;

Akuisisi Aset Perkuat Prospek Bisnis Emiten

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Kontan

Di tengah lesunya harga minyak dan volatilitas harga gas alam yang tinggi, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) diperkirakan mampu melanjutkan tren pertumbuhan kinerja di semester kedua 2024. Mengingatkan saja, ENRG membukukan penjualan sebesar US$ 202 juta di semester I-2024, tumbuh 5% secara tahunan atau year on year (yoy). Sedangkan EBITDA tumbuh 10% yoy menjadi US$ 125,7 juta. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas memaparkan, peningkatan kinerja semester I, didukung oleh kenaikan produksi minyak dari aset Siak dan Kampar di Riau, Sumatera. "Aset ini menyumbang 2.300 barel minyak per hari," tulisnya dalam riset, Jumat (6/9). Peningkatan prediksi dari Siak dan Kampar diperkirakan akan berlanjut. Sukarno memperkirakan, secara penuh, potensi produksi keduanya bisa mencapai 2.000 hingga 2.500 barel of oil equivalent per day (boepd) . Artinya, total potensi produksi migas berada di kisaran 48.332–48.832 boepd atau tumbuh di kisaran 14%-15% yoy. Analis Lotus Andalan Sekuritas Fath Aliansyah juga berpandangan kalau ENRG mampu meningkatkan pendapatan sebesar single digit . Ia juga mencermati fundamental emiten Grup Bakrie ini masih tetap baik untuk melakukan ekspansi organik dan anorganik. "Untuk Siak dan potensi akusisi aset lainnya akan menjadi hal menarik untuk diperhatikan karena nilainya bisa meningkat seiring perubahan kinerja dan outlook migas sendiri," sebutnya. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai, potensi pertumbuhan ENRG akan terbatas. Hal ini tak lepas dari OPEC+ yang memperkirakan bahwa permintaan minyak dunia akan sebesar 2,03 juta barel per hari (bpd) di tahun ini. Meskipun memang, perkiraan tersebut lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya yang sebesar 2,11 juta bpd. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji berpandangan lebih positif. Menurutnya, kebijakan OPEC+ untuk meningkatkan kapasitas produksi bersifat sementara, terlebih fungsi OPEC+ untuk menjaga stabilitas harga minyak. Sukarno mempertahankan rating buy ENRG dengan target harga Rp 290. Sementara Nafan memasang target harga ENRG di akhir tahun Rp 220, namun dengan rekomendasi wait and see, karena saham masih dalam fase bearish consolidation. Sedangkan Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki merekomendasikan speculative buy dengan target harga Rp 226–Rp 230.

Rupiah Diperkirakan Menguat: Faktor Pendorong yang Muncul

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Kontan

Nilai tukar rupiah menguat pada Rabu (11/9). Rupiah spot naik 0,34% ke Rp 15.402 per dolar Amerika Serikat (AS) dan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) naik 0,20% ke Rp 15.415 per dolar AS. Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong mengatakan, secara umum dolar AS cenderung melemah dari mayoritas mata uang. "Dolar terkoreksi setelah debat capres Trump dan Harris," ujarnya, Rabu (11/9). Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menyebutkan, pasar mengekspektasikan inflasi bulanan AS, tetap di 0,2%. Sementara inflasi tahunan diproyeksikan akan turun ke 2,6% dari 2,9%. Sedangkan laju inflasi inti tahunan tetap sebesar 3,2%. Baik Josua dan Lukman sepakat rupiah hari ini diproyeksikan akan bergerak di kisaran Rp 15.350 hingga Rp 15.450 per dolar AS.

Restrukturisasi Utang: Kunci untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Kontan

Sejumlah perusahaan pelat merah telah mencapai kesepakatan dengan perbankan untuk merestrukturisasi utang-utang tahun ini. Terbaru, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) meneken perjanjian restrukturisasi induk alias master restructuring agreement (MRA) atas utang Rp 31,5 triliun dengan 21 bank. Kesepakatan restruktursisasi ini jadi sentimen positif terhadap perbankan. Sebab, bank mendapat kepastian atas pengembalian pinjaman yang sudah digelontorkan. Sentimen positif terutama akan didapat bank-bank yang memiliki outanding kredit besar ke BUMN. Dalam hal ini tentu saja bank pelat merah. Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) tercatat memberi kredit cukup besar ke BUMN. Melansir laporan keuangan, BMRI memiliki kredit senilai Rp 279,7 triliun per Juni 2024 ke pihak berelasi. Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki menyebut, restrukturisasi pinjamam perbankan yang dilakukan emiten BUMN berpotensi mengurangi risiko gagal bayar yang akan mempengaruhi aset produktif bank. Jika restrukturisasi berhasil, akan berpotensi positif ke kinerja dan harga saham. ujarnya, Rabu (11/9). 

