;

Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti 4 di luar PT Bank Mandiri

Yuniati Turjandini 27 Sep 2024 Investor Daily (H)

Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 di luar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp86,42 triliun per Agustus 2024. Perolehan ini tumbuh 7,79% dibandingkan Agustus 2023 sebesar Rp80,17 triliun. Adapun, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengantongi laba bersih bank only Rp36,12 triliun, tumbh 3,96% secara tahunan (year on year/yoy). Didukung dengan pendapatan bunga bersih (net interest incoming/NII) sebesar Rp73,63, naik 2,89% (yoy).

Kemudian, posisi kedua ada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan pertumbuhan laba bersih bank only tertinggi 13,5% (yoy) menjadi Rp35,99 triliun, angka ini tidak jauh berbeda dari BRI. Pertumbuhan laba BCA ditopang dari NII yang meningkat 8,78% (yoy) menjadi Rp50,55. Karena Bank Mandiri belum merilis laporan keuangan Agustus, peringkat selanjutnya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan laba bersih Rp14,22 triliun, tumbuh 4,33% (yoy), didukung NII sebesar Rp25,56 triliun, terkontraksi 6,82% (yoy). (Yetede)

PT Green Power Group Tbk Langsung Tancap Gas Menggarap Bisnis Baterai Kendaraan Listrik

Yuniati Turjandini 27 Sep 2024 Investor Daily (H)

PT Green Power Group Tbk (LABA) langsung tancap gas dalam menggarap bisnis baterai kendaraan listrik (elektric vehicle/EV) setelah berganti pemegang saham pengendali pada akhir Juni 2024. Emiten yang sebelumnyu bernama PT Ladang Baja Murni Tbk dan bergerak di bidang produksi baja tersebut, memutus untuk mengganti care business dari produksi baja ke bisnis baterai EV setelah diakuisisi PT Nev Stored dan bergerak di bidang kepemilikan saham sebanyak 50,75%.

Langkah itu tampaknya mendapat responn positif dari pasar, yang terlihat dari lonjakan sahamnya sehingga 1.000% ke level Rp550. Manajemen Green Power menegaskan bisnis perseroan  ke depannya akan mengacu pada produksi baterai lithium, penyewaan baterai, pembangunan jaringan stasiun penukaran baterai, serta investasi dan pengoperasian stasiun tenaga surya. Terbaru, perseroan membentuk tiga perusahaan dengan mitra strategis  untuk pengembangan ekosistem baterai EV. (Yetede)

BSI Mengadopsi Sistem Payroll

Yuniati Turjandini 27 Sep 2024 Investor Daily
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPPK) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencapai Rp297,78 triliun atau tumbuh 16,26% secara tahunan (year on year/yoy) hingga Agustus 2024. Kinerja tersebut diantaranya ditopang oleh pengelolaan dana payroll sebesar Rp21 triliun atau lebih dari 1,2 juta nasabah. "Saat ini BSI terus berfokus pada pengembangan dana  murah di segmen retail. Salah satunya lewat sistem payroll. Melalui payroll ini, menjadi salah satu gate awal untuk menarik ekosistem transaksi syariah," kata Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna. BSI terus berupaya mempertahankan kinerja positif melalui optimalisasi dana murah yang pada periode yang sama naik pesat hingga 22,15%. Dana murah atau CASA (curent account saving account) yang dihimpun BSI hingga  Juni 2024 mencapai Rp 184 triliun, tumbuh 21,65% secara tahunan. Jumlah nasabah payroll mencapai 1,1 juta. Sedangkan DPK mencapai Rp 297 triliun atau tumbuh 17,5% pada periode yang sama. (Yetede)

PT Bank Muamalat Indonesia Mencatat Kinerja Solid dalam Pembiayaan Emas Melalui Produk Solusi Emas Hijrah

Yuniati Turjandini 27 Sep 2024 Investor Daily
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja yang solid dalam pembiayaan kepemilikan emas melalui produk Solusi Emas Hijrah. Hingga Agustus 2024, pencairan produk ini tumbuh 191% atau hampir dua kali lipat dibandingkan dengan pencairan pada Mei 2024. Hal ini menandakan terjadinya peningkatan minat masyarakat teradap investasi emas. SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan menjelaskan, saat ini nasabah semakin memahami pentingnya  investasi emas sebagai solusi untuk kebutuhan di masa yang akan datang. Kenaikan harga emas yang terjadi belakangan ini, menambah kepercayaan masyarakat terhadap emas  sebagai intrusmen investasi jangka panjang yang aman dan menguntungkan. "Sejak kami lancarkan awal Agustus lalu ditambah masa pengenalan produk ini sebelumnya, Solusi Emas Hijrah terbukti ampuh  menarik minat masyarakat. Kenaikan akses pembiayaan produk ini seiring dengan solusi bagi nasabah untuk mempersiapkan dana di masa mendatang," jelas Dedy. (Yetede)

