;

Hadi: Uang di Rekening Judi Online Akan Diserahkan ke Negara

Yuniati Turjandini 20 Jun 2024 Investor Daily (H)

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) RI Hadi Tjahjanto memastikan uang di rekening yang terindikasi terlibat dalam judi online (daring) akan dikembalikan kepada negara. Satgas Judi online saat ini melalui Pusat Pelaporan Analisi dan Transaksi (PPATK) telah mendata 4.000 sampai 5.000 rekening yang terlibat dalam aktivitas judi online. "Berdasarkan putusan pengadilan negeri aset uang yang ada di rekeing tersebut itu akan kita ambil dan kita serahkan kepada negara." kata Hadi. 

Data yang dihimpun PPATK, lanjut dia, nanti akan diserahkan kepada Bareskrim Mabes Polri untuk diselidiki aliran dana dari rekening tersebut. Setelah itu, lanjut Hadi, Bareskrim akan membekukan rekening tersebut. Bareskrim juga memiliki waktu selama 30 untuk mengumumkan pembekuan rekening itu. Jika dalam 30 hari tidak ada masyarakat yang mengakui kepemilikan rekening  tersebut, maka Bareskrim menyerahkan uang tersebut kepada negara. (Yetede)

Siasat Makassar Atasi Sampah

Yoga 20 Jun 2024 Kompas

Setiap sore, Supriadi (35) petugas kebersihan yang menjemput sampah di rumah warga kawasan Jalan Pelita, Makassar, dmemilah sampah di salah satu pasar kecil sekitar kompleks perumahan. Dia dan petugas kebersihan lain memilah sampah dari gerobak sebelum truk sampah datang. Segala yang bisa dijual akan dipilah. Kertas, besi tua, plastik, kabel, hingga barang elektronik dipisahkan dari sampah organik. Mereka membawa karung khusus untuk hasil pemilahan ini. ”Disetor ke bank sampah atau dijual ke tempat lain yang mau membeli. Lumayan, buat tambah beli elpiji atau bensin. Kalau beruntung dapat sampah yang sudah dipilah warga dari rumah, saya tak perlu memilah lagi,” katanya. Nurlina (50) adalah salah satu warga yang terbiasa memilah sampah yang bisa dijual dan yang dibiarkan dijemput petugas kebersihan.Bank sampah menjadi salah satu tujuan dari aneka sampah yang bisa didaur ulang.

Di Makassar, gerakan bank sampah dimulai sejak 10 tahun lalu. Ada lebih dari 1.000 bank sampah dengan puluhan ribu nasabah, yang tersebar di permukiman, perkantoran pemerintah, hingga swasta. Nasabahnya adalah pegawai atau karyawan di kantor di lokasi bank sampah berada. Rosmini Buhari (48) adalah salah satu pengelola bank sampah di Kelurahan Ballaparang, Rappocini. Nasabahnya banyak, umumnya ibu rumah tangga. Setiap pekan, nasabah akan datang menyetorkan sampah sekaligus mencatatkan hasil penjualan dalam rupiah. Mereka punya semacam buku tabungan. Bank sampahnya diberi nama Pelita Bangsa. ”Jika hasil penjualan sudah banyak, biasanya ibu-ibu pakai untuk bayar listrik, beli elpiji, atau jajan anak. Kami juga bekerja sama dengan BPJS, mengikutkan nasabah bank sampah kami dalam program BPJS kesehatan. Bahkan, kami sudah mendirikan PAUD dari dana hasil bank sampah,” tuturnya.

Sampah sisa makanan juga diolah di rumah masing-masing. Ada yang mengolahnya menjadi pupuk atau memanfaatkannya untuk memelihara maggot, yang juga ada pembelinya. Ada pula Mallsampah, sebuah layanan jual beli atau daur ulang sekaligus edukasi sampah dan lingkungan berbasis aplikasi. Pendirinya Adi Saifullah Putra. Tercatat 50.000 pengguna Mallsampah yang memberdayakan 500 mitra pengepul. Terdapat 300 pusat daur ulang. Jumlah sampah yang masuk Mallsampah setiap bulan lebih dari 1.000 ton. ”Pengguna tinggal membuka aplikasi, memilih sampah apa yang akan dibuang, lalu ditunjukkan titik terdekat untuk membawanya, jika jumlah sampah di bawah 5 kg. Lebih dari itu akan dijemput armada Mallsampah,” papar Adi.

