;

Kolaborasi Pemerintah-Swasta Dinanti

Yoga 21 Jun 2024 Kompas

Seni tradisional yang terpinggirkan dapat memperpanjang usianya tak lepas dari beragam bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sejumlah perusahaan telah melakukan terobosan pada sektor kebudayaan, tetapi tugas terbesar memelihara kebudayaan tetap pada negara. Kolaborasi pemerintah dan swasta dinantikan. PT Djarum, misalnya, menjadikan budaya sebagai salah satu fokus program CSR-nya. Program yang dinamai Bakti Budaya Djarum Foundation itu berupaya memperbaiki ekosistem kebudayaan di Indonesia dari hulu hingga hilir. ”Indonesia begitu beragam dengan kebudayaannya. Banyak seniman bertalenta, para maestro yang tak lagi menghitung keuntungan ketika menghidupi seninya,” ujar Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian, di Jakarta, Kamis (20/6). Hal itu mendorong Djarum turut berfokus menggarap budaya, termasuk seni pertunjukan tradisional.

Djarum juga membangun Galeri Indonesia Kaya yang memberi panggung kepada seniman dan jadi ruang arsip kebudayaan Nusantara, mulai dari alat musik tradisional, pakaian adat, hingga kuliner. Adapun besaran dana CSR tiap tahun berbeda. Hal serupa dilakukan PT Bank Central Asia Tbk (BCA). EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan, bantuan diberikan pada sektor budaya karena budaya merupakan identitas suatu bangsa. Program-programnya menyasar pula pada pengenalan serta pembinaan budaya bagi anak-anak. Filantropi guna mendukung budaya lokal juga dilakukan, antara lain, pada pertunjukan ”Sudamala: Dari Epilog Calonarang” yang dihelat di Pura Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah, tahun lalu.

”Ketika ada penghasilan, teman-teman dari sanggar yang kami support untuk melakukan aktivitas pergelaran bisa spending, apalagi 57 % pertumbuhan ekonomi Indonesia disumbang rumah tangga,” ucap Hera. Sepanjang 2023, BCA mengucurkan Rp 153,2 miliar untuk CSR di bidang pendidikan, diikuti budaya, lingkungan, kesehatan, dan pengembangan komunitas. Sejumlah perusahaan lain juga memberi ”panggung” bagi seniman tradisional meski bukan menjadi program utama. Budayawan Butet Kartaredjasa berpendapat, tugas utama menjaga dan memelihara kebudayaan ada pada negara, bukanCSR. Dalam persentase, 70 % tugas negara, sisanya baru swasta. Selama ini, bantuan yang diberikan mayoritas masih berupa pendanaan. Padahal, aspek terpenting adalah pendampingan tata kelola seni. ”Supaya kawan-kawan seniman tradisional bisa mengukur dan punya bargaining position yang setara, terhormat. Mereka harus dibiasakan supaya terlatih dan punya martabat, harga diri,” ujar Butet. (Yoga)


Insentif Bebas Pajak Kerek Pasar Properti

Yoga 21 Jun 2024 Kompas

Insentif PPN yang ditanggung pemerintah atau PPN DTP berdampak positif mendorong pemasaran hunian dan ruko. Pelaku pasar properti berharap pemerintah terus melanjutkan insentif properti tersebut. Relaksasi PPN DTP sebesar 100 % itu akan berakhir Juni 2024. PPN DTP untuk rumah siap huni (ready stock) itu diumumkan pada November 2023 serta ditetapkan dalam peraturan menkeu (PMK) pada 12 Februari 2024. Dalam PMK tersebut, pemerintah memberikan insentif pajak untuk pembelian rumah primer seharga maksimum Rp 5 miliar, dengan besaran PPN yang ditanggung untuk rumah dengan harga hingga Rp 2 miliar. PPN yang ditanggung pemerintah diberikan sebesar 100 % sampai Juni 2024, lalu untuk Juni-Desember 2024 diberikan 50 %.

