;

Dampak Kemenangan Trump dan Bagi Perekonomian Indonesia Kedepan

Yuniati Turjandini 07 Dec 2024 Tempo
DONALD Trump sudah dipastikan memenangi pemilihan Presiden Amerika Serikat. Terpilihnya kembali Trump ini sudah barang tentu akan sangat mempengaruhi ekonomi dunia ke depan.  Apalagi Trump kelihatannya akan mengedepankan misi efisiensi ekonomi domestik di pemerintahannya.Kebijakan itu bakal berdampak pada perekonomian, mengingat Amerika Serikat merupakan negara dengan ekonomi terbesar di dunia, dengan produk domestik bruto (PDB) sebesar US$ 27,4 triliun dan PDB per kapita US$ 82 ribu. Sebagai perbandingan, negara raksasa ekonomi lainnya, Tiongkok, memiliki PDB sebesar US$ 17,8 triliun dengan PDB per kapita US$ 12.600. Sedangkan Indonesia baru memiliki PDB sebesar US$ 1,4 triliun dengan PDB per kapita US$ 4.900.

Langkah efisiensi Trump ini mirip kebijakan Executive Order 12291 oleh Presiden Ronald Reagan dari Partai Republik, yang menjabat sejak 20 Januari 1981 hingga 20 Januari 1989. Dalam kebijakan ini, Reagan meminta jajarannya melengkapi setiap kebijakan dengan analisis dampak kebijakan (regulatory impact assessment). Sementara itu, Trump akan membentuk departemen khusus, yakni Departemen Efisiensi Pemerintahan (Department of Government Efficiency), untuk menjaga agar tidak ada kebijakan yang membebani aktivitas ekonomi dalam negeri. Trump menunjuk dua pendukung dekatnya, yakni pengusaha sekaligus orang terkaya di dunia, Elon Musk, dan pengusaha bioteknologi sukses Vivek Ramaswamy, untuk memimpin departemen ini menjalankan reformasi kebijakan.

Sejarah menunjukkan, pada periode Ronald Reagan, ekonomi dunia memasuki era reformasi kebijakan di mana deregulasi dan debirokratisasi dilakukan untuk mendorong efisiensi ekonomi. Bukan hanya di Amerika Serikat, Inggris dengan Perdana Menteri Margaret Thatcher juga berfokus pada reformasi kebijakan untuk efisiensi ekonomi. Pemikiran ekonom Milton Friedman mendasari reformasi kebijakan ini. Kini Amerika Serikat kembali fokus dengan reformasi kebijakan dalam negeri dan menjadi sinyal bagi negara-negara yang mengharapkan investasi asing agar berfokus pada reformasi kebijakan dalam negeri. Salah satu indikator efisiensi ekonomi negara adalah incremental capital output ratio atau (ICOR). Indikator ini menunjukkan berapa banyak modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan kenaikan output sebesar satu unit. Artinya, makin rendah ICOR, makin efisien pula investasi, sehingga makin tinggi pertumbuhan ekonomi. (Yetede)


Kasus Pembunuhan Orang Tua oleh Anak

Yuniati Turjandini 07 Dec 2024 Tempo
PEMBUNUHAN ayah dan nenek oleh remaja 14 tahun di Lebak Bulus, Jakarta, merupakan alarm bagi para orang tua menjaga kesehatan mental anaknya. Ambisi orang tua agar anaknya sukses tak boleh membelenggu mereka. Apalagi jika keinginan tersebut disertai tekanan atau bahkan kekerasan psikis. Kepada polisi, MAS mengaku membunuh ayah dan nenek serta melukai ibunya karena kurang tidur serta mendengar “bisikan” yang membuatnya resah. Psikolog yang turut menggali keterangan MAS menemukan bahwa dia mengalami tekanan akademis. Nilai-nilainya di sekolah anjlok setelah dia mengikuti les coding yang memakan waktu hingga larut malam sehingga waktu tidurnya berkurang.

Kurangnya waktu tidur mempengaruhi kondisi fisik dan mental anak tersebut. Pengakuan MAS bahwa ada “bisikan” sebelum dia melakukan pembunuhan menandakan gejala psikosis yang disebut halusinasi auditorik. Kondisi tersebut menyebabkan seseorang yang mengalaminya tak bisa membedakan antara realita dan waham. Penyebab halusinasi ini di antaranya stres dan depresi.  Fakta lain, MAS adalah anak tunggal dan sudah duduk di kelas X sekolah menengah atas meskipun baru berusia 14 tahun. Berdasarkan penggalian keterangan, MAS menghadapi ekspektasi tinggi orang tuanya. Sejauh ini, belum ditemukan kekerasan verbal ataupun fisik terhadap MAS agar memenuhi ekspektasi tersebut.

