Ambisi Tinggi Pertumbuhan Ekspor Nasional
Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag), yang dipimpin oleh Fajarini Puntodewi, menargetkan pertumbuhan ekspor Indonesia yang ambisius dalam beberapa tahun mendatang. Target pertumbuhan ekspor Indonesia untuk 2025 dipatok antara 7,1% hingga 9,64%, dengan tujuan mencapai ekspor sebesar US$405,69 miliar pada 2029. Kemendag optimis bahwa neraca perdagangan Indonesia akan tetap surplus pada akhir tahun 2024, didukung oleh kinerja ekspor yang terus meningkat, seperti tercatat dalam data BPS yang menunjukkan kenaikan ekspor nonmigas.
Namun, tantangan datang dari kebijakan perdagangan internasional, terutama dengan kembalinya Donald Trump sebagai Presiden AS. Fajarini mengingatkan bahwa kebijakan proteksionis yang diterapkan Trump, seperti penambahan tarif impor terhadap berbagai barang dari negara mitra utama Indonesia seperti China, dapat berdampak pada kinerja ekspor Indonesia. Meskipun demikian, ia berharap kebijakan tersebut tidak mengganggu pertumbuhan ekspor Indonesia yang terus menunjukkan hasil positif sejak masa pemerintahan Trump sebelumnya. Selain itu, kebijakan tarif ini berpotensi menaikkan harga barang global, yang mungkin memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengisi celah pasar, terutama dalam sektor barang-barang yang terpengaruh oleh tarif tinggi.
Di sisi lain, ekonom Yusuf Rendy Manilet mengingatkan bahwa meskipun Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan pada periode Januari hingga Oktober 2024, pencapaian tersebut masih jauh dari target yang lebih tinggi. Pelemahan rupiah dan berkurangnya aliran mata uang asing dapat memperburuk kondisi ini, yang pada gilirannya bisa memicu kenaikan harga barang impor.
Secara keseluruhan, meskipun terdapat tantangan geopolitik dan perdagangan global, target Kemendag yang optimistis untuk pertumbuhan ekspor Indonesia tetap ada, dengan harapan bahwa Indonesia dapat memanfaatkan peluang dalam dinamika perdagangan global yang berubah.
Program Tax Amnesty Siap Kembali Digulirkan
Belanja Awal 2024 Dibiayai Lewat Sukuk Global
Suku Bunga BI Jadi Penentu Arah Bursa Saham
BEI Permudah Investor dengan Penurunan Nilai NAB ETF
Larangan iPhone 16 Picu Hambatan Pasar Elektronik
GURU HONORER Bertahan Hidup dengan Gaji Tak Layak
Andri M Fonda (33) meletakkan tasnya di pematang sawah sebelum mulai mencangkul sepetak sawah di Kecamatan Siulak, Kerinci, Jambi, Minggu (20/10) pagi. Tas yang sama dibawa Fonda untuk mengajar siswanya di SMP Negeri Kerinci. Jika biasanya tasnya berisi buku dan alat tulis, pagi itu diisi dengan topi dan air minum. Sudah delapan tahun Fonda mengabdi di SMP negeri sebagai guru honorer. Namun, kata sejahtera tak pernah ada dalam kamus hidupnya. Penghasilan sebagai guru honorer yang jauh dari layak membuat Fonda harus banting tulang mencari tambahan penghasilan sebagai buruh tani. ”Honor (jadi guru) tergantung dari jam mengajar. Kalau mendapat jam mengajar sedikit hanya menerima Rp 400.000 selama enam bulan,” ungkap Fonda. Dari penghasilan yang diperolehnya dalam enam bulan, artinya Fonda hanya digaji sekitar Rp 66.000 per bulan.
Pagi itu Fonda menggarap sawah kerabatnya, dengan upah Rp 70.000 setelah bekerja. Uang itu sangat berarti karena akan diberikan kepada istrinya untuk berbelanja sayuran di pasar. Selain itu, Fonda juga sedang menggarap kebun milik orangtuanya. Namun, penghasilan yang tidak menentu dari hasil berkebun belum bisa diandalkan untuk memberikan penghasilan tambahan. Pada masa panen terakhir, Fonda harus rela menanggung rugi. Tanaman cabai miliknya gagal panen. Padahal, dia berutang ke koperasi untuk mendapatkan modal. Utang Rp 7 juta itu pun saat ini masih belum terbayar. Penghasilan Rp 66.000 per bulan sebagai guru honorer tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup Fonda dan keluarganya. Ia memperkirakan total pengeluaran keluarganya Rp 2,5 juta setiap bulan. Tak heran jika Fonda harus mencari tambahan penghasilan dengan bekerja serabutan selain sebagai guru.
