;

Guru Honorer Seleksi PPPPK Langkat Diperas Rp 60 Juta

Yoga 28 Sep 2024 Kompas (H)
Guru honorer Kabupaten Langkat yang tidak lulus penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK mendapat angin segar. Pengadilan Tata Usaha Negara Medan mengabulkan gugatan mereka untuk pembatalan pengumuman hasil seleksi PPPK 2023. Noni Widya (28), guru honorer di SMP Negeri 1 Tanjung Pura, harap-harap cemas menunggu keputusan majelis hakim PTUN Medan, yang diumumkan melalui e-Court Mahkamah Agung, Kamis (26/9/2024). Mereka melakukan panggilan video dengan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Irvan Syahputra. Setelah mendapat kabar gugatan mereka dikabulkan se- bagian, Noni menangis histeris memeluk teman-temannya.

”Tangan dan lutut saya sampai bergetar. Kami memperjuangkan keadilan untuk ratusan guru honorer,” kata Noni, di Kantor LBH Medan, Jumat (27/9). Noni adalah satu dari 103 guru honorer yang menggugat pengumuman hasil seleksi PPPK Langkat. Noni mendapat nilai tes berbasis komputer (CAT) tertinggi untuk guru mata pelajaran bimbingan dan konseling, November 2023, yakni 577 poin. Seharusnya dia lulus menjadi PPPK. Namun, Pemkab Langkat meminta tes tambahan, yakni seleksi kompetensi teknis tambahan (SKTT). Nilai SKTT ditentukan Dinas Pendidikan Langkat tanpa ada ujian. Noni diberi nilai terendah, yakni 15 pada skala 0-135. Sementara ada beberapa orang yang diberikan nilai tertinggi 135 dan diumumkan lulus PPPK.

Noni terlempar ke peringkat ke-41 dan dinyatakan tidak lulus. Nilai SKTT Noni yang dibuat rendah bukan tanpa sebab. Dia menolak memberikan uang Rp 60 juta yang diminta pejabat Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Langkat. Noni diancam tidak akan lulus. Hal serupa dialami Wahyu Bima Mahruzar (33), guru honorer SMP Negeri 1 Tanjung Pura. Dia berada di peringkat ke-60 setelah mendapat nilai CAT 537. Dia juga dimintai Rp 60 juta melalui beberapa guru yang menjadi perantara pejabat Dinas Pendidikan dan BKD. Namun, Bima tak mau, hingga akhirnya hanya diberi nilai SKTT 21. Permintaan uang sebesar itu tidak masuk akal bagi guru honorer yang bertahun-tahun mengabdi dengan gaji sangat  jauh dari layak. Empat tahun mengajar, Noni hanya mendapat upah Rp 384.000 per bulan untuk 12 jam pelajaran. (Yoga)

Mimpi Sejahtera Lumbung Pangan di Pundak Pemuda

Yoga 28 Sep 2024 Kompas
Di era serba digital, tak mudah membujuk pemuda turun ke sawah. Pekerjaan seperti membajak hingga menebar bibit padi dibawah terik matahari lebih sering dikerjakan generasi tua. Pada Jumat (27/9/2024), stigma itu coba dikikis. Ratusan mahasiswa dari Kampus Merdeka seluruh Indonesia diajak turun ke sawah-sawah di Kalimantan Tengah. Salah satu yang antusias turun ke sawah adalah Eka Siptian Anggara (21) asal Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong, Bengkulu. Menempuh perjalanan ribuan kilometer ke Desa Bentuk Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalteng, ia bermimpi sukses menjadi petani. Di bawah sinar matahari menyengat, semangat itu diperlihatkan saat bersama dua kawannya berusaha mencari solusi membajak di tengah lumpur rawa.