Lewat aplikasi, pengguna bisa memilih apakah akan menerima uang tunai atau menabung dalam bentuk poin yang dapat ditukar dengan emas, voucer belanja atau makan, atau untuk pembayaran beragam iuran, mulai dari listrik, air, hingga BPJS. Bisa juga didonasikan ke sejumlah lembaga atau yayasan tepercaya yang menjadi mitra Mallsampah. ”Niat saya mereduksi sampah sekaligus punya data sampah. Kami membuatnya lebih mudah dan kekinian mengingat pengguna gawai di Indonesia cukup banyak. Pengguna tak repot karena sampah bisa dijemput dan dibayar di tempat. Harapannya, lebih banyak orang mau memilih, memilah sampah, dan melihatnya lebih bernilai,” ucap Adi.Gerakan seperti bank sampah dan Mallsampah tak serta-merta signifikan mereduksi sampah. Namun, sebagai sebuah upaya, langkah ini menjadi salah satu siasat berdamai dengan sampah dan membuatnya punya nilai. (Yoga)


Sanitasi Aman dan Sehat bagi Warga Pakuhaji

Yoga 20 Jun 2024 Kompas

Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK) telah menyelesaikan pembangunan fasilitas sanitasi sehat berupa jamban dan tangka septik (septic tank) di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Banten. Sebanyak 50 fasilitas sanitasi sehat terbagi untuk lima desa. Harapannya, kebutuhan sanitasi warga bisa terpenuhi dan mengurangi polusi sungai. Dalam program ini, YDKK menggandeng Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Putra Pakuhaji. Sasarannya, keluarga yang tak memiliki fasilitas sanitasi memadai, terutama masyarakat di kawasan pesisir.

YDKK telah menjalankan program sanitasi sehat sejak 2021. Sejumlah warga di beberapa daerah sudah menerimanya, seperti Surabaya dan Malang, Jawa Timur, serta Solo dan Magelang, Jateng. Dengan program di beberapa daerah tersebut, lebih dari 1.000 fasilitas sanitasi sehat telah terbangun. ”Kami senang membantu masyarakat mengatasi masalah sanitasi, membangun lingkungan yang sehat. Semoga sanitasi sehat ini bisa berumur panjang. Warga bisa bertanggung jawab dengan sanitasi aman tersebut dan kami bertanggung jawab kepada pembaca,” tutur Ketua YDKK Gesit Ariyanto dalam acara Peresmian dan Serah Terima Pembangunan 50 Jamban Aman di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Rabu (19/6).  

Salah satu warga Desa Kiara Payung, Pakuhaji, yang mendapat bantuan, Nursilah (35) merasa bersyukur dengan adanya fasilitas sanitasi sehat berupa jamban atau toilet dan septic tank untuk keluarganya. Dia bersama suami dan tiga anaknya tak perlu lagi buang air kecil atau besar ke sungai. Seluruh fasilitas sanitasi sehat yang telah dibangun YDKK bersama para mitra di sejumlah daerah di Indonesia dibangun menggunakan dana bantuan pembaca harian Kompas/Kompas.id.Dana dari para pembaca disalurkan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat miskin, penanganan bencana alam, serta pembangunan rumah, sekolah, puskesmas, dan aneka bantuan kemanusiaan lain. (Yoga)


Mata Uang Asia Primadona Saat Dolar AS Perkasa

Hairul Rizal 20 Jun 2024 Kontan (H)

Dolar Amerika Serikat (AS) semakin bertaji pasca The Federal Reserve (The Fed) memberikan sinyal pemangkasan suku bunga tidak akan dilakukan terburu-buru. Proyeksi Fed juga menunjukkan kemungkinan pemangkasan hanya satu kali di 2024, lebih sedikit dibandingkan ekspektasi pasar yang sebanyak dua kali. Penguatan dolar AS ini membuat mata uang Asia kian tertekan. Sebulan terakhir, rupiah menjadi mata uang Asia berkinerja terburuk dengan penurunan sebesar 2,36%. Menyusul won Korea (KRW)  yang turun 1,86% dan baht Thailand (THB) yang terkoreksi 1,5%. Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong menuturkan, dolar AS ibarat safe haven dengan citarasa emerging currency. Artinya valuta ini aman, tapi berimbal hasil tinggi. Sedangkan China, juga memiliki kemampuan mengatur nilai tukar dan senantiasa menjaga volatilitas mata uangnya. Dengan begitu, dia menilai, bagi investor yang defensif maka kedua mata uang tersebut akan memiliki performa atau kinerja yang lebih baik  beberapa bulan ke depan, kendati bukan berarti akan menguat terhadap dolar AS. 

