Pasar Murah Kurang Diminati Warga
Petugas pasar murah PT Food Station terlihat sedang melayani warga yang berbelanja kebutuhan pokok di Kantor Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta, Kamis (12/9/2024). Keberadaan pasar murah ini kurang mendapat sambutan dan tidak diminati warga setempat. Alasannya adalah harga barang-barang kebutuhan pokok yang dijual tidak berbeda jauh dengan harga di warung dan pasar tradisional, sehingga sepi pembeli. (Yoga)
Investasi yang Tinggi Belum Diimbangi Penyerapan Tenaga Kerja yang Optimal
Target investasi sejak tahun 2019 hingga 2023 selalu berhasil direalisasikan oleh pemerintah. Namun, realisasi investasi yang tinggi tersebut belum diimbangi dengan penyerapan tenaga kerja yang optimal. Yang terjadi justru suatu anomali, yakni rasio atau perbandingan antara penyerapan tenaga kerja dan nilai investasi, makin kecil setiap tahun. Berdasarakan data Kementerian Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada 2013, setiap Rp 1 triliun investasi, masih bisa menyerap sampai 4.594 tenaga kerja. Dari waktu ke waktu, jumlah itu terus turun. Pada 2016, Rp 1 triliun investasi hanya bisa menyerap 2.272 orang dan pada 2019, investasi Rp 1 triliun hanya mampu menyerap 1.277 orang. Penyusutan terus berlanjut sampai tahun 2022, yakni dari Rp 1 triliun investasi tercatat hanya mampu menyerap tenaga kerja 1.081 orang. Setahun kemudian, pada 2023, mengalami sedikit perbaikan di mana dari Rp 1 triliun investasi, bisa menciptakan lapangan kerja untuk 1.285 orang. Namun, angka ini pun hanya sekitar seperempat dari angka tenaga kerja yang diserap sepuluh tahun sebelumnya. (Yetede)
UMi Mencatat Pencapaian dan meningkatkan Inklusi Keuangan
Menginjak usia tiga tahun, Holding Ultra Mikro (UMi) mencatatkan berbagai pencapaian positif dalam upayanya meningkatkan inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Indonesia. Sejak resmi berdiri pada 13 September 2021, Holding Ultra Mikro yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Penggadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan akses layanan keuangan bagi pelaku UMKM, utamanya segmen ultra mikro. Melalui sinergi yang kuat antara BRI, Penggadaian, dan PMN, ekosistem Ultra Mikro telah melayani lebih dari 176 nasabah simpanan dan 36,1 juta nasabah pinjaman/debitur dengan total penyaluran pembiayaan yang mencapai lebih dari Rp 622,3 triliun. Terkait dengan capaian tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak dalam perjalanan tiga tahun Holding Ultra Mikro. "Kami berterima kasih kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo, Kementeriab BUMN RI, regilator, seluruh nasabah dan masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan kami. Tiga tahun ini merupakan awal dari langkah panjang kami untuk terus meningkatkan inklusi keuangan dan memberdayakan pelaku usaha ultra mikro di Indonesia," (Yetede)
Bisnis BNPL Kian Populer
Bisnis buy now pay later (BNPL) kian populer saat ini dan digandrungi oleh generasi muda yang memiliki gaya hidup serba digital dan praktis. Melihat potensi tersebut, PT Kredivo Finance Indonesia terus melakukan ekspansi bisnis menambah jumlah merchant. Laporan Perilaku Pengguna Paylater Indonesia 2024 oleh Kredivo dan Katadata Insight Center menunjukkan bahwa 70,4% menggunakan paylater berusia 18-35 tahun. Meski jarang disorot, ternyata selain lekat pada generasi muda, paylater juga lekat pada pada gender dan status pernikahan tertentu. Proporsi pengguna paylater didominasi oleh laki-laki, yakni mencapai 56,5% pada 2024. Sementara itu, laki-laki memimpin dalam jumlah dan nilai transaksi paylater selama 2023, masing-masing sebesar 58,9% dan 58,1%. Sementara itu, berdasarkan status perkawinan, kelompok konsumen yang sudah menikah ternyata lebih doyan berbelanja dengan paylater dibandingkan konsumen lajang. Tercatat, pengguna paylater didominasi oleh konsumen yang sudah menikah, yaitu sebanyak 52,9%. (Yetede)