Anak Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus Dijerat Pasal Berlapis Walaupun begitu, orang tua keliru karena merampas hak anak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang sebagaimana tertulis dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Selain itu, tekanan berlebihan terhadap anak termasuk kekerasan psikis. Ini yang kerap tak disadari orang tua. Umumnya, awam hanya mengenal kekerasan verbal, fisik, ataupun seksual. Dampak kekerasan psikis sering tak terlihat padahal tak kalah buruk, salah satunya kesehatan mental. (Yetede)

Drama Satu Babak Bubarkan Utusan Presiden Soal Kerukunan

Yuniati Turjandini 07 Dec 2024 Tempo
DRAMA satu babak berjudul “Gus Miftah dan Penjual Es Teh Keliling” segera berakhir. Bagi yang percaya semua hal di bumi ini “digerakkan Tuhan”, kedua pelaku sudah mendapatkan pahala dari karma (perbuatan) yang mereka lakukan. Miftah, yang nama panjangnya Miftah Maulana Habiburrahman, sudah mendapatkan pahala (ganjaran) berupa nama yang buruk plus ribuan caci maki. Dosanya, menistakan penjual es teh keliling dengan mengatakannya goblok. Sedangkan penjual es teh, Sunhaji, mendapat imbalan berupa donasi yang terhimpun secara spontan bernilai jutaan rupiah, ditambah janji mendapat hadiah umrah. Miftah meminta maaf dan Sunhaji memberi maaf. Mereka berpelukan.

Tapi, di luar pentas, perbincangan belum usai. Miftah itu penceramah agama kondang dan mengaku suka bercanda dalam menyampaikan syiar agama, termasuk menggoblokkan Sunhaji. Dia menyebutkan itu adalah gaya panggungnya dalam berceramah, sesuatu yang bisa dipertanyakan, kok ada syiar agama menggunakan kata yang merendahkan orang lain? Bukankah syiar agama harus berbahasa yang teduh dan menjaga adab dalam bertutur kata? Tapi, sudahlah, ini soal gaya, barangkali ada yang suka. Miftah juga bukan sembarang orang. Dia “utusan khusus presiden”. Dari era Kerajaan Majapahit, bahkan sebelum itu di zaman lahirnya Mahabharata dan Ramayana, seorang utusan raja adalah orang yang cerdas, sakti, dan kelasnya bukan kesatria biasa. Presiden Prabowo mengangkat tujuh “orang sakti” sebagai utusan khusus dan salah satunya adalah Miftah. Inilah jabatan Miftah secara resmi: Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Sampai di sini kita lewati drama sebabak itu. Kita diingatkan hal yang lebih penting bahwa urusan presiden, para menterinya, serta para penasihat dan utusan khususnya adalah masalah kenegaraan. Mereka digaji dari uang rakyat lewat pajak dan berbagai pungutan lain. Jadi, ada hak kita bertanya, kenapa ada jabatan khusus itu dan kenapa orang yang dipilih seperti itu. Apakah jabatan ini diada-adakan karena ingin menempatkan orang yang sudah berjasa selama masa kampanye pemilihan presiden? Apakah Wiranto dan Muhadjir Effendy punya jasa besar dalam memilih Prabowo sehingga dibuatkan jabatan penasihat khusus? Apakah Raffi Ahmad dan Miftah, karena aktif membagi-bagi uang saat Prabowo berkampanye, lalu dibuatkan jabatan utusan khusus? Atau memang bidang yang “dikhususkan” itu penting? Kita tahu Prabowo punya tujuh penasihat khusus dan tujuh utusan khusus. Tapi kita kurang informasi, apa beda penasihat dan utusan itu. Dan apa kerjanya, kecuali informasi bahwa gaji mereka tergolong besar, setara dengan gaji menteri. (Yetede)


Momentum Kebangkitan Saham BUMN

Hairul Rizal 07 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)

Meskipun kinerja saham sejumlah emiten BUMN mengalami penurunan sepanjang tahun, ada potensi kebangkitan yang dapat terjadi hingga akhir tahun, didorong oleh sejumlah katalis positif. Sentimen yang dapat menjadi momentum bagi saham BUMN antara lain penggunaan sisa anggaran lebih (SAL) dalam APBN untuk pinjaman BUMN dan pembentukan Danantara, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas BUMN. Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya, dan Associate Director BUMN Research UI, Toto Pranoto, mendukung kebijakan ini, namun menekankan pentingnya penggunaan SAL untuk kebutuhan modal kerja jangka pendek.

Tantangan tetap ada, terutama dengan arus modal asing yang belum stabil dan kinerja IHSG yang masih tertinggal dibandingkan indeks saham Asia Tenggara. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo, serta ekonom Aviliani menilai bahwa sentimen global dan ketidakpastian geopolitik masih berpengaruh. Namun, dengan adanya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), kehadiran infrastruktur publik dan jaminan investasi dapat menarik lebih banyak investor.