Traktor tangan yang mereka gunakan selalu tenggelam di tengah lumpur rawa yang disulap jadi sawah dalam dua bulan terakhir. Lewat diskusi panjang, mereka sepakat dengan cara memasang drum di tengah roda traktor. Drum diikat dengan rantai di berbagai sisi. Usaha itu berhasil. Traktor pengganti sapi itu membajak sawah tanpa tenggelam dalam lumpur. Selama tiga bulan, Eka menjadi bagian dari 375 mahasiswa yang bakal merasakan menjadi petani di Kalteng. Berasal dari sejumlah kampus di Indonesia, mereka adalah mahasiswa Merdeka Belajar dari Kampus Merdeka Belajar dalam program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Selain berjibaku di sawah-sawah, mereka bakal tinggal di Desa Bentuk Jaya dan desa sekitar di Kecamatan Dadahup.  Momen itu bukan pertama kalinya bagi Eka melihat sawah atau tinggal di perdesaan. Namun, dia baru pertama kali melihat kondisi geografis Dadahup yang sebagian besar berupa lahan gambut. ”Mungkin karena gambut jadi asam, makanya kami tebar kapur supaya bisa ditanami. Kalau di kampungku, tinggal tanam lalu tumbuh. Di sini banyak betul perlakuannya,” kata mahasiswa semester akhir itu. Tahu punya peran vital, Nurul (20), mahasiswa asal Universitas Sumatera Selatan di Palembang, fokus saat menebar bubuk kapur ke lahan sawah. Tugasnya sederhana, tetapi dia tahu tahapan itu penting jika ingin padi tumbuh di lahan gambut. ”Kalau masih rawa begini, kadar keasaman tanah harus dicek sehingga perlu hati-hati,” kata Nurul. (Yoga)

Hermina Mawa, Perempuan Adat Nagekeo yang Tangguh

Yoga 28 Sep 2024 Kompas (H)

Hermina Mawa (50) tiba di puncak Bukit Boadona. Ia menyapu pandangan, melihat hamparan rumput hijau, pepohonan, dan rumah penduduk yang sebentar lagi digusur ekskavator. Air matanya tiba-tiba menetes, tak sanggup mengucapkan salam perpisahan pada tanah leluhur yang telah menghidupi keturunan mereka selama beradab-abad. Seperti kehabisan daya. Sudah sekuat tenaga kami berjuang mempertahankan tanah ini, tetapi apalah daya kami di hadapan kekuasaan yang begitu besar,” katanya. Ia perempuan adat dari Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Ia bersama ratusan orang di Desa Rendubutowe kehilangan lahan,tanaman, dan rumah. Mereka terpaksa menyerahkannya untuk pembangunan Bendungan Mbay Lambo. Desa lain juga ikut terdampak, yakni Labolewa di Kecamatan Aesesa dan Ulupulu di Kecamatan Nangaroro. Pembangunan bendungan yang dimulai tahun 2021 itu terus berlangsung. 

Selama hampir delapan tahun terakhir, Hermina, perempuan yang tidak tamat sekolah dasar itu, terlibat aktif membangun perlawanan terhadap pembangunan bendungan di lok bendungan, yang kami tolak adalah lokasinya. Kami sarankan agar bergeser sedikit dari lokasi yang ada sekarang, tetapi ditolak pemerintah,” katanya. Hermina dan masyarakat adat setempat kalah karena pemerintah datang dengan kekuatan besar, termasuk aparat keamanan. Rencana pembangunan bendungan merupakan program pemerintah pusat. Keberadaan bendungan itu untuk memasok kebutuhan air bagi areal pertanian di Mbay yang menjadi salah satu sentra pertanian di Pulau Flores. Namun, yang mungkin belum diperhitungkan adalah eksesnya terhadap sebagian masyarakat yang lahannya akan dipakai.

Kala itu, tim dari Jakarta datang untuk menyosialisasikan dan mengukur lahan. Masyarakat setempat langsung menolak. Tahun 2015, wacana lama dimunculkan lagi oleh pemerintah lewat Proyek Strategis Nasional (PSN). Di era ini, banyak proyek pembangunan infrastruktur yang dikemas dalam PSN. Khusus Bendungan Mbay Lambo, balai wilayah sungai di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjadi pelaksana. Hermina pertama kali mendengar informasi itu ketika Kepala Desa Rendubutowe Yeremias Lele mengumumkan kepada warganya untuk datang dalam pertemuan membahas rencana pembangunan bendungan. (Yoga)

Performa Agraria Merupakan Salah Satu Program Andalan Jokowi

Yuniati Turjandini 28 Sep 2024 Tempo
PERFORMA agraria merupakan salah satu program andalan Presiden Joko Widodo yang sempat menjadi oase baru bagi masyarakat untuk memperoleh keadilan ruang hidup. Melalui program ini, Jokowi seakan-akan ingin menyelesaikan ribuan konflik agraria yang terjadi pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Program tersebut turut mencakup program Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PTKH) seluas 4,1 juta hektare. Harapannya, masyarakat sekitar hutan yang terusir dari ruang hidupnya karena ulah negara bisa mendapatkan tanah mereka kembali dengan sertifikat hak milik.

