;

Kerugian Asuransi Melonjak akibat Bencana Alam

Hairul Rizal 07 Dec 2024 Kontan

Perusahaan asuransi global diperkirakan akan membayarkan klaim senilai lebih dari US$ 135 miliar atau setara Rp 2,13 kuadriliun sepanjang tahun 2024 akibat bencana alam. Menurut laporan Swiss Re Institut, bencana alam seperti banjir, badai, dan angin topan diperkirakan akan menyebabkan peningkatan kerugian bagi industri asuransi tahun ini sebesar 17% dari tahun sebelumnya. Kerugian yang harus ditanggung perusahaan asuransi itu sekitar 43,5% dari total perkiraan kerugian ekonomi global tahun ini yang disebabkan oleh bencana alam, yakni sebesar US$ 310 miliar. Swiss Re Institute mengatakan, total kerugian ekonomi global itu diprediksi meningkat sebesar 6% dibandingkan tahun lalu karena semakin banyaknya korban perubahan iklim. Selain karena meningkatnya risiko bencana alam, kenaikan kerugian perusahaan asuransi juga didorong kenaikan inflasi hingga kenaikan biaya pembangunan kembali properti. Musibah banjir besar di Eropa dan Timur Tengah mengakibatkan nilai kerugian yang diasuransikan di kawasan itu mendekati US$ 13 miliar. Dari jumlah itu, US$ 10 miliar diatribusi ke Eropa. Dengan meningkatnya risiko bencana alam dan tingkat inflasi, Swiss Re Institute melihat kerugian yang diasuransikan akan terus naik 5%-7% per tahun. Pemanasan global mengakibatkan cuaca ekstrem lebih sering terjadi. Kondisi itu buntut dari suhu tinggi dan efek dari panas ekstra di atmosfer dan laut.

Prospek Cerah di Sektor Batubara

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)

Meskipun harga batu bara cenderung turun belakangan ini, prospek bisnis batu bara masih positif, terutama dengan proyeksi kenaikan permintaan pada tahun 2025. Sektor batu bara di Indonesia diprediksi akan tetap tumbuh, didorong oleh tingginya permintaan baik domestik maupun ekspor, khususnya di Asia Tenggara. Beberapa emiten batu bara seperti PT Adaro An-dalan Indonesia (AADI), PT Golden Energy Mines (GEMS), PT Bukit Asam (PTBA), dan PT Bumi Resources (BUMI) menunjukkan optimisme terhadap masa depan industri ini. Julius Aslan, Direktur Utama AADI, menyebutkan bahwa prospek batu bara akan tetap menarik pada 2025, meskipun ada transisi menuju energi terbarukan. Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendukung sektor batu bara juga menjadi faktor yang memperkuat optimisme ini. Namun, meskipun ada prediksi penurunan harga batu bara pada 2025, banyak analis dan emiten yang masih optimis dengan potensi arus kas yang kuat dan dividend yield menarik dalam beberapa tahun mendatang. Analis MNC Sekuritas memprediksi harga batu bara akan berada di kisaran US$140 per ton pada 2025, sedangkan Ciptadana Sekuritas meyakini bahwa harga yang tinggi dapat menghasilkan arus kas yang kuat bagi emiten.


Peningkatan Peran Investasi dalam Perekonomian

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Bisnis Indonesia

Struktur ekonomi Indonesia bergantung pada empat komponen utama: konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, dan impor. Hingga kuartal III/2024, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi, dengan kontribusi mencapai 53,08%. Namun, tekanan terhadap konsumsi rumah tangga meningkat akibat menurunnya daya beli masyarakat, penurunan kelas menengah, serta perubahan dari sektor formal ke informal. Untuk mengatasi hal ini, sektor investasi menjadi komponen penting yang dapat diandalkan. Kontribusi investasi terhadap PDB sedikit meningkat pada kuartal III/2024, mencapai 29,75%. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P. Roeslani, mengungkapkan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan utama bagi investor asing, dengan potensi investasi yang luas di sektor mineral, perkebunan, perikanan, dan kelautan, yang dapat dimaksimalkan melalui hilirisasi. Namun, tantangan bagi pemerintah adalah mengatasi hambatan yang dapat mengurangi minat investor. Upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk unggulan dan menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Stabilisasi Harga Beras untuk Masyarakat

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Bisnis Indonesia

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 diprediksi akan berlangsung dengan lebih stabil dari sisi pangan, terutama beras. Harga beras saat ini relatif stabil, dengan harga beras premium dan medium di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pada berbagai zona. Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso, memprediksi bahwa tidak akan terjadi gejolak harga beras menjelang Nataru, didukung dengan panen di beberapa daerah dan stok beras pemerintah yang cukup. Direktur Supply Chain Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, juga memastikan distribusi beras tepat sasaran untuk menjaga kestabilan harga. Selain itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok beras mencapai 2 juta ton, yang merupakan yang terbesar dalam lima tahun terakhir, dan Kementan telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung swasembada pangan beras. Program-program optimasi lahan dan perluasan area tanam juga tengah dijalankan untuk memastikan keberlanjutan pasokan beras di masa mendatang.




