;

Yadi Mulyadi, Membawa Angklung ke Pentas Global

Yoga 18 Dec 2024 Kompas (H)

Yadi Mulyadi bersama grupnya, Sound of Heritage atau Sora, mengangkat kesenian tradisional, khususnya dari Jawa Barat. Angklung pun bergema di berbagai belahan dunia hingga ia meraih juara berulang kali. Musisi itu membawa nilai-nilai tradisi ke festival dunia. Gubahan Alfred Simanjuntak,”Indonesia Bersatulah”, terdengar apik diiringi orkestrasi angklung. Karya maestro yang menggelorakan patriotisme dan integritas bangsa tersebut diaransemen Yadi dengan membubuhkan sedikit sentuhan piano, snare drum, dan bas. Ia juga menyelaraskan kemerduan angklung dengan karangan Ismail Marzuki, ”Gugur Bunga” dan ”Halo-halo Bandung”, hingga ”Bendera Merah Putih” yang diciptakan Ibu Sud. Tak ketinggalan, sejumlah kreasi lain, seperti ”Bagimu Negeri” dan ”Indonesia Raya”. 

Hingga kini, komposisi angklung yang lahir dari pemikiran Yadi sudah mencapai lebih dari 100 aransemen dan sekitar 30 lagu. Kreativitas Yadi merepresentasikan nasionalisme tak hanya di Tanah Air, tetapi juga ke semua benua. Yadi, misalnya, melawat bersama Sora ke festival musik dunia di Yeongdong, Korea Selatan, akhir 2023. Rombongan terdiri atas 15 personel, termasuk penari, menggondol peringkat pertama. Tahun 2017, ia diundang ke Kanazawa, Jepang. Di Universitas Kanazawa, mereka unjuk kebolehan di hadapan 500 mahasiswa. ”Interaktif. Pengunjung diajak main angklung. Saya memimpin di depan dan membahas tangga nada, teknik pertunjukan, sampai buku,” ujar Yadi. (Yoga)

Aprindo Memproyeksikan Pertumbuhan Bisnis Retail Menurun

Yuniati Turjandini 18 Dec 2024 Tempo

TAHUN ini masih menjadi periode yang menantang bagi sektor retail. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia atau Aprindo memproyeksikan pertumbuhan bisnis retail menurun, dari 5,3 persen pada 2023 menjadi 4,8 persen pada tahun ini. Penyebabnya beragam, dari pelemahan daya beli hingga kenaikan suku bunga. Imbasnya, ratusan gerai perusahaan retail raksasa bertumbangan. Teranyar, Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Solihin mengatakan Alfamart menutup 300-400 gerai pada tahun ini. Menurut Solihin, kenaikan biaya perpanjangan sewa yang drastis menjadi penyebab utama. Bahkan kenaikannya mencapai 10 kali lipat dibanding pada lima tahun lalu. Ia mencontohkan, pada 2019, tarif sewa hanya Rp 40-50 juta per tahun. Sedangkan tahun ini biaya sewa bisa mencapai Rp 500 juta per tahun.

Tidak sebandingnya kenaikan biaya sewa dengan pendapatan membuat pemilik toko memilih menutup gerainya. Kendati demikian, Solihin menilai penutupan toko di lokasi dengan biaya sewa yang terlalu tinggi merupakan strategi untuk menjaga profitabilitas. "Seperti penyakit usus buntu, usus yang terinfeksi dipotong supaya bisa sehat," ujar Solihin kepada Tempo pada Selasa, 17 Desember 2024. Meskipun banyak gerai yang tutup, Solihin menuturkan jumlah toko Alfamart yang buka masih lebih banyak, yaitu 884 gerai. Tak sedikit juga pemilik toko yang tutup membuka kembali gerai di lokasi yang strategis. Menurut Solihin, Alfamart harus tetap berekspansi agar omzet tidak turun. Adapun saat paparan publik pada Mei 2024, Alfamart menargetkan pembukaan 1.000 gerai baru pada tahun ini. Gerai-gerai baru tersebut difokuskan di luar Pulau Jawa.