Sementara treasury bank asal Eropa di Singapura mengatakan, selain dolar Singapura sebagai "safe haven" Asia, saat ini rupee India menjadi favorit. Ada beberapa faktor. Yakni, India masuk Bloomberg Bond Index, banyak modal Amerika Serikat di negeri itu dan sebagai alternatif perusahaan global menempatkan basis produksi. Menurut Lukman, jika prospek pemangkasan suku bunga The Fed sudah mulai menguat, maka mata uang emerging market seperti ringgit Malaysia (MYR), rupiah (IDR) dan peso Filipina (PHP) yang selama ini tertekan oleh kebijakan The Fed, justru akan menguat lebih signifikan. "Juga akan terjadi dengan yen Jepang (JPY)," ujar Lukman, Rabu (19/6). Data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari perkiraan menghidupkan kembali harapan penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Situasi ini mendorong dolar AS sedikit terkoreksi. Prediksi Lukman, pada akhir tahun  2024, CNY akan berada pada kisaran 7,15-7,20 per dolar AS. Kemarin (19/6) pairing USD/CNY berada di 7,25.

Sedangkan SGD diproyeksikan berada di kisaran 1,335-1,345 per dolar AS pada akhir tahun ini. Pasangan USD/SGD kemarin naik 0,03% ke 1,3504. Sementara Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, mata uang Asia yang bisa dikoleksi di tengah menguatnya dolar AS yaitu SGD dan IDR. Menurut jajak pendapat Reuters, BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada rapat dewan gubernur (RDG) pekan ini.  Namun, dengan pelemahan nilai tukar rupiah dan ketidakpastian mengenai transisi politik dan prospek fiskal yang sedang berlangsung, beberapa analis juga melihat potensi kenaikan suku bunga oleh BI. "Kenaikan suku bunga diperlukan untuk memenuhi janji BI dalam menggunakan kebijakan moneter untuk menahan volatilitas rupiah," kata Fakhrul Fulvian, ekonom di Trimegah Securities, seperti dikutip Reuters, Rabu (19/6). 

Pangan ikut Memompa Kenaikan Impor Indonesia

Hairul Rizal 20 Jun 2024 Kontan

Nilai impor perlahan mulai naik, setelah dalam tren penurunan sejak akhir tahun lalu. Kenaikan tersebut antara lain didorong lonjakan impor barang konsumsi atau bahan pangan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor pada Mei 2024 mencapai US$ 19,40 miliar, atau terbesar setelah November 2023 (lihat tabel). Angka ini tumbuh 14,82% month to month (mtm), setelah kontraksi secara bulanan sejak Desember 2023. Bukan hanya nilainya, volume impor Mei juga naik. Volume impor bulan lalu tercatat 19,25 juta ton, naik dari April sebesar 17,21 juta ton.

Bahkan volume impor tersebut menjadi yang terbesar sepanjang tahun berjalan 2024. Salah satu pendorongnya adalah impor barang konsumsi yang tercatat US$ 1,73 miliar, naik signifikan 20,59% mtm. Kinerja itu disebabkan lonjakan impor pangan, terutama beras. "Impor pangan jika dirinci, pertama beras naik 165,27% dibandingkan Januari hingga Mei 2023," ungkap Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah dalam konferensi pers, Rabu (19/6). Kabar baiknya, porsi impor barang konsumsi hanya 9,49% dari total impor. Impor Indonesia masih didominasi bahan baku atau penolong sebesar 73,16% dan tumbuh dua digit mencapai 12,46% mtm. Selain itu, impor barang modal dengan porsi 17,35% dan tumbuh dua digit yakni 22,28% mtm. Di sisi lain, nilai ekspor Mei tercatat US$ 22,33 miliar atau naik masing-masing 13,82% mtm dan 2,86% yoy.

