;

Ketika Korban Pembegalan Jadi Tersangka

Yuniati Turjandini 17 May 2024 Tempo
SETELAH mendekam di ruang tahanan selama beberapa hari, Fiki Harman Malawa, 20 tahun, akhirnya menghirup udara segar pada 14 Mei lalu. Statusnya sebagai tersangka juga sudah dicabut setelah Kepolisian Daerah Jambi menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Fiki, korban pembegalan yang ditetapkan menjadi tersangka, akhirnya terbebas dari sangkaan.   Keputusan polisi itu didasari fakta-fakta yang diperoleh di lapangan serta keterangan para saksi. “Sudah dilakukan gelar perkara. Proses penyidikan dihentikan,” ujar pelaksana harian Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Jambi Komisaris M. Amin Nasution.  

Menurut Amin, penghentian penyidikan itu merujuk pada Pasal 49 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) soal perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri ataupun orang lain. Ketentuan itu dapat diartikan seseorang yang tidak dapat dipidanakan karena dalam keadaan terpaksa melawan pelaku kejahatan. Dalam kasus Fiki, kejadian bermula sekitar pukul 22.30 pada 30 April lalu. Fiki berboncengan dengan sepeda motor bersama adiknya, LH. Ketika melintas di Jalan STUD Desa Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, mereka dicegat Muhammad Edo dan Hardi Al Akbar.

Dua pencegat itu berniat membegal Fiki dan adiknya. Edo menyerang Fiki dengan senjata tajam. Fiki lalu melawan dengan pisau yang diambil dari bawah jok sepeda motornya. Pisau itu biasa ia gunakan untuk membantu pekerjaannya sehari-hari. Pisau itulah yang digunakan untuk menusuk dada kiri Edo dan membuat lelaki ini kehilangan nyawa.  Perlawanan Fiki itu membuat Hardi keder. Hardi kabur untuk meminta bantuan teman-temannya. Fiki dan adiknya buru-buru meninggalkan tempat itu. Mereka masuk ke hutan untuk bersembunyi. Setelah lebih dari sehari, Fiki akhirnya ditangkap polisi dan ditetapkan menjadi tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian. (Yetede)

Dana Indonesiana dan Dukungan Filantropi

Yuniati Turjandini 17 May 2024 Tempo
Seni terbukti bisa berdampak positif bagi masyarakat. Beragam inisiatif seni di Nusantara mendorong kebebasan berekspresi dan inklusi sosial karena menyediakan ruang dialog serta refleksi terhadap lingkungan. Seni membantu menyembuhkan trauma, menjadi bagian penting gerakan melawan ketidakadilan, dan menyuarakan yang terpinggirkan. Semasa pandemi, seni berperan besar memperkuat resiliensi masyarakat menghadapi krisis; merawat kewarasan saat semua di rumah saja.

Sayangnya, belum banyak orang menyumbang untuk seni alias menjadi filantrop seni. Survei rumah tangga di sebelas kota yang dilakukan Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) pada 2007 menemukan hanya 3 persen responden menyumbang untuk seni. Lebih lanjut, data Indonesia Philantropy Outlook yang dirilis oleh Filantropi Indonesia pada 2022 menunjukkan bahwa seni hanya menempati urutan ke-12 dari 18 sektor yang diminati oleh lembaga filantropi di Indonesia. 

Upaya formal menarik para filantrop untuk mendukung kesenian perlu ditingkatkan. Pada 2017, Badan Ekonomi Kreatif bersama Filantropi Indonesia dan Koalisi Seni meluncurkan Klaster Filantropi Kesenian dan Kebudayaan untuk menggalang inisiatif filantropi khusus untuk sektor seni budaya. Berbagai kebijakan insentif pajak juga terus didorong, seperti masuknya seni sebagai salah satu sektor sumbangan yang bisa mendapatkan pengurangan pajak dalam PP Nomor 93 Tahun 2010. Kita perlu mengadvokasi agar PMK Nomor 128/PMK.010/2019 yang mengatur insentif pajak untuk pendidikan vokasi mencakup pendidikan vokasi terkait seni budaya yang lebih luas, termasuk seni pertunjukan, film dan sastra. 

