;

Geliat Perusahaan Rintisan, Gurita Bisnis Alibaba & Langkah Jack Ma di Indonesia

R Hayuningtyas Putinda 04 Jan 2021 Bisnis Indonesia

Investasi Alibaba di Indonesia ternyata tak hanya di startup dan e-commerce. Saham sejumlah perusahaan di sektor perbankan dan logistik pun sudah digenggam. Alibaba justru menjadi saham primadona di mata para analis. Pasalnya, situasi ini sebenernya dapat dimanfaatkan oleh investor ritel. Tren jatuhnya harga saham Alibaba justru bisa dimanfaatkan para investor ritel untuk mengeruk keuntungan jangka panjang. Pelan tapi pasti, dalam 2 tahun terakhir perusahaan rintisan miliarder Jack Ma tersebut telah memperluas pengaruhnya di Indonesia ke segmen perbankan. Persaingan di sektor perbankan memang tidak akan mudah.

Manuver bisnis Alibaba di Indonesia bermula pada 11 April 2016. Alibaba mengumumkan pendanaan pertama mereka terhadap Lazada. Alibaba menyuntik perusahaan e-commerce asal Singapura tersebut dengan dana US$ 1 miliar atau setara Rp 14,1 triliun. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi lokasi operasional Lazada. Alibaba memperoleh akses ke platform dengan basis konsumen yang besar dan berkembang di luar China.

Untuk investasi kedua di Lazada, Alibaba tidak sekedar bertekad merebut pangsa pasar e-commerce. Sekitar 10 bulan sebelumnya, Alibaba telah mencaplok 20% saham Ascend Money, perusahaan pembayaran digital asal Thailand yang terkenal dengan layanan bernama True Money. True Money yang telah beroperasi di Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja lantas diintegrasikan sebagai salah satu opsi pembayaran yang bisa dipakai untuk layanan Lazada di berbagai negara Asia Tenggara.

Berdiri di tiga kaki e-commerce tampaknya juga belum bikin Alibaba puas. Perusahaan internet dan teknologi ini santer disebut-sebut akan segera berinvestasi di Grab dan OVO. Meski demikian, hingga kini belum ada kesepakatan yang terjalin antara kedua pihak.

Industri Berbasis Kedelai, China Jadi Biang Kerok Aksi Mogok

R Hayuningtyas Putinda 04 Jan 2021 Bisnis Indonesia

Membeludaknya permintaan kedelai China ke Amerika Serikat pada Desember 2020 dituding sebagai biang keladi anomali harga komoditas tersebut, yang berujung pada demotivasi produsen tahu dan tempe di Indonesia pada Januari 2021. Sekjen Kementrian Perdagangan Suhanto mengatakan pada Desember 2020, harga kedelai dunia menembus US$ 12,95 /bushels, naik 9% dari bulan sebelumnya senilai US$ 11,92 /bushels. Indikator harga kedelai di FAO pun naik 6% pada rentang yang sama, alias dari US$ 435 per ton menjadi US$ 461 per ton.

Faktor utama penyebab kenaikan harga kedelai dunia adalah lonjakan permintaan dari China kepada AS selaku eksportir kedelai terbesar dunia. Akibat aksi China, kontainer di pelabuhan di Los Angeles, Long Beach dan Saavannah AS berkurang sehingga terjadi kemacetan arus pasok ke berbagai negara nett importer kedelai, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data BPS, rerata harga nasional kedelai pada Desember 2020 adalah Rp 11.298 per kg, turun 0,37% secara bulanan dan 8,54% secara tahunan. Namun, harga kedelai impor di tingkat perajin tahu dan tempe justru mengalami penyesuaian dari Rp 9.000 per kg pada November 2020 menjadi Rp 9.300-9.500 per kg Desember 2020 atau sekitar 3,33%-5,56%. Importir harus segera melakukan antisipasi pasokan kedelai lantaran stok belum bisa ditambah dalam waktu dekat seiring dengan masalah pengapalan dan ketersediaan kontainer dunia yang masih terbatas.

Perajin akan melakukan penyesuaian harga tahu dan tempe dengan pergerakan harga kedelai impor, yaitu sekitar 20%. Terlebih, sejumlah perajin tahu dan tempe di berbagai daerah sudah merencanakan mogok produksi pada awal tahun ini sejalan dengan anomali harga kedelai impor, yang belum sanggup disubtitusi oleh produksi lokal.

800 Pelaku Usaha Urus Sertifikasi Halal

Mohamad Sajili 04 Jan 2021 Banjarmasin Post

Data dari Dinas Perindustrian Kalsel hingga akhir tahun 2020, yang sudah urusi halal ada sekitar 800 pelaku usaha sektor makanan dalam negeri (MD), dan  sebanyak 136 yang urusi badan usaha. 

Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni, Minggu (3/1) menyatakan, dengan sertifikat halal, SNI, dan MD kepada pelaku industri diharapkan, usaha pelaku Industri dapat lebih maju dan diketahui masyarakat dari sebelumnya

Mahyuni menegaskan, dengan adanya sertifikat halal dan SNI, masyarakat tidak perlu takut lagi dalam membeli produk olahan para pelaku Industri di Daerah Kalsel, dikarenakan sertifikat ini menjamin, produk yang diolah berbahan baku halal.

