;

Strategi Pariwisata Dirombak

Mohamad Sajili 04 Dec 2020 Kompas

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, Kamis (3/12/2020), mengatakan, pariwisata yang selama ini lebih berorientasi pada kuantitas atau target jumlah wisatawan sebanyak-banyaknya akan berfokus pada pariwisata yang berkualitas.

Kementerian menggandeng konsultan asing untuk memberi masukan perbaikan strategi pariwisata berkualitas. Menurut Wishnutama, sejumlah negara telah memakai konsultan asing untuk menyusun strategi pariwisata di tengah pandemi.

Sejak awal tahun ini hingga Oktober, ada 3,718 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, jauh di bawah jumlah kunjungan selama Januari-Oktober 2019 yang mencapai 13,449 juta kunjungan.

Penanggung jawab kegiatan sosialisasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Herbin Saragi, mengatakan, tahun depan semua pelaku usaha di industri pariwisata harus sudah menerapkan protokol kesehatan dan terstandardisasi CHSE.

Sertifikasi CHSE dimaksudkan memberi jaminan kepada wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan telah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Sertifikasi ini diberikan kepada pelaku usaha pariwisata, destinasi wisata, komunitas atau lingkungan masyarakat, serta usaha atau fasilitas lain yang masih terkait.


Kelapa Sawit : Aturan Pungutan Bisa Berdampak Positif

Mohamad Sajili 04 Dec 2020 Kompas

Pemerintah menerbitkan aturan baru mengenai skema pungutan ekspor produk kelapa sawit yang nantinya dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Skema baru itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 191 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57 Tahun 2020 tentang Tarif Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit pada Kementerian Keuangan. Pemerintah mengundangkannya pada Kamis (3/12/2020) dan akan berlaku tujuh hari setelahnya.

Menurut Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) sekaligus Wakil Menteri Perdagangan periode 2011-2014 Bayu Krisnamurthi, skema pungutan baru bersifat progresif. “Skema seperti ini memberikan lebih banyak dampak positif,” katanya saat dihubungi.

Peraturan baru itu menyebutkan, tarif pungutan ekspor minyak sawit mentah (CPO) sebesar 55 dollar AS per ton ketika harga CPO 670 dollar AS per ton atau lebih rendah. Besaran pungutan meningkat ketika harga refensi naik. Harga referensi tertinggi di atas 995 dollar AS per ton dengan pungutan 255 dollar AS per ton.

Sementara untuk produk minyak sawit olahan (refined, bleached, and deodorized palm olein/RBD PO), pungutan ekspornya 35 dollar AS per ton jika harga referensi CPO sama dengan 670 dollar AS per ton atau lebih rendah. Apabila harga referensinya di atas 995 dollar AS per ton, pungutannya 202,5 dollar AS per ton.


Rancang Pelabuhan Berkonsep National Hub

Mohamad Sajili 04 Dec 2020 Surya

Konsep pelabuhan National Hub, yang terintegrasi dengan sektor unggulan dapat menjadi solusi mengembangkan kawasan. Kemal Arya Widagda, Bellatrix Indah Pratiwi dan Al Lailatul dan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS melihat potensi ini di Kecamatan Jenu dan Tambakboyo, Kabupaten Tuban.

Melalui konsep ini, pelabuhan di sana dapat memiliki fungsi sebagai link, interface, dan gateway, Link-nya menjadi salah satu mata rantai proses transpartasi dari tempat asal barang ke tempat tujuan. Selain itu, pelabuhan akan menjadi titik temu moda transportasi laut dan darat serta menjadi gateway atau pintu gerbang sehingga kapal datang harus ikut aturan di situ.

Berkat konsep perencanaan ini, Kemal dan timnya berhasil menyabet juara pertama pada Lomba Karya Perencanaan 2020 yang diadakan oleh Ikatan Ahli Perencana (IAP) Jawa Timur, beberapa waktu lalu.


Merger Bank Syariah BUMN Hasilkan Aset Rp 200 T

Mohamad Sajili 04 Dec 2020 Tribun Timur

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyatakan, dalam waktu dekat akan segera terbentuk bank syariah baru dengan skala aset jauh lebih besar mencapai Rp 200 triliun hasil merger unit usaha syariah/anak usaha bank syariah beberapa bank BUMN.