Sementara itu, Senior Vice President LPPI Trioksa Siahaan menilai, restrukturisasi utang tidak serta merta mendongkrak kinerja bank. Menurut dia, banyak faktor yang mempengaruhi kinerja bank, terutama terkait efisiensi. Trioksa menuturkan, dampaknya ke depan, masih tergantung perkembangan kinerja bank terkait. Yuddy Renaldi, Direktur Utama Bank BJB, menyebut, jika restrukturisasi berjalan baik dan kredit yang diberikan kembali lancar, maka akan terjadi perbaikan kualitas aset perbankan secara keseluruhan. Bank BJB termasuk salah satu bank kreditur Waskita Karya. Senada, SEVP Wholesale Banking Bank Tabungan Negara (BTN) Benny Yoslim mengatakan, restrukturisasi debitur BUMN merupakan langkah terbaik yang disepakati para pihak atas dasar kondisi bisnis dan keuangan.

Kolaborasi Bisnis: MNC Life dan KFM Jalin Kerjasama Baru

Hairul Rizal 12 Sep 2024 Kontan

PT MNC Life Assurance menggandeng PT Karunia Multifinance (KFM) terkait proteksi asuransi jiwa kredit. Direktur MNC Life Risye Dillianti mengatakan, kerjasama ini juga menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan MNC Life dan memberikan solusi perlindungan yang lebih komprehensif bagi nasabah KFM. Direktur KFM Handoko Widjaja menambahkan, kolaborasi kedua belah pihak ini menjadi momentum penting untuk memberikan nilai tambah bagi para nasabah perseroan. "Dengan melengkapi produk pembiayaan kami dengan asuransi jiwa dari MNC Life, kami dapat menawarkan perlindungan yang lebih baik dan memastikan bahwa kebutuhan finansial nasabah kami terlindungi secara optimal," kata Handoko.

Daya Ekpor Mulai Melemah

Yuniati Turjandini 12 Sep 2024 Investor Daily (H)
Harga komoditas andalan ekspor Indonesia, seperti nikel, batu bara, dan minyak kelapa sawit, (crude palm oil/CPO) berguguran dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini dikhawatirkan  menekan kinerja ekspor hingga 2025 dan berdampak negatif ke ekonomi. Saat ini saja, ekonomi menghadapi tantangan berat dari tren pelemahan daya beli masyarakat. Ini terbaca deflasi selama  empat bulan beruntun, indeks manajer pembelian (PMI) yang jebol di bawah 50 selama dua tahun, dan maraknya PHK di sektor manufaktur. Berdasarkan data Trading Economics, harga nikel merosot 27% dari posisi tertinggi Mei 2024 sebesar US$ 15.763 per ton pada 10 September 2024. September 2023, harga nikel masih bertengger di US$ 19 ribu per ton, sedangkan awal 2024 di kisaran US$ 16 ribu per ton. Indonesia saat ini adalah produsen nikel terbesar dunia dengan pangsa pasar 50% pada 2023 dan berpeluang naik  menjadi 55% pada tahun ini. (Yetede)

LPS Mencatat DPK mengalami Penyusutan 0,63% per Juli 2024

Yuniati Turjandini 12 Sep 2024 Investor Daily (H)
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sumber dana non dana pihak ketiga (DPK) mengalami  penyusutan 0,63% (month to month/mtm) per Juli 2024. Pun ke depan, ruang perbankan untuk mencari sumber dana non DPK juga menurun lantaran akan menekan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Associate Faculty Lembaga Pengembangan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto mengatakan, terdapat tiga alasan yang membuat pendanaan non konvensional  perbankan mengalami penurunan saat ini. Pertama, perbankan akan sangat sulit menerbitkan surat utang untuk kompetisi dengan Surat Berharga Negara (SBN) atau Surat Utang Negara (SUN) yang menawarkan kupon berkisar 6-7%. "Kalau bank mau terbitkan surat utang harus sama atau lebih tinggi dari kupon, akan susah jual kreditnya karena mahal. Artinya, bank terbitkan surat utang itu cost atau of fund mahal dan kalau tetap nekad, blended NIM akan tergerus," ujar Ryan kepada Investor Daily. (Yetede)

Medco Menggapai Target jadi Perusahaan Terkemuka di Asia Tenggara

Yuniati Turjandini 12 Sep 2024 Investor Daily (H)

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengungkapkan ambisinya untuk menjadi perusahaan energi terkemuka di wilayah Asia Tenggara atau Asean. Untuk menggapai target tersebut, emiten konglomerat Panigoro ini bakal menggeber tiga core bisnis, yakni minyak dan gas (migas), kelistrikan, serta pertambangan tembaga. Sebagai bukti keseriusan dalam mendatangkan nilai tambah bagi pemegang saham,  perseroan juga bakal membagikan dividen interim tahun buku 2024 dengan jumlah lebih besar dibanding tahun lalu. 