Solihin yakin strategi ekspansi membuat kinerja Alfamart tetap meningkat. Melansir laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia, Alfamart (AMRT) mencatatkan laba Rp 2,39 triliun hingga akhir kuartal III 2024. Angka ini tumbuh 9,52 persen dibanding periode yang sama pada 2023 yang sebesar Rp 2,19 triliun. Di sisi lain, Solihin, yang juga menjabat Ketua Umum Aprindo, tak menampik bahwa pelemahan daya beli masyarakat berpengaruh signifikan terhadap sektor retail. Hal ini ditunjukkan dengan perubahan pola belanja masyarakat. Kini konsumen cenderung memilih produk dengan harga terjangkau, bahkan mengurangi jumlah barang yang dibeli. Badan Pusat Statistik mencatat konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2024 sebesar 4,91 persen atau tumbuh melambat dibanding pada kuartal II 2024 yang sebesar 4,93 persen. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2024 juga turun dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 5,05 persen. (Yetede)

Kenapa Alasan Pemerintah Diskon Listrik Hanya 2 Bulan

Yuniati Turjandini 18 Dec 2024 Tempo

Pemerintah memberikan diskon listrik 50 persen selama dua bulan pada Januari-Februari 2025 untuk pelanggan listrik di bawah 2.200 watt sebagai kompensasi atas kenaikan PPN 12 persen yang mulai beraku 1 Januari 2025. Sejumlah pengamat menilai kebijakan itu hanya temporer dan tidak bisa mengatasi penurunan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga menyusul naiknya PPN. Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira meminta pemerintah mengkaji alternatif kebijakan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) 12 persen karena insentif ekonomi yang disiapkan dinilai bersifat temporer. "Paket kebijakan ekonomi pemerintah cenderung berorientasi jangka pendek,” kata Bhima kepada Antara di Jakarta, Selasa, 17 Desember 2024. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga mengkritik pilihan pemberian stimulus mengatasi kenaikan PPN, yang hanya untuk jangka pendek.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, Josua mengatakan stimulus dua bulan dapat memberikan dampak sementara yang signifikan untuk menjaga daya beli, terutama dalam menghadapi awal tahun yang biasanya penuh tantangan ekonomi. Namun, stimulus itu bisa menjadi terlalu pendek untuk menghadapi efek lanjutan dari kenaikan PPN terhadap konsumsi rumah tangga Pemerintah menyatakan, alasan penyaluran bantuan pangan dan diskon listrik 50 persen yang hanya berlangsung selama dua bulan pada awal tahun 2025 ditujukan sebagai langkah menahan kenaikan inflasi di kuartal pertama saat penerapan tarif PPN 12 persen. Pemerintah memberikan bantuan pangan sebanyak 10 kilogram (kg) per bulan yang akan diberikan kepada masyarakat di desil 1 dan 2 sebanyak 16 juta penerima selama Januari-Februari 2025, serta pemberian diskon biaya listrik 50 persen selama dua bulan bagi pelanggan listrik dengan daya listrik terpasang hingga 2200 VA guna mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Desil 1 merupakan kategori kelompok masyarakat miskin atau masyarakat dengan pendapatan paling rendah, sementara desil 2 masih termasuk kelompok berpenghasilan rendah tetapi lebih baik dibandingkan Desil 1. Kedua kebijakan ini juga diberikan sebagai bentuk insentif di tengah penetapan tarif PPN 12 persen mulai 1 Januari 2025 mendatang. “Januari itu, karena ada Nataru (Natal dan Tahun Baru) biasanya (inflasi) rate-nya lebih tinggi. Yang lain misalnya nanti menjelang lebaran sama nanti di akhir tahun. Sehingga critical nih di kuartal I ini. Kenapa (insentif) dua bulan? Ya tadi kita harapkan pada saat inflasi relatif tinggi, ada bantuan pangan yang backup masyarakat kelas menengah," kata Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kemenko Perekonomian Ferry Irawan dalam media briefing di Jakarta, Selasa, 17 Desember 2024, seperti dikutip Antara. (Yetede)


Perusahaan Rintisan atau Startup Unicorn eFishery Sedang Mengalami Transisi Kepemimpinan

