Maret 2024
adalah cabai merah, tomat, dan tarif angkutan udara,” katanya. Komoditas telur
ayam ras dan daging ayam ras merupakan penyumbang inflasi bulanan terbesar pada
Maret 2024, di 0,09 %. Lonjakan permintaan selama bulan Ramadhan menjadi salah
satu faktor pendorong harga telur dan daging ayam ras naik dibandingkan bulan
sebelumnya.
Sejak awal tahun 2023, inflasi beras tertinggi terjadi pada September
2023 yang sebesar 5,61 % saat terjadi El Nino dan pembatasan ekspor beras di
pasar global oleh beberapa negara. Sempat mereda, inflasi beras kembali naik
cukup tinggi pada Februari 2024 yang mencapai 5,32 % sebelum terjadi panen
raya. ”Pada Maret 2024, tekanan inflasi beras terlihat mulai melemah seiring mulainya
panen raya. Artinya, terjadi peningkatan produksi beras di domestik,” ujar
Amalia. Secara tahunan, inflasi beras pada Maret 2024 tercatat 20,07 % atau
tertinggi sejak Februari 2011 yang kala itu mencapai 23,34 %. Di sisi lain, inflasi
harga bergejolak secara tahunan pada Maret 2024 tercatat 10,33 % atau tertinggi
sejak Juli 2022 yang mencapai 11, 47 %. (Yoga)
Sejumlah SPBU di Jabodetabek Terbukti Jual Bahan Bakar Oplosan
Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum
atau SPBU di wilayah Jabodetabek terbukti mencampur BBM dengan air dan zat lainnya.
Jajaran polres Polda Metro Jaya memeriksa sejumlah SPBU untuk memastikan tidak
ada lagi yang nakal dan merugikan warga. Pemeriksaan ke sejumlah SPBU gencar
setelah penyalahgunaan BBM yang dicampur air diungkap Polres Metro Bekasi
bersama Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri. Kasat
Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Muhammad Firdaus, saat dikonfirmasi pada
Minggu (31/3) malam, mengatakan, dari keluhan dan laporan masyarakat karena
kendaraannya mogok setelah mengisi BBM, pihaknya langsung bergerak menuju SPBU
Pertamina 34.17106 Bekasi di Jalan Ir Juanda, Senin (25/3).
”Kami menginterogasi supervisor SPBU Pertamina Juanda serta mengamankan dua botol masing-masing berukuran 600 mililiter sebagai sampel yang diduga bercampur air. Besoknya, Selasa, kami bersama Pertamina Jabar mengecek dan tak ada kebocoran. Dari hasil investigasi, ada oknum yang mencampurkan air ke dalam dispenser BBM pertalite,” kata Firdaus. Setelah penyelidikan lebih lanjut, pihaknya menangkap tiga tersangka, NN (31), MA (26), dan EK (52). Ketiganya bekerja sama agar mendapatkan keuntungan dari penjualan BBM dengan cara mencampur dengan air. Polisi masih memeriksa dua terduga lain yang terkait. NN, sopir truk tangki, dan MA, rekannya, menjual 1.800 liter BBM ke EK dengan harga Rp 14 juta. Truk tangki kapasitas 32 kiloliter yang berisi BBM pun dicampur atau telah diisi dengan air dan disalurkan ke SPBU Pertamina Juanda. (Yoga)
Julang Emas, Sumur Gas Baru di Banggai
Eksplorasi PT Pertamina EP menemukan titik sumur
gas baru bernama Julang Emas di Banggai, Sulteng. Sumur yang sedang uji
produksi ini masih menunggu hasil akhir untuk mengetahui potensi terbukti.
Meski demikian, temuan ini menambah potensi pengembangan di tengah rencana
produksi hingga 12 miliar standar kaki kubik per hari atau BSCFD pada 2030.
Pada Minggu (31/3) tim eksplorasi dari Pertamina EP melakukan uji produksi di titik
sumur Julang Emas (JLE)-001 di Desa Benteng, Kecamatan Moilong, Banggai, Sulteng.
Salah satu tahapan pengujian tersebut adalah dengan uji nyala (firing test)
sumur.
”Hari ini kami melakukan uji produksi di
kedalaman 2.395 meter. Sejauh ini, dari firing test yang dilakukan, hasilnya
bagus dan menggembirakan. Namun, tentu terkait potensi dan kapasitas produksi
nantinya setelah melalui uji yang lengkap,” kata Teddy Kusuma, testing specialist,
saat mengawasi uji tersebut, di Banggai.
Uji coba kandungan lapisan sumur gas
berlangsung empat jam. Tes kembali dilanjutkan empat jam berselang selama tiga
hari ke depan. Henry Prasetya, drilling supervisor di sumur Julang Emas
mengatakan,
”Kami bersyukur dengan temuan ini karena terlihat
hasil yang baik. Ini temuan pertama di tahun ini, di mana waktu pengeboran juga
lebih cepat dari target 80 hari yang ditentukan”. (Yoga)
Jangan Kendur Mengejar Aset Rafael Alun Trisambodo
Upaya KPK mengajukan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi
DKI Jakarta dalam kasus Rafael Alun Trisambodo sudah tepat. Aset yang
terindikasi didapat dari hasil korupsi tidak boleh dibiarkan dinikmati oleh
pelaku atau orang-orang dekatnya. Dalam putusan sidang banding pada 14 Maret
lalu, majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI menguatkan mayoritas hukuman Rafael
Alun. Bekas pejabat DJP Kemenkeu itu tetap dinyatakan bersalah menerima
gratifikasi dan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Vonis 14 tahun
penjara tetap berlaku, juga denda Rp 500 juta dan kewajiban membayar uang
pengganti Rp 10 miliar.
