;

Insentif Tidak Memadai Sebagai Kompensasi Terkait Penaikan PPN

Yuniati Turjandini 17 Dec 2024 Investor Daily (H)
Pemerintah akhirnya mengambil alih kompromi atau jalan tengah terkait kebijakan penaikan PPN menjadi 12% mulai 1 Januari 2025. Kebijakan itu tetap dilaksanakan, namun secara bersamaan pembebasan PPN untuk sejumlah kebutuhan pokok dipertahankan bahkan berbagai stimulus ekonomi tambahan diberikan. Kebijakan itu tidak ditunda seperti yang diminta oleh banyak pihak, karena pemerintah harus mendogkrak pendapatan  negara guna membiayai sejumlah program prioritas  seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Sedangkan pembebasan PPN sejumlah kebutuhan pokok dan stimulus tambahan diberikan karena pemerintah juga perlu melindungi daya beli masyarakat yang belakangan terus turun. Namun demikian, insentif yang diberikan oleh pemerintah itu dinilai belum cukup mamadai sebagai 'kompensasi' atas tambahan beban masyarakat dan industri akibat penaikan tarif PPN menjadi 12%. Ini dikarenakan insentif tersebut bersifat sementara -ada yang hanya dua bulan- sementara kenaikan tarif PPN menjadi 12% bersifat permanen. (Yetede)

Program MBG dan Swasembada Pangan Akan Menguntungkan Industri Peternakan Nasional

Yuniati Turjandini 17 Dec 2024 Investor Daily H

Program makan bergizi gratis (MBG) dan swasembada pangan akan menguntungkan industri peternakan nasional. Jumlah kepemilikan hewan diprediksi naik untuk menyokong program prioritas tersebut. Meski begitu ada dua tantangan yang bakal dihadapi sektor peternakan dalam menyukseskan MBG, yakni keterbatasan lahan dan regenerasi pelaku bisnis. Hal ini harus dimitigasi oleh pemerintah demi kesuksesan program itu. Di sisi lain pemerintah memastikan program MBG akan berjalan lancar saat dimulai pada 2 Januari 2025. Ini setelah sejumlah Menteri memantau langsung uji coba program tersebut. Dari sisi pendanaan, program MBG akan disokong oleh kenaikan tarif pajak PPN menjadi 12% dari 11% mulai Januari 2025. MBG adalah bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia. Setelah melalui uji coba insentif selama beberapa bulan, berbagai proses terkait pelaksanaan program telah dipersiapkan dengan matang, mulai dari penyediaan bahan baku, operasional unit pelayanan, pengiriman makanan ke sekolahan, hingga pengolahan limbah. (Yetede)

Kontribusi BRI Kian Meningkatkan Perannya Sebagai Market Leader

Yuniati Turjandini 17 Dec 2024 Investor Daily

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) makin mengokohkan perannya sebagai market leader di sektor perbankan sekaligus menjadi simbol keberpihakan terhadap UMKM serta mendorong ekonomi kerakyatan untuk memajukan negeri. Tepat pada hari ulang tahun ke-129 BRI pada 16 Desember 2024, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa tema BRIlian dan Cemerlang yang diusung tahun  ini mencerminkan komitmen BRI dalam berinovasi dan menciptakan solusi finansial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan seluruh stakeholder. "Perayaan HUT BRI ke-129 ini kita jadikan sebagai momen refleksi dan motivasi untuk melangka lebih jauh. Saya percaya bahwa dengan desikasi, kerja keras, dan kolaborasi, kita mampu merespons tantangan secara tepat," ujar Sunarso. BRI dengan bangga mengumumkan pembagian dividen interim kepada para pemegang saham sebaga bagian dari perayaan HUT ke-129. Kebijakan ini menjadi wujud nyata komitmen BRI untuk memberikan economic value bagi para pemegang saham, sekaligus merayakan sejarah panjang kontribusi BRI terhadap perekonomian Indonesia. Mengacu pada keterbukaan informasu yang diterbitkan oleh perusahaan, BRI akan membagikan dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp 135 per saham atau sebesar Rp20,46 triliun. Apabila dirinci, dividen interim yang disetorkan kepada pemerintah sebagai Rp 10,88 triliun dan dividen interim kepada publik sebanyak-banyaknya sebesar Rp 9,58 triliun. (Yetede)

Kurun Waktu Empat Tahun, PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Telah Berhasil Menjual Lahan Seluas 339 hektar

