Kemenperin Terus Perkuat Industri Halal Agar Jago di Kancah Global
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya memperkuat struktur industri, termasuk industri halal di Tanah Air untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, serta mampu bersaing di kancah global.
“Upaya tersebut sebagaimana yang tercantum dalam Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia Tahun 2019-2024,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses industri Internasional (KPAII) Kemenperin Dody Widodo di Jakarta, Rabu (9/12).
Menurutnya, di dalam kawasan industri halal tersebut, seluruh layanan yang berhubungan dengan kehalalan produk berada dalam satu atap atau one stop service, termasuk laboratorium dan lembaga pemeriksa halal (LPH).
Potensi meningkatnya permintaan produk halal dalam negeri maupun luar negeri, kata dia, selain bisa menjadikan Indonesia sebagai regional and global halal hub untuk produksi dan perdagangan halal, juga mendorong kebutuhan terhadap logistik halal.
Berdasarkan The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021, Indonesia berhasil naik ke peringkat 4 pada tahun ini, dibandingkan 2019 yang ada di posisi ke-5 dan 2018 di peringkat 10. Sedangkan dilihat dari nilai ekspor, Indonesia menempati urutan ke-4 yang mencapai 21,588 miliar dolar AS.
Batu Bara Bantu Dongkrak Ekspor Kalsel
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel telah merilis nilai ekspor dan impor selama Oktober 2020, nilai ekspor Kalsel pada Oktober 2020 tercatat USD 352,63 juta. Naik 7,34 persen dibandingkan September 2020 yang hanya USD 328,52 juta. Sedangkan, nilai impor mengalami penurunan sebesar 15,59 persen. Dari USD 39,75 juta menjadi USD 33,56 juta.
Kepala BPS Kalsel, Moh Edy Mahmud mengatakan, nilai ekspor Banua meningkat lantaran kontribusi kelompok barang utama penyumbang ekspor, yakni bahan bakar mineral mengalami kenaikan.
“Kelompok ini nilai ekspornya naik 10,47 persen. Yakni, dari USD 234,29 juta pada bulan September menjadi USD 258,66 juta di bulan Oktober, “ jelasnya di Kanal Youtube BPS Kalsel
Dia menyampaikan, kelompok bahan bakar mineral cukup mempengaruhi nilai ekspor Kalsel, karena selama ini memberikan kontribusi paling besar, 73,35 persen. “Diurutan kedua ada kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati yang menyumbangkan ekspor USD 42,66 juta. Kontribusinya 12,10 persen, “ ucapnya.
Sementara itu, untuk perkembangan impor, Edy menuturkan, ada tiga kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada bulan Oktober. Yakni, bahan bakar mineral sebesar USD 25.59 juta; mesin-mesin/pesawat mekanik, USD 7,03 juta dan kelompok bahan kimia organik sebesar USD 0,26 juta.
Dari data-data nilai eskpor dan impor, dia menuturkan, neraca perdagangan ekspor impor Kalsel ada Oktober 2020 menunjukkan nilai yang positif. Yakni, surplus sebesar USD 319,07 juta.
Januari-November, Serangan Kejahatan Siber Capai 423 Juta
Badan Siber dan
Sandi Negara (BSSN) mencatat,
jumlah serangan kejahatan siber
yang menargetkan Indonesia sekitar 423 juta kali selama periode
Januari-November 2020. Jumlah
tersebut bertambah hampir 100
kasus jika dibandingkan dengan
catatan hingga per Oktober lalu.
Kepala BSSN Hinsa Siburian
mengatakan, ancaman kejahatan
siber yang ditujukan ke Indonesia
terdapat dua jenis, yaitu menyerang infrastruktur dan masyarakat.
Sementara itu, sasaran siber
yang menyerang masyarakat di
antaranya dengan menyebarkan
informasi/kabar bohong/hoaks
secara masif. Target serangan
adalah hati dan pikiran masyarakat
agar berubah secara ide, pilihan,
pendapat, emosi, sikap, motivasi,
dan tingkah laku.
Sementara itu, Kaspersky, perusahaan sekuriti siber global,
mengungkapkan hasil temuannya
bahwa data pribadi sudah banyak
diperjualbelikan di pasar laman
ilegal (darkweb/darknet) dengan
tarif bervariasi. Data pribadi tersebut didapatkan karena pemiliknya membaginya secara sukarela
maupun hasil dari pembobolan
serangan siber.
Kaspersky menganalisis penawaran aktif di 10 forum dan pasar
darknet/darkweb internasional
untuk mendapatkan pemahaman
lebih jauh tentang bagaimana
informasi pribadi pengguna dapat
dimanfaatkan di tangan yang salah.
Data dijual, atau bisa diakses dari
harga US$ 0,5 hingga US$ 60.
Penelitian menunjukkan bahwa
akses ke data pribadi di darkweb
dapat dimulai dari US$ 0,50 sen untuk sebuah ID (identitas pribadi).