Ma'ruf menjelaskan, “Selama ini hanya ada bank (syariah) BUKU II dan III, bank syariah kita masih kecil-kecil. Diharapkan dengan pembentukan bank syariah besar ini punya aset Rp 200 triliun,” ujarnya dalam video conference, Kamis (3/12/2020).

Selain itu, bank syariah tersebut juga diharapkan bisa menangani proyek-proyek besar, tidak hanya nasional, tapi global karena asetnya besar.


Proyek Perumahan Baru, CTRA Garap Medan & Surabaya

R Hayuningtyas Putinda 04 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Direktur Ciputra Development Nanik Joeliawati Santoso mengatakan proyek terbaru pembangunan perumahan itu memiliki luas 8.000 haktare (ha) di Medan sedangkan di Surabaya seluas 200 ha. Untuk perumahan baru di Medan, dia menyatakan emiten dengan kode sama CTRA akan bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II). 

Direktur Independen Ciputra Development Tulus Santoso menuturkan wilayah pengembangan CTRA mengikuti kondisi pasar yang ada. Namun, dia menyatakan CTRA memiliki sejumlah proyek di kota-kota besar.  Tulus menambahkan perusahaan masih akan konsisten menambah inventori landbank. Adapun, target penambahan landbank sama dengan yang dijual atau dilepas pada tahun ini.  

Direktur Ciputra Development Harun Hajadi menuturkan permintaan properti hunian yang mulai bergairah pada pengujung tahun ini didorong oleh pembeli dengan tujuan investasi yang kembali masuk untuk membeli properti.  

Finalisasi Merger Grab-Gojek, Era 'Monster Funding' Dimulai

B. Wiyono 04 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Seluruh Indonesia Edward Ismawan Chamdani menyebut peleburan Grab Holdings Inc. (Grab) dan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) bakal menggiring minat investasi dari ekuitas swasta atau private equity (PE) dengan dana kelolaan lebih dari US$ 3 miliar. Para PE akan cenderung terpikat oleh naiknya kapitalisasi pasar dari entitas gabungan Grab-Gojek. Pasalnya, dengan kondisi finansial dan volume transaksi dua kali lebih besar setelah merger, para investor tetap memiliki peluang exit yang cukup terbuka seiring dengan membesarnya kapitalisasi perusahaan.

Grab menawarkan kepada Gojek 30% saham di entitas hasil merger. Namun, manajemen Gojek dan pemegang saham dikabarkan meminta porsi lebih dengan pertimbangan tingginya penetrasi Gojek di Indonesia yang merupakan pasar terbesar Asean. Grab dan Gojek merupakan startup aplikasi super dengan persaingan valuasi dan pendanaan paling sengit di Asia Tenggara. Saat ini, valuasi Grab ditaksir mencapai US$ 14 miliar, sedangkan Gojek sekitar US$ 10 miliar.

Dalam kaitan itu, hilangnya kompetisi antara Grab dan Gojek jika keduanya mengambil langkah merger dinilai bakal melancarkan upaya perusahaan untuk melakukan penawaran publik perdana atau initial public offering (IPO). Hal tersebut tidak terlepas dari makin mudahnya perusahaan dalam mengatur peta jalan profitabilitas sebagai efek dari terjadinya merger. Dari sudut pandang investor, terjadinya merger dapat membuat perusahaan bisa fokus untuk melakukan pengembangan produk maupun menyusun rencana bisnis ke depan.

Salah satu sumber Bloomberg mengatakan saat ini pimpinan puncak kedua belah pihak tengah menuntaskan detail akhir kesepakatan peleburan tersebut. CEO Softbank Group Corp. Masayoshi Son selaku salah satu investor Grab juga turut bergabung dalam pembicaraan tersebut. Jika keduanya bergabung, salah satu pendiri Grab, Anthony Tan akan menjadi CEO dari entitas merger tersebut. Sementara itu, eksekutif Gojek akan menjalankan bisnis gabungan baru di Indonesia dibawah nama Gojek.