Namun ada yang ganjil dalam putusan tersebut. Majelis hakim
mengubah status barang bukti rumah di Simprug Golf, Jaksel, menjadi bukan milik
Alun sehingga tidak boleh disita. Sudah semestinya KPK mengajukan kasasi atas
putusan lancung tersebut. Sebab, rumah mewah seluas 765 meter persegi itu
dibeli atas nama istri Alun. Maka, aset seharga Rp 5,75 miliar itu patut diduga
menjadi bagian dari tindak pidana pencucian uang. Sudah lama praktik kotor
menyembunyikan aset atas nama anggota keluarga lazim dipakai. Dalil itu bisa
dipakai KPK untuk menempuh upaya kasasi.
Dalam memori kasasinya, tim jaksa KPK harus mampu menghadirkan
argumentasi yang kuat, termasuk bukti aliran dana pembelian rumah tersebut.
Tujuannya agar harta hasil korupsi ini bisa disita lagi dan dikembalikan ke
negara. Kasus Rafael Alun ini hanyalah puncak gunung es. Sudah menjadi rahasia
umum, sejak era Orde Baru, banyak pejabat yang memiliki harta kekayaan
fantastis dan tidak sesuai dengan gaji mereka. Keadaan ini tak segera diatasi
sehingga makin memburuk. Instrumen laporan harta kekayaan penyelenggara negara
(LHKPN) yang ditujukan untuk mengontrolnya sama sekali tak bertaji. (Yetede)
Pelajaran Pahit Universitas dari Kasus Ferienjob
Korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tidak pandang
bulu, kini mahasiswa yang berpendidikan, termasuk pimpinan kampus tempat
mahasiswa itu berkuliah, turut menjadi korban lewat penipuan berkedok program
magang Ferienjob, atau program kerja paruh waktu selama tiga bulan di Jerman. Berbungkus
program magang Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM), sebanyak 1.047
mahasiswa dari 33 universitas di Indonesia teperdaya dan malah menjadi korban
praktik penipuan serta TPPO. Direktorat Tindak Pidana Umum Badan Reserse
Kriminal Polri mengungkap kasus dugaan TPPO dengan modus pengiriman program
magang mahasiswa ke Jerman ini lewat laporan empat mahasiswa peserta program
Ferienjob. Mereka mendatangi Kedutaan Republik Indonesia di Jerman.
Apa yang dialami dan terjadi selama program magang di Jerman
ternyata sangat eksploitatif dan merugikan hak mahasiswa sebagai peserta
program magang kerja. Berbeda dengan janji-janji manis yang disosialisasi agen
penyalur, jenis pekerjaan yang dilakukan mahasiswa peserta ini ternyata lebih
banyak mengandalkan tenaga fisik atau jenis pekerjaan kasar. Alih-alih
memperoleh kesempatan belajar dan menerapkan ilmu yang dipelajari selama
kuliah, para mahasiswa itu malah melakukan pekerjaan yang sama sekali tidak
berhubungan dengan latar belakang keilmuan mereka di kampus. Mereka tak ubahnya
seperti pekerja rendahan atau pekerja kasar yang hanya mengandalkan otot.
Kasus TPPO yang dialami para mahasiswa di Jerman ini perlu
mendapat perhatian lebih karena di dalamnya sudah ada sejumlah hal yang
terjadi. Pertama, dalam kasus ini telah terjadi proses pemindahtanganan
seseorang dari satu pihak ke pihak lainnya, yang meliputi kegiatan perekrutan,
transportasi atau pengangkutan, transfer (alih tangan), serta penampungan dan
penerimaan. Kedua, meski dalam proses rekrutmen tidak menggunakan ancaman,
pemaksaaan, dan penculikan, dalam prosesnya telah terjadi praktik penipuan yang
memanfaatkan ketidaktahuan korban. Ketiga, telah terjadi eksploitasi yang
meliputi pemanfaatan mahasiswa dalam kerja yang menekan, setengah kerja paksa
(fisik ataupun jasa), atau praktik-praktik menyerupai perbudakan, serta
penghambaan (servitude). (Yetede)
Aturan Baru Harga Benih Bening Lobster
Aturan pengelolaan benih bening lobster (BBL) memasuki babak
baru. Pemerintah memutuskan harga terendah benur lobster Rp 8.500 di tingkat
nelayan, yang tertuang pada Kepmen KP No 24 Tahun 2024 tentang patokan harga
terendah benih lobster dan mulai berlaku pada 26 Maret 2024. Koalisi Rakyat
untuk Keadilan Perikanan (Kiara) ragu aturan penetapan harga dapat
diimplementasikan di lapangan. Menurut Sekjen Kiara Susan Herawati, para
nelayan biasanya bergantung pada tengkulak agar hasil tangkapan dapat diserap
pasar. “Para tengkulak yang bisa bermain harga,” katanya kepada Tempo, kemarin,
31 Maret 2024. Tengkulak mempunyai kemampuan modal sehingga memiliki daya tawar
yang lebih tinggi dari nelayan.
Anggota Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) NTB,
Amin Abdullah, menuturkan hukum pasar berlaku dalam penentuan harga BBL. Dia
mengatakan kini produksi benur terbatas, sementara permintaan di pasar cukup
tinggi. aharga jual benur di Lombok mencapai Rp 20 ribu untuk BBL pasir dan Rp
25 ribu untuk BBL mutiara. Walhasil, penetapan harga batas bawah BBL tidak
berpengaruh bagi nelayan penangkap benur. "Untuk saat ini, para pembeli,
baik yang gelap maupun yang terang, sudah banyak yang menunggu," kata
Amin. (Yetede)