Beberapa informasi pribadi masih
tetap diminati hampir satu dekade
terakhir, terutama untuk data kartu kredit, akses perbankan, dan
layanan pembayaran elektronik
dengan harga tidak berubah dalam
beberapa tahun terakhir
Omnibus Law RUU Sektor Keuangan Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan
Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung menilai, pembahasan omnibus law Rancangan Undang-Undang (RUU) Sektor Keuangan dapat memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional. Juda mengatakan, sektor keuangan mengalami perkembangan cukup pesat apalagi adanya kemajuan adopsi digitalisasi. Sehingga dalam implementasinya membutuhkan payung hukum untuk mengawal perkembangannya.
Adapun dalam draf omnibus
law RUU Sektor Keuangan telah
dimasukkan dalam Prolegnas
2021. Dalam draf disebutkan
penguatan koordinasi dan penataan kewenangan antarlembaga
meliputi pembentukan forum
pengawasan perbankan terpadu,
penataan kewenangan Bank
Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjaminan Simpanan yang diberikan mandat
sebagai risk minimizer, dalam
menangani masalah perbankan
yang mengancam stabilitas sistem keuangan.
Adapun tugas Bank Indonesia tercantum dalam pasal 70,
disebutkan selain kewenangan
BI yang diatur dalam Undang Undang, Bank Indonesia juga
berwenang untuk melakukan
pembelian surat berharga negara yang dimiliki LPS untuk
antisipasi dan pemenuhan kebutuhan likuiditas dalam penanganan permasalahan bank.
Induk Japfa Comfeed Lepas 80% Saham Greenfields Dairy ke TPG dan North Star
Japfa Ltd, induk usaha PT Japfa Comfeed Indonesia tbk (JPFA) bersiap melepas 80% saham greenfields Dairy Singapore Pte ltd kepada TPG dan Northstar Group. Nilai transaksi penjualan saham tersebut mencapai US$ 236 juta dimana alur transaksinya adalah Japfa akan melepas terlebih dahulu 100% saham Greenfields Dairy kepada perusahaan patungan yang khusus didirikan untuk menguasai saham Greenfields, yakni Freshness Ltd. Nilai transaksi pelepasan saham ini mencapai US$ 295 juta, yang terdiri atas dua komponen, yakni uang tunai US$ 236 juta dan 20% saham pada Freshness Ltd.
CEO Japfa Tan Yong Nang mengatakan, bisnis susu perseroan telah
berkembang pesat dalam beberapa
tahun terakhir di Tiongkok dan Asia
Tenggara. Pihaknya mengapresiasi
kemitraan strategis yang terjalin dengan TPG dan Northstar Group. Aksi
ini diharapakan dapat mempercepat
pertumbuhan Greenfields di Asia Tenggara ke depan. “Dengan mempertahankan 20% saham di bisnis Asia Tenggara ini, Japfa dapat meraih potensi
keuntungan yang meningkat,” jelas dia
dalam keterangan resmi di Bursa Efek
Singapura (SGX), Senin (7/12).
Managing Director TPG Capital
Asia David Tan mengatakan, investasi di Greenfields merupakan
investasi ketiga perusahaan di sektor
susu. Pihaknya berharap dapat melakukan investasi lainnya di Indonesia.
Perseroan optimistis kualitas produk
Greenfields akan terus tumbuh dan
menarik minat konsumen.
Sementara itu, Co-Chief Investment
Officer Northstar Group Sunata Tjiterosampurno mengatakan, perusahaan yakin tren peningkatan konsumsi
susu akan berlanjut di Asia Tenggara
lantaran masyarakat semakin fokus
terhadap kesehatan.
BEI Soft Launching Dua Produk Baru Derivatif
Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar soft launching
IDX30 Futures dan Basket Bond
Futures. Kedua produk derivatif ini
ditargetkan memberikan lindung
nilai dan return yang sesuai dengan
kebutuhan investor.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono
W Widodo mengatakan, produk
IDX30 Futures merupakan kontrak
berjangka yang terdiri atas indeks
efek IDX30. Sedangkan Basket
Bond Futures adalah sekumpulan
surat utang negara.
Kedua produk tersebut merupakan produk derivatif yang dapat
digunakan sebagai sarana lindung
nilai oleh investor. Menurut Laksono, IDX30 futures dan Basket
Bond Futures ditujukan untuk
investor institusi yang mempunyai pengetahuan advance tentang
pasar.
Adapaun tantangan utama bursa
dalam soft launching kedua produk
ini adalah membangun pasar yang
belum terbentuk, mulai dari menambah jumlah investor kontrak
berjangka yang jumlahnya masih
sangat minim, hingga membangun
kapasitas AB yang masih kurang
pengalaman di pasar derivatif.
Peluncuran kedua produk tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia,
sehingga mendukung peningkatan
nilai transaksi, jumlah investor dan
peningkatan daya tahan industri
pasar modal terhadap fluktuasi
pasar global di masa depan
Gali Sumur, Malah Dapat Gas
Pertamina EP Asset 4 Cepu Field membantu upaya penanganan terhadap gas yang muncul di sumur air milik Sumiran, warga Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dan telah memasang rangkaian pipa guna menyalurkan gas ke halaman belakang rumah Sumiran yang kemudian akan dilakukan pembakaran (flaring).