Yuniati Turjandini 18 Dec 2024 Tempo
Perusahaan rintisan atau startup unicorn eFishery sedang mengalami transisi kepemimpinan. Pucuk pimpinannya yaitu Gibran Huzaifah baru saja dicopot dari jabatan direktur utama atau chief executive officer (CEO) karena diduga menyelewengkan dana perusahaan. Saat ini, Adhy Wibisono memimpin eFishery sebagai interim CEO dan Albertus Sasmitra sebagai interim CFO. “Keputusan diambil bersama shareholder perusahaan, sebagai wujud komitmen untuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik,” kata eFishery dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo pada Rabu, 18 Desember 2024. Dewan direksi eFishery memberhentikan Gibran dan CPO perusahaan, Chrisna Aditya sementara waktu. Pemberhentian keduanya menyusul penyelidikan atas kesalahan pelaporan keuangan atas kinerja dan pendapatan di perusahaan tersebut, demikian berdasarkan laporan DealStreetAsia pada 15 Desember lalu.
 
Dalam keterangan tertulisnya, perusahaan bidang budidaya ikan itu memahami keseriusan isu yang sedang beredar dan menanggapinya dengan perhatian penuh. Namun, saat dihubungi Tempo hari ini, pihak eFishery menolak untuk menjelaskan lebih lanjut alasan dicopotnya Gibran dan Chrisna. Selain eFishery, berikut daftar perusahaan rintisan yang terjerat masalah belakangan ini. Perusahaan rintisan teknologi finansial (fintech) yang bergerak di bidang peer-to-peer (P2P) lending, Investree, sedang dalam proses likuidasi. CEO-nya yakni Adrian Asharyanto Gunadi kini menjadi tersangka dan masuk daftar pencarian orang (DPO) karena diduga melakukan tindak pidana di sektor jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha PT Investree Radhika Jaya (Investree) melalui pengumuman resmi pada 21 Oktober 2024. Sebelum izin usaha dicabut, perusahaan juga telah memberhentikan Adrian sebagai CEO pada 2 Februari 2024, di tengah tingkat kredit macet perusahaan yang tinggi. Dilansir pada laman resmi Investree ketika itu, tingkat keberhasilan bayar atau TKB90 Investree adalah 83,56 persen. 
 
Sementara itu, tingkat kredit bermasalah atau TWP90-nya mencapai 16,55 persen, lebih tinggi dari angka yang ditetapkan OJK sebesar 5 persen. Setelah Adrian masuk DPO, OJK bekerja sama dengan aparat penegak hukum menindaklanjuti kasus Adrian. Hal itu disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman. “Dalam kaitan ini, OJK bekerja sama dengan aparat penegakan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan undangan-undangan,” kata Agusman saat konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan pada Jumat, 13 Desember 2024. Investree bukan satu-satunya startup pinjaman online yang bermasalah belakangan ini. PT Lunaria Annua Teknologi atau KoinP2P bermasalah karena menunda pembayaran kepada sebagian pemberi dana atau lender. (Yetede)
 

Pengertian Loyalitas

Yuniati Turjandini 18 Dec 2024 Tempo
Loyalitas adalah istilah yang merujuk pada kesetiaan seseorang terhadap sesuatu. Kata loyalitas umumnya banyak digunakan dalam konteks yang berhubungan dengan pekerjaan atau relasi yang terbentuk antara konsumen dengan produsen, sehingga menimbulkan ikatan tertentu.  Secara etimologis, loyalitas berasal dari bahasa Prancis, yaitu loyal, yang berarti mutu dari sikap setia. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), loyalitas adalah kesetiaan atau kepatuhan. Melansir repository.iainkudus.ac.id, loyalitas adalah kesetiaan seseorang terhadap suatu objek. Loyalitas juga dapat didefinisikan sebagai kondisi di mana seseorang mempunyai sikap positif terhadap suatu hal, berkomitmen, dan bermaksud melanjutkan sebuah hubungan dengan objek tersebut di masa mendatang. 