Presdir Paramount Land, M Nawawi mengatakan, insentif PPN DTP telah mendorong pemasaran unit- unit rumah dan ruko yang siap serah terima (ready stok), baik di proyek Paramount Petals maupun Paramount Gading Serpong di Tangerang. Meski demikian, tidak banyak stok unit yang tersedia untuk program insentif pajak selama empat bulan itu. ”PPN DTP mampu mendorong serapan rumah dan ruko walau jumlah unit ready stock tidak banyak. Yang terpenting, program ini mampu menstimulasi pengembang, penjual, ataupun calon pembeli. Kami berharap program insentif PPN 100 % ini bisa berlanjut tahun depan,” tutur Nawawi, di sela-sela Forwapera Talkshow: ”Dukungan Infrastruktur Kawasan Hunian di Koridor Barat Jakarta,” di Tangerang, Kamis (20/6). (Yoga)


Anggaran Rp 25 Triliun untuk Asta Cita

Yoga 21 Jun 2024 Kompas

Kementan mengusulkan tambahan anggaran tahun 2025 sebesar Rp 51,63 triliun. Dari jumlah itu, Rp 25 triliun akan digunakan untuk mendukung program Asta Cita di sektor ketahanan pangan presiden-wapres terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Hal itu mengemuka dalam Raker Komisi IV DPR dengan Kementan dan Bapanas, yang digelar secara hibrida, di Senayan, Jakarta, Kamis (20/6). Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan, pagu anggaran Kementan Tahun Anggaran (TA) 2025 sangat terbatas, yakni Rp 8,06 triliun. Untuk itu, Kementan mengusulkan tambahan anggaran TA 2025 senilai total Rp 51,635 triliun, untuk menopang program atau kegiatan reguler sebesar Rp 26,625 triliun. Sisanya, Rp 25 triliun, akan digunakan untuk mendukung program Asta Cita presiden-wapres terpilih. ”Program Asta Cita tersebut khususnya berupa pencetakan 1 juta hektar sawah baru,” ujarnya dalam rapat kerja itu.

Terkait tambahan dana untuk Asta Cita, anggota Komisi IV DPR, Hermanto, meminta agar Kementan mendetailkan rencana kegiatan dan strateginya. Hal itu penting agar dana tambahan itu tidak sia-sia mengingat nilainya lebih besar ketimbang anggaran reguler. ”Kementan perlu belajar dari sejumlah food estate yang dahulu pernah dirintis, tetapi tidak jelas perkembangannya hingga saat ini,” ucapnya. Amran menyatakan, Kementan akan fokus mencetak sawah-sawah baru di dekat sumber-sumber air, terutama sungai. Pencetakan sawah baru itu juga akan ditopang dengan penyediaan pompa-pompa air. Selain itu, Kementan akan mengoptimalkan sawah yang berproduksi setahun sekali menjadi tiga kali dalam setahun. Dalam rapat tersebut juga terungkap, Kementan menargetkan produksi padi pada 2025 mencapai 56,05 juta ton setara gabah kering giling (GKG), meningkat 0,63 juta ton dibanding target 2024 yang sebesar 55,42 juta ton GKG. (Yoga)


BSI INTERNATIONAL EXPO Transaksi Ditargetkan Rp 1 Triliun

Yoga 21 Jun 2024 Kompas

Wapres Ma’ruf Amin meresmikan pembukaan Bank Syariah Indonesia atau BSI International Expo 2024 yang merupakan pameran ekosistem keuangan syariah berskala internasional pertama di Indonesia. BSI International Expo 2024 yang diselenggarakan pada 20-23 Juni 2024 menghadirkan pembeli potensial dari 20 negara, dengan target jumlah transaksi Rp 1triliun. ”Seperti saya bilang, ini bank syariah harus halal, tapi juga keren. Jangan kumuh! Selain itu, BSI semakin terdepan dalam menciptakan ekosistem yang mampu menopang dan mengakselerasi pengembangan ekonomi syariah Indonesia ke depan,” tutur Wapres Amin pada acara pembukaan BSI International Expo 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (20/6/2024). Sejak hadir pada tahun 2021, BSI dinilai telah mampu menjawab kebutuhan yang sangat tinggi akan adanya bank syariah berkapasitas mumpuni.

Saat ini, BSI mampu tumbuh menjadi bank terbesar kelima nasional dan mengukuhkan posisinya dalam merepresentasikan bank syariah yang modern, inklusif, dan mampu bersaing dengan bank konvensional. Di tataran global, BSI juga telah menembus 10 besar bank syariah terbesar dunia dari sisi kapitalisasi, membuka cabang di Dubai, dan terus berupaya melebarkan sayapnya di mancanegara. Hal ini dinilai sebagai langkah konkret yang akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama ekonomi syariah dunia. ”Hari ini saya bangga, BSI menyelenggarakan ajang BSI International Expo untuk pertama kalinya. Sebuah agenda strategis untuk mendemonstrasikan berbagai inovasi dan pengembangan di sektor industri halal nasional dan global,” tambah Wapres Amin. (Yoga)