Namun untuk mendapatkan sertifikat ini, pelaku IKM harus bisa memisahkan, antara Dapur tempat mereka memproduksi makanan untuk dijual, dengan dapur rumah tangga untuk mereka makan sehari-hari, dikarenakan hal ini merupakan satu di antara syarat untuk mendapatkan sertifikat halal.


Sebulan Jual 100 Rak Tanaman Hias

Mohamad Sajili 04 Jan 2021 Banjarmasin Post

Makin banyaknya yang pelihara tanaman hias, rupanya makin menggiurkan juga bagi pekerja serta pengusaha mebel untuk membuat rak dari kayu olahan untuk tanaman hias.

Rudy Iskandar, Owner Work Shop Kalimantan Ukir, Minggu (3/12) membenarkan, memang tanaman hias lagi tren, sehingga rak kayu untuk tanaman hias juga laku keras.

“Dalam satu bulan ratusan unit yang kami jual. Bahan dasarnya dari Kayu Ulin. Model rak tanaman hias ini saya jual di harga mulai dari Rp. 100 ribu sampai Rp 250.000 tergantung bentuk dan ukuran,” kata Rudy Iskandar.


Wisatawan Tembus 1.500 Orang

Mohamad Sajili 04 Jan 2021 Banjarmasin Post

Setelah menikmati libur panjang Natal dan tahun baru, hari ini masyarakat berstatus karyawan, aparatur sipil negara dan lainnya, kembali beraktivitas. Terkait itu, pada Minggu (3/1) kemarin, warga membludak memadati objek wisata di Kabupaten Kotabaru.

Satu di antaranya Pantai Gedambaan. Pengelola wisata setempat mencatat sedikitnya 1.200 orang datang bersama keluarga atau pun kerabat. Meski tergolong cukup banyak, namun ternyata angka itu justru lebih sedikit dibanding sehari sebelumnya, Sabtu (2/1). Pengunjung Pantai Gedambaan yang berjarak 14 kilometer dari ibu kota kabupaten itu mencapai 1.500 lebih.

Hal itu dikemukakan Kepala UPT Objek Wisata Pantai Gedambaan, Zulham Fatoni kepada BPost, kemarin.


Kinerja Industri, Syariah Tetap Tangguh di Tengah Pandemi

R Hayuningtyas Putinda 30 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Kinerja industri keuangan syariah disebut tetap tangguh, di tengah pandemi yang tecermin pada fungsi intermediasi dan pertumbuhan total aset. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan industri keuangan syariah berhasil tumbuh mengesankan selama 3 dasawarsa sejak bank syariah berdiri pertama kalinya di Tanah Air. 

Hingga September 2020, Sri Mulyani memaparkan total aset keuangan syariah, tidak termasuk saham, telah mencapai Rp1.710,16 triliun atau setara dengan US$114,64 miliar dengan pangsa pasar 9,69%. Aset tersebut meliputi aset perbankan syariah sebesar Rp575,85 triliun, industri keuangan bukan bank yang syariah sebesar Rp111,44 triliun, dan pasar modal syariah sebesar Rp1.022,87 triliun. Dari sisi aset, perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yaitu naik 10,97 persen secara tahunan, dibandingkan dengan bank konvensional yang pertumbuhannya tercatat sebesar 7,7% secara tahunan

OJK pun menyambut positif pembentukan PT Bank Syariah Indonesia Tbk., hasil merger tiga bank syariah BUMN agar
menjadi katalis perkembangan keuangan syariah nasional karena bisa menjamah segmen mikro

Pemulihan Manufaktur, Industri Keramik Kian Kokoh

R Hayuningtyas Putinda 30 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Industri keramik nasional terus bergeliat dan makin membaik setelah sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Produsen keramik memproyeksikan rerata utilisasi pada 2021 akan meningkat ke level 72,5%, kendati sebelumnya sempat anjlok hingga 30% pada kuartal II/2020. Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto mengatakan sejumlah faktor yang mendukung pemulihan industri keramik lebih cepat, di antaranya stimulus penurunan harga gas tertentu yakni US$6 per MMBtu dan pemberlakuan safeguard untuk produk impor China, India, dan Vietnam sebagai upaya mendukung industri dalam negeri. 

Dari sisi produksi, dia memproyeksikan pada 2021 akan mendekati 400 juta m2. Jika angka itu tercapai, maka Indonesia berpotensi memperbaiki peringkat produsen terbesar di dunia menjadi ranking 6 atau 7, naik dari posisi pada 2019 di peringkat 8.