Kinerja ekspor terutama ditopang kenaikan ekspor besi dan baja yang meningkat masing-masing 1,22% mtm dan 8,30% yoy. Sementara ekspor batubara dan minyak sawit mentah menurun secara bulanan maupun tahunan. Surplus neraca perdagangan disokong oleh surplus pada komoditas nonmigas sebesar US$ 4,26 miliar. Di saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit US$ 1,33 miliar. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, penurunan impor secara tahunan dipicu tingginya basis pada periode sama 2023. Selain itu, "Pertumbuhan ekspor China ke Indonesia yang mencapai dua digit secara bulanan," kata Josua, kemarin. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, kenaikan impor sejalan dengan kembali normalnya aktivitas masyarakat setelah menurun pasca Idul Fitri lalu. Makanya, volume impor juga meningkat.

Bansos Sembako Sudah Mengalir Rp 22,5 Triliun

Hairul Rizal 20 Jun 2024 Kontan
Kementerian Keuangan (Kemkeu) telah menyalurkan anggaran sebesar Rp 22,5 triliun untuk program bantuan sosial (bansos) sembako hingga 6 Juni 2024. Realisasi bansos sembako telah diberikan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Kemkeu menyebutkan, meski bernama bansos sembako, masyarakat tetap mendapatkannya dalam bentuk uang senilai Rp 200.000 per bulan dan dibagikan dua bulan sekali. Alhasil, dalam satu tahun ada enam tahap penyaluran dan KPM menerima Rp 400.000 untuk setiap pencairan. "Program sembako merupakan salah satu bantuan sosial untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat KPM sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan," terang Ditjen Perbendaharaan Negara Kemkeu di akun media sosialnya, kemarin.

Bidik Dana Rp 713 Miliar, Golf SIap IPO

Hairul Rizal 20 Jun 2024 Kontan

PT Intra GolfLink Resorts Tbk siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Calon emiten milik pengusaha nasional Tommy Soeharto ini akan menggelar penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO). Mengutip prospektus IPO, calon emiten yang akan menggunakan kode saham GOLF ini akan melepas sebanyak-banyaknya 3,1 miliar saham baru. Jumlah tersebut setara 15,02% dari seluruh modal disetor setelah IPO, dengan nilai nominal Rp 25 setiap saham. Terhitung mulai Kamis (20/6), GOLF akan memasuki masa penawaran awal hingga 25 Juni 2024. Setelah itu, masuk masa penawaran umum (offering) pada 2 Juli–4 Juli 2024. Jika tak ada aral, GOLF akan mencatatkan sahamnya di BEI pada 8 Juli 2024.

Dalam masa penawaran awal, GOLF memasang harga Rp 200–Rp 230 per saham. Dus, GOLF berpotensi mengalap dana segar Rp 713 miliar dari IPO. Dari dana tersebut, sekitar 87,53% dialokasikan untuk setoran modal ke PT New Kuta Golf and Ocean View (NKG), entitas anak GOLF yang mengelola bisnis golf dan hotel di Bali. Selain itu, 5,34% untuk setoran modal ke entitas anak, yaitu PT Sentul Golf Utama (SGU). Sisa dana 7,13% akan dipakai sebagai biaya operasional. Komisaris Utama Intra GolfLink Resorts, Darma Mangkuluhur Hutomo mengungkapkan, prospek golf tourism menjanjikan, terutama setelah pandemi Covid-19. Direktur Utama Intra GolfLink Resorts, Dwi Febri Astuti optimistis, ekspansi hotel bintang enam di Bali berdampak positif terhadap kinerja GOLF ke depan.

GELISAH KARENA RUPIAH

Hairul Rizal 20 Jun 2024 Bisnis Indonesia (H)

Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat lebih dari 6% sejauh ini, telah memukul banyak lini perekonomian, baik ketahanan fiskal dan moneter, maupun dunia usaha. Bagi pemerintah, penurunan nilai tukar rupiah bakal membuat belanja subsidi dan pembayaran bunga utang akan membengkak. Bagi bank sentral, cadangan devisa akan terkuras untuk mengintervensi pasar demi menstabilkan rupiah. Adapun, sektor manufaktur yang bergantung pada bahan baku impor, bakal menanggung beban produksi lebih besar. Tak ayal, sejumlah korporasi di dalam negeri pun keras memutar otak untuk mengamankan kinerja bisnisnya. Contohnya PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) yang malah sudah mencatatkan rugi Rp304 miliar pada kuartal I/2024 akibat pelemahan rupiah di tengah fluktuasi harga bahan bakar pesawat. Melalui keterangan resmi, Direktur Utama AirAsia Veranita menuturkan bahwa jumlah tersebut mencakup sekitar 39% dari total kerugian perusahaan pada kuartal lalu. Dalam catatan AirAsia, rata-rata kurs rupiah Rp15.853 pada kuartal I/2024 melemah signifikan dari rata-rata kurs pada kuartal I/2023 yang hanya Rp15.062 per dolar AS.