Kesempatan merangkul para filantrop untuk ikut memajukan kebudayaan terbuka lebar sejak diluncurkannya program Dana Indonesiana pada 2022. Pengelolaan program Dana Indonesiana dengan sumber utamanya dana abadi kebudayaan, dirancang untuk membuka akses seluas-luasnya pada inisiatif pelaku seni dengan menegakkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Metode pengelolaan hibah tersebut untuk menumbuhkan berbagai contoh praktek baik. Ini memerlukan kesungguhan kolaborasi antara pelaku seni dan pemerintah. Kesuksesan program yang difasilitasi Dana Indonesiana ini akan menginspirasi dan membangun kepercayaan para filantrop bahwa seni, objek pemajuan kebudayaan esensial, adalah sektor yang juga perlu didukung. (Yetede)

HPP Gula Petani Idealnya Ditetapkan Rp.16.400 per kg

Yuniati Turjandini 17 May 2024 Investor Daily
Pemerintah idealnya menetapkan harga dasar atau harga pokok penjualan (HPP) gula petani Rp16.400 per kologram (kg) agar mereka tetap semangat menanam dan tidak mengalihkan lahan tebunya untuk komoditas lain. HPP sebesar itu dengan  mempertimbangkan margin petani 10% atau setara Rp 1.500 per kg dan biaya pokok produksi gula tebu yang saat ini telah mencapai Rp 14.900 per kg akibat turunnya produktivitas tanaman. Menyambut musim giling tebu mulai pertengahan bulan ini, pada 3 Mei-31 Oktober 2024, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional Agency (Bapanas/NFA) memberlakukan relaksasi/kenaikan harga acuan pembelian (HAP) gula petani menjadi Rp14.500 per kg dari ketentuan pada Peraturan Bapanas No.17 Tahun 2023 sebesar Rp12.500 per kg. Peraturan Bapanas No 17 Tahun 2023 mengatur perubahan atas Peraturan Bapanas No 11 Tahun 2022 tentang Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Kedelai, Bawang Merah, Cabai Merah Keriting, Daging Sapi/kerbau, dan Gula konsumsi. (Yetede)

Digitalisasi Kesehatan Berpotensi Jadi Faktor Utama Tranformasi Kesehatan

Yuniati Turjandini 17 May 2024 Investor Daily
Digitalisasi kesehatan berpotensi menjadi fakta utama transportasi kesehatan. Dengan digitalisasi, dukungan dan akses antara pemangku kepentingan akan  semakin cepat untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia yang merata. "Digitalisasi kesehatan berpotensi menjadi faktor utama transformasi kesehatan, yang memberikan dukungan konektivitas antar pemangku kepentingan, sehingga kondisi aktual sistem kesehatan akan semakin transparan, mengurangi asimetris informasi antara penyelenggara dan masyarakat," kata Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dr Dra Lucia Riska Andalusia Apt ,M Pharm MARS. Menurut Lusia, digitalisasi kesehatan dapat menguatkan enam pilar di bidang transformasi kesehatan, yakni pilar pertama perbaiki pelayanan kesehatan primer dengan melakukan perubahan  paradigma masyarakat menekan sistem kesehatan yang kuat promotif preventif. (Yetede)

Bank Muamalat Genjot Pembiayaan Hijau

Yuniati Turjandini 17 May 2024 Investor Daily
Bank Muamalat Indonesia Tbk menggenjot penyaluran pembiayaan hijau. Pionir Bank Syariah di Tanah Air ini menargetkan pertumbuhan pembiayaan hijau sebesar 50% secara year on year (yoy) pada tahun ini. Direktur Utama Bank Muamalat Indra Falatehan mengatakan, pada akhir Desember 2023 penyaluran pembiayaan pada segmen environtal, social, and governance atau ESG tercatat sekitar Rp 1,3 triliun. mayoritas penyaluran pembiayaan tersebut dilakukan pada sektor transportasi  ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya  alam hayati, dan penggunaan lahan yang berkelanjutan. "Tahun ini kami memproyeksikan penyaluran pembiayaan ESG tumbuh sebesar 50% dengan fokus pada sektor  pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan yang berkelanjutan,". Indra menjelaskan, konsep pembiayaan hijau yang berlandaskan pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDGs) sejalan dengan prinsip  maqashid syaiah yang diterapkan oleh bank syariah, termasuk Bank Muamalat. (Yetede)

Lebih Ketat Menyeleksi Papan Akselerasi

Hairul Rizal 17 May 2024 Kontan (H)