"Kami ingin menjadi perusahaan energi terkemuka di Asia Tenggara dengan tiga lini bisnis utama kami," kata Direktur Hilmi Panigoro. Hilmi menekankan bahwa MedcoEnergi berkomitmen memberikan solusi energi yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan, serta memposisikan diri untuk memanfaatkan permintaan energi yang terus meningkat di Asia Tenggara. "Strategi MedcoEnergi mencakup perluasan operasi migas, investasi di bidang energi bersih dan terbarukan, serta pertambangan tembaga," ungkap dia. (Yetede)

Zulhas: Hak Prabowo Berapa Jumlah Menteri yang akan Diberikan kepada PAN

Yuniati Turjandini 12 Sep 2024 Investor Daily (H)
Menteri perdagangan sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN)  Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan bahwa jumlah menteri akan bertambah didalam Pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Namun, dia mengetahui jumlah kementerian secara pasti pada pemerintahan periode 2024-2029 itu. Seperti diketahui, DPR RI pun kini tengah menuntaskan Rancangan Undang-Undang Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara. "Penambahan iya. Mungkin sekitar itu, (jadi 44 menteri)," kata Zulhas. Menurut dia, pengisian nama-nama untuk jabatan menteri merupakan hak prerogatif Presiden nantinya. Dia pun menyerahkan segalanya kepada Prabowo  terkait jumlah jabatan menteri yang akan diberikan kepada PAN. "Kita tahu itu hak nya Bapak presiden," kata dia. Adapun kini Badan Legislasi DPR RI sudah menyetujui agar RUU Kementrian negara untuk dibawa ke rapat paripurna selanjutnya bakal disahkan sebagai undang-undang. (Yetede)

Paylater Terdepan Bisa Jadi Ancaman Kredit Macet

Yuniati Turjandini 12 Sep 2024 Investor Daily
Outstanding pembiayaan untuk transaksi beli sekarang bayar nanti atau buy now pay later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan (multifinance) tumbuh pesat. Kondisi yang sama juga terjadi pada industri perbankan. OJK menyatakan, per Juli 2024 outstanding pembiayaan untuk BNPL oleh perusahaan pembiayaan tumbuh 73,55% year on year (yoy) menjadi Rp7,81 triliun. "Angka ini lebih rendah dari paylater pada perbankan," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman baru-baru ini. Adapun porsi produk kredit BNPL perbankan sebesar 0,24% namun terus mencatatkan pertumbuhan yang tinggi. Per Juli 2024 baki debet kredit BNPL tumbuh 36,66% yoy menjadi Rp18,01 triliun, dengan total jumlah rekening 17,90 juta. Resiko kredit untuk BNPL perbankan turun ke level 2,24%. (Yetede)

ICW: Dominasi Calon Pimpinan KPK dari Kepolisian dan Kejaksaan akan Pengaruhi Kinerja

Yuniati Turjandini 12 Sep 2024 Tempo
PANITIA seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan nama-nama yang lolos 20 besar calon pemimpin KPK periode 2024-2029. Ke-20 nama calon pimpinan KPK tersebut masih didominasi figur berlatar belakang anggota kepolisian, kejaksaan, ataupun auditor. Peneliti Indonesia Corruption Watch, Diky Anandya, mengatakan dominasi calon pimpinan KPK dari unsur kepolisian dan kejaksaan tersebut akan mempengaruhi kerja-kerja KPK ke depan. Sebab, meski nantinya berstatus sebagai pemimpin KPK, bukan tidak mungkin mereka tetap memiliki jiwa korsa terhadap institusi induknya. Konflik kepentingan seperti ini pernah terjadi pada KPK periode sebelumnya, salah satunya dalam perkara rusaknya “buku merah” yang mengaitkan nama petinggi Polri.

Bekas Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menilai komposisi ideal untuk mengisi struktural pimpinan KPK semestinya diisi kalangan independen dari unsur akademikus dan masyarakat sipil. Ia juga menilai masih ada orang-orang bermasalah dalam nama calon pimpinan KPK yang lolos 20 besar tersebut. Salah satunya Wakil Ketua KPK saat ini, Johanis Tanak. Tanak pernah diperiksa Dewan Pengawas KPK karena bertemu dengan pihak beperkara di KPK.  Dari 20 nama tersebut sudah bisa digambarkan wajah KPK mendatang. Presiden Joko Widodo akan mengirim sepuluh nama dari mereka ke DPR untuk dipilih lima orang di antaranya menjadi pemimpin KPK periode 2024-2029 pada awal Oktober mendatang. (Yetede)

Pilihan Editor