Fonda juga bisa menjadi bangunan dengan bayaran Rp 150.000 per hari. Pekerjaan-pekerjaan sampingan tersebut dijalani Fonda pada hari-hari di luar jam mengajarnya. Istri Fonda membantu menambah penghasilan dengan berjualan baju di ruko yang juga menjadi tempat tinggal Fonda, istri, dan anaknya. Mereka menyewa dengan harga Rp 500.000 per bulan. Namun, hasil penjualan baju sering tak mampu menutupi biaya sewa. Rasa cinta pada dunia pendidikan yang membuat Fonda bertahan menjadi guru honorer hingga saat ini. Interaksi dengan siswa menjadi penyemangatnya untuk terus mengabdi di sekolah. Adanya seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) bagi guru honorer membangkitkan semangatnya untuk mengabdi di sekolah. Pernah gagal pada seleksi 2023, Fonda menaruh harapan besar pada seleksi PPPK tahun ini. (Yoga)
Kemenangan Trump karena The American Dream
Kemenangan Donald Trump dari Partai Republik atas KamalaHarris dari Partai Demokrat disusul keberhasilan hattrick Partai Republik menguasai mayoritas Kongres dan juga Senat, fenomena yang disebut a governing trifecta. Kegagalan Harris adalah ketidakmampuan tim kampanyenya mengolah ekspektasi perbaikan momentum ekonomi berdasarkan beberapa indikator terkini kepada para pemilih yang frustrasi karena harga-harga yang tidak kembali seperti saat presidensi Trump yang pertama. Padahal, momentum pemulihan ekonomi dari dampak Covid-19 sejak akhir 2022 makin terlihat. Inflasi tahunan, puncaknya 9,1 % pada Juni 2022 turun ke 2,4 % pada September 2024. Angka pengangguran Oktober 2024 turun ke 4,1 %, jauh dari 14,9 % pada April 2020 saat puncak pandemi Covid-19.
Pertumbuhan ekonomi cukup sehat, 2,8 % di triwulan III sedikit di bawah 3 % pada triwulan sebelumnya. Indeks pasar saham AS (US 500) merupakan satu indikator dini yang memprediksi kemenangan Trump berlawanan dengan prediksi media mainstream yang cenderung berpihak pada Harris. Indeks ini naik tajam beberapa hari sebelum pencoblosan. Sejak 31 Oktober, US 500 naik dari 5.705,9 ke 5.952,8 pada 4 November, sehari sebelum para pemilih pergi ke kotak suara. Kegagalan Harris adalah kegagalan melihat dua prioritas yang saling terkait di mata pemilih dalam merealisasikan The American Dream. Prioritas utama adalah harga rumah yang terjangkau.
Selain sebagai tempat tinggal, rumah adalah investasi utama kelas menengah. Selain itu, harga-harga tetap mahal. Purchasing Manager Index (PMI) sektor manufaktur secara konsisten berada di zona kontraksi atau di bawah 50 sejak Juli 2024 atau 4 bulan sebelum pilpres awal November. Indeks Harga Konsumen (IHK) yang tinggi terjadi pada masa pemerintahan Biden. Di sisi lain, janji Trump untuk menghentikan perang Ukraina-Rusia dalam 24 jam sangat menarik. Pemilih melihatnya sebagai sesuatu positif, suatu usaha untuk mengurangi tekanan kenaikan harga dari sisi rantai pasok. Peluang paradoks untuk pemilih Trump yang mengharapkan inflasi rendah dan harga kembali normal dapat terjadi. Trump berjanji melindungi industri dari serbuan barang-barang impor, terutama dari China, dengan kebijakan tarif antara 20 % dan 60 %. (Yoga)
Dengan Imbalan Jutaan Rupiah Calo bergerilya Janjikan Kelulusan Guru Honorer
Praktik percaloan marak terjadi dalam seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Calo bergerilya mendekati guru honorer dengan menjanjikan kelulusan seleksi PPPK. Atas tawaran itu, calo mematok uang jasanya hingga belasan juta rupiah. Sebagian guru honorer tergiur mencoba peruntungan. Di Batu Bara, Sumut, Faisal, adik mantan Bupati Batu Bara Zahir, memerintahkan Kadis Pendidikan Batu Bara, Adenan Haris dan Sekdis Pendidikan, Darwinson Tumanggor meminta uang peserta seleksi guru PPPK senilai Rp 30 juta. Perintah tersebut dilaksanakan Darwinson bersama Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan, yang meminta uang kepada peserta seleksi Rp 40 juta untuk membantu kelulusan guru PPPK.