Bursa saham India terguncang oleh skandal yang melibatkan emiten baru di papan usaha kecil dan menengah. Securities and Exchange Board of India (SEBI) menyelidiki dugaan manipulasi laporan keuangan untuk mendorong harga saham pada Varanium Cloud Ltd dan Add-Shop E-Retail Ltd. Varanium Cloud diduga menyalahgunakan dana hasil initial public offering (IPO) pada tahun 2022, serta memanipulasi laporan keuangan dengan mencatatkan pembelian dan penjualan fiktif. Sedangkan Add-Shop dituding melakukan transaksi penjualan fiktif lewat pihak berelasi untuk mengerek penjualan. Kasus ini layak menjadi alarm Bursa Efek Indonesia (BEI), agar lebih waspada dan selektif menyaring saham. Regulator dan investor di pasar modal Indonesia pun mesti mengantisipasi agar skandal serupa tidak terjadi. Di Indonesia, perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah diwadahi dalam papan akselerasi. BEI meluncurkan papan pencatatan ini untuk mendorong lebih banyak usaha kecil menengah (UKM) melakukan IPO sebagai penggalangan dana untuk ekspansi.

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy menilai, skandal sejumlah emiten mini di India selayaknya menjadi alarm.Terutama bagi otoritas pasar modal agar lebih selektif terhadap pelaporan emiten maupun penyaringan perusahaan yang akan IPO. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menyatakan, pelaku pasar mesti jeli mengamati laporan keuangan dan aksi korporasi dari para pemilik emiten. Dia bilang, lonjakan pendapatan dan laba di luar kewajaran skala bisnis maupun sektor industri emiten tersebut bisa menjadi indikasi adanya potensi manipulasi. Terkait UKM yang diakomodasi dalam papan akselerasi,  Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi memandang, papan ini hanya kategorisasi emiten berdasarkan kapitalisasi pasar. Bukan berarti saham-saham di papan akselerasi tidak memiliki potensi untuk tumbuh. Dia menyatakan, kecenderungan ketika tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melandai, saham di papan akselerasi atau saham market cap kecil akan menguat. Begitu sebaliknya.

Masih Sulit Mengangkat Laju Ekonomi di Atas 5%

Hairul Rizal 17 May 2024 Kontan

Harapan Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk memacu pertumbuhan ekonomi 8% dalam dua tiga tahun ke depan tampaknya sulit terwujud. Pasalnya, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia berkutat di angka 5%, di saat yang sama, sederet tantangan internal dan eksternal masih mengadang.Lima lembaga internasional juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dan tahun depan tak akan beranjak dari level 5%-an. Kelima lembaga global tersebut adalah Asian Development Bank, Fitch Ratings, Dana Moneter Internasional (IMF), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Bank Dunia. Ekonom Utama Asian Development Bank (ADB) Indonesia Arief Ramayandi menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah, mulai dari menggenjot sektor industri hingga mendorong iklim kompetisi di Indonesia. Ekonom Utama Asian Development Bank (ADB) Indonesia Arief Ramayandi menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah, mulai dari menggenjot sektor industri hingga mendorong iklim kompetisi di Indonesia.

Tahun ini ekonomi Indonesia dibayangi risiko eksternal sehingga menekan permintaan ekspor. Akan tetapi, di saat yang sama prospek positif datang dari Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang berjalan kondusif dan lancar. Arief pun memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh di level 5% masing-masing pada 2024 dan 2025. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia di Asia Tenggara masih lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Singapura dan Thailand. Selain itu, Arief bilang, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia penting untuk memacu produktivitas tenaga kerja. "Salah satu tantangan pembangunan jangka menengah panjang adalah produktivitas ketenagakerjaan kita yang belum kompetitif, serta komposisi tenaga kerja yang didominasi masyarakat berpendidikan relatif rendah," ungkap dia. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini berkisar 4,9%-5%, sementara pada 2025 di level 5%-5,2%. Ronny juga bilang, perekonomian Indonesia masih ditopang konsumsi. Melihat faktor itu, dia melihat langkah pemerintah mengguyur anggaran bantuan sosial (bansos) cukup masuk akal demi mengatasi tekanan daya beli masyarakat akibat lonjakan harga bahan pokok.