Harga Lada di Perbatasan Naik, Petani Bersemangat

Yoga 21 Jun 2024 Kompas

Harga lada di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, sebulan terakhir merangkak naik. Warga mulai merawat kebun lada kembali yang sempat terbengkalai karena harga anjlok dan kendala pupuk. Kadus Badat Baru, Desa Suruh Tembawang, Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Matius Liset (48) Kamis (20/6) menuturkan, harga lada putih di Entikong menjadi Rp 120.000 per kg dari Rp 70.000 per kg. Harga lada hitam Rp 70.000-Rp 80.000 per kg dari sekitar Rp 50.000 per kg. ”Dengan kenaikan harga lada, petani mulai semangat lagi merawat kebun. Selama ini banyak kebun warga terbengkalai tidak dirawat karena harga anjlok. Kini, ada yang mulai menanam lagi,” ujar Liset.

Di Dusun Barat Baru, ada 46 keluarga yang rata-rata memiliki kebun lada. Setiap keluarga memiliki lada berkisar 200-400 batang. Liset masih memiliki 100 pohon lada di Dusun Badat Baru. Jika cuaca bagus dan pupuk mencukupi, panen per pohon bisa berkisar 1-2 kg. Panen lada sekali setahun. Selama ini saat harga anjlok, kebun dibiarkan begitu saja. Kini ia berencana memupuk kebunnya. ”Selama harga anjlok kemarin, saya fokus berladang dan menanam sawit,” ujarnya. Tapi, harga bisa saja tiba-tiba anjlok lagi. Belum lagi pupuk sering kali sulit didapatkan. Harga pupuk subsidi jenis NPK dan Urea Rp 160.000 per karung 50 kg. Namun, menurut Liset kerap sulit didapatkan. ”Pupuk nonsubsisi sudah lama tidak membeli, tetapi dari pengalaman sebelumnya sekitar Rp 300.000 per karung 50 kg,” tutur Liset. Ia berharap, harga lada tetap bertahan dan terus naik hingga petani panen. Harga saat ini, menurut dia, cukup ideal. (Yoga)


Bazar Sembako Jaga Inflasi DKI

Yoga 21 Jun 2024 Kompas

Kegiatan bazar sembako murah di Jakarta rutin digencarkan untuk memenuhi ketersediaan pangan murah bagi warga Jakarta. Selain bazar, pada 20-21 Juni digelar pula Jakarta Food Festival. Kedua program ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menjaga inflasi. Kamis (20/6) Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau Bazar UMKM Pasar Jaya di Kantor Pusat Perumda Pasar Jaya, Cikini, Jakpus. Kegiatan ini diinisiasi BUMD Perumda Pasar Jaya untuk memperingati HUT Ke-497 Jakarta. Mulai dari bahan pokok murah, makanan, pakaian, aksesori, hingga perlengkapan sekolah dijual di bazar. Terdapat 1.000
paket sembako seharga Rp 100.000 per paket. Paket ini terdiri dari beras premium 5 kg, tepung terigu 1 kg, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 1 kg. Disediakan pula cabai merah keriting dan cabai rawit merah. 

Heru mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mempertahankan laju inflasi. Ia berharap kegiatan ini dapat menstabilkan ekonomi di wilayah Jakarta, termasuk menstabilkan  harga bahan pokok. ”Dalam rangka menyambut ulang tahun Jakarta serta bentuk upaya menjaga inflasi agar terkendali, Pemprov DKI Jakarta melalui rekan-rekan BUMD menyelenggarakan serangkaian acara bazar pangan murah. Kali ini, Pasar Jaya mengadakan sembako murah melalui bazar UMKM agar bisa menjangkau masyarakat,” tutur Heru. Selain itu, Pemprov DKI Jakarta telah  memberikan tugas kepada dinas terkait untuk berupaya dalam menstabilkan ekonomi di wilayah Jakarta. ”Banyak tugas yang diberikan oleh Pemda DKI Jakarta kepada Food Station, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya untuk menjaga stabilitas ekonomi, menjaga stabilitas harga, di wilayah Jakarta,” ucapnya. (Yoga)