Informasi ini tertuang dalam laman PN Medan http://sipp.pn-medankota.go.id/index.php/detil_perkara yang diakses pada Minggu (17/11). Marni, bukan nama sebenarnya, peserta seleksi tahun lalu, membenarkan adanya permintaan uang itu. Sehari sebelum pengumuman kelulusan, ia menerima telepon dari seseorang yang mengaku perantara Darwinson. Perantara menginformasikan Marni tidak lulus karena nilainya tidak cukup. Perantara mengatakan, Marni bisa lulus jika membayar Rp 50 juta. ”Calo itu menawarkan posisi saya naik dan masuk formasi, tetapi biayanya Rp 50 juta. Saya tidak mau, hingga akhirnya saya tidak diluluskan,” ucapnya. Persekongkolan ini terbongkar. Atas laporan warga, penyidik Polda Sumut mengusut kasus ini. Per Sabtu (16/11) kasus ini dalam proses persidangan PN Medan. (Yoga)
Mempertanyakan Kelanjutan Beasiswa ke Luar Negeri
Kejelasan dan kelanjutan program yang dijanjikan pemerintah untuk membiayai pendidikan tinggi di luar negeri dinanti. Para talenta muda berprestasi yang terjaring di kelas persiapan Beasiswa Indonesia Maju S-1 Luar Negeri Angkatan 4 dari Pusat Prestasi Nasional mempertanyakan keberlanjutan program ini. Mereka masih berharap program dilanjutkan sesuai informasi yang disosialisasikan di awal. Para orangtua peserta Beasiswa Indonesia Maju (BIM) S-1 Luar Negeri Angkatan 4, pada Senin (18/11) menggagas petisi daring di laman change.org. Petisi itu disampaikan untuk menyatukan suara menanyakan keberlanjutan program tersebut kepada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen (sebelumnya Kemendikbudristek).
”Pada awalnya menjanjikan rangkaian proses pembinaan sampai adanya seleksi lanjutan untuk BIM program bergelar atau beasiswa S-1 luar negeri, tetapi tidak terlaksana,” ujar Nyoman Suri Sukmawati yang memulai petisi tersebut. Para orangtua meminta Puspresnas menyediakan konseling pendidikan, memberikan penggantian biaya (reimbursement) untuk pendaftaran ke empat universitas di luar negeri, serta menerbitkan letter of sponsorship (LoS) dan letter of guarantee (LoG). Para orangtua juga meminta Puspresnas memastikan keberlanjutan proses seleksi bagi anak-anak untuk mendapat beasiswa S-1 luar negeri sesuai dengan komitmen di awal, serta memberikan data dan/atau dokumen.
Puspresnas juga diminta memberi dukungan penuh lainnya yang diperlukan bagi anak-anak penerima BIM Persiapan S-1 Luar Negeri Angkatan 4. ”Kembalikan program BIM sesuai komitmen awal Puspresnas untuk anak-anak kami, sebanyak 350 anak berprestasi yang sudah dipilih oleh negara,” tulis Suri. Peserta telah menjalani kelas persiapan BIM S-1 Luar Negeri Angkatan 4, seperti proses program pembinaan (IELTS, SAT, proyek Sosial, summer program, hingga rangkaian seminar daring) selama satu tahun. Hal ini untuk mendapatkan LoA (letter of acceptance) sebagai syarat dibiayai pendidikan S-1 luar negeri dari Puspresnas. (Yoga)