Namun rencana ini ternyata indah kabar dari rupa. Reforma agraria Jokowi di sektor kehutanan gagal mencapai target, bahkan hanya menyentuh 390 ribu ha selama masa pemerintahannya. Kini, pada masa transisi menuju pemerintahan Prabowo Subianto, PTKH nyaris tak terdengar dalam percakapan publik. Tidak mengherankan jika hingga saat ini konflik agraria di kawasan hutan masih tinggi. Pada 2023 saja, klaim sepihak negara atas wilayah hutan telah menyebabkan 17 konflik yang berdampak pada 10.900 keluarga. Pertanyaannya, mengapa agenda penting seperti reforma agraria sektor kehutanan Jokowi hanya mencapai 9,51 persen dari target? Berdasarkan telaah kami, kegagalan tersebut berakar dari tiga persoalan. (Yetede)

Tingkat Pengangguran April 2024, Menurut Dana Moneter Internasional, Sebesar 5,2 % dari Angkatan Kerja

Yuniati Turjandini 28 Sep 2024 Tempo
JIKA  benar penghiliran tambang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia di masa Presiden Joko Widodo, seharusnya Indonesia telah menjadi negara dengan ekonomi yang melesat. Nyatanya, klaim pemerintah itu jauh panggang dari api: pertumbuhan ekonomi stagnan dan tingkat pengangguran makin tinggi. Pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan merupakan hasil akhir program pembangunan pemerintah di negara seperti Indonesia, yang pemerintahnya agresif mengatur hal ihwal. Rata-rata pertumbuhan ekonomi hanya 4,73 persen dalam sepuluh tahun terakhir, jauh di bawah satu dekade pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebesar 6,22 persen.

Tingkat pengangguran hingga April 2024, menurut Dana Moneter Internasional, sebesar 5,2 persen dari angkatan kerja—tertinggi dibanding negara-negara ASEAN lain yang tak punya program "hilirisasi" tambang. Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan di industri juga naik. Pasalnya, penghiliran tambang termasuk industri padat modal. Menurut data Kementerian Investasi, hingga semester pertama tahun ini, nilai investasi mencapai Rp 829,9 triliun atau naik 22,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi investasi paling besar datang dari sektor logam dasar dan pertambangan, dua industri yang tak punya dampak berantai ke industri lain.

Penyebab lain adalah tiadanya peta jalan pemanfaatan sumber daya alam berupa tambang dan mineral. Pemerintah Indonesia baru sebatas berbangga diri dengan nilai cadangan tambang dan produksi nomor satu di dunia. Misalnya nikel. Menurut US Geological Survey, cadangan nikel Indonesia sebanyak 21 persen nikel global dengan produksi 48 persen dibanding produksi nikel global. Amerika Serikat dan Cina adalah dua negara yang menyerap nikel paling banyak dari Indonesia. (Yetede)

Ekonomi Daerah Terfasilitasi dengan Adanya Jembatan Udara

Yuniati Turjandini 28 Sep 2024 Investor Daily (H)
Program jembatan udara yang tengah dijalankan pemerintahan Presiden Joko Widodo dinilai sangat positif   sebagai salah satu upaya menggerakkan ekonomi daerah serta menurunkan disparatis harga barang antarwilayah di Indonesia . Karenanya, program ini harus dilanjutkan oleh pemeritahan mendatang, mengingat masih banyak daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP) yang belum terjangkau oleh akses. Jembatan udara diatur melalui Perpres No 70 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Publik untuk Angkutan Barang dari dan ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan. Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut, sepanjang 2014-2023 telah terealisasi 41 rute penerbangan dalam program jembatan udara. Dari 300-an bandara yang ada, baru sekitar 100 yang sudah didarati pesawat komersial. Menhub Budi Karya Sumadi  menyampaikan pembangunan infrastruktur  transportasi udara, dalam sepuluh tahun masa pemerintahan Presiden Jokowi telah mengalami kemajuan yang signifikan. (Yetede)

PT United Tracktors Bagikan Dividen Interim sebesar Rp667 Per Saham atau Total Rp 2,42 Triliun

Yuniati Turjandini 28 Sep 2024 Investor Daily (H)
PT United Tracktors Tbk (UNTR) akan membagikan dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp667 per saham atau total Rp 2,42 triliun. Dividen yang akan dibagikan kepada pemegang 3.73 miliar saham UNTR ini, sejalan dengan besarnya laba bersih yang dibukukan anak usaha Group Astra tersebut pada paruh pertama 2024. "Sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada tanggal 26 September 2024, perseroan menyampaikan rencana pembagian dividen interim untuk periode tahun buku 2024," kata Coporate Secretary United Tractors Sara K Loebis. Sara mengungkapkan, dividen interim yang akan dibagi  tersebut setara dengan 25,4% dari total perolehan  laba bersih perseroan pada semester I-2024. Emiten kontraktor penambangan batu bara ini mampu  mencatatkan laba bersih yang  dapat didistribusikan  kepada entitas induk sebesar Rp9,53 triliun pada Januari-Juni 2024. (Yetede)