Merayu Anak Muda Semarang untuk ”Njamu” Bareng

Yoga 21 Jun 2024 Kompas

Empat pemudi duduk sambil bercerita di Herbal Corner, kafe minuman herbal di Semarang Tengah, Jateng, Rabu (19/6). Adette (20), salah satu dari mereka, memegang kunyit asam grande. Warga Candisari, Semarang, meyakini minuman berbahan dasar kunyit dan asam jawa itu bisa mengatasi nyeri menstruasi yang dideritanya. Minuman itu selalu dicari sebulan sekali oleh mahasiswi program studi gizi perguruan tinggi negeri Kota Semarang itu. Adette yang kehilangan pedagang jamu keliling langganannya kegirangan menemukan kafe herbal itu lewat video yang muncul di Instagramnya.Tanpa pikir panjang, Adette langsung datang ke kafe tersebut. Di kafe itu, jamu-jamu dicampur dengan bahan lain, kemudian diolah menjadi aneka minuman kekinian, seperti jamu blend (diblender), jamu shake (kocok), dan es krim jamu. Terkesan dengan olahan jamu di kafe itu, Adette sering mengajak teman-temannya untuk njamu di tempat itu.

”Meski tidak menstruasi, saya tetap datang. Soalnya, jamunya unik, kekinian, tak membosankan. Tampilannya menarik. Saya dapat manfaat khasiat jamu tanpa mengecap atau membaui aroma jamu,” ujarnya. Selain olahan minuman jamu yang dibanderol Rp 25.000-Rp 30.000, kafe juga menjual jamu-jamu cair, serbuk, tablet, dan kapsul. Tak hanya di kafe minuman herbal, jamu produksi Sido Muncul yang diolah menjadi es krim juga dijual di sejumlah kafe di Kota Semarang. Penyajian jamu menjadi minuman kekinian di sejumlah tempat itu meru pakan upaya Sido Muncul, produsen jamu di Semarang, membuat jamu lebih menarik dan gampang dijangkau, khususnya untuk konsumen muda. Di sejumlah hotel yang merupakan anak usaha Sido Muncul, pengelola selalu menawarkan tamu untuk mencicipi jamu seduh Sido Muncul. Jadi, mari kita njamu bareng. (Yoga)


Suparlan, Bangkit dengan Inovasi Padi Apung

Yoga 21 Jun 2024 Kompas (H)

Suparlan (55) tak menyerah pada kondisi alam desanya. Ketika lahan rawa pasang surut di sekitar rumahnya tak lagi memberikan hasil pascabanjir besar tahun 2021, ia menerima tantangan berinovasi dengan padi apung, lalu berhasil bangkit dari kegagalan panen dan bertekad terus melanjutkan inovasi itu. Tanaman padi apung dengan media tanam pot plastik dan styrofoam menghijaukan lahan rawa pasang surut di samping rumah Suparlan di Desa Sampurna, Barito Kuala, Kalsel, 35 km dari Kota Banjarmasin. Saat ditemui di rumahnya, Senin (20/5) Suparlan menuturkan, padi apung yang ditanamnya baru berusia satu bulan. Tahun ini merupakan tahun keduanya menanam padi apung. Jenis padi yang ditanamnya adalah siam madu. ”Ini termasuk padi unggul, bisa panen dalam tiga bulan. Kalau tak ada kendala, dalam dua bulan ke depan sudah bisa panen, pada Juli nanti,” katanya.

Suparlan menggunakan 76 lembar styrofoam berukuran 1 x 2 meter dengan ketebalan 20 cm sebagai media pengapung. Satu lembar styrofoam menyangga 21 pot tanaman padi. Ada lebih dari 1.500 rumpun padi yang tumbuh mengapung di atas air. Tiang-tiang kayu ditancapkan di berbagai sisi Styrofoam untuk menahan tanaman padi apung agar tidak bergeser saat tertiup angin. Dari kejauhan, padi itu tampak seperti ditanam di bedeng terapung. Menurut anggota Kelompok Tani Ar-Raudah itu, lahan rawa pasang surut di samping rumahnya hampir tak pernah surut pascabanjir besar tahun 2021.Banjir kala itu tidak hanya menenggelamkan hamparan tanaman padinya, tetapi juga sampai merendam rumah panggungnya. Ketinggian air d alam rumah sempat mencapai 50 cm. ”Setelah banjir besar itu, kami para petani di sini kerap gagal panen. Sebagian lahan kami juga terendam terus sehingga tidak memungkinkan ditanami padi,” kata bapak dari empat anak sekaligus kakek dari empat cucu itu.