Pada akhirnya, momentum akhir tahun seperti Santa Claus rally dan window dressing diprediksi akan membantu meningkatkan harga saham BUMN besar. Analis Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan untuk membeli saham BUMN seperti BNI, BBRI, BMRI, TLKM, PGEO, PGAS, dan ANTM, yang diprediksi dapat menunjukkan pertumbuhan seiring dengan kebijakan moneter pro-growth dan pertumbuhan kredit.


Prabowo dan Target Swasembada Pangan Nasional

Hairul Rizal 07 Dec 2024 Bisnis Indonesia

Presiden Prabowo menargetkan Indonesia akan mencapai swasembada pangan dalam 4-5 tahun dan siap menjadi lumbung pangan dunia. Program utama untuk mencapainya adalah pengembangan food estate yang berfokus pada komoditas seperti padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu dengan penambahan luas panen minimal 4 juta hektar pada 2029. Beberapa kebijakan yang dijanjikan meliputi penyediaan pupuk, benih unggul, pestisida, serta pembangunan infrastruktur pertanian yang lebih baik, dan pemanfaatan teknologi dan inovasi digital dalam pertanian.

Namun, tantangan besar seperti alih fungsi lahan, usia petani yang semakin tua, ketergantungan pada teknologi yang belum merata, dan perubahan iklim perlu diatasi. Meski demikian, dalam waktu singkat, pemerintah telah merespons distribusi pupuk yang lebih cepat.

Untuk memastikan keberlanjutan program swasembada pangan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pendekatan sistem yang holistik, keberlanjutan ekonomi dan lingkungan, serta memperhatikan kepentingan sosial dan budaya masyarakat lokal. Insentif bagi petani, termasuk asuransi, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar juga diperlukan. Dengan memenuhi enam kriteria tersebut, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kedaulatan pangan Indonesia.




Bisnis Penerbangan Menggeliat Jelang Nataru

Hairul Rizal 07 Dec 2024 Bisnis Indonesia

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) memproyeksikan adanya peningkatan pergerakan penumpang sebesar 4,52% pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyebutkan bahwa jumlah penumpang internasional diperkirakan mencapai 2,2 juta, meningkat 23,2% dari tahun sebelumnya, sementara penumpang domestik diperkirakan mencapai 6 juta. Meskipun terjadi peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 2,84%.

Bandara yang diprediksi mengalami pergerakan penumpang terpadat adalah Bandara Cengkareng (CGK) dan Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS). Untuk mendukung hal ini, Garuda Indonesia Group akan menyediakan 1,4 juta kursi penerbangan selama periode Nataru, dengan 741.514 kursi disediakan oleh Garuda Indonesia dan 717.560 kursi oleh Citilink. Selain itu, pemerintah memastikan bahwa maskapai BUMN seperti Garuda, Citilink, dan Pelita Air akan menurunkan harga tiket pesawat sebesar 10% selama Nataru, sebagai bagian dari komitmen bersama untuk meringankan biaya transportasi udara.



Reog, Kebaya, Kolintang: Warisan Budaya Mendunia

Hairul Rizal 07 Dec 2024 Bisnis Indonesia

UNESCO telah mengakui Reog Ponorogo, kebaya, dan kolintang sebagai bagian dari Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dunia. Pengakuan ini dilakukan dalam sidang ke-19 Komite untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda yang berlangsung di Asuncion, Paraguay, pada Desember 2024. Reog Ponorogo dan kebaya menjadi bagian dari daftar WBTb Indonesia yang diakui dunia, sementara kolintang, alat musik tradisional dari Minahasa, juga diakui dengan penetapan sebagai WBTb yang ke-16 asal Indonesia.

Pengakuan ini menunjukkan pentingnya pelestarian budaya tak benda, dan mencerminkan nilai lintas budaya yang dimiliki oleh alat musik seperti kolintang yang mirip dengan balafon dari Afrika Barat. Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, mengapresiasi pencapaian ini dan berharap dapat meningkatkan kesadaran global mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya serta mempererat kerja sama lintas negara. Dia juga berharap agar kolintang menjadi simbol pemersatu antar negara melalui musik, serta mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan pada 2030.


Emas Tetap Primadona di Tengah Ketidakpastian

Hairul Rizal 07 Dec 2024 Kontan (H)
Tahun 2025 diproyeksikan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi pasar komoditas global, dengan prospek melemahnya harga komoditas secara umum akibat perlambatan ekonomi global, khususnya di Tiongkok. Ibrahim Assuaibi, Direktur Laba Forexindo Berjangka, mengungkapkan bahwa ketegangan geopolitik yang mereda serta pemulihan ekonomi Tiongkok yang belum signifikan menjadi faktor utama pelemahan permintaan, khususnya untuk energi seperti minyak dan batubara. Harga batubara diperkirakan berada di bawah US$ 100 per ton, sementara minyak mentah diproyeksikan di kisaran US$ 50 hingga US$ 80 per barel.