Menurut Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia Adhi S. Lukman, potensi keuntungan eksportir makanan dan minuman akan terganjal harga bahan baku dan ongkos logistik yang meningkat. Kemerosotan nilai tukar rupiah juga mendatangkan risiko bagi fiskal negara. Dengan nilai tukar rupiah yang sudah berada di kisaran Rp16.400 per dolar AS saat ini, rata-rata kurs rupiah sepanjang tahun berjalan Rp15.864 per dolar AS. Angka ini sudah meleset jauh dari asumsi kurs rupiah dalam APBN 2024 yang dipatok Rp15.000 per dolar AS.Rupiah yang lebih lemah di satu sisi dapat menambah pendapatan negara, khususnya dari penerimaan yang terkait dengan aktivitas perdagangan internasional. Sisi pembiayaan anggaran pun terkena dampak, khususnya penambahan penarikan pinjaman luar negeri, baik pinjaman tunai maupun pinjaman kegiatan, penerusan pinjaman/subsidiary loan agreement(SLA), dan pembayaran cicilan pokok utang luar negeri. Kalangan ekonom menilai depresiasi rupiah bisa mendorong BI kembali menaikkan suku bunga, apalagi Federal Reserve, yang merupakan bank sentral paling berpengaruh di dunia, sudah melempar sinyal kenaikan suku bunga hanya sekali pada tahun ini. Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan bahwa jika dihitung secara fundamental, ekuilibrium rupiah saat ini sudah di atas Rp16.000, walaupun pergerakannya akan sangat dinamis, bergantung pada perkembangan eksternal dan internal.

Berkelit dari Gejolak Rupiah

Hairul Rizal 20 Jun 2024 Bisnis Indonesia

Nilai tukar rupiah yang terus merosot lebih dari 6% sepanjang tahun ini memunculkan berbagai kekhawatiran bagi dunia usaha, fiskal, dan moneter akan datangnya krisis ekonomi yang lebih luas seperti 1998. Banyak prediksi bahwa tantangan ekonomi ke depan tampak jauh lebih berat. Kegundahan para pebisnis tersebut tak berlebihan. Kurs rupiah yang kini bertengger di kisaran Rp16.400 per dolar AS, sudah jauh menyimpang dari asumsi APBN 2024 yang hanya dipatok pada Rp15.000 per dolar AS. Pada saat yang sama, pemerintah dihadapkan pada ancaman meningkatnya beban belanja dan utang. Analisis sensitivitas APBN 2024 menunjukkan bahwa setiap pelemahan rupiah Rp100 per dolar AS akan menambah pendapatan negara sebesar Rp4 triliun, tetapi meningkatkan belanja hingga Rp10,2 triliun. Artinya, pelemahan rupiah dapat memperlebar defisit anggaran secara signifikan. Dalam 10 tahun terakhir atau sejak 13 Juni 2014, rupiah sudah tersungkur 39,13% dari posisi Rp11.796 per dolar AS. Jika dilihat lajunya dalam 15 tahun terakhir, nilai tukar rupiah saat ini bahkan sudah anjlok 63,01% dari posisi Rp10.068 per dolar AS pada 12 Juni 2009.

Dalam 15 tahun terakhir, nilai tukar rupiah sempat tertekan hingga Rp16.575 per dolar AS pada 23 Maret 2020 atau saat Indonesia dan dunia dilanda kasus Covid-19. Adapun, level terkuat rupiah pernah direngkuh pada 1 Agustus 2011 yaitu sebesar Rp8.464 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini tetap saja memaksa dunia usaha memutar otak untuk menjaga kelangsungan bisnisnya. Sumber-sumber bahan baku alternatif sebagai pengganti impor mulai ramai diburu kalangan pengusaha. Industri farmasi, dengan ketergantungan bahan baku impor yang mencapai 90%, pasti menghadapi tantangan besar dari pelemahan rupiah. Keberlangsungan bisnis mereka terancam apabila tidak ada langkah inovatif yang diambil untuk meredam risiko kenaikan beban pokok produksi yang dapat menggerus laba. Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) juga dihadapkan pada dilema untuk menyesuaikan kebijakan moneternya. Depresiasi rupiah kerap mendorong BI untuk memperketat kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga. Dengan The Fed yang sudah memberi sinyal kenaikan suku bunga satu kali tahun ini, tekanan bagi BI untuk mengikuti langkah serupa makin besar. Namun, seberapa efektif instrumen moneter dalam meredam tekanan superdolar? Pengalaman menunjukkan bahwa pengetatan moneter seringkali tidak cukup untuk mengatasi tekanan eksternal yang kuat. Sektor-sektor yang memiliki potensi ekspor tinggi harus diberi dorongan untuk meningkatkan produksinya. Selain itu, strategi diversifikasi pasar ekspor juga menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu.