AUM Bisa Tumbuh Dua Digit Berdasarkan Data LPS
Di tengah penurunan kelas menengah saat ini, sejumlah bank masih mencatatkan peningkatan dana kelolaan bisnis wealth management dari nasabah kaya. Bahkan, diperkirakan dana kelolaan (asset under management/AUM) bisa tumbuh dua digit. Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah rekening dengan simpanan di atas Rp 5 miliar pada Juli 2024 sebanyak 142.324 rekening meningkat 0,9% dari bulan sebelumnya (month to month/mtm), atau naik 8,6% secara tahunan (year on year/yoy). Apabila dibandingkan dengan posisi tiga tahun lalu, yakni Juli 2021 jumlah rekeningnya melesat 25%. Adapun, rekening di bawah 100 juta yang per Juli 2024 mencapai 580 juta rekening hanya naik 0,5% (mtm), sama seperti tiering Rp 100-200 juta sebanyak 3,13 juta rekening yang tumbuh 0,5% (mtm). Pertumbuhan kedua tiering nominal tersebut lebih rendah dibandingkan rekening dengan simpanan di atas Rp 5 miliar yang tumbuh 0,9% (mtm). Untuk tiering Rp 200-500 juta juga naik 0,7% (mtm) menjadi 2,23 juta rekening per Juli 2024 masih lebih rendah dibandingkan rekening dengan simpanan jumbo. (Yetede)
Saham Astra Kurang Menggembirakan di Bisnis Penjualan Mobil
PT Astra Internasional Tbk (ASII) mencatatkan kinerja kurang menggembirakan di bisnis penjualan mobil, dengan penurunan baik secara bulanan (mtm) maupun tahunan (yoy). Meski demikian, Grup Konglomerasi ini dipercaya bisa bangkit dan memacu penjualan dalam sisa empat bulan ke depan, ditengah kian menguatnya ancaman dari merek-merek otomotif baru. Kalangan analis juga percaya, saham perseroan berkode ASII akan tetap atraktif, dengan potensi gain menarik. Pada bulan Agustus 2024, penjualan mobil Grup Astra tercatat sebanyak 42.195 unit, atau turun 3,6% dibanding bulan Juli 2024 (mtm), dan terkoreksi 17,0% dibanding bulan yang sama tahun lalu. Dengan total penjualan mobil Grup Astra sepanjang Januari-Agustus 2024 mencapai 317.774 unit atau turun 15,8% secara tahunan (yoy). Penurunan penjualan mobil Grup Astra bulan Agustus terjadi di tengah kenaikan penjualan otomotif nasional yang sebanyak 2,9% dibanding Juli 2024. Begitupula dibanding bulan Agustus 2023, penurunan penjualan grup Astra lebih dalam dibandingkan penjualan nasional. Sementara apabila dibanding delapan bulan 2023, koreksi penjualan mobil Grup Astra lebih rendah dibanding nasional yang sebanyak-17,1%. (Yetede)
Bandara IKN Berhasil Dilandasi Pesawat Jet Berpenumpang
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan Bandara Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam, Paser Utara, Kalimantan Selatan, telah berhasil dilandasi oleh pesawat jet berpenumpang. Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan pendaratan perdana pesawat jet berpenumpang di Bandara IKN berlangsung mulus dan selamat. Pesawat jet berjenis Cessna Cetation Longitude milik Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan Kemenhub tersebut, membawa Menhub dan juga Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni bersama rombongan.
"Hari ini, kami melakukan proving flight dengan Cessna Citation Longitude, satu pesawat yang sama kualifikasinya dengan Boeing 737. Alhamdulillah, pesawat yang kami tumpangi berhasil mendarat dengan lancar dan selamat di Bandara IKN," kata Budi. Menhub yang menceritakan bahwa pendaratan pertamanya di Bandara IKN sangat terkesan dan luar biasa. Menurutnya, selain karena pendaratan yang mulus, ia dan penumpang lain juga disuguhi pemandangan IKN yang asri sebelum mengakhiri penerbangan. Menhub menambahkan, tahap verifikasi dan kaliberasi Bandara IKN telah selesai dilakukan beberapa hari yang lalu. Alhasil, aspek keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandara IKN sudah dipastikan memenuhi standar. (Yetede)