Afwan Daroni, Cepu Field Manager, menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan tim Pertamina EP sudah atas seizin dinas terkait. “Sebelum melakukan penanganan tersebut, kami sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang yakni Dinas ESDM Kendeng Selatan. Artinya, kami tidak melangkah sendiri, “ kata Afwan, Rabu (2/12).
Kejadian semburan gas bermula saat tukang sumur melakukan pengeboran di samping rumah untuk membuat sumur air, pekerjaan dihentikan pada kedalaman sumur 48 meter. Kemudian pompa submersible dipasang dan dicoba dinyalakan, tetapi tidak mengeluarkan air. Bersamaan itu, pemilik sumur mendengar suara gemuruh dari dalam sumur bor disertai keluarnya gas.
1,2 Vaksin Tiba, Sulsel Butuh Cold Room
Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin untuk Covid-19 dari Sinovac telah tiba di tanah air, Senin (7/12/2020) dini hari. Vaksin disimpan di Bio Farma Bandung.
Kepala Dinas Kesehatan sulawesi Selatan (Kadinkes Sulsel) dr Muhammad Ichsan Mustari MHM saat dikonfirmasi menjelaskan masih belum ada penjelasan detail terkait pembagian vaksin hingga program pemberiannya ke warga Sulsel.
Saat ini, Ichsan menyebutkan, untuk fasilitas penyimpanan vaksin, Provinsi Sulawesi Selatan masih membutuhkan ruang tambahan. “Sulsel baru memiliki satu buah cold room storage yang dapat digunakan. Kita masih butuh satu cold room lagi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kadinkes Sulsel Muhammad Ichsan Mustari kehadiran vaksin tersebut belum bisa langsung digunakan. Di antaranya, menunggu Use Emergency Authorized atau Otorisasi Penggunaan Darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Setelah itu penyediaan cold storage atau ruangan khusus untuk vaksin dalam jumlah besar, hingga menetapkan jumlah vaksin yang diberikan bagi setiap daerah melalui jalur subsidi maupun jalur mandiri.
Ichsan melanjutkan, mengenai prioritas pemberian vaksin berdasarkan peraturan yang ditetapkan Yakni pertama medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI dan Polri, serta seluruh tenaga pendidik.
Pengadaan Vaksin Covid-19, Pemerintah Kucurkan Insentif Rp50,95 Miliar
Pemerintah memberikan insentif senilai Rp 50,95 miliar untuk pengadaan vaksin Covid-19. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 188/PMK.04/2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai serta Perpajakan Atas Impor Pengadaan Vaksin. Adapun fasilitas yang diberikan adalah pembebasan bea masuk dan atau cukai, tidak dipungut pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), serta dibebaskan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22.
menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, perkiraan fasilitas fiskal yang diperoleh dari Insemtif dibagi untuk pembebasan bea masuk Rp 14,56 miliar dan pajak dalam rangka impor Rp 36,39 miliar. Selain memberikan insentif, pemerintah juga memfasilitasi mekanisme pengadaan dan persyaratan, hingga percepatan pengeluaran barang. Pemerintah telah mengganggarkan Rp 35,1 triliun untuk pengadaan vaksin dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020. Adapun alokasi pada 2021 sekitar RP 60,5 triliun sehingga total mencapai Rp 95,6 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pelaksanaan vaksinasi ada dua skema yaitu, vaksin yang berasal dari program pemerintah gratis, dan vaksin mandiri dipungt biaya.
Produktivitas Pertanian, Petani Garam Beralih ke Bawang
Petani garam di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terpaksa beralih pekerjaan menjadi petani bawang selama musim penghujan. Musim hujan akan merusak semua proses produksi dari laut hingga menjadi garam. Di kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, sebagian para petani garam pada musim penghujan ini lebih memilih menjadi petani bawang. Selama musim kemarau, hasil pendapatan dari garam mereka kumpulkan untuk modal menanam bawang.
Lahan yang digunakan untuk menanam bawang merah, yakni berada di sekitar lahan tambak garam di desa tersebut. Sebaliknya, lahan pertanian bawang mengganggur selama musim kemarau. Lahan tambak garam tidak bisa digunakan untuk menanam bawang karena perlu pemadatan dan membutuhkan biaya produksi.
Keuntungan dari menanam bawang jauh lebih tinggi dibandingkan garam. Namun begitu, risiko gagal panen pun sangat tinggi, mulai dari diserang sampai persaingan harga dengan bawang impor. Untuk produksi bawang di lahan satu hektare, harus disiapkan modal sekiranya Rp40 sampai juta. Kebutuhan tersebut digunakan sebagai penanaman hingga sewa lahan.
Saat ini, para petani di desa tersebut pun baru mempersiapkan lahan bawang mereka dengan cara mencangkul dan membuat wadah besar menampung air hujan. Satu petani bawang rata-rata menanam bawang di lahan seperempat hektare atau setengah hektare, dikarenakan modal bibit bawang yang cukup besar yang mencapai Rp40 ribu perkilogram.