NERACA PERDAGANGAN : SURPLUS DALAM TREN MENYEMPIT

Hairul Rizal 20 Jun 2024 Bisnis Indonesia

Badan Pusat Statistik melaporkan neraca dagang Indonesia pada Mei 2024 tetap mencatatkan surplus US$2,93 miliar atau mencetak surplus 49 bulan secara berturut-turut, meskipun cenderung terus menyempit. Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah mengatakan bahwa tren penyusutan surplus itu terlihat dari data Januari—Mei 2024 yang mencetak surplus sebesar US$13,06 miliar atau menurun 20,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak US$16,47 miliar. “Secara kumulatif Januari—Mei 2024, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$13,06 miliar atau mengalami penurunan US$3,41 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (19/6). Secara bulanan, Habibullah menyatakan nilai ekspor pada Mei 2024 menembus US$22,33 miliar atau meningkat 13,82% dibandingkan dengan periode April 2024. Sayangnya, ekspor Indonesia secara tahunan ternyata turun 2,86% daripada bulan yang sama tahun lalu tercatat US$21,71 miliar. Menurutnya, peningkatan kinerja ekspor pada Mei 2024 didorong oleh meningkatnya ekspor non-migas, utamanya komoditas mesin dan perlengkapan elektronik serta bagiannya sebesar 26,66% dengan andil 1,34%. Selain itu, bijih logam terak dan abu sebesar 25,96% dengan andil 1,09%, kendaraan dan bagiannya sebesar 26,8% dengan andil 1%.

Secara terperinci, nilai ekspor batu bara secara bulanan tercatat turun menjadi US$2,50 miliar atau sebesar 4,04% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sedangkan secara tahunan juga anjlok 22,19%, dari tahun sebelumnya sebanyak US$3,01 miliar. Penurunan ekspor juga terjadi pada komoditas CPO dan turunannya yang hanya mencapai US$1,08 miliar pada Mei 2024 atau turun sebesar 22,19% dari bulan sebelumnya. Sebaliknya, nilai impor pada Mei 2024 mencapai US$19,40 miliar atau naik 14,82% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Secara tahunan, nilai tersebut tercatat turun sebesar 8,83%. Adapun nilai impor migas secara bulanan tercatat mencapai US$2,75 miliar atau turun sebesar 7,91% pada Mei 2024, sementara nilai impor nonmigas mencapai US$16,65 miliar atau meningkat 19,7% (month-to-month/MtM). Dalam kesempatan lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga Ketua Tim Pengarah Satgas Peningkatan Ekspor Nasional menyatakan surplus US$2,93 miliar masih melanjutkan tren surplus 49 bulan berturut-turut. “Surplus neraca perdagangan didukung surplus sektor nonmigas sebesar US$4,26 miliar. Namun, [nilai surplus] tereduksi oleh defisit sektor migas sebesar US$1,33 miliar,” katanya dalam siaran pers.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Khamdani meminta pemerintah meningkatkan pendampingan dan fasilitasi ekspor ke negara nontradisional guna menggenjot kinerja ekspor Indonesia. Pada sisi lain, Shinta mengungkap bahwa kinerja ekspor manufaktur cukup sulit untuk ditingkatkan. Selain permintaan yang lemah dan daya saing ekspor Indonesia terganggu akibat logistik perdagangan yang makin mahal, dia menilai sektor itu manufaktur makin tertekan karena depresiasi nilai tukar rupiah yang makin dalam. Kondisi itu telah berimbas pada produktivitas ekspor manufaktur lantaran menyebabkan beban pokok produksi naik signifi kan, mengingat industri manufaktur umumnya masih harus mengimpor bahan baku atau penolong produksi.

Pilihan Editor