BC Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 2,6 Miliar

Mohamad Sajili 04 Dec 2020 Sinar Indonesia Baru

Bea dan Cukai (BC) Sumut dan jajarannya BC Belawan, BC Medan dan BC Kuala Tanjung, memusnankan berbagai jenis Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan kepabeanan dan cukai, yang bersinergi dengan TNI, Polri, Kejaksaan, Pemerintah Daerah serta masyarakat, Kamis sore (3/12). Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar, memecahkan dan memotong, berlangsung di halaman Kantar BC Belawan.

Kakanwil BC Sumut, Oza Olavia kepada wartawan mengatakan, berbagai jenis barang impor ilegal/selundupan itu di antaranya 847 pakaian bekas, obat-obatan, kosmelik, alat kontrasepsi, kosmetik sebanyak 601 kemasan, pestisida, compressor, sparepart motor, air softgun serta sparepartnya sebanyak 246 potong. Sedangkan barang kena cukal berupa rokok legal sebanyak 2,532 juta batang dan berbagai merek minuman keras ilegal sebanyak 260 botol.

Disebutkannya, total perkiraan nila barang yang dimusnahkan sekira Rp 2,6 miliar dengan potensi kerugian negara jika beredar tanpa dipungut biaya bea masuk, cukai dan pajak dalam rangka impor senilai Ap 2,3 miliar.


BI Optimis 2021 Ekonomi Sumut Membaik Jika 3 Tantangan Diatasi

Mohamad Sajili 04 Dec 2020 Sinar Indonesia Baru

Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat menyatakan optimis ekonomi Sumatera Utara tahun 2021 akan membalk berada kembali di posisi 4,8 % - 5,2%

Dia merinci ada tiga tantangan besar yang perlu diatasi yakni pertama, bagaimana mengatasi Covid-19 ini, bagaimana vaksinnya, apakah sudah bisa dengan baik. Katanya perkiraan ekonomi tumbuh 4,8 - 5,2% itu jika kesehatan lebih dulu bisa ditangani lebih baik.

Dikatakannya, pada triwulan IV 2020 diharapkan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh positif di kisaran 0,4 - 0,8 % atau bahkan 1 %. Jadi pada Januari 2021 semua indikator yang dilihat juga akan membaik.

Pada triwulan IV 2020 sampai triwulan I - IV 2021, Investasi akan membaik, ekspor produk unggulan akan meningkat seiring dengan makin terbukanya ekspor ke negara tujuan sehingga ekspor produk unggulan seperti CPO, karet dan kopi sudah mengalami perbaikan yang signifikan. Kita melihat negara China dan India sudah membuka peluang, ujarnya.

Begitu pula inflasi tahun 2021 akan berada di 2,5 % plus minus 1 %. Inflasi di tahun 2018, 2019 dan 2020 tidak ada masalah artinya membaik, karena potensi demand yang naik. Jadi di tahun 2021 inflasi diperkirakan akan naik namun tetap berada di kisaran 2,5 % plus minus 1 % Wiwiek berharap ekonomi Sumut membaik dengan adanya sinergi dan semua pihak, terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini.


Adaptasi Kebiasaan Baru, Jasa Kurir Lokal Ketiban Berkah

B. Wiyono 03 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Jasa Kurir ramai bermunculan di Kota Palembang selama masa Pandemi Covid-19. Sebanyak 13 kurir JKP Express secara bersamaan menerima pesan dari perusahaan. Manajer JKP Express Ridho Andi Sucipto pada hari itu membagikan 50 order anter-jemput pesanan kepada awak kurir. Satu jam kemudian, para kurir harus sudah siap pick-up barang untuk diantarkan kepada konsumen sesuai alamat.

Seiring aktivitas di luar rumah yang terbatas sejak pandemi mengepung Kota Palembang, masyarakat cenderung membeli makanan hingga produk fesyen dari rumah. Fenomena belanja tak langsung itulah yang kemudian ditangkap sebagi celah bisnis oleh para pemain baru di layanan kurir. Kekuatan sosil media untuk pemasaran dan promosi jasa cukup ampuh, meskipun tak menampik pendekatan door to door ke calon pengguna jasa tetap ditekuni. 

Sejak awal mendirikan JKP Express, pasar yang dibidik adalah UMKM yang dinilai dari penjualan UMKM secara online di kota itu masih terkendala ongkos kirim. JKP Express melayani pengantaran 50 hingga 100 paket per hari. Dengan begitu omzet yang dikantongi berkisar Rp 15 juta per bulan dengan menerapkan konsep bagi hasil dengan mitra pengemudi dengan sistem 30% untuk JKP Express dan 70% untuk awak kurir.