Mobilitas Nasional Diprediksi Capai 110 Juta Orang

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Bisnis Indonesia

Periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), pergerakan masyarakat diproyeksikan mencapai 110,67 juta orang, mengalami peningkatan sebesar 2,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Aan Suhanan, menyebutkan bahwa pergerakan ini terbagi menjadi perjalanan antar-provinsi sebanyak 55,86 juta orang dan dalam provinsi sebanyak 54,81 juta orang. Daerah dengan pergerakan masyarakat tertinggi adalah Jawa Timur, diikuti oleh Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY, dan Sumatra Utara. Mobil menjadi moda transportasi yang paling banyak dipilih, diikuti sepeda motor, bus, kereta api, dan pesawat terbang. Korlantas Polri akan fokus pada pengelolaan arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan serta memastikan keamanan masyarakat selama perjalanan.


PPN 12% Hanya Menyasar Kelompok Mampu

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Kontan (H)
Presiden Prabowo Subianto memastikan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% akan diberlakukan mulai 1 Januari 2025, sesuai amanat Undang-Undang No. 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Namun, PPN 12% hanya akan dikenakan secara selektif pada barang-barang mewah, seperti kendaraan bermotor, hunian mewah, kapal pesiar, dan barang serupa, sesuai pengaturan dari Kementerian Keuangan.

Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR, menegaskan barang kebutuhan pokok, jasa kesehatan, pendidikan, dan keuangan tetap bebas dari PPN, untuk meringankan beban masyarakat. Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR, menambahkan bahwa kebijakan ini akan membebankan tarif PPN hanya kepada konsumen barang mewah, sehingga tidak langsung memengaruhi kebutuhan dasar.

Namun, Fajry Akbar dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengkritik kebijakan ini karena klasifikasi barang mewah yang terkena PPN 12% masih belum jelas. Selain itu, rencana ini berpotensi bertabrakan dengan kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang ingin memberikan insentif PPnBM bagi otomotif. Ia juga mengingatkan bahwa sistem multitarif PPN memerlukan revisi UU HPP agar lebih sinkron dengan kebijakan perpajakan yang ada.

Meski bertujuan meningkatkan pendapatan negara, kebijakan ini berisiko menambah beban bagi masyarakat di tengah pelemahan daya beli. Pemerintah disarankan lebih berhati-hati agar tidak memperburuk kelesuan ekonomi domestik.

Ekonomi Indonesia Masih Tertinggal dari Vietnam

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Kontan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diproyeksikan berada di kisaran 5%-5,3%, meskipun dihadapkan pada sejumlah tantangan eksternal seperti perlambatan permintaan global, penurunan harga komoditas, dan ketidakpastian geopolitik. Menurut Enrico Tanuwidjaja, ASEAN Economist UOB Indonesia, perekonomian Indonesia akan tetap bertumbuh positif dengan proyeksi 5,3%, didukung pemulihan perdagangan elektronik, arus investasi asing, dan sektor pariwisata. Namun, pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan Vietnam (6,6%) dan Filipina (6,5%).

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, menyoroti risiko eksternal seperti kebijakan proteksionis AS dan penurunan harga komoditas utama Indonesia, seperti minyak mentah, batubara, dan CPO. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,15% pada 2025, yang masih akan didorong konsumsi rumah tangga dan investasi.

Kedua ekonom sepakat bahwa pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan investor. Hal ini bisa dilakukan melalui kebijakan fiskal yang proaktif, penguatan diversifikasi ekspor, serta upaya menarik investasi asing demi menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Anak Usaha Jadi Penopang Utama Kinerja Induk

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Kontan
Mayoritas anak usaha emiten tambang dan energi mencatatkan kinerja positif hingga kuartal III-2024, yang turut menopang performa induk usahanya. Misalnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil meningkatkan pendapatan sebesar 231,30% (yoy) menjadi US$ 108,47 juta, didukung kenaikan produksi dan harga jual emas. Menurut Agus Projosasmito, Direktur Utama BRMS, peningkatan kinerja ini juga membantu menjaga pendapatan konsolidasi induknya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang menghadapi penurunan penjualan batubara.

Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 1.044,26% (yoy) menjadi US$ 717,11 juta, dengan kontribusi signifikan terhadap induknya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Laba bersih dari AMMN ke MEDC mencapai US$ 129 juta.