Indonesia Menjajaki Kerjasama dengan Jerman

Hairul Rizal 17 May 2024 Kontan
Pemerintah Indonesia memastikan menerima investasi dari negara manapun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto mengungkapkan, penguatan hubungan kerja sama ekonomi bilateral dengan berbagai negara tentu akan membantu Indonesia mencapai tujuannya, termasuk juga menjalin kerja sama dengan Jerman. "Saya bertemu dengan Menteri Ekonomi Federal Robert Habeck dan berharap dapat memulai bisnis dengan Jerman, ekonomi terbesar di Eropa. Sementara Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Lebih dari itu, kami menginginkan akses yang lebih baik terhadap teknologi dan investasi Jerman. Akses pasar yang lebih mudah juga penting bagi kami," kata Airlangga dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (16/5). Dia menuturkan bahwa investasi tidak memiliki bendera, sehingga Indonesia terbuka untuk semua pihak yang ingin menanamkan modalnya di Tanah Air. Menurut Airlangga, negara yang berinvestasi di Indonesia bukan hanya China , tapi juga ada Amerika Serikat yang berinvestasi di pertambangan tembaga Freeport.

Lebih Royal Agar Investor Lebih Loyal

Hairul Rizal 17 May 2024 Kontan

Dari ratusan perusahaan yang ada tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ada sejumlah emtiten yang tergolong memperhatikan pemegang saham publik. Tujuannya supaya investor tersebut tetap setia mengempit saham di emiten yang bersangkutan. Selain dividen, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer ada beberapa tanda yang menunjukkan sebuah perusahaan terbuka tergolong royal. Misalnya rajin menyampaikan keterbukaan  tepat waktu. Agar bisa menggelar aksi korporasi seperti pembagian dividen atau pembelian kembali saham (buyback), emiten memiliki fundamental positif dan kuat. Agar mempermudah seleksi, investor bisa menyortir dari konstituen indeks IDX High Dividend 20.

Miftha mencermati kumpulan saham di indeks yang loyal membagikan dividen sedang mengalami tekanan. "Saham seperti ASII, ICBP, BBRI masih cukup layak dikoleksi karena masih memiliki prospek yang cukup baik dan valuasinya sudah murah," jelasnya. Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menimpali dari beberapa saham yang loyal kepada pemegang sahamnya,  ASII dan ITMG menarik untuk dicermati. Namun secara valuasi, Cheril mencermati indikator price earning ratio (PER) ASII sudah berada di bawah minus 2 standar deviasi dalam periode lima tahun terakhir. Kemudian PER ITMG juga sudah masih menyentuh minus standar deviasi dalam lima tahun terakhirnya. Selain itu, PER INDF juga masih lebih murah dibandingkan perusahaan sejenis. 

Peritel Makin Gencar di Ranah Digital

Hairul Rizal 17 May 2024 Kontan

Bisnis ritel yang masih positif menyebabkan para peritel semakin mengepakkan sayap bisnis. Salah satunya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Emiten pengelola gerai Alfamart ini sudah menyiapkan dana sebesar Rp 4,5 triliun untuk belanja modal (capex). Dana tersebut bakal AMRT pakai untuk menambah 1.000 gerai ritel pada 2024. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sumber Alfaria Trijaya, Tomin Widian menjelaskan, anggaran untuk pemenuhan capex akan berasal dari pendanaan internal, tanpa bantuan pihak eksternal. "Untuk penyerapan capex kuartal I-2024 kurang lebih sudah mencapai Rp 1 triliun dari total anggaran capex sebesar 2024 sebesar Rp 4,5 triliun," jelasnya di paparan publik, Kamis (16/5). Presiden Direktur Sumber Alfaria Trijaya, Anggara Hans Prawira menuturkan, AlfaGift akan menjadi mesin pertumbuhan Grup Alfa yang baru ke depan.

Dia optimistis pertumbuhan AlfaGift masih akan tinggi. Anggara menyampaikan, sepanjang 2024, layanan pesan antar AlfaGift masih akan bebas ongkos kirim. Namun selepas tahun ini, dia belum bisa memastikan apakah gratis biaya kirim ini masih ada. Sebelumnya, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sudah mengembangkan lini bisnis di ranah digital. Hasilnya sendiri sudah makin terlihat di kuartal I-2024. Di periode tersebut, MAPI mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,78 triliun di kuartal I 2024. Ini naik 17,8% secara tahunan alias year on year (yoy) dari sebelumnya Rp 7,5 triliun. Vice President Investor Relation, Corporate Communication and Sustainability MAPI, Ratih D. Gianda dalam keterbukaan menjelaskan selama kuartal I 2024, MAP melanjutkan ekspansi gerai fisiknya di Indonesia dan regional.

Pilihan Editor