Pemilik usaha Jasa Kurir Antar Pasti Pas (APP), Susmaini juga meraup berkah di balik pandemi Covid-19 dengan mendapat peningkatan pesanan hingga 60% dibandingkan dengan kondisi normal, Jasa kurir tersebut melayani 80 paket setiap hari. Wara-wiri kurir online juga dihadapi jasa kurir Nak Cepet Bae yang bisa melayani hingga 100 pesanan per hari. jumlah itu telah meningkat drastis dibandingkan dengan sebelum wabah virus corona melanda. 

Tak seperti layanan on demand yang populer, seperti Gojek dan Grab, pelaku usaha kurir lokal hanya memanfaatkan aplikasi pesan Whatsapp (WA). Namun, bukan berarti pelaku usaha tak punya usaha untuk menyelami teknologi untuk kemajuan usaha kelak. Hal tersebut tidak lebih daripada keinginan pemilik usaha untuk naik kelas dengan mengikuti perkembangan teknologi terkini.

Prospek Pembiayaan dan Tekfin, Konsumsi Akhir Tahun Tetap Ramai

R Hayuningtyas Putinda 03 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Adapun  kenaikan konsumsi tecermin pada data penyaluran pinjaman perusahaan teknologi finansial. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa pada Oktober 2020, penyaluran dana dari perusahaan pemberi pinjaman online mencapai Rp8,59 triliun atau naik 17,98% (year on year/ yoy) dari Rp7,59 triliun. Angka ini tercatat memecahkan rekor sepanjang periode 2020. Sinyal perbaikan realisasi pinjaman telah tampak secara bertahap sejak Juni hingga September yang terus mencetak pertumbuhan secara bulanan. Dengan torehan ini, akumulasi penyaluran pinjaman 155 fintech lending terdaftar dan berizin OJK hingga Oktober 2020 mencapai Rp137,65 triliun.

Head of Business Development PT FinAccel Finance Indonesia, Lily Suriani mengatakan permintaan pembiayaan sektor konsumsi pada akhir tahun tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya kendati tahun ini ekonomi tertekan pandemi. Adapun, riset dilakukan dengan melibatkan sekira 1 juta pengguna Kredivo dengan transaksi yang dilakukan di enam situs dagang elektronik.

Berdasarkan survei perilaku konsumen yang diungkap Kredivo bersama Katadata Insight Center, setiap orang tercatat memiliki rata-rata transaksi 17-20 kali selama setahun. Adapun, mengacu pada riwayat transaksi pada 2019, jumlah transaksi tertinggi terjadi pada 12 Desember atau momen belanja dengan lonjakan 5,3 kali dari ratarata transaksi harian. Sementara itu, pada momen Natal mampu menaikkan 1,9 kali nilai transaksi dibandingkan nilai rata-rata transaksi harian.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno menilai pandemi Covid-19 masih menjadi penekan akselerasi sektor konsumsi sehingga pembiayaan pada momen akhir tahun kali ini tak semarak.

Menurutnya, salah satu indikasi belum pulihnya penyaluran kredit konsumtif terlihat pada proyeksi penjualan kendaraan bermotor. Industri otomotif memperkirakan penjualan akan berkisar 540.000 unit, sekitar separuh dari capaian tahun 2019.  

Sebelumnya, Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2B OJK, Bambang W. Budiawan menjelaskan momen akhir tahun menjadi penentuan. Pasalnya, kenaikan piutang pembiayaan dalam sebulan belum bisa menjadi basis kesimpulan pemulihan pembiayaan produktif. “Harus dilihat dulu sampai Desember 2020. Baru bisa dikatakan pulih atau belum,” katanya. Dia mengakui kinerja industri pembiayaan turut terkontraksi akibat lesunya ekonomi. Alasannya, daya beli masyarakat melemah sehingga kemampuan kredit pun turun. Dia menjelaskan bahwa masih lambannya pertumbuhan pembiayaan, bahkan cenderung kontraktif, karena terpengaruh tekanan pada pertumbuhan ekonomi.  

Pilihan Editor