Yuniati Turjandini 17 Dec 2024 Investor Daily
Dalam kurun waktu empat tahun, PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) telah  berhasil menjual lahan seluas 339 hektar, dengan total nilai investasi sebesar Rp18,7 miliar.  Letak kawasan yang strategis ini sukses menyita 28 mata investor dari berbagai negara. Adapun investor yang mendirikan usaha berasal dari  China. Korea Selatan, Chili, Thailand, Amerika, Jepang, Belanda, Taiwan dan Indonesia. Direktur Utama KITB Ngurah Wirawan mengatakan, KITB memiliki wilayah strategis, selain dekat dengan laut dan pelabuhan, kawasan ini juga dilalui jalan tol, dan jalur kereta api. Letak kawasan yang strategis ini sukses menyita 28 investor dari berbagai negara.  "Kemarin ada 21 investor di kavling industri. Dan dari 21 itu ada 5 sudah beroperasi yaitu Yih Quan dari Taiwan, Rumah Keramik Indonesia dari Indonesia,  Alderon dari Indonesia, KCC Glass dari Korea, dan Wavin dari Belanda," jelas dia. Ngurah mengatakan akan ada lima perusahaan yang sedang dalam konstruksi dan beberapa diantaranya akan  beroperasi tahun depan. (Yetede)

Kepala Badan Geologi Catat Kenaikan Energi Gempa dari Gunung Raung

Yuniati Turjandini 17 Dec 2024 Tempo Ga
Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Wafid, mengatakan aktivitas kegempaan Gunung Raung masih terpantau mengalami peningkatan. Meski begitu tingkat aktivitas gunung api dengan ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut itu masih tetap di Level II (Waspada). "Peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Raung adalah hal yang wajar, mengingat tingkat aktivitasnya saat ini adalah Level II (Waspada)," kata Wafid dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa malam, 17 Desember 2024. Ia mengatakan, pada level II ini aktivitas Gunung Raung fluktuatif dan ada potensi terjadi erupsi sewaktu-waktu. Potensi bahaya Gunung Raung yang mungkin terjadi saat ini berupa akumulasi gas vulkanik konsentrasi tinggi di dasar kawah.

Erupsi Gunung Raung, menurut catatan sejarah, menghasilkan aliran piroklastik, jatuhan piroklastik dan aliran lava andesitik sampai basaltik. Sedangkan saat tidak terjadi erupsi, aktivitas hanya berupa embusan gas di dasar kawah. Hasil pengamatan visual periode 1 hingga 15 Desember 2024, Gunung Raung terlihat jelas hingga tertutup kabut. Saat cuaca cerah, teramati embusan gas berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dengan tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak. Dari warnanya, embusan gas itu menunjukkan dominan uap air, tidak ada material batuan/abu yang terbawa ke permukaan. 

Wafid juga mengungkapkan rekaman kegempaan selama periode yang sama terdiri dari 61 kali gempa embusan, 3 kali gempa vulkanik dangkal, 4 kali gempa tektonik lokal, 27 kali gempa tektonik jauh, dan 15 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0,5-13,0 mm, dominan 2.5 mm. Pada 16 dan 17 Desember 2024, terjadi kenaikan amplitudo getaran gempa tremor menjadi maksimal 17 mm, dengan nilai dominan 2.,5 mm, seiring dengan kenaikkan grafik RSAM (Realtime Seismic Amplitude Measurement) yang mencerminkan energi gempa. Namun, kenaikan energi gempa ini tidak disertai dengan anomali visual. Hanya teramati embusan gas dari arah kawah/puncak berwarna putih intensitas sedang dengan tinggi maksimal 300 meter dari atas puncak.  (Yetede)

Banjir Rob Rendam Hunian 4.184 Keluarga di Pesisir Bekasi

Yuniati Turjandini 17 Dec 2024 Tempo
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat 4.184 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tiga kecamatan terdampak banjir rob akibat air laut pasang. Kecamatan di Bekasi, Jawa Barat, yang dimaksud adalah Muaragembong, Tarumajaya, dan BabelanKepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan volume air pasang masih meningkat selama musim hujan. "Kejadian (banjir rob) ini bersifat rutin pada pertengahan bulan," kata Dodi dalam keterangan resmi pada Selasa, 17 Desember 2024.