Tekan Kerugian, Industri RI Butuh Inovasi Teknologi

Yuniati Turjandini 28 Sep 2024 Investor Daily (H)

Indonesian National Air Carriers Association (INACA) menyatakan, industri penerbangan di Tanah Air dituntut untuk mampu memanfaatkan inovasi teknologi terbaru agar bisa terhindar dari inefisiensi dan kerugian finansial yang signifikan. Wakil Ketua I INACA, Arif Wibowo mengatakan, sektor penerbangan Indonesia  masih perlu bekerja keras untuk memulihkan industri yang berdampak signifikan akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020 silam. Di tengah upaya tersebut, terdapat sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi maskapai, salah satunya gangguan dalam operasional penerbangan.

"Sangat penting untuk mengatasi ganguan dalam operasional penerbangan karena  dampaknya dapat meningkatkan biaya operasional penerbangan tersebut," kata Arif di Jakarta. Ia memaparkan, sejumlah gangguan dalam operasioanl penerbangan di antaranya masalah terkait menajemen operasional dan awak pesawat serta penanganan penumpang. Hal  ini dapat menciptakan efek domino, yaitu menyebabkan efisiensi dan kerugian finansial bagi maskapai penerbangan. (Yetede)

Tren Bunga Menurun

Yuniati Turjandini 28 Sep 2024 Investor Daily
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan penarikan uang (prefunding) pada kuartal IV-2024. Hal ini agar pemerintah dapat memenuhi kebutuhan belanja pada awal tahun depan. Adapun pengumpulan penerimaan negara pada awal tahun baru akan terasa hasilnya pada Februari 2025. Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) diperkirakan akan terus menurunkan suku bunga acuan. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan aliran modal asing dari negara maju ke negara berkembang, termasuk Indonesia. Sebelumnya, The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak awal pandemi Covid-19 pada Rabu (18/9/2024). Keputusan tersebut membuat suku bunga acuan The Fed menjadi berada di kisaran 4,75-5%. Pemerintah Indonesia mencoba menangkap peluang tersebut agar dapat meningkatkan aliran modal asing yang masuk ke Indonesia melalui pasar obligasi. (Yetede)

Hakim Bakal Cuti Bersama Jika Gaji tak Naik

Yoga 27 Sep 2024 Kompas (H)
Para hakim muda menginisiasi gerakan cuti bersama hakim se-Indonesia pada 7-11 Oktober 2024. Gerakan cuti bersama tersebut merupakan bentuk protes damai atas tidak adanya kenaikan gaji dan tunjangan mereka selama 12 tahun terakhir. Mereka menilai pemerintah belum memperhatikan permasalahan kesejahteraan hakim yang merupakan pilar utama penegakan hukum dan keadilan. ”Ketidakmampuan pemerintah menyesuaikan penghasilan hakim ini jelas merupakan langkah mundur dan berpotensi mengancam integritas lembaga peradilan. Tanpa kesejahteraan yang memadai, hakim bisa saja rentan terhadap praktik korupsi karena penghasilan mereka tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata juru bicara Gerakan Cuti Bersama Hakim se-Indonesia, Fauzan Arrasjid, dalam siaran persnya, Kamis (26/9/2024). 

Pada 2012, pemerintah menaikkan gaji hakim secara signifikan dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2012 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Hakim yang Berada di Bawah Mahkamah Agung. Dalam lampiran PP tersebut, gaji hakim nol tahun golongan III A Rp 2,05 juta, sedangkan gaji hakim dengan masa kerja 32 tahun golongan IV E Rp 4,9 juta. Tunjangan hakim berkisar Rp 8,5 juta untuk hakim pratama di pengadilan kelas II hingga Rp 24 juta untuk hakim utama di pengadilan kelas IA khusus. Sementara tunjangan ketua pengadilan dari Rp 17,5 juta hingga Rp 27 juta (tergantung dari kelas pengadilan) dan wakil ketua pengadilan antaraRp 15 juta untuk pengadilan kelas II dan Rp 24,5 juta untuk pengadilan kelas IA khusus. Nilai tersebut tidak berubah sejak tahun 2012 hingga tahun 2024. Padahal, angka inflasi aktual setiap tahun berkisar 1,68 persen (terendah tahun 2020) hingga 8,38 persen (tahun 2013). (Yoga)

Pilihan Editor