Pelabuhan Menjadi Jalur Tikus Narkoba

Yuniati Turjandini 27 Sep 2024 Tempo
PENYELUNDUPAN narkoba dari sejumlah negara tetangga tak kunjung padam meskipun kerap terungkap oleh aparat penegak hukum di Indonesia. Memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan tikus di wilayah perbatasan di Sumatera dan Kalimantan, jaringan internasional leluasa memasok barang haram tersebut ke dalam negeri.
Salah satu lokasi pelabuhan tikus itu terdapat di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Tempo menyambangi kawasan itu pada Kamis kemarin, 26 September 2024. Tak sulit menemukan pelabuhan tikus di sana. Misalnya sebuah pondok kecil di bawah Jembatan Nongsa Pura. Bangunan yang terbuat dari kayu dengan dek kecil itu menjorok ke muara sungai. Di sebelahnya, perahu kecil berwarna merah tertambat pada sebuah kayu. Namun tak ada tanda-tanda aktivitas manusia di sana. 

Beberapa bangunan serupa tak sulit ditemukan di sekitar kawasan pesisir Nongsa. Kawasan ini memang berhadapan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Titik terdekat negeri jiran itu, menurut masyarakat sekitar, bisa ditempuh dengan hanya perjalanan kurang dari satu jam menggunakan speed boat. Sudah menjadi rahasia umum, pesisir pantai di Nongsa dijadikan jalur tikus penyelundupan berbagai barang, termasuk narkoba. "Hampir semua pantai Nongsa, bahkan Batam, menjadi pelabuhan tikus," kata salah seorang warga yang namanya tidak mau disebutkan kepada Tempo. (Yetede)


Janji Tinggal Janji Jokowi

Yuniati Turjandini 27 Sep 2024 Tempo
DI ujung masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, salah satu janji yang tidak kunjung ditepati adalah reforma agraria. Gagah berani memasukkan janji tersebut dalam Nawacita, program pemerintahannya pada 2014, Jokowi terbukti lebih condong pada investasi kelas kakap berbasis agraria dibanding masyarakat kecil, misalnya petani. Ribuan petani dari berbagai daerah memperingati Hari Tani Nasional pada Selasa, 24 September 2024, dengan menggelar unjuk rasa di depan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Mereka menuntut pemerintah menjalankan reforma agraria sejati yang sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria.

Sikap para petani, buruh tani, nelayan, dan masyarakat adat itu sudah semestinya karena mereka telah menjadi korban janji Jokowi sejak ia dilantik sebagai presiden pada 2014. Saat itu, dia berjanji meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mendorong land reform dan program kepemilikan tanah seluas 9 juta hektare. Namun, dalam praktiknya, reforma agraria itu dimanipulasi sehingga sekadar program legalisasi aset atau bagi-bagi sertifikat tanah. (Yetede)




Jokowi pada Pekan ini Meresmikan Produksi Awal dari Tiga Smelter Sekaligus

Yuniati Turjandini 27 Sep 2024 Tempo
RESIDEN Joko Widodo pada pekan ini meresmikan produksi awal dari tiga smelter sekaligus. Ia meresmikan dua smelter tembaga dan satu smelter bauksit dalam sisa masa jabatan yang tak sampai sebulan. Ketiganya adalah smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT Amman Mineral Internasional Tbk, smelter tembaga PT Freeport Indonesia, serta injeksi bauksit perdana Smelter Grade Alumina Refinery PT Borneo Alumina Indonesia.

Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 53 proyek smelter dengan investasi mencapai US$ 19,9 miliar. Jokowi mengatakan Indonesia telah memasuki babak baru sebagai negara industri melalui sejumlah pembangunan infrastruktur pendukung penghiliran sumber daya alam.
 