Menurut Dodi, 3.184 KK atau mayoritas dari total keluarga yang terdampak banjir itu berasal dari lima desa di Kecamatan Muaragembong, yakni Desa Pantai Harapanjaya, Pantai Sederhana, Pantaibakti, Pantai Bahagia dan Pantai Mekar. Sebanyak 755 KK tersebar di tiga desa dari Kecamatan Tarumajaya, yaitu Samuderajaya, Segara Makmur dan Segara Jaya. Sisanya adalah 245 KK dari Desa Hurip Jaya di Kecamatan Babelan. Selain merendam ribuan rumah, dia meneruskan, banjir pesisir juga merusak tambak yang berada di Kecamatan Tarumajaya dan Babelan. Luas masing-masing tambak di kedua wilayah itu sekitar 250 hektare "Banjir rob juga merendam SD Negeri Samudera Jaya 02 dan 03 di Kecamatan Tarumajaya," tutur Dodi.

Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bandung Selama 2 Pekan, Ketahui Ragam Kata Kebencanaan Sejauh ini tim BPBD Kabupaten Bekasi sudah menyalurkan makanan, minuman, dan bantuan logistik lainnya untuk memenuhi kebutuhan warga korban banjir. Tak cukup dengan bantuan cepat, Dodi mengingatkan soal pentingnya solusi jangka panjang untuk mengatasi dampak banjir rob di pesisir Kabupaten Bekasi. Masyarakat di pesisir utara Jakarta juga sedang menghadapi persoalan serupa. Hingga Selasa siang, banjir masih merendam kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa di Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Ketinggian genangan air sekitar 70 sentimeter (Cm). (Yetede)


Pemprov Jakarta Memastikan Penanganan Korban Banjir Rob di Pulau Panggang Kepulauan Seribu Berjalan Baik

Yuniati Turjandini 17 Dec 2024 Tempo
Pemerintah Provinsi Jakarta memastikan langkah-langkah penanganan banjir rob yang melanda Kepulauan Seribu. Termasuk di dalamnya adalah menyiapkan personel, logistik, dan berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara jika cuaca ekstrem menghambat akses. Penjabat Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi menyatakan itu dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Selasa, 17 Desember 2024. Dia menanggapi cuaca buruk yang membuat distribusi bantuan menjadi sulit, sementara warga terdampak banjir rob sangat membutuhkannya. Teguh menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan tim gabungan dari berbagai dinas untuk membantu masyarakat Kepulauan Seribu. “Pertama, terkait masalah untuk infrastrukturnya, kami sudah ada yang stand by di sana dari Dinas SDA, Sumber Daya Air, untuk penanganan rob-nya,” kata teguh.

Kemudian, sarana transporasi untuk distribusi bantuan juga telah disiapkan melalui Dinas Perhubungan. “Insya Allah dari Dishub ada kapal yang bisa diandalkan, tapi kalau cuaca jelek sekali kami akan berkoordinasi dengan TNI AU,” tuturnya. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jakarta, Maruli Sijabat, menjelaskan bahwa lembaganya telah menempatkan personel beserta peralatan dan logistik untuk mendukung warga terdampak. “Termasuk juga buffer stock yang kami siapkan bilamana terjadi peningkatan kebutuhan terkait dengan pangan maupun sandang,” ujar Maruli.

Dia menambahkan bahwa perahu karet telah disiagakan untuk keperluan evakuasi jarak dekat. Mereka juga telah berkoordinasi dengan Kantor SAR Jakarta untuk kebutuhan eskalasi upaya evakuasi. Kepala Dinas Sosial Jakarta Premi Lasari memastikan kesiapan distribusi bantuan sosial bagi warga terdampak bekerja sama dengan Dinas Perhubungan. “Terkait dengan bansos, kami sudah siap," ujarnya. Sebelumnya, pada Selasa pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta menyatakan satu RT di Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu masih terendam banjir rob. Sehari sebelumnya ada enam RT yang terdampak. (Yetede)
 