Senada dengan hal itu, mengacu pada perpustakaan.pancabudi.ac.id, loyalitas adalah tekad dan kesanggupan individu untuk menaati, melaksanakan, serta mengamalkan peraturan-peraturan dengan penuh kesadaran dan sikap tanggung jawab. Dengan demikian, loyalitas mampu menggerakkan seseorang untuk mencapai tujuan bersama.  4 Negara Ini Pernah Alami Deflasi Parah Hingga Melumpuhkan Perekonomian Pengertian loyalitas lainnya adalah kondisi psikologis yang berkaitan dengan sikap terhadap jasa, konsumen yang membentuk keyakinan, menetapkan perasaan suka dan tidak suka, serta memutuskan apakah diri-sendiri ingin melakukan pembelian. Loyalitas juga merujuk pada wujud perilaku dalam pengambilan keputusan tertentu. (Yetede)

Pasar Saham kembali Mengalami Ketidakpastian

Yuniati Turjandini 18 Dec 2024 Investor Daily (H)
Pasar saham kembali mengalami ketidakpastian tinggi menjelang tutup tahun 2024, dimana pada pekan ketiga Desember ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan koreksi hingga  turun ke level 7.157. Ditengah banyaknya sentimen negatif, baik dari dalam maupun luar negeri, investor disarankan untuk wait and see sampai situasi pasar kembali kondusif. "Kita masih menunggu mengenai keputusan mengenai BI rate, suku bunga the Fed, dan juga proyeksi suku bunga ke depan. Untuk investasi mungkin wait and see dulu," kata Analis Infovesta Ekky Topan. Ditengah situasi cukup menantang seperti ini, Ekky melihat masih ada harapan UHSG untuk rebound. "Saya melihat sektor consumer seperti INDF dan MYOR cukup resilent saat penurunan kali ini. Saham infrastruktur seperti ISAT dan EXCL juga terlihat kuat, sementara saham-saham Group Barito seperti BREN dan CUAN secara teknikal masih menarik. Untuk proyeksi IHSG infovesta di akhir tahun di 7.575," ujar dia. (Yetede)

Daya Beli Masyarakat Tetap Tertekan

Yuniati Turjandini 18 Dec 2024 Investor Daily (H)
Insentif pemerintah untuk mengompensasi kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% mulai 2025 dinilai cukup kurang greget. Akibatnya, daya beli masyarakat diprediksi tetap tertahan oleh kebijakan tersebut. Apalagi, PPN 12% ternyata tetap berlaku untuk seluruh barang yang selama ini kena, kecuali beberapa kelompok barang. Ini bertentangan dengan narasi  pemerintah bahwa PPN 12% hanya berlaku untuk barang mewah. Sebaliknya, jenis barang yang akan dibebankan PPN 12% malah bertambah. Dengan kebijakan baru, produk seperti beras premium, ikan salmon, listrik diatas 3.500 VA, rumah sakit VIP, jasa pendidikan, dan lain-lain kini kena PPN 12% dari tadinya 0%. Tak ayal lagi, PPN 12% bakal mendongkrak inflasi, seperti halnya pada 2022 saat PPN naik dari 10% menjadi 11%. Imbasnya, pengeluaran masyarakat bakal bertambah. Dari kajian Center of Economic and Law Studies (Celios), PPN 12% menambah pengeluaran kelompok miskin sebesar Rp 101.880 per bulan, sehingga memperburuk kondisi ekonomi mereka. Sementara itu, kelompok kelas menengah mengalami kenaikan pengeluaran sebesar Rp354.293 per bulan akibat PPN 12%. (Yetede)