Penyampaian SPT Tahunan, Kepatuhan Wajib Pajak Meningkat

R Hayuningtyas Putinda 30 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Kepatuhan formal wajib pajak pada tahun ini meningkat sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memperpanjang batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Berdasarkan data Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, rasio kepatuhan formal wajib pajak telah mencapai 76,86%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan capaian sepanjang tahun lalu yang tercatat hanya mencapai 72,9%. Dari sebanyak 19 juta wajib pajak yang telah menyampaikan SPT Tahunan, otoritas fiskal telah menerima sebanyak 14,6 juta SPT Tahunan yang meliputi wajib pajak orang pribadi dan wajib pajak badan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerimaan pajak pada tahun ini memang cukup tertekan sejalan dengan banyaknya wajib pajak yang memanfaatkan insentif fiskal.

Direktur Eksekutif MUC Tax Research Institute Wahyu Nuryanto menilai kebijakan pemerintah yang memperpanjang batas waktu penyampaian SPT Tahunan memang efektif meningkatkan kepatuhan. Menurutnya, ini adalah tren positif yang wajib dijaga pada tahuntahun mendatang, termasuk ketika relaksasi dihentikan saat pandemi Covid-19 telah berakhir.  

Aturan Era Baru Liburan, Menilik Importasi Alat Covid-19

R Hayuningtyas Putinda 29 Dec 2020 Bisnis Indonesia

Aturan mengenai kewajiban melakukan rapid test antigen (RDT-Ag) dan polymerase chain reaction atau PCR bagi para pelancong menuai banyak polemik. Terlebih, tidak ada sanksi bagi pelanggarnya. Aturan yang diumumkan dan masa berlakunya yang terlalu berdekatan itu membuat masyarakat kalang kabut. Contohnya, SE No.3/2020 dari Satgas yang isinya mewajibkan masyarakat melakukan rapid test antigen saat menggunakan moda udara dan kereta api diterbitkan dan berlakunya 19 Desember 2020, tetapi surat baru beredar pada 20 Desember 2020. Di sisi lain, tidak ada sanksi dalam pelanggaran SE dari Kemenhub maupun Satuan Tugas. Sinisme publik juga muncul karena harga PCR dan rapid test antigen yang kepalang mahal hingga potensi kongkalikong dalam bisnis alat pendeteksi Covid-19 itu. Dalam penelusuran yang dilakukan Bisnis, harga sekali rapid test antigen berkisar Rp.300.000—Rp500.000, sementara harga patokan resmi Kementerian Kesehatan maksimal Rp250.000—Rp275.000. Di sisi lain, jika mengacu bahan paparan dari Menteri Luhut Binsar Pandjaitan, harga dasar rapid test antigen sebenarnya jauh di bawah patokan maksimal pemerintah maupun harga yang beredar di pasaran. 

Terkait dengan importir, juga mengalami banyak pergeseran. Pada Agustus lalu, Bisnis mencatat, adanya perusahaan jasa keamanan yang mendapat rekomendasi mengimpor alat penanganan Covid-19. Namun pada Desember 2020, muncul tiga nama baru, yakni Jenny Cosmetics, Draeger Medical Indonesia, dan Pusat Keuangan Kemhan. Dalam penulusuran Bisnis, PT Jenny Cosmetics adalah perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik sejak 1980, dan merupakan importir alat Covid-19 terbanyak US$25,7 juta atau Rp363,8 miliar. Bisnis telah berupaya mengonfirmasi perusahaan yang bersangkutan dengan mengirimkan pertanyaan melalui surat elektronik yang tercantum dalam laman resmi Jenny Cosmetics. Namun, hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban dari perusahaan. Selanjutnya, juga ada PT Drager Indonesia yang merupakan salah satu perusahaan di bidang teknologi dan medis. Perusahaan tersebut telah mengimpor alat penanganan Covid-19 senilai US$18,9 juta atau Rp267,5 miliar

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea & Cukai Kemenkeu Syarif Hidayat mengatakan sesuai dengan mekanisme yang diatur, dalam konteks importasi alat penanganan Covid-19, otoritas tak pernah memandang latar belakang perusahaan.

Proyek Strategis Nasional, Waskita Garap 26 Proyek di Jawa

R Hayuningtyas Putinda 29 Dec 2020 Bisnis Indonesia

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menyatakan terlibat dalam pembangunan 44 proyek strategis nasional dengan porsi terbanyak di Pulau Jawa. Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan, dari total 44 proyek strategis nasional (PSN), sebanyak 26 proyek ada di Jawa.

Dari total proyek garapan perseroan, dia menegaskan sektor pekerjaannya yaitu seputar konektivitas, sumber daya air, kelistrikan, dan proyek gedung. Beberapa proyek PSN yang telah selesai dibangun emiten berkode saham WSKT itu misalnya tol layang JakartaCikampek II, tol Kanci-Pejagan, tol Pejagan-Pemalang, tol Pemalang-Batang, dan tol Batang-Semarang. Selain itu, jalan tol Solo-Ngawi, tol Ngawi-Kertosono, tol SalatigaKartasura, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Kertajati Majalengka, serta Bendungan Gondang. Destiawan juga menjamin 11 ruas jalan tol yang akan didivestasikan pada 2021 telah sesuai dengan kriteria premium yang bakal menarik bagi investor. 

Pilihan Editor