Namun, sentimen positif datang dari tren energi hijau, yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan untuk komoditas seperti nikel dan timah. Lukman Leong, Analis Doo Financial Futures, memproyeksikan harga emas akan tetap kuat sebagai aset safe-haven, dengan potensi mencapai US$ 3.000 per ons troi di 2025, didukung oleh permintaan bank sentral sebagai cadangan devisa.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menegaskan pentingnya diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko dalam menghadapi ketidakpastian pasar, terutama yang dipicu oleh kebijakan tarif yang mungkin diimplementasikan oleh pemerintahan Donald Trump. Kebijakan semacam itu dapat memperburuk prospek komoditas melalui potensi perang dagang dan perlambatan ekonomi global.

Investor disarankan untuk memanfaatkan momentum pelemahan harga komoditas untuk strategi buy on weakness di pasar fisik, sembari berfokus pada tren jangka panjang seperti energi terbarukan dan kendaraan listrik yang diprediksi mendukung permintaan logam industri.

Pendanaan 3 Juta Rumah: Optimalkan Sumber Beragam

Hairul Rizal 07 Dec 2024 Kontan
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan besar dalam merealisasikan target program 3 juta rumah per tahun, terutama terkait pendanaan. Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan bahwa anggaran yang dimiliki Kementerian PKP saat ini hanya sebesar Rp 5,27 triliun, jauh dari kebutuhan Rp 53,6 triliun. Alokasi ini berasal dari pecahan anggaran Kementerian PUPR yang totalnya mencapai Rp 116,22 triliun untuk 2025. Dengan demikian, terdapat kekurangan anggaran sebesar Rp 48,33 triliun untuk memenuhi target tersebut.

Bonny Z. Minang, anggota Satgas Perumahan, menjelaskan bahwa pembangunan akan difokuskan pada 1 juta unit rumah susun di perkotaan dan 2 juta unit rumah di pedesaan, dengan 26 unit rumah per desa di 75.000 desa. Untuk tahap awal, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 21,6 triliun sebagai cicilan untuk pembangunan rumah di pedesaan. Selain APBN, pendanaan juga direncanakan berasal dari berbagai sumber, seperti BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dana pensiun, asuransi, dan program TJSL BUMN serta swasta.

Pengamat infrastruktur Nirwono Yoga menyarankan pemerintah memanfaatkan aset daerah dan menggalakkan gotong royong di desa untuk mengatasi kendala anggaran dan lahan. Strategi ini diharapkan membantu pemerintah mencapai target ambisiusnya dalam mengentaskan kemiskinan melalui penyediaan perumahan yang layak.

Ketatnya Likuiditas Membayangi Ekspansi Bisnis

Hairul Rizal 07 Dec 2024 Kontan
Tantangan likuiditas perbankan di tahun 2025 diperkirakan meningkat seiring dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel hingga 42,2% dari tahun sebelumnya, dengan target penerbitan mencapai Rp 140 triliun–Rp 180 triliun. Kondisi ini berpotensi membuat pemerintah dan perbankan bersaing dalam menarik dana masyarakat, yang dapat memperlambat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

Royke Tumilaar, Direktur Utama BNI, mengakui bahwa peningkatan penyerapan dana masyarakat ke instrumen SBN dan Bank Indonesia (BI) dapat menyulitkan bank untuk melakukan ekspansi kredit. Ia menekankan perlunya kehati-hatian dalam ekspansi agar sejalan dengan pertumbuhan DPK.

Ita Tetralastwati, SEVP Tresuri BNI, menambahkan bahwa BNI akan menggenjot dana murah melalui layanan digital, optimalisasi produk tabungan, serta memanfaatkan instrumen surat berharga likuid sebagai cadangan likuiditas.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi, menekankan pentingnya kreativitas perbankan dalam mencari sumber likuiditas alternatif. Ia juga melihat bahwa insentif likuiditas makroprudensial dari BI dapat membantu perbankan menjaga stabilitas likuiditas.

Efdinal Alamsyah, Direktur Kepatuhan OK Bank, mengungkapkan bahwa imbal hasil SBN yang tinggi akan menarik banyak dana masyarakat, sehingga bank perlu mengerem ekspansi kredit jika likuiditas tetap ketat. Hal ini bisa memengaruhi kinerja bank secara keseluruhan. Perbankan disarankan untuk mengupayakan berbagai alternatif pendanaan guna mengatasi tantangan tersebut.

Pilihan Editor