ICOR Indonesia yang Terbilang Tinggi Dibanding Negarara Lain

Yuniati Turjandini 17 Dec 2024 Tempo
PRESIDEN Prabowo Subianto mempersoalkan skor incremental capital output ratio atau ICOR Indonesia yang terbilang tinggi dibanding negara lain. Ia menyebutkan ICOR Indonesia berada di angka 6, sedangkan sejumlah negara tetangga memiliki ICOR 4 atau 5.  “Artinya, kita dinilai lebih tidak efisien daripada beberapa ekonomi tetangga kita. Bahkan tidak efisiennya itu dinilai 30 persen,” kata Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2024. ICOR adalah salah satu parameter yang menentukan tingkat efisiensi investasi di suatu negara. ICOR menggambarkan rasio investasi kapital/modal terhadap hasil yang diperoleh (output) menggunakan investasi tersebut. Jika modal bisa dipakai untuk menghasilkan banyak barang/jasa dengan efisien, nilai ICOR menjadi kecil. Sebaliknya, jika modal yang dibutuhkan besar, tapi barang/jasa yang dihasilkan sedikit, nilai ICOR menjadi tinggi. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ICOR Indonesia pada 2023 berada di angka 6,33. Sementara itu, rata-rata ICOR di negara-negara ASEAN pada 2019-2023 jauh lebih rendah, antara lain Malaysia sebesar 2,7; India 3,2; dan Filipina 3,4. ICOR Indonesia hampir selalu meningkat. Pada pemerintahan Presiden Soeharto sebelum krisis 1997, ICOR Indonesia berada di kisaran 4. Pada era Susilo Bambang Yudhoyono di level 5, lalu di era Presiden Joko Widodo menembus angka 6. Bahkan, pada 2021, ICOR Indonesia sempat berada di level 8,6. Dengan tingginya ICOR, makin banyak kapital yang diperlukan untuk menghasilkan 1 persen pertumbuhan ekonomi.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto tak menampik bahwa investasi di Indonesia masih belum efisien. Hal itu terlihat dari tingginya ICOR Indonesia yang membuat pertumbuhan ekonomi Tanah Air stagnan di angka 5 persen. Politikus Partai Golkar itu menjelaskan, porsi investasi terhadap produk domestik bruto Indonesia di kisaran 30 persen. Dengan ICOR di kisaran 6, pertumbuhan ekonomi Indonesia dihitung 30 dibagi 6, yaitu 5 persen. Airlangga berpendapat penyebab inefisiensi investasi di Tanah Air adalah pemanfaatan modal yang belum optimal. Menurut dia, selama ini modal yang diinvestasikan belum mampu menghasilkan output ekonomi yang sebanding. Ditambah keterbatasan dalam penerapan strategi jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.  (Yetede)

Stimulus Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2024

Hairul Rizal 17 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)
Pemerintah berupaya memulihkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2025 melalui paket kebijakan ekonomi yang mencakup insentif untuk rumah tangga, kelas menengah, dan dunia usaha. Kebijakan ini juga diiringi dengan pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% pada 1 Januari 2025, sebagaimana diamanatkan oleh UU No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini dirancang untuk melindungi masyarakat, mendukung UMKM, menjaga stabilitas harga, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan bahwa kebijakan ini mempertimbangkan pelemahan permintaan, terutama pada kelompok menengah ke bawah, dengan harapan mendukung sektor produktif seperti manufaktur dan perumahan. Namun, Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan dialog dengan dunia usaha untuk memastikan efektivitas kebijakan tersebut.

Sementara itu, Ketua APSyFI, Redma Gita Wirawasta, menilai insentif pajak seperti PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah tidak memberikan dampak signifikan bagi sektor padat karya seperti tekstil. Peneliti dari LPEM FEB UI, Teuku Riefky, juga berpendapat bahwa kebijakan ini kurang efektif untuk meningkatkan daya beli, yang lebih membutuhkan pendekatan seperti kenaikan upah.

Pemerintah diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengevaluasi efektivitas kebijakan untuk memastikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Optimalisasi Infrastruktur untuk Kesejahteraan

Hairul Rizal 17 Dec 2024 Bisnis Indonesia
Pembangunan infrastruktur telah menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia dalam satu dekade terakhir, dengan pencapaian signifikan seperti penambahan jalan tol, bandar udara, moda transportasi, pelabuhan, dan bendungan. Pembangunan infrastruktur ini terbukti sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama pada periode Natal dan Tahun Baru, yang diprediksi mengalami peningkatan 25%. Namun, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan perlunya evaluasi ketat terhadap pembangunan infrastruktur, terutama terkait dampaknya terhadap perekonomian, efisiensi anggaran, dan keberlanjutan.

Menteri AHY juga menyoroti pentingnya manajemen risiko dan pembiayaan yang tepat dalam pembangunan infrastruktur. Pemerintah perlu mendorong partisipasi sektor swasta dan investor asing melalui skema public-private partnership (PPP) untuk mengurangi beban APBN. Selain itu, ketimpangan antarwilayah dan tantangan lain seperti pembebasan lahan dan aspek lingkungan harus menjadi fokus perhatian dalam perencanaan infrastruktur. Ke depannya, dibutuhkan rencana jangka panjang yang tepat agar pembangunan infrastruktur dapat lebih inklusif dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.

Pilihan Editor