Menurut Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas, solidnya kinerja anak usaha didukung diversifikasi dan ekspansi induk usaha. Analis Arinda Izzaty Hafiya dari Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan bahwa kenaikan harga komoditas, terutama emas, juga menjadi katalis utama. Contohnya, PT Petrosea Tbk (PTRO), yang walaupun labanya menyusut, tetap agresif memperluas kontrak baru.

Dalam hal rekomendasi saham, Muhamad Heru Mustofa dari Phintraco Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk AMMN dengan target Rp 9.950–Rp 10.200 dan buy on support untuk BRMS pada Rp 446–Rp 450. Selain itu, Rizal Nur Rafly dari Panin Sekuritas menjagokan ADMR dengan target harga Rp 1.800.

Kinerja gemilang anak usaha ini mencerminkan strategi diversifikasi dan optimalisasi segmen non-inti yang berhasil dilakukan emiten induk di tengah volatilitas industri tambang dan energi.

Komisi, Andalan Baru Bank Digital

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Kontan
Bank digital menghadapi tantangan besar untuk mencetak pendapatan bunga bersih di tengah likuiditas yang ketat. Oleh karena itu, pendapatan non-bunga atau fee based income (FBI) menjadi andalan utama untuk menopang kinerja keuangan. Sebanyak delapan dari 11 bank digital mencatatkan pertumbuhan pesat FBI selama 10 bulan pertama 2024, meskipun nilainya masih kecil.

Superbank mencetak pertumbuhan FBI tertinggi sebesar 1.835% secara tahunan menjadi Rp 14,8 miliar, didukung sinergi ekosistemnya bersama Grab, Emtek Group, Singtel, dan Kakao Bank. Menurut Tigor M. Siahaan, Direktur Utama Superbank, lebih dari 60% nasabah Superbank sudah menghubungkan akun mereka dengan aplikasi Grab, menandakan kekuatan ekosistem yang terintegrasi. Superbank kini memiliki 2 juta nasabah aktif sejak meluncurkan aplikasi digitalnya pada Juni 2024.

Seabank menjadi bank digital dengan FBI terbesar, mencapai Rp 107,05 miliar atau tumbuh 55,6% secara tahunan. Seabank memiliki 15,5 juta nasabah aktif per September 2024, menjadikannya salah satu bank digital dengan basis nasabah terbesar.

Sementara itu, Allo Bank mencatatkan FBI Rp 19,19 miliar, tumbuh 191% secara tahunan. Menurut Direktur Utama Allo Bank, Indra Utoyo, peningkatan ini didorong oleh fitur transaksi seperti QRIS, transfer, dan pembayaran tagihan. Allo Bank juga akan memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai ekosistem untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Keberhasilan bank digital dalam meningkatkan FBI sangat bergantung pada jumlah dan rasio nasabah aktif, serta kekuatan sinergi ekosistem digital yang mereka bangun.

Untuk pertama kalinya Bitcoin Tembus 100.000 Dollar AS

Yoga 06 Dec 2024 Kompas (H)

Untuk pertama kalinya, aset kripto Bitcoin menembus 100.000 dollar AS, Kamis (5/12). Catatan rekor ini tak lepas dari kemudahan transaksi Bitcoin berkat bertambahnya korporasi yang mengadopsi pemanfaatan aset kripto dan makin banyak pemerintah yang dipersepsikan akan cenderung pro aset kripto, termasuk AS di era Donald Trump nanti. Harga Bitcoin berhasil melampaui rekor tertinggi sepanjang masa menjelang tengah hari WIB pada Kamis. Hingga pukul 19.00, harga Bitcoin melonjak 4 % secara harian ke 102.646 USD atau Rp 1,63 miliar. Mike Novogratz, pendiri dan CEO perusahaan kripto AS Galaxy Digital, dikutip dari Reuters, berpendapat, momentum nilai Bitcoin menembus 100.000 USD didorong adopsi institusional, kemajuan dalam tokenisasi dan pembayaran, serta jalur regulasi yang lebih jelas.

Ini terjadi meski dalam 16 tahun umurnya, Bitcoin menjadi bahan kontroversi di dunia keuangan. Regulasi terkait aset kripto ini, antara lain, dirasakan semakin jelas di AS. Optimisme akan regulasi yang lebih baik dari Pemerintah AS ini terjadi menyusul kemenangan Donald Trump dalam pemilihan November 2024. Nilai Bitcoin meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini dan naik 45 % dalam empat minggu sejak kemenangan Trump pada pemilihan umum presiden AS 2024. Pelaku pasar pun telah menyaksikan banyaknya anggota parlemen pro kripto yang terpilih menjadi anggota Kongres. Pasar kini menanti janji Trump untuk menjadikan AS sebagai ”Ibu Kota Kripto di planet ini”. (Yoga)


Pilihan Editor