PPN 12% Membuat Laju DPK Tersendat

Yuniati Turjandini 18 Dec 2024 Investor Daily (H)
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan indeks menabung konsumen (IMK) per November 2024 mengalami perlambatan.  Ke depannya, dengan adanya peningkatan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% mulai 1 Januari 2025, dana pihak ketiga (DPK) diperkirakan tumbuh tersendat. Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, sebelum adanya kebijakan PPN 12% pertumbuhan DPK  perbankan memegang sudah melambat, sehingga adanya PPN 12% akan sulit DPK untuk naik kencang. Per Oktober 2024, DPK perbankan tumbuh 6,74% (yoy) lebih lambat dari bulan sebelumnya 7,04% (yoy). "Mudah-mudahan nggak sampai anjlok, tapi saya lihat akan sulit untuk naik kencang. DPK kami prediksi 6-7% sampai sekarang belum kami ubah, itu akan adaptif tergantung dari waktu ke waktu," ungkap Purbaya pada LPS Mornings Talk. Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah kemungkinan sedang membutuhkan uang untuk menambah anggarannya, sehingga ada kebijakan PPN 12%. Namun, apabila dana tersebut nantinya digunakan untuk program akan posiitif karena akan dirasakan masyarakat. "Itu kalau uang masuk ke pemerintah, tidak langsung masuk ke sistem, dampaknya empat bulan dalam jangka pendek itu akan pengaruhi tren tabungan," (Yetede)

DPR Imbau Pemda Siapkan Anggaran Makan Gratis yang Diusung Presiden Prabowo

Yuniati Turjandini 18 Dec 2024 Investor Daily (H)
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy mengimbau pemerintah daerah (Pemda) untuk menyiapkan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto karena petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan program ini belum diterbitkan pemerintah pusat. Walaupun belum ada juknis program MBG, menurut dia, semua pihak yang terlibat harus bersiap bahwa program andalan pemerintah Prabowo Subainto dan Gibran Rakabuming Raka itu sudah dapat dilaksanakan mulai 1 januari 2025. "Kita menunggu arahan dari pusat, DPR RI tentu juga akan proaktif  bersama mitra-mitra kerja kami untuk memastikan bagaimana juknisnya," kata Rifqinizamy. Diketahui, pemerintah telah menetapkan sasaran awal program MBG yang akan dilaksanakan 2 Januari 2025 untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak serta ibu hamil dan menyusui di berbagai daerah dengan anggaran senilai Rp71 triliun. Berdasarkan data yang dirilis Badan Gizi Nasional (BGN) pada 5 November 2024, total sasaran  awal program  makan bergizi gratis mencapai 15 juta hingga 20 juta jiwa yang terdiri atas peserta didik mulai tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah atas negeri maupun swasta, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau anak usia bawah lima tahun. (Yetede)

Kebijakan Pasar Saham untuk Daya Saing

Hairul Rizal 18 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)
Investor pasar saham saat ini menantikan kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia (BI) dan The Fed, yang menjadi sentimen utama akhir 2024. Bank Indonesia diproyeksikan mempertahankan suku bunga BI Rate di level 6% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG), sementara The Fed kemungkinan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,25%-4,50%.

Menurut Martha Christina dari Mirae Asset Sekuritas, keputusan BI Rate akan berdampak pada stabilitas rupiah, yang saat ini melemah hingga Rp16.101 per dolar AS. Sementara itu, keputusan The Fed dinilai lebih signifikan memengaruhi pasar saham dibandingkan BI Rate.

Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas menjelaskan bahwa penurunan BI Rate akan memberikan sentimen positif bagi sektor properti, perbankan, dan barang konsumsi, karena biaya pinjaman yang lebih rendah. Sebaliknya, kenaikan suku bunga akan berdampak negatif, terutama pada saham yang berorientasi pada utang tinggi.

Menurut Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas, jika BI Rate tetap, pasar akan merespons sesuai ekspektasi, tetapi kenaikan suku bunga dapat memicu penurunan penyaluran kredit dan konsumsi meskipun rupiah menguat. Arfan F. Karniody dari KISI Asset Management memperkirakan bahwa BI Rate pada 2025 akan turun ke 5%, dengan IHSG bergerak bullish hingga level 8.000.

Di sisi lain, Ike Widiawati dari Sinarmas Sekuritas menyarankan aksi "buy on weakness" pada saham-saham potensial seperti BBRI, ASII, dan GOTO di tengah tren pelemahan IHSG. Adapun skenario optimis 2025 adalah IHSG mencapai 8.185, didorong oleh stabilitas kebijakan dan sentimen positif dari The Fed.

Pilihan Editor