Adapun Direktur Next Policy Yusuf Wibisono menilai dampak ekonomi dari smelter yang ada masih minim. Misalnya yang terjadi pada smelter nikel. Pelarangan ekspor bijih nikel membuat pasokan di pasar domestik melimpah dan harganya jatuh di bawah harga internasional. Imbasnya, penerimaan royalti menurun. Sebagian besar investasi di penghiliran juga mendapat tax holiday sehingga penerimaan pajak perusahaan minim. (Yetede)

Jokowi Meresmikan Produksi Awal Tiga Fasilitas Pengolahan atau Smelter

Yuniati Turjandini 27 Sep 2024 Tempo
DI sisa masa jabatannya yang tak sampai sebulan, Presiden Joko Widodo meresmikan produksi awal tiga fasilitas pengolahan atau smelter sekaligus dalam dua hari. Dengan tiga smelter tersebut, Jokowi mengatakan Indonesia memasuki babak baru sebagai negara industri. Pada Senin, 23 September 2024, Jokowi membuka seremoni produksi smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT Amman Mineral Internasional Tbk di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan smelter tembaga PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, Jawa Timur. Sehari kemudian, Jokowi meresmikan injeksi bauksit perdana Smelter Grade Alumina Refinery PT Borneo Alumina Indonesia di Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.

Jokowi mengklaim kehadiran smelter ini akan berdampak positif terhadap penerimaan negara. Misalnya smelter tembaga Freeport di Gresik, Jawa Timur, yang menghabiskan investasi sebesar Rp 56 triliun. Pabrik ini bakal mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun yang dibawa dari Papua. Hasilnya adalah 900 ribu ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 210 ton perak. Menurut Jokowi, fasilitas smelter Freeport mampu mendongkrak penerimaan hingga Rp 80 triliun. Penerimaan itu berupa dividen, royalti pajak penghasilan (PPh) badan, PPh karyawan, pajak untuk daerah, bea keluar, dan pajak ekspor. "Berdasarkan hitung-hitungan saya, penerimaan negara masuk kira-kira Rp 80 triliun. Ini angka yang besar sekali," kata Jokowi dalam sambutannya di smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur, Senin, 23 September 2024. (Yetede)

IHSG Menunggu Katalis Penggerak Baru

Hairul Rizal 27 Sep 2024 Bisnis Indonesia (H)

Pasar saham Indonesia, khususnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti kebijakan pelonggaran moneter dari Federal Reserve dan Bank Indonesia, serta sentimen positif yang diharapkan muncul dari faktor domestik dan global. Adrian Joezer, Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, menyebutkan bahwa aksi profit-taking di pasar adalah wajar dan tetap ada potensi penguatan IHSG jika aliran modal asing berlanjut. Selain itu, stimulus dari pemerintah China diperkirakan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Adityo Nugroho, Senior Investment Information dari Mirae Asset Sekuritas, menyoroti agenda politik di kuartal IV/2024, seperti pelantikan Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan pembentukan kabinet baru yang bisa mempengaruhi pasar. Maximilianus Nicodemus, Associate Director Pilarmas Investindo, juga optimis bahwa stabilitas politik akan mendorong penguatan IHSG, dengan prediksi IHSG bisa mencapai level 7.920 hingga 8.080 hingga akhir tahun. Selain itu, sektor-sektor potensial seperti perbankan, properti, dan ritel diperkirakan akan mendapatkan keuntungan dari situasi politik dan ekonomi tersebut.

APBN 2025: Mengawal Masa Transisi Pemerintahan

Hairul Rizal 27 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2025 telah disepakati oleh Pemerintah dan DPR dalam Sidang Paripurna pada 19 September 2024. APBN ini dirancang untuk mendukung transisi pemerintahan yang efektif serta menjaga kestabilan fiskal. Berbagai program prioritas yang bermanfaat bagi masyarakat akan dilanjutkan dan diperkuat, seperti program makan bergizi gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, revitalisasi sekolah, dan lumbung pangan nasional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa APBN 2025 difokuskan pada tiga prinsip utama: stabilitas, inklusivitas, dan keberlanjutan. APBN ini juga menjadi pilar penting dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 dengan menjaga keberlanjutan reformasi struktural dan kebijakan fiskal yang kredibel. Asumsi dasar ekonomi yang disepakati meliputi pertumbuhan ekonomi 5,2%, inflasi 2,5%, dan nilai tukar Rp16.000/US$.

Pemerintah optimis bahwa kinerja fiskal yang membaik, dengan defisit sebesar 2,53% dari PDB, akan memberikan fondasi yang kuat bagi perekonomian di tengah ketidakpastian global, seperti tensi geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.

Pilihan Editor