Pada 2023, Suparlan dan beberapa petani di sana ditawari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel untuk mengembangkan padi apung. Mereka mendapat bantuan styrofoam dan pot, tapi benih, pupuk, danp-i pestisida tetap diusahakan sendiri oleh petani. ”Saya pikir ide inovasi itu bagus dan mesti dicoba. Kalau berhasil, petani kembali sejahtera. Jadi, tak perlu beli beras lagi seperti beberapa tahun terakhir pascabanjir,” ujarnya. Pada Mei 2023, ia menjadi satu-satunya petani di desanya yang berhasil panen padi apung. Hasil panen perdana itu cukup menggembirakan. ”Saya dapat 12 kaleng,  sekitar 240 kg gabah kering panen,” ucapnya. Menurut Suparlan, hasil panen tersebut setara hasil panen di sawah berukuran dua borong atau 340 meter persegi. ”Kalau sebagian hasilnya tidak dijual, hasil panen itu cukup untuk makan kami bertiga di rumah selama setahun,” katanya.

Suparlan sebetulnya tak ingin menjual hasil panen perdana padi apungnya. Namun, karena banyak petani lain yang  menginginkan gabah kering itu sebagai benih, ia pun rela berbagi. ”Mereka bahkan berani membeli dengan harga tinggi karena kualitas benihnya bagus. Tidak kena hama dan tidak hampa,” ujarnya. Gabah kering untuk benih itu pun dihargai Rp 140.000 per kaleng. Padahal, harga pasarannya waktu itu masih Rp 80.000 per kaleng. ”Tujuan saya memang bukan berbisnis, melainkan berbagi,” katanya. ”Pada prinsipnya, sama saja menanam padi itu. Bedanya, untuk padi apung ini, kita harus lebih telaten. Tidak bisa habis ditanam langsung ditinggal, seperti tanam padi di sawah,” ujarnya. ”Kalaupun nanti tidak dapat bantuan lagi, saya tetap akan meneruskan budidaya padi apung. Saya menyadari inovasi pertanian ini adalah solusi yang tepat di lahan yang saya garap,” katanya. (Yoga)


Tahan Diri untuk Tidak Berkontroversi

Yuniati Turjandini 21 Jun 2024 Investor Daily (H)

Polemik yang terjadi antara menteri melahirkan kebijakan inkonsitensi yang tidak saja membuat kebingungan publik, lebih jauh turut merugikan dunia usaha. Padahal, masa kerja kabinet pemerintahan Jokowi hanya tinggal beberapa saat lagi dan harus dilanjutkan oleh pemerintahan baru dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Karenanya, para pejabat harus mengurangi kebiasaan berkontroversi di publik dan tidak mengeluarkan  kebijakan strategis yang berpotensi membebani pemerintahan  selanjutnya. Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, tidak solidnya beberapa pejabat kementerian dalam mengeluarkan kebijakan/statement karena ketidakjelasan visi pembangunan ekonomi. "Ya karena memang tidak ada visi pembangunan ekonomi yang clear. Maisng-masing kementerian sepertinya bermain sendiri-sendiri, tidak ada koordinasi. Ini menambah ketidakpastian berusaha, dan ini hambatan investasi yang sangat berbahaya," ungkap Redma kepada Investor Daily. (Yetede)

Pembentukan Holding Gagal Perbaiki Kinerja BUMN Farmasi

Yuniati Turjandini 21 Jun 2024 Investor Daily (H)

Sinergi tiga BUMN farmasi melalui pembentukan holding yang telah berjalan selama empat tahun ternyata gagal mendongkrak kinerja. Faktanya, ketiga BUMN yang meliputi PT Bio Farma (induk holding), PT Kimia Farma Tbk, dan PT Indofarma Tbk itu justru mencatatkan penurunan pendapatan hingga 28% pada 2023. Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak mengkritik keras kondisi tersebut. Menurut anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, keberadaan holding  seharusnya dapat meningkatkan effisiensi dan kinerja masing-masing BUMN dengan kerja sama dan sinergi yang dijalin. Namun, setelah holding BUMN farmasi resmi terbentuk awal 2020, yang terjadi justru sebaliknya. "Apakah enggak ada sinergi? Apa enggak tercipta chemistry? Bungkusnya saja holding, tetapi masih jalan sendiri-sendiri. Malah mungkin satu ngalor (ke utara), satu ngidul (ke selatan), satu ngetan ( ke timur), satu ngulon ( ke barat). Enggak ada sinergi didalamnya. Apakah seperti itu? Tentu harus kita kritik," ujar Amin. Bahkan, salah satu anggota holding, PT Indofarma Tbk, diduga mengalami fraud, salah satunya yang banyak disorot publik adalah terkait utang ke pinjalaman online atau fintech sebesar Rp 1,26 miliar. (Yetede)

Pilihan Editor